
andra masuk ke apartement, kedua tangannya membuka kancing jas yang menempel ditubuh. melihat atasannya masuk, dua pria yang berjaga di depan kamar yang keyra tempati itu, membungkukkan badan.
"bos" sapa salah satunya.
tak menjawab, andra menyampirkan jas nya di sandaran sofa depan tv.
"gimana keadaannya? " tanya nya, menatap serius kedua orang pria itu.
"dia nggak pernah mau makan bos. padahal kita udah kirim makanan sesuai perintah. menunya juga kami ganti tiap pagi dan malam."
"dasar bocah! " tertawa menyeringai, andra menggaruk kening.
"buka pintunya"
patuh, narto, lelaki yang berkumis itu merogoh kunci dari saku celana, segera memasukkan di lobang bawah handle pintu, lalu membukakan pintu untuk bos nya. kembali menutupnya saat andra melangkah masuk.
andra menyeringai, tertawa kecil dengan gelengan kepala menatap keyra yang meringkuk membelakangi. menyentak nafas kasar melihat makanan yang ada di atas meja tak tersentuh.
"berhenti jadi gadis cengeng! " bentak andra.
isakan keyra terhenti karena takut. pelan, ia bangun , terbelalak menatap andra yang kini berdiri di hadapan nya.
"om" pekiknya terkejut.
kembali andra tersenyum menyeringai.
"makan! aku tak mau kamu mati sia sia. makanlah sebelum aku membunuhmu" ancamnya dengan tatapan tajam.
keyra menelan ludah, ia tak mungkin lupa siapa andra.
"kenapa om kurung aku disini? " tanya nya takut takut.
andra memasukkan kedua tangan ke saku celana.
"well, kamu yang sudah memilih jalan ini. mencari masalah dengan wanita yang ku cintai, itu sama hal nya mencari masalah dengan ku"
kening keyra berkerut,
"aku nggak pernah cari masalah sama... sama devi. apalagi keluarga om, aku nggak kenal dan nggak tau"
tangan andra terangkat, memberi tanda jika ia tak ingin mendengar ocehan keyra.
__ADS_1
"lebih baik kamu makan. besok akan ada yang datang menjemput mu"
ddrrtt... ddrrtt..
ponsel di saku celana andra berdering nyaring, menandakan jika ada telpon masuk. cepat ia merogoh ponsel, menatap layar yang berkedip itu. lalu tersenyum ketika mengetahui si penelpon.
"hallo, mr. revan" sapanya, seraya menempelkan ponsel di telinga.
"selamat malam, tuan andra" sapa mr. revan diseberang sana.
andra terkekeh kecil, melangkah kecil dari kamar keyra, duduk di sofa ruang tamu.
"bagaimana barangnya? saya tidak mau ada yang lecet sedikit pun ya"
"tenang, mr. revan. ini benar benar masih segel, dan.. ya... seperti foto yang saya kirim kemarin. dia manis dan cantik"
diseberang sana, lelaki itu terkekeh penuh kepuasan.
"ok, saya akan transfer pembayarannya separuh dulu. pukul tiga, saya mendarat di indonesia. saya mau, dia langsung bisa saya bawa diwaktu yang sudah di tentukan"
"siap, saya tidak akan pernah mengecewakan"
telpon berakhir, andra menatap layar ponselnya dengan penuh kebahagiaan. lima ratus juta, harga yang begitu tinggi untuk ukuran perawan berumur tujuh belas tahun seperti keyra. dan ini adalah harga tertinggi yang pernah ia dapat selama bekerja sama dengan mr. revan.
suara bel membuat kesenangan andra teralihkan. ia menyimpan ponsel di saku kemeja, berjalan menuju pintu. tersenyum bahagia menatap monitor yang menampakkan wajah cantik devi diluar sana. dengan cepat andra membuka pintu, senyum lebar menyambut wanita yang begitu ia cintai.
"masuk baby" merangkul pundak devi. menuntun gadis cantik yang memakai dress sebatas paha itu masuk.
kedua nya duduk di sofa ruang tamu dengan bersebelahan, bahkan tangan andra masih setia melingkar di pundak devi yang terpampang. dengan mesra andra mencium pipi mulus devi, lalu mencium lengan putih itu.
"om, dimana keyra? " tanya nya, celingukan menatap ke bagian dalam ruangan, tapi tak bisa melihat apa apa.
andra tersenyum penuh *****.
"dia ada di dalam. aman disana"
devi ngangguk.
"om nggak ada niat lepasin dia? "
andra tertawa kecil mendengar pertanyaan devi.
__ADS_1
"kenapa harus dilepaskan? dia sekarang menjadi aset berharga untuk om"
devi menelan ludah.
"om yakin, ini akan aman? "
tatapan andra tertuju ke paha devi yang memang mulus, lalu dadaa yang terlihat belahannya.
"kamu jangan khawatir sayang. semua akan baik baik saja"
devi membuang nafas panjang. berusaha percaya dengan perkataan andra.
"ayo, ke kamar baby. kamu membuat hasrat ku bangun"
devi cemberut, menggigit bibir bawah saat tangan nakal andra mengelus paha, lalu meremas ususnya yang masih tertutup dress.
"nanti aku transfer uang jajan mu"
mendengar itu, bibir devi melengkung keatas, menciptakan senyum senang nya. dengan sengaja, devi menurunkan tali dress yang ada di bahu, membuat salah satu dadaa terpampang. dan dengan cepat tangan andra mendarat disana. bibir keduanya saling berpagutan. beranjak, berjalan menuju kamar tanpa melepas ciuman.
narto bergidik melihat bosnya masuk ke dalam kamar. sengaja, ia menguping pembicaraan si bos, terlebih melihat gadis cantik yang seusia dengan anak nya masuk. dia pikir, gadis itu adalah anak bosnya, ternyata, dia adalah gadis simpanan andra.
"kamu kenapa sih, nar? " tanya parji, pria yang satunya.
narto geleng kepala,
"ternyata, gadis yang di dalam dijual par. dan itu, si bos sekarang lagi kawin di kamar depan"
parji ikut merinding,
"gila, matamu bisa katarak. ngintipin bos kawin"
"aku penasaran par. selain itu, aku juga kasihan sama gadis yang di dalam itu. "
di dalam kamar itu, keyra meraih piring dengan tangan bergetar. nggak mungkin ia akan tetap berdiam dan nangis terus terusan. ia butuh tenaga buat berfikir, buat kabur dari tempat terkutuk ini. terlebih setelah ia tahu, siapa yang membuatnya ada di tempat itu.
usai makan, keyra mulai celingukan, mencari celah yang bisa ia pakai untuk keluar. namun sayang, ruangannya tertutup begitu rapat, bahkan jendela nya ada kayu tebal yang menutupi. di celah yang sangat kecil, ia hanya bisa melihat jalanan macet dan gedung gedung tinggi.
"Ya Tuhan, tolong bantu aku. aku harus keluar dari sini" gumamnya.
lama ia berdiri, memikirkan ide untuk bisa keluar dari ruangan ini. tatapan nya tertuju ke piring, dimana ada saus bekas chicken yang tadi ia makan.
__ADS_1
_**Happy Readingš_
Jangan lupa like and voteš¤**