
beberapa menit, bahkan hitungan jam, keyra keluar dari kamar mandi. hanya mengenakan handuk yang melilit di separuh tubuh. celingukan menatap menatap setiap sudut kamar, takut jika elvanno ada di dalam kamar seperti sebelum sebelumnya. merasa aman, ia mulai melangkah keluar. berjalan cepat menuju lemari, membuka pintu dan mengambil baju ganti.
usai berpakaian, ia mengeringkan rambut sebentar. duduk di kursi rias. mulai mengambil hairdrayer dan kembali tangannya sibuk dengan rambut.
ia membuka gorden yang menutup pintu balkon, menyaksikan langit malam melalui kamar. duduk di kursi dengan kedua kaki naik ke atas sofa. tangannya membuka lembar buku latihan ujian kenaikan kelas yang tinggal beberapa hari lagi.
"uhuk! uhuk! uhuk! "
keseriusan itu buyar mendengar suara seseorang yang batuk. tak begitu lama, terlihat tristan yang berdiri di pagar balkon, menyesap rokok, lalu mengepulkan asap nya udara.
seketika, hafalan rumus yang baru saja ia baca menghilang dari kepala. mulutnya menganga dengan jari yang kini menutup rapat buku yang dipangkuan. sosok tinggi jangkung dengan rambut yang dikuncir itu, terlihat begitu mempesona. rambut panjang yang sedikit terurai kedepan dengan hidung mancung, lengkap angin malam yang membelai rambut tristan. menari tertiup angin, menambah kesan seksi cowok yang berstatus kakak ipar.
tuk! tuk!
keyra sedikit gelagapan, buku dipangkuan sampai terjatuh seking kagetnya. entah kapan, kini tristan tersenyum kearahnya, tepat dipintu kaca balkon. keyra beranjak, meraih buku, meletakkan nya diatas meja kecil dekat kursi yang ia duduki. membuka pintu, tersenyum canggung dengan sangat malu.
"belum tidur? " tanya tristan dengan masih tersenyum. senyum yang begitu manis, sangat mirip dengan elvanno.
keyra geleng kepala,
"bentar lagi, kak"
kembali tristan menyesap rokok, lalu membuang asapnya pelan melalui mulut.
"nungguin elvanno ya? "
"eh, enggak kok" jawabnya cepat sambil menggerakkan kedua tangan.
tristan terkekeh kecil.
"iya juga nggak apa kok. namanya suami istri kan emang kek gitu"
mendengar kata kata tristan, keyra langsung manyun, nunduk dengan tangan yang mulai memilin ujung kaos. nggak setuju banget sama pendapat tristan.
__ADS_1
"elo satu kelas sama elvanno? " tanya nya kini. keyra hanya ngangguk.
"tau dong, kalo elvanno itu otaknya dangkal"
keyra geleng kepala,
"setauku, dia itu nggak pernah masuk kelas. tiap datang, pasti cuma nyimpan tas, balik lagi kalo udah bel pulang. dia ambil tas, lalu pulang"
tristan tertawa mendengar penuturan keyra.
"hadewww... adek gue, dari dulu nggak berubah. dia pikir soal ujian bisa dikerjain dengan tampang tampan apa! heran! " menggelengkan kepala, menyesap rokoknya yang terakhir, lalu melempar puntung rokok keluar.
melihat tristan tertawa, keyra ikut tertawa. tangannya menggaruk kening yang tak gatal. tristan berjalan kearah kursi yang ada di balkon, lalu mendudukkan pantat disana. keyra mengikuti, duduk dikursi samping tristan, kursi yang terhalang oleh meja kecil.
"kakak berapa tahun merantau? " tanya keyra antusias, menatap tristan dengan penuh ketertarikan.
"udah empat tahun lebih"
"management bisnis. sama kek papa"
keyra ngangguk, mengerti. seorang pengusaha, pasti ingin anaknya mengikuti jejaknya kan?
"selama tahunan itu, kakak nggak pernah pulang? "
tristan geleng kepala, ngambil ponsel yang ada disaku celana.
"pulang juga mau ngapain" sedikit terkekeh dengan melirik keyra sekilas.
"pergi jauh banget dari keluarga, enggak pulang, nggak pernah ketemu, kakak nggak kangen ya? "
kembali kepala itu menggeleng,
"udah biasa sih. sejak smp, gue tinggal sama nenek. nemenin nenek yang cuma tinggal sendirian, kalo sekarang nenek udah nggak ada. nenek meninggal tiga tahun yang lalu"
__ADS_1
keyra kembali ngangguk, selanjutnya mereka saling diam dengan pikiran masing masing. hingga hitungan menit berlalu, hampir lima belas menit, mereka tetap diam tanpa obrolan.
"betewe... lo tau, kalo elvanno punya pacar? " tanya tristan tiba tiba.
keyra ngangguk dengan tersenyum, memperlihatkan satu lesung pipi disana.
"elo nggak marah? " tanya nya lagi, dan hanya dibalas gelengan oleh keyra.
"emang... lo nggak cinta sama elvanno? "
keyra menggeleng, masih dengan senyumannya.
"aku belum lama kenal sama elvanno, kak. kenal juga karena kejadian satu bulan yang lalu"
ada rasa tak nyaman mendengar jawaban keyra.
"eeh, iya. maafin adek gue, ya..gue turut berduka"
keyra hanya tersenyum,
"makasih, kak"
tak begitu lama, terdengar deru motor milik elvanno. membuat tristan beranjak, menatap kebawah, tapatnya di tempat parkir yang ada disamping kanan rumah. tersenyum saat melihat adiknya melepas helm, turun dari motor, berjalan menuju teras depan.
"suami lo udah pulang tuh" ucap tristan dengan menoleh ke arah keyra.
keyra hanya tersenyum kecil, sama sekali tidak menunggu kepulangan elvanno. memilih menunduk menatap tangannya yang memainkan ujung kaos. detik berlalu, elvanno muncul dari pintu kamarnya. duduk tepat disebelah tristan. nyomot gelas kopi milik tristan, lalu meneguknya.
"kok udah dingin? " tanya nya, kembali menaruh gelas kopi yang telah ia habiskan.
_**Happy Readingš_
Jangan lupa tinggalkan like and voteš¤**
__ADS_1