
Riuk para mahasiswa terdengar berisik mendengar berita bahwa pujaan hatinya akan menikah dengan waktu cepat ini.
Sakit hati yah tentu apalagi cinta sudah tertolak sebelum mengungkap membuat harapan-harapan menjadi lebur berkeping-keping.
Bunga yang setiap hari bermekaran menyegarkan mata ketika di pandang walau hanya sebatas mencuri apalagi saat senyuman manis itu terpancar melelehkan setiap hati yang terbelenggu.
Dari dulu bunga itu tidak bisa di sentuh walau seujungpun dan kini bunga itu telah di petik oleh orang lain mengisaratkan bahwa dia sekarang adalah milik-ku jangan berani untuk menatapnya karna dia tidak halal bagi kalian.
Saat tatapan sedih dan kecewa terpancar dari segerombolan sang pengagum berbeda lagi dengan tatapan seseorang yang sedang bersandar di balik tembok dengan tangan yang mengepal erat hingga urat-urat menonjol di padu tatapan tajam memerah mengobarkan kebencian yang mendalam dan nafas yang naik turun menandakan begitu sesaknya berita yang dia dengar.
Jika para mahasiswa yang di gegerkan sedang patah hati sebelum bicara berbeda dengan mahasiswi yang tersenyum bahagia akhirnya pujaan nya sekarang seorang diri dengan kejomloaan nya di tinggal pergi.
Berita itu bagai angin segar terdengar di telinga-telinga manusia yang kecentilan bahwa pangerannya tidak punya siapa-siapa lagi memudahkan untuk bisa mendekatinya apalagi dengan kekosongan hati untuk diisi yang baru, begitu pikir mereka.
Seperti yang di lakukan seorang gadis yang dari tadi menunggu sang pujaan nya.
Brumm.....
Suara motor yang terdengar nyaring memasuki halaman kampus membuat manusi-manusia itu berbalik kearah parkiran dengan berbagai exfresi yang mereka tunjukan.
Sang pangeran dan putri yang dari tadi mereka gibah telah tiba membuat sang putri yang baru turun dari motor di buat melongo karna tatapan elang manusia-manusia itu.
"Sini.. "
Ais terhuyung kedepan saat Air menarik tangannya kemudiaan membuka helm yang Ais pakai .
"Teteh mau nikah juga masih saja ceroboh "
Bisik Air ketus ketika sudah membuka helm kalau tidak di ingatkan Ais pasti akan lupa sampai-sampai pernah kejadian Ais masuk kampus dengan helm masih terpasang sempurna di kepalanya alhasil membuat para cewe-cewe menertawakan nya.
"Terimakasih.. "
Ucap Ais sambil nyengir kuda membuat Air bertambah geram dari pagi Ais sudah membuat Air marah-marah karna sudah menghilangkan buku kesayangannya yang akan di pakai sekarang.
Seperti biasa Ais dengan santai nya melangkah dengan Air di sampingnya tapi Ais sedikit keget akan tepisan tangan Air ketika Ais akan menggandengnya dan seketika rasa keget itu hilang berganti heran karna Air malah merangkulnya padahal Ais tau adiknya yang satu ini tidak suka di rangkul tapi hari ini malah Air sendiri yang merangkul Ais.
Tak lama kemudian Ais malah tersenyum dan ide gila muncul di kepalanya entah apa yang akan di lakukan Ais.
Grep...
__ADS_1
Ais memeluk pinggang Air agar berdempet ketubuhnya dan tak peduli dengan tatapan para manusia yang dari tadi memerhatikan-nya dengan tatapan tak suka dan mencibir .
Senyuman licik terus mengembang di bibir mungil Ais sambil memberhentikan langkahnya karna jalannya di hadang oleh tiga manusia yang tak tahu malu.
" Pagi pangeran.. "
Air hanya diam acuh akan sapaan dari Mona.
"Apa ini... "
"Hey itu untuk Air "
Geram Mona melotot kesal tangan nya sudah gatal ingin mendorong Ais yang merebut bekalnya untuk Air tapi sedikit takut karna tatapan tajam Air .
Entah kenapa Mona selalu menciut jika Air menatapnya tajam tapi tidak jika bersitatap dengan Ais yang ada Mona selalu di buat jengkel dan kesal karna keberaniaan Ais.
"Sayang kakak tingkat ingin memberimu sarapan, apa kamu menerimanya? "
Ucap Ais manja sambil mengelus pipi Air membuat Mona dan kedua temannya semakin geram saja.
"Hey... kenapa kau menguasainya bukankah kau akan menikah kenapa masih berhubungan dengan pangeranku"
"Terusss apa urusannya dengan kakak"
"Jadi cewe jangan murahan dong.... udah punya calon suami masih bermain di belakang.. "
"Ih.. menjijikan.. "
"Benar.. "
Timpal dua teman Mona yaitu Mawar dan Melati membuat Ais bukannya merasa terhina malah tersenyum seringai.
"Sayang mereka mengataiku menjijikan "
Rengek Ais pada Air sambil memegang tangan Air manja membuat Air menatap ketiga manusia di depannya tajam'Cepatlah minta maaf 'itulah yang di isaratkan Air dari tatapan nya.
"Ingat baik-baik mau dia menikah dengan orang lain dia.. tetap kekasih ku. !"
Tegas Air sambil menarik pinggang Ais posesif.
__ADS_1
"Air dia kan akan menikah mending kamu sama aku aja yah.. "
"Apa pantasnya dia di banding aku.. "
"Apa kamu gak sakit hati dia telah menghianatimu dengan mau menikah dengan orang lain. Sama aku aja yah aku janji akan setia.. "
Ucap Mona yang tidak tahu malunya mengemis cinta orang yang tidak mencintainya apalagi sampai menjatuhkan harga dirinya dengan memohon.
" Jangan hinakan dirimu di depan laki-laki.. "
Duarrrr....
Mona langsung tumbang dengan apa yang barusan pangerannya katakan dengan sigap kedua temannya menahan punggung Mona agar tidak terjatuh.
Cairan bening begitu saja keluar dari pelupuk matanya dengan tangan yang meremas dadanya sesak"Sangat menyakitkan"batin Mona.
Baru kali ini Air bicara sepedas itu pada Mona biasanya Air walaupun menolak tapi dia tidak akan pernah berkata sekasar itu tapi hari ini Air berbicara bahwa Mona adalah wanita yang hina dan menjijikan sebenarnya.
Kenapa Mona merasa sakit akan ucapan Air bukankah dia yang sering menghina Ais dengan gampangnya tapi kenapa dia malah sakit sendiri ketika pujaan nya yang berkata.
"Dek kamu gak papah kan? "
Tanya Ais pada Air kewatir melihat perubahan sikap Air yang berbeda tidak seperti biasanya entah lah Ais juga tidak bisa menbacanya.
Mereka sedang duduk di bangku kelas.
"Harusnya Ade yang bilang gituh pada teteh, Teteh gak papah kan? "
Tanya balik Air membuat Ais menggelengkan kepala tanda bahwa dirinya tidak apa-apa.
"Dia sudah keterlaluaan menghina teteh terus, Ade gak suka . "
Air mencoba menjelaskan karna dari tadi Ais terus menatapnya dengan tatapan penuh selidik membuat Air menghela nafas kasar karna ada sesuatu yang mengganjal dihatinya ingin sekali Air berbicara tapi Air tidak punya keberaniaan untuk itu .
Membuat Ais semakin curiga dengan gelagat Air yang tidak biasanya seperti ada sesuatu yang ingin di ungkapkan tapi susah dan Ais pun tak bisa menebak apa yang sedang adiknya pikirkan, apa ada suatu masalah biar ku tanya entar saja, pikir Ais.
Karna ada Ani yang baru datang di susul oleh dosen yang artinya pelajaran akan di mulai.
Dengan pokus Ais memerhatikan dan mendengarkan penjelasan dosen yang sedang bicara hingga waktu istirahatpun tiba.
__ADS_1