
"Aku kecewa... "
"Jika sesuatu terjadi pada istriku.Aku tak akan mema'afkan mu. "
Bentak Aiman menyala sambil mendorong Emely supaya jauh dari tubuhnya. Karna tadi Emely menarik lengan Aiman membuat Aiman terhuyung kedepan dengan cepat Aiman memegang bahu Emely supaya tubuhnya tidak berbenturan dengan tubuh Emely.
Sesudah memarahi dan membentak Emely Aiman langsung mengejar sang istri yang sudah melesat berlari.
Aiman berteriak memanggil sang istri ,teriakannya justru mengundang tatapan tanya orang-orang yang melintas.
Bingung, itulah yang ada dipikiran orang-orang.Tapi Aiman tak memperdulihannya.
"Dok.. dokter Aiman... "
"Sittt... "
Aiman menggeram kesal karna suster menghalangi jalannya.
"Ma.. ma'af Dok, pasien tadi sudah siuman.. "
Ucap Suster sedikit ketakutan akan tatapan tajam Aiman. Aiman menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan sambil memijit pangkal hidungnya.
"Ya Allah lindungilah istri hamba.. "
Jerit batin Aiman terpaksa harus berbelok arah karna dia juga masih punya tanggung jawab besar.
Tidak mungkin juga Aiman meninggalkan pasiennya yang tadi kecelakaan, membuat Aiman sungguh dilanda kebingungan.
Satu sisi masih tanggung jawab Aiman di rumah sakit di sisi lain Aiman harus menjelaskan kesalah pahaman itu pada sang istri.
Dan Aiman yakin kali ini pasti akan semakin susah untuk berbicara pada sang istri. Aiman sebisa mungkin dengan cepat menyelesaikan semua tugasnya dan berusaha propesional, walau dari tadi hati dan pikiran Aiman menuju sang istri.
Aiman takut terjadi apa-apa pada sang istri apa lagi Ais pergi dengan keadaan hati kacau.
Emely hanya memegang dadanya yang begitu nyeri akan bentakan dan ancaman Aiman. Laki-laki yang dari dulu Emely kagumi akan kebaikan,kelemah lembutan dan tanggung jawab .
Sikap lembut dan tatapan teduh itu tak lagi Emely dapat melihatnya, yang ada hanya tatapan kecewa dan marah.
Dengan hati perih Emely meninggalkan ruangan Aiman dan masuk keruangan dirinya sendiri lalu mengunci pintunya.
Emely bersandar di balik pintu, tubuhnya langsung melorot dengan cairan bening dari tadi membasahi kedua pipinya.
"Bagai manapun caranya Aku akan mendapatkanmu.. "
Gumam Emely tertawa sendiri dengan isak tangisnya.Membuat siapa saja yang mendengar akan bergidik ngeri.
Sedangkan Ais semakin merasa kecewa dan marah karna Aiman tak mengejarnya sama sekali membuat Ais berpikir bahwa Aiman benar-benar punya hubungan dengan gadis bule itu.
Isakan tangis Ais membuat supir Taxi merasa iba padanya .
Ais memeluk perutnya dengan gemetar, Sakit. Itulah yang Ais rasakan saat ini bahkan rasa sakit itu begitu nyata menyayat hatinya.
"Kamu tega Hu.. hubby... Ais berusaha berdamai tapi nyatanya Hu.. hubby sendiri yang menutup jalan itu kembali.. "
__ADS_1
Jerit batin Ais sangat sesak ketika mengucap kata ' HUBBY ' .
Supir taxi memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah yang begitu mewah membuat pak Muh langsung membuka pintu karna mengira itu Tuannya.
Ais langsung berlari keluar dengan cepat tak memperdulikan teriakan sang supir yang menatap kesal.
"Biar saya yang bayar... "
Ucap pak Muh membuat sang supir menyebutkan langsung berapa ongkos yang harus di bayar. Sesudah mendapatkan apa yang ia inginkan sang supir langsung pergi.
Sedangkan pak Muh langsung menutup kembali gerbang dan berjalan kedalam.
Pikirannya kelut, Apa yang terjadi pada Nona Muda, batin Pak Muh.
Sedangkan Ais langsung menyembunyikan dirinya di bawah selimut yang membungkus seluruh tubuhnya.
Hatinya begitu sakit membuat Ais tak bisa berpikir tenang yang ada di dalam pikirannya terus menebak-nebak.
"Jadi mereka satu tempat pekerjaan ! Setiap hari pasti mereka bertemu.Kamu jahat hik.. hik.."
"Ais benciii... "
Gumam Ais dengan isakannya karna rasanya tenggorokannya tercekat karna terlalu lama menangis, hingga rasa kantukpun datang membuat Ais langsung terlelap lelah.
Brak....
Aiman menorobos masuk sambil mengucapkan salam membuat pak Muh mengerutkan kening melihat wajah panik Tuannya.
"Ma.. ma'af.. "
Deg...
Hati Aiman semakin mencelos rasanya dadanya semakin ditampar oleh kenyataan.
"Tadi juga Nona bilang.. ingin membuat kejutan jadi memaksa masak, Ma'af. "
Lagi-lagi Aiman merasa bersalah pada sang istri membayang air mata sang istri saja membuat hatinya tercabik-cabik.
Aiman meremas pegangan kotak nasi yang tadi istrinya bawa dengan sebuah kotak yang berukurana sedang.
Aiman langsung berjalan cepat menuju kamar Khusus karna sudah tau sikaf sang istri bagai mana.
Dengan jantung yang bergemuruh Aiman membuka gagang pintu , ada rasa lega tetkala sang istri tidak mengunci kamar Khusus itu.
Lagi-lagi hati Aiman mencelos melihat sang istri yang terlelap dengan mata sembabnya.
Aiman berjalan pelan mendekati ranjang dan duduk di sisi ranjang, nafas Ais yang tidak teratur begitu jelas di pendengaran Aiman membuat Aiman begitu sesak.
Tampa Aiman sadari air matanya mengalir begitu saja tampa permisi, tangan Aiman terlulur mengelus pipi sang istri sambil menghapus sisa air mata yang masih basah.
"Assalamualaikum Imamku... "
"Selamat ulang tahun My Hubby... Maaf jika Ais belum jadi istri yang sempurna dimata Hubby.
__ADS_1
Tapi Ais akan berusaha...
Semoga apa yang Hubby katakan itu sebuah ketulusan. Jangan kecewakan Ais yah, karna itu sangat sakit!! Ais berusaha percaya sama Hubby. Di ulang tahun Hubby ini Ais tak mau ada pertengkaran lagi.
Ma'af jika tiga hari ini Ais mendiamkan Hubby,jujur Ais juga sangat sakit ketika mendiamkan Hubby.
Semoga Hubby suka sama hadiahnya, Ais hanya bisa kasih itu ?
Anna uhibuka Fillah Zaoj.
*Khumairoh mu.... *
Aiman meremas dadanya yang begitu sesak membaca surat dari sang istri dengan cairan bening yang dari tadi membasahi selembar kertas itu.
"Ma.. ma'af... "
Lilir Aiman pelan sambil mencium kening sang istri begitu dalam dengan bibir yang gemetar.
"Ma'af... "
Kata-kata itulah yang sendari tadi Aiman keluarkan dari mulut seksinya sambil terus menghujani Ais sebuah kecupan lembut.
Ais tidaklah sadar dengan apa yang sang suami perbuat mungkin Ais lelah sendari tadi menangis.
Dengan sangat pelan Aiman naik keatas ranjang menyingkap sedikit selimut agar dirinya bisa masuk kedalam selimut yang sang istri pakai.
Aiman menarik pelan kepala sang istri agar tidur di dadanya membuat Ais sedikit terusik tapi tidak membuat Ais bangun.
Aiman bernafas lega tetkala sang istri hanya mencari posisi nyaman saja. Sebuah kecupan Aiman berikan sambil memejamkan kedua matanya ikut terlelap mengejar mimpi sang istri.
"Diriku terombang-ambing dengan kehidupan hingga dunia apapun Aku tau ! Kini rasa lelah telah datang menghampiri membuat Aku hampir putus asa? Maka, Islam adalah jalan terbaik yang Aku pilih.. "
Gumam seorang gadis yang tersenyum melihat pantulan dirinya di depan cermin dengan kepala yang sudah di balut hijab membuat dirinya semakin cantik.
"Kamu yakin Baby.. "
"Insyaallah do'akan saja... "
"AMINNN... "
.
.
.
.
Sudah bacanya? jangan lupa like, komen dan votenya ok...
Dukungan mu adalah semangatku....
He.. he...
__ADS_1