
"ma, kenapa sih? " tanya papa penasaran.
"itu... keyra kok engga turun turun ya pa? " jawab mama dengan raut wajah yang sangat khawatir.
"yaudah, datang ke kamarnya. kayak jauh aja. cuma diliatin aja terus, padahal kan tinggal naik tangga" usul papa. kembali menatap layar lebar yang menayangkan tentang bisnis luar negeri.
menerima masukan suami, rika berjalan menaiki tangga untuk mengecek keadaan keyra. menempelkan telinga ke pintu. mendengar suara bersin berkali kali.
"key, keyra.. " panggil mama
"iya ma" sahut keyra dari dalam kamar.
"kamu sakit? " tanya mama .
tak ada jawaban, namun beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka, memperlihatkan keyra yang memakai jaket dan wajah yang pucat. membuat rika terbelalak.
"key, kamu pucat banget sayang.. " masuk ke kamar anak mantunya, lalu menuntun keyra kembali ke tempat tidur.
"yaampun, kamu juga panas. udah makan obat? "
keyra hanya geleng kepala lemah.
"belum ma, tadi malam aku masih baik baik aja kok"
"elvanno tau kalo kamu sakit? "
keyra kembali menggeleng.
"engga usah dikasih tau ma, pasti nanti sembuh sendiri ma" ia masih kesal karena elvanno tak mempercayai nya.
"dia wajib tau key, dia suami kamu" ucap mama dengan mengelus lengan keyra.
"kalian berantem? " tanya mama kemudian setelah melihat gelagat keyra yang berbeda.
kembali lagi keyra menggeleng.
"enggak kok ma, aku cuma ngga mau ngerepotin dia"
"ya engga apa apa, nama nya suami istri itu kalo salah satu nya sakit, satunya lagi ya ngerawat. mama ambilin obat dulu ya. sekalian nanti mama telfonin dia, biar dia balik jagain kamu" beranjak dari tempat tidur.
"engga usah disuruh balik ma, aku kan cuma demam mau flu aja. nggak sampai parah, dan nggak harus ditunggui kok"
mama hanya tersenyum, berjalan keluar kamar. tak lupa menutup pintu sebelum meninggalkan kamar tersebut.
keyra kembali naik ke atas tempat tidur. mengambil ponsel yang berkedip. ada pesan masuk yang belum terbaca, dan itu dari bryan.
{lo mau jogging nggak? gue jemput}
menghela nafas panjang, tangannya fokus mengetik pesan balasan dengan satu jari telunjuk.
{enggqk} send bryan
__ADS_1
baru saja mau menaruh hp, pesan balasan dari bryan kembali membuat ia menatap layar.
{ntar jalan yuk}
kening keyra berkerut. "jalan? "
{iyq aky kan emang usah jalam. nghak lagi meangkak} send bryan.
"heran deh, perasaan jari ku ini engga gede. tapi kenapa kalo mencet sering salah huruf ya? dasar hp aneh. dipencet a kok keluar q. pasti belum lulus ujian! " gerutunya nyalahin hp.
ceklekk!
mama membuka pintu, membawa nampan di tangannya. ada sepiring makanan dan segelas air putih serta obat penurun panas. mama meletakkannya di atas meja.
"makan dulu, lalu minum obatnya," suruh mama.
tersentuh. sangat bahagia mendapat perlakuan sebaik ini. keyra tersenyum, matanya berkaca kaca karena haru.
"loh, kok malah nangis. kamu kenapa key? " mengelus bahu keyra.
gadis mungil itu menggeleng.
"enggak ma.. aku... aku cuma terharu. mama baik banget. ngingatin aku sama ibu. aku... aku jadi kangen ibu" kedua tangan itu mengusap buliran bening yang membasahi kedua pipi.
tak tega, rika meraih keyra dalam dekapan. memeluk gadis yang telah direnggut status nya oleh sang anak. seharusnya ia masih bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya. tapi.. semua karena anaknya.
" kamu bisa anggap mama sebagai ibumu key, walaupun mama bukan ibumu. tapi.. percayalah, mama sayang sama kamu. mama dan papa sayang sama kamu sama seperti kami menyayangi anak anak kami sendiri. bahkan melebihi itu sayang" ucapnya mengusap lembut punggung yang sedikit bergetar karena isakan.
"terima kasih tuhan, engkau menghadirkan kedua orang tua yang sangat baik untukku. walaupun ayah dan ibu tak akan pernah terganti,sampai kapan pun" bathin nya.
"ma, key. "
mendengar suara yang sudah pasti elvanno, rika dan keyra melepaskan pelukannya. melotot saat melihat elvanno diambang pintu yang engga sendirian. ada devi yang berdiri disebelah lelaki itu.
"pagi tante" sapanya dengan senyuman ramah.
keyra memilih membuang nafas kasar dan membuang muka. merem mencoba menahan amarah yang ingin ia omelkan. kali ini, wajah elvanno benar benar lebih dari menyebalkan.
kedua anak itu melangkah masuk. mama tetap diam, duduk ditempat semula. sedikit melirik keyra yang sangat jelas tidak menyukai keadaan ini. menyambut tangan devi yang terulur untuk menjabatnya. dan segera menarik tangan itu saat akan dicium olehnya.
menatap anaknya yang berdiri memperhatikan keyra.
"van, mama perlu ngomong sama kamu" kata kata yang terdengar marah.
sedikit melirik devi sinis, lalu mengusap lengan keyra.
"mama ngomong sebentar sama vanno ya key"
keyra memaksakan senyum, dan mengangguk dengan wajah pucat.
"iya, ma"
__ADS_1
beranjak dari duduk nya, menatap marah tepat di wajah elvanno. lalu melangkah keluar dari kamar keyra. membiarkan keyra di dalam kamar bersama devi.
"aku ke mama bentar ya yank" pamitnya pada devi.
dengan senyum manis, devi ngangguk, mendaratkan kecupan di pipi elvanno dengan sengaja. lalu melirik keyra yang langsung melongos tak suka.
"jangan lama lama ya beib"
elvanno hanya ngangguk, sedikit melirik keyra lalu melangkah keluar. menatap punggung mama yang berdiri di ruang tengah, bersedekap dada membelakanginya.
"ngapain kamu ajak devi kesini? " tanya mama ketus.
elvanno menggaruk kepala belakangnya.
"devi mau jenguk keyra ma" jawabnya santai. menjatuhkan bokongnya di sofa.
mama berbalik, menatap wajah santai anaknya.
"kamu bisa jaga perasaan keyra nggak sih van? kalian ini udah punya hubungan resmi. nggak seharusnya kamu bawa wanita itu kerumah. apalagi dia berstatus pacar kamu. seharusnya kamu memutuskan hubungan dengan wanita manapun. istri kamu lebih penting. "tutur mama lirih, takut jika devi mendengar fakta pernikahan elvanno dan keyra.
elvanno menghembuskan nafas santai. bersedekap dengan bibir manyun.
"iya iya ma, aku inget. yaudah, aku anter devi pulang"
beranjak dari duduk nya, berjalan kembali dengan santai ke kamar keyra.
prangggg!
piring yang ada di tangan devi jatuh kelantai. pecahannya kemana mana, serta nasi dan sayur itu sudah acak acakan.
"yaang" elvanno sedikit berlari, menatap piring yang jatuh itu. lalu menatap devi yang terlihat syok.
"kamu engga apa apa yang? " devi geleng kepala, tatapannya tertuju pada keyra.
"aku ngga apa apa beib"
"kenapa piringnya bisa jatuh? " tanya nya heran, menatap keyra yang melongos dengan tatapan penuh kebencian.
"key.. lo... "
devi menarik tangan elvanno yang menuding keyra.
"bukan salah keyra beib. tadi aku mau bantuin keyra makan. pengen suapi dia makan, tapi keyra engga mau. sempat nepis tanganku, aku nggak siap dan piringnya jatuh"
seketika itu keyra menatap devi dengan tatapan tak terima.
"kamuu.. "
_**Happy Reading🖤_
Jangan lupa bantu vote dan like ya guys😘**
__ADS_1