
"pelan pelan izroil! ini beneran sakit loh. warna nya aja sampai biru begini" rengekan keyra seraya menatap elvanno yang membantu mengoleskan salep di kaki bagian bawah lutut.
"iya, tau. gue juga engga bilang kalo ini rekayasa" sahut elvanno dengan tetap serius mengoles salep.
"udah nih. mau sekalian gue pijitin nggak? " tawarnya dengan tangan yang sibuk menutup salep.
keyra menggeleng dengan cepat dan mulut manyun.
"enggak usah. aku mau tidur aja. masih kerasa dingin banget" menarik selimut menutupi tubuhnya hingga sebatas pinggang.
"kamu keluar sana" usirnya.
"gimana kalo aku kelonin.. " nyengir dengan kedua alis naik turun.
"ih apa sih! sukanya mesum gitu. keluar deh" mendorong lengan elvanno, membuat cowo tampan itu turun dari tempat tidur.
"astaga key, tega banget sih ngusir suami. dosa loh" gerutu elvanno
"biarin! sana keluar. jangan ganggu aku bobok" menidurkan kepala di bantal dan menatap elvanno manyun.
bukannya langsung keluar, tapi elvanno malah diam. menatap keyra serius tanpa kedip. membuat keyra makin manyun.
"keluar, izroil! aku lempar nih" meraih guling yang ada disampingnya.
"key, siapa sih yang bikin kamu sampe kek gini? " tanyanya serius
"ntar aku ceritain, aku sekarang pengen bobok dulu. aku kedinginan. "
elvanno menghela nafas.
"yaudah, bobok gih" ngeloyor keluar dari kamar keyra, tentu melalui pintu balkon. lalu menutup pintu rapat, agar angin tak masuk mengganggu tidur istrinya.
masuk ke kamarnya, mengambil rokok dari dalam laci meja dan membawa nya keluar.
mengambil sebatang, lalu menyelipkan ke mulut. menyalakan korek, menghisap rokok itu cukup dalam. kemudian menghembuskan kepulan asap dari mulut dan hidungnya.
Drrtttt... drrtttt..
ponsel nya yang ada disaku celana bergetar lama. menandakan ada panggilan masuk, segera ia merogoh saku. mengambil ponsel berwarna hitam itu. tertera nama devi di layar. ia sedikit mengulas senyum.
__ADS_1
"kirain ngambek" gumamnya.
"hallo" sapanya seraya menempelkan ponsel di telinga
"hallo, beib. kamu dimana? " suara devi di seberang sana disertai suara berisik teman teman nya.
"dirumah, kenapa? " kembali elvanno menghisap rokoknya.
"keyra, sepupu kamu. dia engga apa apa kan? " tanya nya dengan suara penuh khawatir.
elvanno mengerutkan kening, tentu saja ia heran
"kenapa lo bisa tau, kalo keyra lagi nggak baik baik aja? "
"iihh beib, tadi pas udah mau pulang, aku ke toilet. liat dia dipojokin sama sam dan aldi. aku nggak begitu tau mereka ngapain. soalnya pas baru mau masuk toilet, bu sukra manggil aku. jadi aku, langsung cabut. nggak sempat liat keyra diapain. "
penjelasan devi membuat elvanno makin mengerutkan kening. beneran enggak paham.
"sam sama aldi? setau ku keyra belum pernah berhubungan sama mereka deh"
"astaga sayang... kamu sama sam, aldi, diki dan teman temannya itu kan nggak pernah akur. seantero SMA dian harapan juga tau kalo geng kalian berdua sering cekcok."
"lalu... apa hubungan nya sama keyra? "
"sayang.. keyra itu kan sepupu kamu. masa sampai sini kamu engga paham sih. ya tentu mereka akan nyakitin kamu lah. terlebih kemarin sam kalah saing sama kamu waktu nyanyi di panggung. bisa jadi kan, mereka engga terima, lalu ngelampiasin ke keyra"
elvanno terdiam, mencoba berfikir dengan kembali menyesap rokoknya. mengingat kejadian sebelum ia pergi liburan ke bogor waktu itu. saat ia dan sam ditunjuk oleh pak anto guru seni musik. ditunjuk untuk menyanyikan lagu wajib nasional, untuk acara penyambutan kepala sekolah. memang tampilan kedua nya sama sama bagus. sam kalah karena ia tak bisa bermain piano. jauh berbeda dengan elvanno yang hampir bisa menguasai semua jenis alat musik.
"beib, kamu engga lagi tidur kan? kenapa cuma diem? " suara devi menbuyarkan lamunan elvanno.
"aku engga tau pasti sih, tapi bisa juga mereka lakuin ini karena engga suka sama kamu. apalagi kalo tau keyra itu sepupu kamu"
"yaudah, besok biar gue selidiki" sahut elvanno.
"kamu lagi ngapain? "
"hmm.ini aku lagi dirumah ezhi. tadi sepulang sekolah mampir sini. kebetulan mami nya ezhi baru pulang dari jepang. dibawain oleh oleh. jadi.. aku ambil sekalian"
"kamu tadi pulang bareng siapa? " tanya nya kemudian.
__ADS_1
"aku pulang bareng acha dan ezhi dong. kita lagi disini"
"hmm... "
"udah dulu ya beib, kita mau makan pizza nih"
"iya"
"love you, beib"
"love you too"
telfon mati, kembali elvanno menyimpan ponsel nya kesaku celana. kembali pikiran nya mengarah kepada sam dan teman temannya. ia sedikit ragu, karena tak mungkin sam si raja jalan itu main kasar sama cewek. terlebih sam yang terlihat sangat care dengan cewek. apalagi keyra yang lebih banyak diam, ia juga murid baru yang tak tau masalahnya dengan geng sam.
berjalan mendekati meja kecil yang ada di balkon, mematikan rokok yang tinggal sedikit itu ke dalam asbak. melangkah ke kamar keyra, membuka pintu balkon. masuk dan kembali menutupnya. diam menatap wajah keyra yang terlelap, sangat cantik alami, enggak seperti devi yang jelas terlihat memakai riasan tebal.
ia duduk pelan di tepi kasur, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah keyra, lalu tersenyum sendiri.
"kamu... cantik banget. aku nggak tau apa yang aku rasain. tapi.. rasanya enggak pengen jauh dari kamu. pengen liat kamu terus. jadi... aku pengen bobok disini"
menyingkap selimut, ikut masuk ke dalam selimut yang sama. menyangga kepala dengan satu tangan, menatap wajah keyra dari dekat. sangat jelas terdengar dengkuran halus, menandakan jika keyra benar benar tertidur pulas. elvanno memajukan wajah, manyun dan mendaratkan kecupan pelan ke pipi keyra. lalu tersenyum, mengusap pipi keyra yang sedikit basah karena bibirnya.
menjawil hidung keyra sedikit.
"dasar polos! gimana bisa elo nggak tau apa itu *****" geleng kepala dengan kekehan kecil mengingat beberapa jam lalu.
"sekarang kita bobok bareng ya, gue kelonin lo. biar.. biar hamil..kata lo.. haha" terkekeh kecil.
menidurkan kepala dibantal samping keyra. lalu menarik selimut lebih keatas.
"ditutup ya, biar rel kereta nya engga kelihatan" kembali mencium pipi keyra. lalu melingkarkan tangan itu ke perut datar keyra. selanjutnya mereka tertidur bareng.
pukul 5.30 pm
keyra mengerjap pelan, menutup mulut yang menguap. badannya terasa hangat dan sangat nyaman. merentangkan satu tangan, karena tangan yang satunya terasa sulit untuk bergerak. melotot saat meraba perut, menemukan lengan kokoh yang melingkar disana. menoleh kesamping, menemukan wajah tampan yang terlelap.
keyra menelan ludah saat menatap bibir elvanno yang sedikit terbuka. tentu masih membayangkan rasa rokok tadi siang. berusaha mengangkat tangan elvanno yang melingkar diperutnya, tapi kesusahan. tangan itu memeluknya sangat kencang.
"aneh sih! ni orang bobok kok meluknya bisa sekencang ini" gerutu keyra dengan bibir manyun.
__ADS_1
_Happy Readingš_