Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 77


__ADS_3

elvanno mendorong pelan pintu bagian belakang pabrik. menyelinap masuk dengan sangat hati hati agar tak menimbulkan suara. lalu berjalan mengendap, memasuki ruangan yang terlihat gelap. matanya awas meneliti keadaan sekitar. sangat sepi, tak terlihat ada penjaga di bagian belakang.


elvanno menyelinap disamping mesin yang entah mesin apa. yang jelas, ada banyak mesin dibagian belakang itu. memasuki ruangan yang berbeda lagi, disana ada empat orang pria berbadan besar yang menyeringai menanti kedatangannya. kemudian dua pria mulai mengikutinya dari belakang.


'sial, gue dijebak! ' bathinnya.


dengan tangan kosong, elvanno mulai bersiap melawan siapapun yang menyerang.


satu lawan enam, dengan banyak luka di wajah dan seluruh tubuh, elvanno bisa mengalahkan mereka semua. lalu kembali berjalan sempoyongan.


tristan, beberapa polisi serta viko dan dava tiba di depan pabrik. seorang polisi melempar cctv yang ada di depan pabrik pakai batu. membuat keberadaan mereka tak bisa dilacak. namun sayang banget, karna itu sudah terlambat, anak buah mr. revan lebih cepat mempersiapkan semuanya.


polisi dan bantuan dari abram memisah. sementara polisi dan yang lain bersiap untuk menjebol gerbang depan. dengan aba aba tanpa suara, pintu yang terbuat dari seng itu di tendang dari luar. begitu pintu di dobrak, sekitar 30 orang dari dalam pabrik lengkap dengan senjatanya berjajar siap tempur.


dor!


dor!


dor!


#####

__ADS_1


tatapan emosi penuh amarah terpancar di mata elang milik elvanno. tangan yang sobek karna tusukan belati itu mengepal. melupakan semua rasa sakit. kembali memasang tinjuannya saat dua penjaga menghadang langkah.


"Aaaa....!! "


teriakan yang disusul tendangan yang tepat mengenai dadaa salah satu penjaga. hingga penjaga itu terdorong agak jauh. elvanno kembali maju, membabi buta. menginjak paha lelaki itu hingga belingsatan. meninju tanpa henti sampai dia lupa jika salah satu dari penjaga itu masih berdiri tegak.


bhukk!


elvanno jatuh tersungkur, kepalanya membentur sisi kursi. satu tendangan di punggung nya membuat tulang belakang lumayan sakit. mengelap darah yang menetes dari pelipis. dadaanya terlihat naik turun, nafas mulai berat. detik kemudian, matanya terpejam.


bayangan keyra dengan mulut manyun, senyum imut dan lesung pipi. ciuman hingga kelon diatas ranjang itu berputar di kepala.


"key, bertahan. gue pasti datang jemput elo" ucapnya lirih.


dengan sisa sisa tenaga nya, elvanno berusaha bangkit. berdiri semampunya. tangannya berpegangan pada kursi terdekat. menatap dua penjaga itu dengan mata yang sedikit mengabur. meraih balok kayu yang tergeletak disampingnya.


berlari maju melayangkan beberapa pukulan pada satu orang yang masih berdiri tegak. dua orang itu terkapar. masih hidup namun sudah tak mampu untuk kembali melawan.


elvanno menjatuhkan kedua lutut ke lantai. kepalanya mulai terasa berat. darah terus saja keluar dari tangan. mungkin terlalu banyak mengeluarkan darah, hingga seluruh tubuhnya terasa gemetar.


di bagian depan, aksi tembak menembak itu membuat suasana riuh. namun jumlah polisi yang lebih banyak mampu mengalahkan tiga puluh orang yang menghadang mereka di gerbang depan.

__ADS_1


dengan sangat waspada, dua orang polisi melangkah masuk. membidik ke setiap sudut untuk berjaga jaga. lalu memberi aba aba pada mereka semua yang di belakang untuk masuk setelah keadaan aman.


dua orang polisi bagian depan saling berkomunikasi melalui gerakan tangan, menyuruh salah temannya untuk membuka gembok rantai yang menutup rapat gerbang dari besi itu menggunakan golok.


setelah terbuka, pria yang membawa golok itu mundur. membiarkan kedua temannya memberi aba aba. detik kemudian, salah satu dari mereka membuka pintu pelan. saat pintu terbuka, semua bersembunyi, sama sekali tak ada yang terlihat, karena mereka yakin, di dalam sini akan ada pasukan yang lebih banyak lagi.


keadaan hening, sepi untuk beberapa detik, bahkan hampir hitungan menit. setelahnya....


dor!


dor!


dor!


dengan tameng dari besi, mereka tetap bisa masuk, walau salah satu dari mereka ada yang tertembak.


beberapa orang bantuan yang dikirim abram masuk melalui pintu belakang, mengendap tanpa menimbulkan suara. sedangkan ke enam anak buah mr. revan yang sempat dikalahkan elvanno tadi mulai bangkit lagi. bangun dengan menahan sakit.


meregangkan otot otot, mengambil senjata mereka, belati, golok, bongkahan kayu dan segala sesuatu yang bisa mereka jadikan untuk berkelahi.


setelahnya, terjadilah pertumpahan darah disana.

__ADS_1


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa like and votešŸ–¤**


__ADS_2