
ddrrttt... ddrrttt...
dering ponsel serta suara getar yang begitu nyaring cukup memekakkan telinga. devi masih fokus membersihkan kuku palsu yang baru dua hari lalu ia pasang. meniup pelan kuku kuku cantik itu, lalu tersenyum penuh keceriaan. meraih ponsel yang berbunyi sejak tadi. mencebik malas menatap si penelpon.
"iya, hallo garry" sapanya seraya menempelkan ponsel disamping telinga.
terdengar ******* tertahan diseberang sana.
"yaang, ketemuan yuk. aku kangeen"
devi membuang nafas kasar melalui mulut. bisa ia pastikan, garry saat ini dalam posisi on.
"aku hari ini agak sibuk gar. aku mau ke kampus ngisi formulir, sekalian bayar uang pendaftaran. "
"kan bayar nya bisa via transfer"
"aku udah janjian sama acha, kita sekalian mau liat kelas yang nanti mau kita tempati"
"vi, please deh. ketemu bentar aja. atau, aku ke rumah mu ya"
"huufft, gar aku tau, kamu pasti lagi pengen dipuasin kan? "
"heheh... itu kamu tau yaang. dan cuma kamu yang bisa puasin aku"
devi beranjak, membenarkan lipstik yang sedikit belepotan.
"kamu bisa minta itu ke ezhi juga kan? "
"huufft... enggak ah. enakan main sama kamu. goyangan nya beda. ayolah vi, please. janji deh, main bentar aja. sekali **** doang, ntar aku anter ke kampus" bujuk garry dengan memohon.
devi menatap jam dinding yang ada di atas pintu kamar nya. mama nya akan pulang dua jam lagi, sedangkan kakak nya udah lama nggak pernah pulang. papa nya, ah, dia ini udah yatim. papa nya meninggal saat dia masih SMP.
"yaudah, buru kesini. mumpung mama belum pulang"
"asiik! ok yaang. aku otewe" girang garry.
__ADS_1
devi kembali menaruh ponsel diatas meja, kini mempersiapkan diri menanti kekasih sahabatnya berkunjung. baru saja ia merapikan koleksi tas, ponsel nya kembali berdering. cepat devi mengamati layar yang berkedip. tersenyum saat ada nama 'om andra' dilayar itu.
"cckk, nggak anak, nggak bapak. kerjaannya gangguin mulu" gumamnya sebelum akhirnya menggeser tombol berwarna hijau dilayar ponsel.
"hallo om" sapanya dengan senyum sumringah.
"hallo baby. duh, sayang nya om. om kangen banget"
devi terkekeh kecil,
"om kan masih sibuk. eh iya, gimana gadis yang kemarin om? "
terdengar tawa diseberang sana,
"tenang baby. dia ada di apartement om"
"hah?! dia di apartement om?! kenapa disana? " tanya devi dengan sedikit terkejut.
kembali tawa andra terdengar.
devi bernafas lega, setidak nya ATM nya akan baik baik saja.
"lalu, kenapa om bawa dia kesana? "
"biasa, ini sudah masuk di bisnis om. dia udah laku. lima hari lagi, clien om dari luar negeri akan datang menjemputnya"
devi menggigit kecil kuku jarinya. sebenarnya enggak nyangka, andra akan menjual keyra. dia cuma pengen bikin perhitungan aja. tapi... beneran nggak nyangka banget jika andra sampai menjual keyra. dan baru beberapa hari yang lalu ia mengetahui bisnis yang selama ini andra jalankan. yaitu perdagangan manusia, ya... seperti keyra ini. yang kini menjadi dagangan andra.
"baby, kamu baik baik aja kan? "
"aku baik baik aja om. cuma... aku takut nanti keluarga keyra bakalan bawa masalah ini sampai panjang"
"kamu tenang aja baby. om nggak akan seret kamu dalam kasus ini. gadis ini yatim piatu. dia enggak punya sanak saudara. jadi... nggak akan ada yang mencarinya. om udah mencari identitasnya"
"ada elvanno om" sahut devi cepat.
__ADS_1
"siapa dia? " tanya andra yang memang tak mengenal elvanno.
"elvanno otu sepupu nya keyra. mereka ini tinggal serumah. pasti saat ini keluarga elvanno sibuk nyari keyra" jelas devi dengan sangat khawatir. ia masih gadis berumur sembilan belas tahun, yang tentu mempunyai rasa takut melakukan kekerasan seperti ini.
awalnya memang meminta bantuan ke andra, tapi enggak sampai seperti ini. dia hanya ingin membuat keyra jera, bukan menjual keyra.
"kamu tenang aja baby. serahin aja ke om. semua akan aman, om udah nyuruh anak buah om ngehapus jejak. "
devi terduduk lemah di tepi tempat tidur. nggak bisa bayangin kalo dia ada di posisi keyra. kali ini, ia hanya bisa berharap tak ikut terseret dalam kasus yang andra buat.
"baby, kamu butuh uang lagi? " tawar andra, yang tentu tau devi sedang dalam keadaan takut.
"enggak om, yang kemarin masih ada" tolaknya.
tok! tok! tok!
"non, dibawah ada yang nyariin" suara ketukan pintu serta suara pembantunya membuat ketakutan sedikit teralihkan.
"iya bik, bentar lagi aku turun" jawabnya sedikit berteriak.
"om, udah dulu ya, ada teman ku yang main ke rumah"
"cewek apa cowok? " tanya andra yang tentu tak ingin jika devi bermain dengan cowok lain.
"cewek kok om. itu si acha. hari ini mau ke kampus bareng dia"
"oh ok baby. ingat ya, kamu cuma punya om, nggak boleh main sama cowok lain"
"iya om. yaudah dulu ya. bey bey" devi mematikan telpon. menaruh ponsel nya diatas kasur.
dia segera beranjak, mengganti kaos longgarnya dengan tanktop tipis yang memperlihatkan bentuk tubuhnya, terlebih belahan nya yang tentu sangat terlihat. sengaja banget dia pakai celana pendek sebatas paha. menunjukkan paha mulusnya. bukan kah tujuan garry ke rumah nya memang untuk melakukan penyatuan?
_**Happy Readingš_
Jangan lupa like and voteš¤**
__ADS_1