
Hembusan angin memukul-mukul baju gamis yang Ais kenakan hingga melambai kesamping, kedua mata Ais terpejam menikmati siulan angin yang berbisik.
Ais mencari ketenangan lewat angin yang berjalan tampa permisi namun meninggalkan rasa sejut yang tak tergambar.
Sedangkan Aiman berlari kesana kemari mencari keberadaan sang istri yang tak kunjung ketemu. Sampai Aiman bertanya kebeberapa anak buahnya tapi jawabannya.
"Maaf Tuan kami tidak tau. "
"Yasudah kalian bersiap nanti nanti sore kita berangkat.. "
Ucap Aiman berlalu pergi mencari keberadaan sang istri.
Nampak abi Azam, ayah Ilham, Alex dan Air sedang berbincang entah apa yang para laki-laki itu bicarakan.
Hingga suara Aiman membuat mereka semua menoleh.
"Emmz Maaf mengganggu.. apa kalian melihat istriku? "
"Tidak, Nak. "
Jawab Abi Azam menatap heran pada menantunya.
""Emmz.. kalau tidak salah tadi sama istri Air, Bang. Mungkin lagi bermain sama Fatih dibelakang.. "
Ucap Air yang teringat kalau sang istri tadi bermain dengan Fatih ditaman belakang.
"Oh yasudah, terimakasih Air.. "
Ucap Aiman berlalu meninggalkan ruangan tengah guna mencari sang istri kembali.
"Ah sitt.. "
Ucap Aiman mengupat karna tiba-tiba perutnya sakit ada sesuatu yang harus dikeluarkan.Dengan cepat Aiman berbelok lagi kekamarnya.
Air yang melihat abangnya pergi langsung berdiri pamit guna mencari sang istri juga.
"Apa ummah sedang menikmati pemandangan disini.. "
Ucap Fatih sambil menggenggam setangkai bunga, Ais langsung tersenyum mendengar ucapan sang putra.
Perlahan Ais membuka kedua matanya lalu menoleh kearah samping dimana sang putra berada.
"Ummah sedang belajar Bersyukur dengan cara bertafakur akan ketenangan yang Allah berikan lewat salah satu mahluknya, yaitu Angin. "
"Ini buat Ummah.. "
"Terimakasih sayang, bunganya sangat indah.. "
Ucap Ais lembut sambil mengambil setangkai bunga mawar yang ada ditangan mungil putranya.
"Sama-sama, tadi Fatih memetik disitu dibantu sama Anty Mona tidak apa-apakan Ummah.. "
Celoteh Fatih sambil menunjuk dimana ada sebuah taman bungan mawar .Mona juga sedang disitu sedang tertawa menjahili kupu-kupu yang akan singgah.
Cup..
Ais tersenyum sambil mencium pipi sang putra dan mengajaknya duduk disisi dirinya.
" Ummah mau minta maaf pada Fatih, satu minggu yang lalu sikap Ummah pasti menyakiti Fatih kan? "
"Jangan minta Maaf Ummah,Fatih tidak apa-apa. "
"Fatih adalah anugrah yang Allah titipkan pada Ummah dan Baba,Ummah tau Fatih mempunyai kemampuan Khusus yang tidak orang miliki. Jadilah anak yang sholeh, bijak sana, tanggung jawab dan rendah hati, jangan jadikan kelebihan Fatih menjadi sebuah kesombongan tapi jadikanlah kelebihan itu menjadi penolong bagi orang lain.. "
"Fatih akan ingat itu Ummah, apa Baba belum bangun? "
__ADS_1
" Mungkin, biarkan saja dulu Baba istirahat.Lukanya cukup parah! "
"Apa Ummah bersedih ! . "
Ais tersenyum sambil menatap wajah sang putra yang ada dipangkuaannya, pahatan sempurna duplilat Babanya.
"Ummah selalu sedih jika terjadi sesuatu pada Baba, begitupun Fatih. "
Lilir Ais memanas mebuat Fatih langsung duduk. Perlahan tangan mungilnya menghapus lelehan bening yang keluar dari netra Ais.
" Maaf jika Fatih juga sudah buat Ummah menangis.. "
"Tidak Sayang, Fatih tidak pernah membuat Ummah menangis atau sedih hanya saja Ummah belum bisa mengontrol diri Ummah sendiri. Fatih adalah malaikat Ummah.. "
Lilir Ais langsung memeluk sang putra, Fatih membalas pelukan sang Ummah dengan tangan mungilnya.
Lama Fatih dan Ais berbincang tampa Ais sadari ternyata sang putra sudah tertidur pulas diatas pangkuaannya.
"Dek..? "
"Astagfirullah.. "
"Awwwss.. "
Pekik Mona terperanjat kaget mendengar suara sang suami ,tampa sengaja tangannya terkena duri.
"Astagfirullah.. maafkan, Mas. tangan kamu.. "
Ucap Air langsung mengambil tangan istrinya, setetes darah keluar dari jari telunjuk sang istri. Air langsung memasuka. jari sang istri kedalam mulutnya berbarap darahnya bisa berhenti.
Mona hanya tersenyum melihat kepanikan sang suami, padahal hanya luka kecil.
"Maaf, Mas mengagetkan Adek. "
" Ternyata istri Mas suka sama bunga! "
"Baru tau ya, makannya jangan terlalu dingin Mas.."
" He.. he... "
Air hanya bisa tertawa mendengar ucapan sang istri yang terkesan ketus.
Grep...
Air langsung menarik pinggang sang istri hingga merapat ketubuhnya.
Cup...
Dengan cepat Air membungkam mulut sang istri yang akan perotes dengan kecupan .
"Suttt... jangan berisik nanti Dilihat sama teteh.. "
Bisik Air ditelinga sang istri membuat Mona langsung menoleh kearah samping dimana ada Ais yang sedang bercengkrama dengan Fatih, walau jaraknya lumayan jauh tapi jika Mona berteriak maka akan terdengar.
" Itu ada bang Aiman, sebaiknya kita masuk kedalam,kita belum beres-beres katanya nanti sore kita pulang.. "
Mona hanya mengangguk saja tanda setuju membuat Air langsung menggandeng tangan sang istri masuk kedalam.
Sesekali Air menjahili sang istri dengan menekan ibu jarinya membuat Mona meringis dan memukul pelan bahu sang suami, begitulah Air dan Mona hingga mereka masuk kedalam kamar.
Sedangkan Aiman menghela nafas lega melihat pemandangan didepan matanya, dimana sang istri dan sang putra sedang duduk dihamparan rumput sambil memandang keindahan alam didepannya.
"Baba gak diajak nih.. "
"Suttt... "
__ADS_1
Ucap Ais langsung mengisyaratkan kalau sang suami harus diam, Aiman menautkan kedua alisnya melihat tingkah sang sistri tak lama Aiman mengerti ketika sang istri mengisyaratkan oleh tatapannya kalau sang putra sedang tidur.
"Maaf... Kenapa sayang gak bangunin Hubby ? "
"Ais tak mau mengganggu istrirahat hubby, kelihatannya tadi hubby sangat nyenyak sekali. Mana tega Ais membangunkannya. "
"Terimakasih sayang sudah pengertiaan, tapi kalau hubby bangun tidak ada sayang disamping hubby, mana tenang hati hubby. "
"Maaf, tadi Ais hanya ingin jalan-jalan saja kebetulan Fatih juga mau, jadi Ais ajak Fatih kesini dan ternyata Mona juga ada disitu sedang asik bermain sama kupu-kupu.. "
"Iya, yuk kita masuk. Nanti sore kan kita harus segera berangkat.. "
Ucap Aiman yang sendari tadi berbisik-bisik dengan sang istri takut Fatihnya kebangun.
"Masih ada dua jam lagi By, Ais hanya ingin menikmati keindahan ciptaan Allah ini. "
"Yasudah..sini.. "
Bisik Aiman sambil menarik kepala sang istri supaya menyandar kebahunya sedangkan Fatih tidur kepala diatas paha Ais sedangkan kakinya terlentang.
"Apa ketika Hubby pergi sayang baik-baik saja.. "
"Bagi mana Ais bisa baik-baik saja By, sedangkan belahan jiwa Ais entah dimana! rasanya sakit dan entahlah Ais juga tidak bisa menjabarkannya.. "
"Maafkan Hubby sayang sudah membuat sayang kewatir, sekarang semuanya sudah beres semoga tidak ada lagi yang menginginkan putra kita. "
"Ais berharap seperti itu. By.. tidak sebaiknya Fatih kita sembunyikan ! "
"Kasudnya gimana sayang? "
"Melarang Fatih untuk tidak menunjukan keahliaannya, Ais hanya takut ketika ada banyak orang yang mengetahui keistimewaan putra kita malah akan dimangfaankan. "
"Kita serahkan saja pada Allah semoga tidak terjadi apa-apa dikemudiaan hari. "
Amin...
"Sini Fatih biar Hubby gendong, ini sudah mau hampir ashar kita kedalam yuk.. "
"Pengertiaan.. "
Muahhhcc...
He.. he...
.
.
.
.
**Bersambung....
Mana Dukungan ya...
Like.. like... like...
Hadiah... Hadiah....
Komen... Komen... Komen...
Vote... vote...
Terimakasih**.
__ADS_1