Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 63 Kecelakaan


__ADS_3

Ais terus berlari sekuat tenaga dengan tangan yang terus meremas dadanya kuat.


Sakit, itulah yang Ais rasakan. Penghianatan seorang saudara dan sahabat membuat Ais membenci semuanya. Kenapa rasa sakit itu masih ada ! padahal sudah hampir lima tahun kejadian itu berlalu.


Tapi terasa baru kemaren saja Ais mendekap tubuh pucat tak berdaya dengan guratan luka yang sangat dalam.


"Ke.. kenapa kamu lakukan itu.."


Jerit batin Ais sesak dengan kaki yang terus berlari pergi dengan luka dan kenyataan yang Ais lihat.


Pak Muh yang melihat nona Mudanya berlari dengan tergesa-gesa membuat dahi pak Muh berkerut. Tak lama kedua matanya melotot melihat air mata yang keluar dari pelupuk mata nona mudanya.


Apa lagi pak Muh nampak terkejut melihat teman nona mudanya juga mengejar membuat pak Muh menebak-nebak apa yang terjadi.


"Ais... tunggu.... Aku bisa jelaskan semuanya.. "


"Ais... "


Teriak Ani sambil berlari mengejar Ais yang terus berlari tampa arah.


Sungguh Ani tak menginginkan posisinya berada disituasi yang sulit. Pasti Ais sangat marah dan kecewa pada dirinya.


Ani ingin sekali mengatakan sejujurnya apa yang sebenarnya terjadi tapi setiap kali Ani akan terus terang maka Ani mengurungkan niatnya karna selalu melihat pancaran amarah dan benci di mata Ais pada Andi.


Orang-orang melihat aneh kearah Ais dan Ani yang sedang berlari tapi tidak dengan pak Muh hatinya begitu cemas dan kewatir apa yang sebenarnya terjadi.


"Nona.. "


"Ais awassss... "


Bruk...


Tubuh ramping yang lemah akan hati yang hancur semakin hancur berkeping-keping dengan tubuh yang seakan melayang dengan kesedihan yang mendalam.


Jeritan semua orang begitu nyaring melihat ada kecelakan yang tidak terduga tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang diarah berlawanana.


Ani melotot dengan deru nafas yang seakan tersedat melihat sahabat bagai saudara yang dia miliki terpelanting jauh ke pinggir jalan dengan darah yang keluar dari mulut, hidung dan kepalanya.


"Ti.. tidak Aiss... "


Teriak Ani memeluk erat kepala Ais yang sudah menutup kedua matanya dari tadi karna terasa pusing.


"Tolong... panggil Ambulan.."


"Ais ak.. aku mohon buka mataa... Ais... "


"Astagfirullah nonaa.. "


"Pak.. tolong sel..selamatkan sau..saudara sayaaa... "


Mohon Ani dengan linang air mata yang tak henti-hentinya keluar.


"Mamah... "


"Biar saya saja yang bawa.. "


Ucap Andi cepat langsung menggendong wanita yang begitu berarti dihati Ani. Walau bagai manapun Andi tak bisa membenci Ais karna semuanya salah dirinya yang selalu melarang Ani untuk bicara yang sebenarnya karna melihat situasi yang tak memungkinkan.


Entah apa yang akan terjadi ketika Ais bangun dari pingsannya, pasti dia akan marah dan kecewa pada Ani.

__ADS_1


"Mamah.. hik.. "


"Semuanya akan baik-baik saja.. "


Ucap Andi menenangkan Ani dan sang putri yang terus menangis melihat mamahnya juga menangis.


Ani tak bisa tenang dengan apa yang terjadi, kenapa Ais harus tau dengan cara yang buruk.


Ani meremas dada dengan kesesakan yang teramat, melihat pintu ruang UGD dengan nanar sangat takut terjadi apa-apa pada Ais di dalam yang sendari tadi sudah ditangani dokter.


Kalau terjadi sesuatu maka Ani tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri. Sendangkan pak Muh hanya diam dengan rautannya sendiri dan langsung pergi.


Prang...


"Astagfirullah.. "


Ucap Aiman terkejut menyenggol gelas yang ada diatas meja hatinya begitu gelisah menunggu kedatangan sang istri yang tak kunjung datang juga.


Dengan cepat Aiman langaung menelepon nomor sang istri tapi yang Aiman dengar hanya suara oprator.


"Nomor yang anda tuju sedang diluar jangkauan.."


Berkali-kali Aiman menelepon nomor sang istri, tetap saja hanya suara orpator yang terus bicara membuat Aiman semakin dibuat gelisah.


"Kamu kemana sayang.. "


Dret.. dret...


Aiman langsung terkejut melihat ponselnya berdering dengan cepat Aiman langsung menjawab panggilan.


"Assalamualaikum... pak Muh masih dimana? tolong ponselnya kasih keistri saya."


"Rumah sakit mana.. "


"Rumah sakit tempat tuan bekerja.. "


Tut.. tut...


Sambungan langsung terputus membuat pak Muh menghela nafas kasar lalu kembali lagi kedalam melihat bagai mana keadaan nona Mudanya.


Sungguh Aiman dibuat jantungan mendengar apa yang pak Muh sampaikan.Dengan cepat Aiman berlari keluar dengan tergesa-gesa, sesekali menabrak orang lalu berlari kembali setelah minta maaf.


Dengan cepat Aiman melajukan mobilnya dengan pikiran yang sudah entah kemana. Sungguh Aiman takut terjadi apa-apa pada sang istri.


Sedangkan di rumah baby Fatih dari tadi tak henti-hentinya menangis memanggil nama sang Ummah dan Babanya.Membuat bi Sumi bingung harus bagai mana menenangkan tuan muda kecil.


Sudah mau hampir sore tapi nona Mudanya belum kembali.


Ting...


Suara pesan masuk keponsel bi Sumi membuat bi Sumi langsung membuka ponselnya hati-hati karna baby Fatih yang tak mau diam digendongan bi Sumi.


"Innalillahiwainnailaihirojiun.. "


Pekik bi Sumi melotot melihat pesan yang di kirim oleh suaminya yang tak lain adalah pak Muh sendiri.


Dengan cepat bi Sumi langsung berlari hati-hati mencari keberadaan Badar.


"Badar... badar... "

__ADS_1


Teriak bi Sumi membuat Badar yang sedang tidur terlonjat kaget mendengar teriakan bi Sumi.


"Ada apa toh Buk.. "


Ucap serak Badar dengan wajah bantalnya sambil sesekali menguap.


"Cepat kita kerumah sakit nona Muda mengalami tabrak lari.. "


"Apa.. "


Pekik Badar terkejut menarik kesadarannya membuat dia langsung keluar di ikuti bi Sumi menuju kerumah sakit.


Terpaksa bi Sumi membawa Fatih panas-panasan naik motor karna tak ada mobil lagi, satu dibawa Aiman dan satunya lagi dibawa oleh pak Muh.


Cklek...


Suara pintu terbuka membuat Ani langsung berdiri dari duduknya menghampiri sang Dokter.


"Bagai mana keadaan saudara saya Dok.. "


"Alhamdulillah pasien baik-baik saja, hanya saja kepalanya mendapat benturan keras membuat pasien banyak kehilangan darah tapi Alhamdulillah sekarang keadaannya setabil. Ta.. tapi cidra di kaki kanannya sangat keras membuat tulangnya sedikit tergeser mungkin dalam beberapa bulan pasien bisa berjalan dengan normal kembali itupun harus sering melakukan terapi... "


"Ter.. terimakasih dok.. "


Ucap gemetar Ani dengan air mata yang kembali keluar, apa yang harus Ani jelaskan pada paman dan bibinya yang tak lain Umi dan Abi Ais.


Pak Muh dan Andi hanya diam mendengar penjelasan yang dokter sampaikan.


"Ba.. bagai mana keadaan istri saya.. "


Ucap Aiman hos-hosan dengan nafas yang tersendat-sendat bercampur wajah yang begitu kewatir.


"Nona Muda masih belum sadar Tuan, tapi tuan boleh melihat kedalam.. "


Sela pak Muh langsung mencegah Ani yang akan bicara, seoalah mengisyaratkan jangan dulu dijelaskan.


Sedangkan didalam ruangan seseorang tertawa puas dengan apa yang anak buahnya laporkan bahwa tugasnya selesai.


"Kamu harus mati..Ha.. ha... "


Ucap seseorang dengan tawa yang mengerikan dengan mata merahnya tapi ada rasa lain yang dirasakan membuat tawa itu seakan hampa.


.


.


Bersambung....


.


.


Ok.. ok... udah dulu yah..


Bagai mana seru gak??


Jangan lupa like, komen dan vote ya...


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2