Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 41


__ADS_3

elvanno menatapnya bingung. sampai keningnya berkerut.


"monyet? ngapain bawa bawa monyet sih? "


keyra tersenyum kecil,


"dulu, saat aku sedih, ayah pasti ngundang topeng monyet kerumah. lalu si monyet yang dikasih nama laras itu pasti akan joget, membawa payung kecil berjalan berlenggak lenggok bak model. hihihi... lucu banget"


elvanno geleng kepala melihat keyra yang malah tertawa sendiri.


"Dasar kampungan! "


"cuma bocah kampung yang pas sedih harus nonton ledek monyet! dasar udik! ngeselin! " bathin nya tambah kesal.


memilih beranjak, naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut. tapi tatapannya tertuju pada keyra yang tengah tersenyum menatap layar ponsel. sungguh, ia jadi tambah kesal.


"key" panggilnya


lama keyra nggak menyahut, jari telunjuknya masih menekan layar tipis itu. hingga beberapa menit berlalu, ia mulai menatap elvanno yang sudah sangat jelek.


"apa? " tanya nya tanpa salah.


"hibur kek, gue lagi sedih" curhatnya dengan wajah memelas.


keyra mengerjap lagi, menyimpan ponsel di saku celana. terlihat berfikir dengan jari mengetuk kening.


"mau aku nyanyiin? " tawarnya.


elvanno menghela nafas,


"ogah, suara lo kek ayam keselek karet! "


keyra manyun,beranjak, mendekati elvanno, duduk dipinggiran ranjang.

__ADS_1


"emangnya tadi devi bilang apa? kenapa kamu jadi sedih? "


"udah, jangan bahas dia. males! " kembali menarik lengan keyra.


"aku kelonin aja, sini"


"iih, apa sih! aku mau belajar. dari tadi kelon mulu. aku nggak mau hamil ya! " tolaknya, menepuk tangan elvanno yang udah melingkar di lengan.


mendengar penuturan keyra yang takut hamil, membuat ia sedikit tersenyum. melepaskan tangan keyra, membiarkan istrinya beranjak mengambil buku.


#####


yang masih dibawah umur, atau yang ga suka baca yang terlalu vulgar boleh di skip.


pukul 11.30 pm


elvanno yang memang tak bisa tidur, mulai merasa sangat tak nyaman. menatap keyra yang tidur pulas di atas ranjang. beranjak dari sofa, menatap wajah keyra lekat, lalu tersenyum kecil.


"maaf, key. gue udah nggak percaya sama lo. gue udah nyakitin elo. maaf" lirihnya


ia memasukkan ponsel ke dalam saku hoddie, menutup kepala dengan tudung hoddienya. selanjutnya, melangkah keluar dari kamar. keadaan villa sudah sepi, kamar mama dan papa juga udah gelap, berarti mereka udah tidur.


elvanno kembali melangkah keluar dari villa. pelan tapi sedikit tergesa, ia menuju ke villa tempat dimana devi dan garry menginap. villa yang tak jauh besar dari villa yang ia tempati. ada kolam renang dibagian samping villa. sayang banget, gorden tertutup rapat. ia hanya bisa mengira ngira bagian kamar yang kemungkinan di tempati devi dan garry.


elvanno merogoh ponsel, mencari nomor devi lalu melakukan panggilan telfon. beberapa detik berlalu, mulai terdengar dering ponsel dari dalam villa. elvanno menanjam kan pendengaran, setelah yakin jika posisi kamar yang ditempati devi ada dibagian samping kolam, ia berhenti disana. menunggu sang kekasih mengangkat telfon darinya.


"aahhh.. stoop.. stoop bentar, gar. aaah... "


yakin banget jika itu suara devi. elvanno langsung memegangi tengkuk yang tiba tiba meremang. merasa seperti kedatangan hantu. suara ******* yang sangat halus itu... terdengar menjijikkan.


"aaahh.... aaahhh... gaaar... "


"enak, kan sayang"

__ADS_1


elvanno mengerang tertahan, tangannya kembali mengepal, ingin sekali ia meninju kaca jendela yang menjadi sekat dia dan yang berada di dalam kamar itu. mereka enak ngapain coba?


"brengseeek! " kesalnya saat telepon mati. bahkan tak mendapat respon.


tak ingin acara devi dan garry berjalan mulus, elvanno kembali melakukan panggilan. membuat ponsel di dalam kamar itu berdering lagi.


suara devi yang terengah dengan ******* dan jeritan kecil, lalu entah bunyi apa itu, ah, elvanno makin tak tahan.


"gaar.. aaaahh.. aaaaahhhh... " devi mendesah panjang.


"hallo, beib" akhirnya telpon elvanno mendapat jawaban setelah beberapa menit didiamkan saja.


"aa.. emmmbb... "


"beib, kamu kenapa? " tanya elvanno saat mendengar suara devi yang aneh melalui telfon.


"enggggh.... enggak kok. ka... kamu ada apa? malam... malam begini, tel... telpon akuuu.. " suara penuh ******* itu makin membuat elvanno kesal.


"aku kangen. pengen video call"


"eh jangan" jawab devi dengan cepat.


"kenapa? kamu lagi ngapain? sama siapa? dimana?" brondongan pertanyaan dari elvanno tak lantas mendapat jawaban.


"aaah.. gar. jangan kenceng kenceng"


elvanno yakin, jika devi telah membekap ponsel, karena suara itu ia dengar dari ruang samping.


"beib, kamu masih disana kan? "


"ii.. iiya. aku baik baik aja. besok pagi aku telpon. udah dulu ya. " nggak nunggu jawaban dari elvanno, devi memutuskan sambungan telpon begitu saja.


_**Happy Reading😘_

__ADS_1


Jangan lupa like and vote ya guys🖤**


Tinggalkan vote sebanyak banyak nya ya guys, agar author makin semangat up tiap hari. 😊


__ADS_2