
elvanno dan keyra makan dalam diam. keyra mengambil tempat duduk tepat di depan elvanno, sama sekali tak mau menatap suami, barang sedikit pun. berbeda dengan elvanno yang berkali kali melirik keyra. tak begitu menikmati makanannya.
"mama sama papa pergi kemana? " tanya nya setelah sekian lama saling diam
"liat acara di pinggir pantai" jawab keyra tanpa beralih dari makanannya.
"hmmm... elo nggak pengen liat key? " memasukkan sesendok makanan ke mulut.
keyra menggeleng, melanjutkan makan tanpa terganggu.
menit berlalu, makanan mereka habis. keyra tetap pada kewajiban seorang istri yang membereskan meja makan. menyimpan makanan yang sedari tadi sudah ia pisahkan untuk kedua mertua, di dapur. sekalian mencuci piring bekas makan elvanno dan ia tadi.
usai dari dapur, ia kembali ke kamar. mengambil dompet dan keluar lagi. tatapannya bertemu dengan elvanno yang merokok di teras depan.
keyra mencibir melihat sang suami menggepulkan asap, tapi tak berkomentar apa apa. sementara elvanno menyembunyikan rokok sambil nyengir.
"baru ini key, gue dari pagi enggak ngerokok loh"
tak menanggapi itu, keyra keluar dari teras depan.
"aku mau keluar, mau jalan jalan " ijinnya tanpa menatap suami.
"mau ditemani? "
"nggak, nggak usah" tolaknya yang sangat berbeda dengan hati.
bokong yang udah beranjak itu kembali duduk setelah mendengar penolakan keyra. kembali pula tangan dan mata elvanno mengusap layar ponsel, main game.
keyra manyun, menoleh dengan mencebik kesal. emang dasar nggak peka itu izroil!
berjalan asal, menjauh dari villa tempat tinggalnya. mengikuti jalan yang memang hanya ada satu menuju ke bawah villa. sesekali keyra berfoto selfie saat mendapati pemandangan yang indah.
tak terasa kaki nya sudah berjalan cukup jauh di tepi pantai dari villa yang ia tinggali. ia bertanya pada bapak bapak yang seperti nya penduduk sekitar. tersenyum dengan anggukan saat mendapat pentunjuk arah kedai dimana ia akan membeli air mineral.
hari mulai gelap, matahari, bahkan sanset sudah tak ada lagi. mulai berganti lampu lampu yang menerangi jalanan. elvanno yang menyadari jika istrinya belum juga kembali, mulai kepikiran. berkali kali menatap ke arah jalan. berharap keyra segera terlihat, datang dari arah sana.
{kok belum balik} send key.
pesannya udah centang dua, tapi warnanya masih saja abu abu, berarti keyra belum membaca pesan itu.
__ADS_1
khawatir membuat nya tak sabar menunggu kepulangan sang istri, elvanno segera beranjak, masuk ke dalam, ngambil jaket dan keluar lagi.
kling!
mendengar ada notifikasi masuk, buru buru elvanno mengambil ponsel yang ada disaku celananya.
{qku nggaj tai jqlam pulqng}
{duh maksufku, aki nggak tai jalam pilang}
{yaaaaaaampuun, maksud aku nggak tau}
{kenapq a nya jasi banytqk bangey}
kening elvanno benar benar berlipat, tertawa kecil membaca pesan dari istrinya. menggaruk pelipis yang tiba tiba gatal. kembali mendudukkan bokong di kursi tadi yang ia tempati.
{coba foto, kamu sekarang lagi ada dimana} send key.
kling!
beberapa menit berlalu, kiriman foto dari nomor keyra masuk. lalu...
elvanno tertawa lepas melihat foto yang dikirim keyra. ini bukan gambar seperti yang ada di pikiran elvanno. tapi ini foto keyra yang lagi selfie disamping tiang lampu dengan bibir manyun.
"dasar udik! kampungan! bikin perut gue kram" berusaha menghentikan tawa, memegangi perut yang terasa kram karena capek ketawa.
kling!
{aki pilangnyq leway mama}
{PULANGNYA LEAAT MAMA}
{YAH KEMAPA IMI JQDI GEDE SEMUQ}
{AKI PUDING IZTOIL, HAPENYA RUDAL}
"hahahaha.. "
kembali tawa itu pecah saat membaca chat yang baru masuk dari keyra.
__ADS_1
"van.. "
"hppft... " elvanno menghentikan tawa, menatap ke arah mama dan papanya yang baru saja datang.
"eh, pa"
"kamu ngetawain apa, suaranya kenceng banget loh. sampai disamping gardu sana" tanya mama yang memang penasaran.
kembali elvanno tertawa kecil.
"ini ma, chat sama keyra"
mama sama papa saling tatap.
"keyra? " tanya papa meyakinkan. melihat anggukan elvanno, papa berjalan mendekat.
"malam malam begini keyra kemana? kok sampai main chat sama kamu? "
"iya, keyra kemana van? dia pergi? " mama mulai terlihat khawatir.
elvanno ngangguk lagi.
"tadi bilang nya mau keluar jalan jalan, jadi dia pergi"
papa memijat pelipis.
"kamu kan bisa temenin dia van. kenapa kamu biarin dia pergi sendirian sih? "
"kalo sampai terjadi apa apa sama keyra gimana? kenapa kamu nggak anterin dia? astaga, pa. gimana kalo keyra kenapa kenapa? " mama mulai khawatir, menarik lengan papa dengan raut tak tenang.
elvanno beranjak.
"iya, aku cari dia ma. udah tenang aja, dia pasti baik baik aja"
"harus temukan keyra. dan bawa pulang" seru mama sebelum anak nya benar benar menghilang meninggalkan teras.
"iya, iya ma" memasang tudung jaket hingga menutupi seluruh rambut. lalu melangkah keluar meninggalkan villa yang ia tempati.
_**Happy Reading😘_
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like and vote ya guys🖤**