
"izroill!! "
keyra memberontak, menggigit tangan yang mencekal tangannya. lalu menendang pria yang satunya sampai ia terjungkal. rasa takut menghilang seketika setelah melihat kondisi suami yang sangat memprihatinkan. ia loncat dari atas meja, berlari ke arah elvanno yang hampir oleng, memeluk tubuh elvanno yang sudah bersimbah darah.
dor!
peluru yang asisten mr. revan lepaskan mengenai bahu keyra. kedua mata keyra membulat, melotot menahan rasa sakitnya. elvanno meraba bahu yang udah bolong, menutupnya. sangat berharap tangannya bisa menghentikan darah yang mengucur keluar.
"key." lirihnya. menarik tubuh keyra, menatap tubuh telanjang itu untuk pertama kali.
wajah pucat keyra mengulas senyum,
"aku sayang kamu izroil" ungkapnya disertai bulir bening yang menetes.
elvanno merengkuh tubuh itu, memeluknya erat.
"gue juga sayang sama elo" balasnya.
asisten mr. revan kembali mengarahkan pistol ke arah keyra. menetapkan tepat pada jantung gadis mungil itu. namun keduanya ambruk, sama sama pingsan dengan posisi berpelukan.
dor!
"aarggh! " tepat saat si asisten akan melepaskan peluru, tristan muncul dibalik pintu, menembak lengan pria berjas hitam itu.
detik kemudian, para polisi dan bantuan dari abram yang masih tersisa menyerbu masuk. mengejar mereka yang berhasil kabur melalui ruang bawah tanah.
melihat keadaan kedua adiknya yang tentu parah, ia berusaha melepas jaket. namun kesusahan, karena lengannya sendiri terluka. viko yang mengerti keadaan, segera melepas hoddie nya. mengulurkan nya ke tristan.
"pakai ini"
cepat tristan menerima hoddie viko.
"thanks"
menutup tubuh telanjang keyra, lalu menggendong adik iparnya. membawa nya keluar dari ruangan yang sama seperti mereka. sementara elvanno diangkat oleh beberapa tim medis yang langsung datang.
pak abram yang ikut menunggu di luar pabrik segera membukakan pintu mobil begitu melihat tristan keluar. menyuruh tristan masuk memangku keyra. detik kemudian, mobil melaju menuju rumah sakit terdekat. elvanno dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulance yang tentu ada di area.
rika dan abram menunggui tristan yang tengah mendapatkan perawatan medis. lengannya harus dioperasi karena peluru yang hampir menembus tulang itu wajib dikeluarkan. sama halnya dengan dava yang dioperasi bagian kaki. berbeda dengan viko yang tak tertembak, tapi harus dijahit di beberapa bagian. lengannya sobek terkena golok, pelipisnya juga sobek terkena pukulan bongkahan kayu. sedangkan elvanno dan keyra tak sadarkan diri.
elvanno mendapat tranfusi darah beberapa kantong. luka dibagian lengan, kaki serta kedua bahunya sangat parah. sama hal nya dengan keyra yang tentu lebih parah dari mereka.
__ADS_1
dokter sudah mewanti wanti pada pihak keluarga. karena kemungkinan besar, mental keyra akan sedikit bermasalah setelah sadar nanti.
"ini obatnya ya" dokter meninggalkan satu kapsul obat pereda nyeri setelah bius hilang.
"iya dok. terima kasih" mama yang menjawab, setelahnya, dokter lelaki itu berpindah memeriksa keadaan pasien lain.
"papa udah urus andra monyet itu kan? " tanya tristan, mengelap lengannya yang sudah diperban rapi.
papa ngangguk,
"udah dikantor polisi, dia nggak sempat kabur"
"hufftt.. " tristan menyandarkan tubuh lelahnya ke dinding belakang.
"cckk, pantes banget dia dapat itu"
rika hanya diam, pikirannya tertuju ke keyra yang tentu nggak baik baik aja. merasa tanggung jawabnya begitu besar pada bocah yang berstatus menantunya itu.
"ma, mama kenapa? " tanya tristan yang menyadari jika mama nya tidak baik baik saja.
rika menekan ujung mata, berharap tangisnya tak tumpah.
tristan mengelus bahu mama,
"tenang ma, elvanno sama keyra pasti akan baik baik aja"
mama mengusap mata yang mengembun.
"kamu yakin, keyra nggak diperkosan kan tan? "
tristan menghembuskan nafas panjang,
"aku nggak tau pastinya sih ma. tapi memang dia udah ditelanjangiii"
mama beneran nangis, mengusap kedua mata kasar.
"Ya Allah, keyra sayang" mendongak, menatap papa dengan mata basah.
"pa, dia itu tanggung jawab kita loh" memegangi dadaa yang terasa nyeri. memang bukan anak kandung, tapi dia begitu menyayangi keyra. terlebih gadis itu benar benar sebatang kara karna ulah anaknya.
papa merangkul mama,
__ADS_1
"mending kita temui dokter yang menangani keyra, ma. kita tanyakan langsung keadaan keyra seperti apa"
mama ngangguk, setuju. menatap tristan yang ada di depannya.
"kita tinggal sebentar ya tan"
tristan tersenyum dengan anggukan,
"iya ma"
membiarkan mama dan papanya keluar meninggalkan ruang rawat umum yang ia tempati. disebelahnya ada viko dan dava yang memegang ponsel masing masing.
#####
"jadi keyra masih perawaan dok? " tanya mama yang memang kepikiran sedari tadi.
dokter wulan ngangguk,
"bahkan bagian bawah nya masih ori buk. belum kemasukan apa pun"
mama dan papa tersenyum lega, mengelus dadanya.
"alhamdulillah" ucap keduanya bersamaan.
"tapi.... "
papa dan mama kembali menatap dokter wulan.
"kenapa dok? " tanya mama sangat antusias.
"seperti nya keyra akan mengalami trauma. psikologisnya sedikit terganggu. dia butuh waktu untuk sembuh. " lanjut dokter.
kembali wajah sedih penuh kekhawatiran itu terlihat di wajah mama.
"satu lagi, pak, buk. ini sangat penting"
dengan serius dokter wulan menatap mama dan papa.
_**Happy Readingš_
Jangan lupa like and voteš¤**
__ADS_1