Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 31


__ADS_3

"sayang.. hari ini kita cancel dulu ke puncak nya ya, gimana kalo kita ke pulau aja, kek nya bakalan lebih seru deh" rengek manja devi bergelayut di lengan garry. sedangkan pria itu terlihat berfikir sejenak dengan tatapan tetap fokus pada jalanan.


"hmm.. boleh.. tapi ada syaratnya" ucap garry dengan senyum devilnya. tentu saja sudah merencanakan sesuatu yang bakal ia nikmati nantinya.


"beib.. apaan? " tanya nya penasaran.


"liat saja nanti.. nggak akan aku biarin kamu bisa beranjak sedikitpun" ucapnya dengan nakal.


setelah melalu perjalanan yang lumayan jauh, dan menyebrang menggunakan sebuah kapal. akhirnya mereka sampai di sebuah villa yang berada di pulau tersebut. memang sih pulau tersebut tidak terlalu jauh, ini juga meminimalisir keadaan keyra nantinya. mama sama papa takut jika terlalu bepergian jauh ke pulau lain nya bakal membuat keyra kembali demam.


villa tersebut bernuansa jawa. rumah joglo khas jawa dengan ukiran disetiap sudutnya. dinding yang keseluruhannya terbuat dari kayu. pliturnya sangat bagus dan begitu terkesan adem. ada beberapa tanaman di depan villa yang begitu terawat, sangat cantik.


mata keyra berbinar menatap villa yang akan menjadi tempat tinggalnya beberapa hari kedepan. membenarkan tas yang tersampir di bahu. tangannya menyentuh bunga anggrek berwarna putih yang masih basah karena air.


"senang nggak, key? " tanya papa yang juga ikut tersenyum lebar.


"seneng pa, bagus banget" balas keyra.


elvanno baru saja keluar dari mobil yang baru saja mengantar mereka,sengaja disewa papa selama disana, matanya menyipit menatap villa yang berada di depannya. menutup mulut yang menguap. mengikuti langkah ketiga orang itu untuk memasuki teras villa yang ada beberapa anak tangga.


seorang lelaki seumuran pak adi datang menghampiri, tersenyum dengan sedikit membungkuk.


"silahkan kuncinya pak" menyerahkan satu kunci dengan gantungan kayu balok kecil.


papa balas tersenyum, meraih kunci tersebut.


"terima kasih pak"


"mau disiapkan makan siangnya sekalian pak? " tanya nya ramah.


papa menatap mama yang berdiri disampingnya. mama yang merasa dimintai pendapat, menganggukan kepala.


"iya, boleh pak"


"baik, saya akan siapkan pak"


lelaki itu undur diri, kembali ke belakang villa. karena ia tinggal disana. villa ini bukan miliknya. namun ia lah yang ditugaskan si pemilik untuk mengurusnya.


"ayo masuk. " intruksi papa.


memasukkan kunci ke pintu, memutar gagang pintu dan mendorongnya. keyra berbinar menatap isi di dalam ruangan. mengikuti langkah mama masuk ke dalam. mendudukkan pantat di kursi tamu yang memang terlihat nyaman.


"ini mirip rumahnya pak lurah. dikampung ku cuma pak lurah yang punya rumah begini. aku kesana cuma satu kali, itupun jenguk anaknya yang kebetulan satu kelas sama aku" curhatnya.


membuat mama dan papa tertawa kecil.


"taruh disitu aja pak, " perintah mama saat pak adi masuk membawakan tiga koper milik majikannya.


"key, van. villa ini cuma ada dua kamar. kalian nggak apa kan, kalau berada dikamar yang sama? " tanya papa reflek membuat keyra berdiri.


"sekamar berdua? maksud nya gitu? " tanya nya dengan sangat terkejut.

__ADS_1


berbeda dengan elvanno yang menyunggingkan senyum, mendaratkan pantat nya dikursi tamu dengan senyum kesenangan.


papa ngangguk.


"iya, karena kebetulan semua villa cuma ada dua kamar. kemungkinan, pak adi bakalan tidur di sofa ruang tamu, atau gelar tikar di ruang tv"


"kamu nggak mau, key? " tanya mama yang melihat ekspresi keyra.


"atau.. biar elvanno tidur sama papa.nanti kamu bisa tidur sama mama"


"eh, eh, eh.. " elvanno beranjak. membuat ketiga orang itu menatap ke arah nya.


"nggak apa kita satu kamar, ma. mama sama papa kan mau bulan madu. kalau aku sekamar sama papa, bakalan gangguin dong"


ketiga orang yang menyimak omongan elvanno malah jadi cengo, mengerjap dengan bingungnya.


"hmmm.. " elvanno menggaruk kepala yang tidak gatal.


"aku.. sekamar aja sama keyra. kita.. sekalian mau belajar bareng buat persiapan ujian besok" alasannya.


mata keyra melotot, ingin melayangkan protes. tapi engga jadi, hanya bisa manyun dengan bola mata memutar, kesel.


"bener, nggak apa? " tanya papa memastikan.


"kamu nggak apa, key?" mama mengelus lengan keyra memastikan.


keyra memaksakan senyum.


"iya, nggak apa ma. aku mau belajar sama elvanno. "


"syukurlah kalo gitu"


"van." panggil papa, menatap anak lelaki nya yang tersenyum senang.


"ingat ya, kalian masih sekolah. masih kelas sebelas. harus bisa jaga na----"


"iya, iya aku ngerti. aku ini nggak bodoh"


"dih, giliran sekamar berdua aja nggak bodoh. tapi kalo soal baju nya kian, nggak ngerti apa apa"


elvanno melotot ke arah keyra.


"itu--"


engga mau dengerin suaminya ngomong. keyra masuk melangkah ke dalam. membuat papa dan mama mengulas senyum.


elvanno menyeret koper miliknya, tentunya menyusul keyra yang sudah lebih dulu masuk ke kamar mereka. tersenyum menatap istrinya yang mengeluarkan selimut dan boneka kelinci yang sengaja ia bawa.


elvanno menjatuhkan pantat di tepi ranjang yang tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil. namun cocok untuk bobok berdua.


"key.. " panggilnya saat melihat keyra melangkah keluar kamar dengan mata yang fokus menatap ponsel.

__ADS_1


"lo mau kemana? "


"keluar, mau foto foto" jawabnya tanpa menoleh.


ia sama sekali enggak menghiraukan elvanno yang sedari tadi memperhatikannya. pokok nya masih ngambek. keyra keluar dari villa. duduk di kursi teras yang ada di depan. menikmati pemandangan baru yang memang sejuk dan nyaman. foto selfie, lalu mengirim ke nomor killa dan dea.


sekelebat kenangan dirumah nya duku melintas di ingatan. membuatnya tersenyum sendiri. membuang nafas kasar melalui mulut. kembali menatap ponselnya yang bergetar. ada pesan masuk lagi dari bryan.


{gimana key? mau? }


"dasar bryan narsis! maksa banget ya! " gerutunya dalam hati.


keyra tersenyum mengingat ekspresi elvanno di mobil tadi. dia yang nggak terima kalo keyra dekat dekat bryan atau cowok lainnya.


{qku nghak sukq pacqran, yan. tapu, kalo kiya ttm-an, nggak apa} send bryan.


{sipp, gue mau} from bryan.


keyra tersenyum geli membaca pesan balasan dari bryan. terlihat banget kalo cowok itu kesenangan. membuat keyra bertanya dalam hati.


"bener ya? si bryan se suka itu? "


"key"


panggilan yang membuat keyra sedikit terlonjak, menutup ponsel yang menampilkan chat room nya dengan bryan. tersenyum saat mendapi mama mertua sudah berdiri disamping kursinya.


"eh, ma" memperhatikan mama yang sudah rapi dengan tas kecil ditangan.


"mama mau kemana? "


"mama mau keluar bentar, kata pak beni ada acara di tepi pantai yang kita lewati tadi. papa sama mama mau lihat bentar. mumpung acaranya baru aja mulai. kamu mau ikut? " tawarnya.


keyra menggeleng.


"aku disini aja ma. pengen liat pemandangan indah dari sini. sejuk banget"


papa keluar, dengan pakaian yang juga sudah rapi.


"nggak ikut, key? "


keyra menggeleng lagi.


"aku disini aja pa"


"nanti makan duluan aja, kalo makanan udah datang" pesan mama.


"iya, ma"


"pamitin ke elvanno ya, key"


keyra ngangguk, berdiri menatap kedua orang tuanya yang kini memasuki mobil. melambaikan tangan saat mama nya juga melambai.

__ADS_1


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa tinggalkan like and vote ya guys🖤**


__ADS_2