
keyra menatap elvanno dengan lekat.
"jujur ya, kamu udah lama pacaran sama kak devi? "
elvanno mendekatkan wajahnya. gemes liat keseriusan di wajah istrinya.
"belum, masih hitungan bulan. kenapa? mau dipacari juga? "
keyra mencibirkan bibirnya
"ngapain pacaran? kita malah udah nikah kan? "
elvanno tersenyum tipis.
"ngapain nanyain itu? "
"penasaran aja, kamu udah ngelakuin apa aja selama pacaran? "
"selayaknya orang pacaran lah, kenapa sih? pengen juga? " elvanno makin gemes liat tingkah keyra.
keyra geleng kepala.
"aku sama sekali engga pengen kok"
"kalo engga pengen ngapain nanyain kek gitu? "
"tadi aku liat.... "
ponsel elvanno berdering cukup keras. ada panggilan telfon masuk. segera elvanno merogoh ke dalam saku celananya. nama devi tertera disana.
menatap keyra terlebih dahulu sebelum mengangkat telfon. keyra hanya diam menunduk tak membalas tatapan elvanno.
"hallo" sapanya dengan malas.
"beib, besok jangan lupa jemput aku lebih awal ya" pinta devi diseberang sana.
elvanno menatap keyra yang diam dan cemberut.
"maaf ya, aku besok engga bisa jemput kamu. kamu berangkat sendiri aja ya"
keyra menatap elvanno karena cukup terkejut dengan penolakan itu.
"kok kamu gitu sih beib, " gerutu devi .
tut... tut... tut...
telfon terputus sepihak. devi ngambek lagi. meletakkan ponselnya dimeja samping. lalu membalas keyra yang menatap nya sedari tadi.
"besok berangkat bareng gue ya"
keyra menggeleng.
"enggak! "
elvanno menatap keyra bingung.
"kenapa? "
keyra mendekatkan wajahnya.
"aku engga mau ditinggal di pinggir jalan. dikatain ganjen, genit. dikatakain merusak hubungan bestcouple seantero SMA dian harapan. lalu ditelantarin di pinggir jalan dan berakhir sama preman yang hampir mau jahatin aku. kamu engga akan tau seberapa takut nya aku.. "
cup!
elvanno menghentikan ocehan keyra, menciumnya tepat di bibir yang mengkerucut itu. sesaat pandangan mereka kembali beradu, mata keyra melotot karena mendapatkan serangan yang tiba tiba. untuk kedua kalinya ada pria yang menyentuh bibirnya dengan bibir juga. dan pria itu adalah Elvanno, suami nya sendiri.
"berangkat bareng gue, ya" mengulangi ajakannya dengan lembut.
keyra masih menstabilkan dada yang berdebar tak menentu. lalu..
bhukk!
bhukkk!
langsung nonyor kepala elvanno. memukul bahunya, serta menjambak rambutnya sambil teriak.
__ADS_1
"mulutmu bau rokok! " marahnya.
mengerucutkan mulut dan mengusapnya dengan kasar. menatap tajam ke arah elvanno. lalu meraih sebotol air mineral di atas meja, meneguknya dengan cepat.
elvanno mengelus kepala nya yang terasa perih karena jambakan dari keyra. bibirnya tak henti mengulas senyum. ada rasa bahagia yang sulit dijelaskan.
keyra beranjak, duduk di meja belajar dengan mulut yang masih manyun.
"lain kali kalo mau hentiin aku lagi ngomong engga usah pake mulut. pakai tangan kan bisa! ayahku dulu engga pernah ngerokok. aku juga engga suka bau rokok. " masih aja ngomel, tapi engga natap suaminya.
elvanno tertawa kecil, tengkurep sambil liatin bininya yang mulai buka buku.
"jadi, kalo engga bau rokok, boleh cium lagi? "
keyra langsung menatap ke arah elvanno dengan tajam. melempar buku yang ada disampingnya.
"enggak! " mulutnya tambah mengkerucut.
elvanno guling guling sendiri
"astaga! kenapa gue jadi pengen lagi ya? "menutup wajah dengan kedua tangan.
keyra hanya geleng kepala. mulai membaca materi pelajaran besok pagi. sementara elvanno membuka ponsel, membalas beberapa chat masuk dari teman temannya. setelah beberapa menit, ia ikutan duduk disamping keyra.
"lo engga capek ya, belajar mulu" menopang wajah dengan satu tangan sambil menatap wajah serius keyra.
keyra hanya geleng kepala tanpa natap elvanno.
"aku suka belajar, besok pengen jadi dosen" tersenyum sendiri membayangkan cita citanya.
"saoloh, gemes gue, pengen ***** lagi" elvanno tersenyum menatap wajah keyra.
keyra balas menatap elvanno dengan heran.
"dari kemaren ngomongin *****, *****! itu makanan yang dari tepung kan? "
"elo beneran engga tau, apa itu *****? "
keyra menggeleng dengan santainya. ngambil pena dan mulai menulis rangkuman materi.
"enggak, ah. aku engga laper. aku juga engga pengen" jawabnya dengan serius natap buku tulis.
elvanno tertawa kecil.
"yailaaah. gue pengen *****"
keyra tak menanggapi ocehan suaminya karena ia tak paham.
"key, gue ngantuk" meremas jarinya sendiri. gemes liat wajah serius istrinya.
"yaudah, balik ke kamar mu sana! " usir keyra
elvanno mendekatkan wajahnya
"bobok sini lagi, boleh nggak? "
keyra menatap tajam wajah elvanno
"enggak ya! "
tukk!
memukul kepala elvanno dengan pena yang ia pegang.
"mau modus lagi, dasar mesumm! " omelnya.
elvanno malah nyengir.
"bukannya suami istri itu engga salah, kalo bobok bareng? "
tukk!
memukul kepala elvanno lagi.
"iihhh! izroil! kita tuh masih sekolah! jangan ngomongin begitu! nanti kalo aku hamil gimana? "
__ADS_1
"cuma bobok bareng, key. engga mungkin hamil lah, kalo gue engga ngajakin elo kawin"
tukk!
"lama lama aku pukul kepala kamu pake beton! "
cemberut dan mendorong tubuh elvanno.
"keluar sana! "
elvanno cengengesan
"eh,ngusir suami sendiri itu dosa loh"
"biarin, dosaku nanti aku imbangi pake shalat malam"
"kenapa engga ngimbangi pake nurutin maunya suami? "
"nggakk! "
ceklekk!
mengunci pintu balkon dari dalam. lalu menutup gordennya.
"key, hp gue ketinggalan di dalam! woi. hp gue, woii! " teriaknya sambil mengebrak pintu kaca.
tak ada tanggapan dari keyra, sepertinya ia engha denger atau memang segaja cuek. elvanno tetap mengulas senyum, sambil bersenandung ria masuk ke dalam kamarnya.
menjatuhkan tubuh ke atas kasur. kembali tertawa kecil. wajah imut keyra terekam jelas diingatannya. mata bulat yang melotot karena terkejut dengan ciuman itu sangat lucu.
"mimpi apa sih, bisa dapat bini ngegemesin begitu? " kembali tertawa kecil.
"kapan ya bisa ngelonin dia tiap malam" nanya sama cicak yang bergoyang.
pagi hari.
selesai mandi, keyra sibuk ngeringin rambut di depan meja riasnya. dia masih memakai tanktop tipis dan celan pendek sebatas paha yang sangat tipis. ngambil hairdrayer dan mulai ngeringin rambutnya.
ceklek!
elvanno masuk dari pintu depan. menelan ludah dengan susah payah, menutup pintu nya dengan pelan. dan berjalan tanpa dosa ngambil ponselnya yang terletak di atas meja. bahkan si ponsel yak ubah posisi dari semalam.
"kamu bajingan! kamu murahan! woi! woi!... "
nada dering di ponsel elvanno membuat keyra mencari ke sumber suara.
"aaaa! " jeritnya saat melihat elvanno sudah duduk di tepi ranjang. tepat dibelakangnya.
"hal__"
bhukkk!
keyra memukul bahu elvanno dengan hairdrayer.
"aww, sakit key".
" kamu ngapain pagi pagi udah ada di kamar ku? kamu beneran setan ya! tetiba muncul engga ada asalnya" omelnya, bahkan engga sadar kalo dia cuma pakai dalaman.
elvanno natap tubuh mungil di depannya tanpa kedip. ada rasa yang aneh, gairah yang tidur nyenyak tetiba terusik. terasa geli dan bangun dengan sendirinya.
"izroil! itu kenapa nongol? " keyra menuding adik kecil yang nongol di balik boxer.
"iya, pengen pipis" jawabnya ngasal.ngeloyor menuju pintu.
"dada rata, bokong pun rata. engga jauh beda sama rel kereta. nanjak sama nurunnya engga ada. kok bisa bikin gue ngaceng ya? " merutuki si j****r.
"kamu ngomong apa? " teriak keyra yang mendengar omongan elvanno samar.
elvanno membuka pintu, menoleh ke arah keyra.
"itu, s**u lo kecil banget, engga keliatan"
keyra melotot dengan marah.
"IZROILL!! " teriaknya dengan kencang.
__ADS_1
_Happy Readingš_