Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Episode 124 Saling memaafkan.


__ADS_3

Cenlie memeluk erat sang kakak yang begitu dia cintai, kakak bak perisai yang selalu melindunginya, menjaga dan menyayanginya.


Begitupun Ilham memeluk adik bungsunya yang sudah lama dia cari.


Semua orang menatap haru melihat interaksi adik kakak itu yang sedang melepas rindu.


Ilham kira adik ifar gilanya itu membawa sang adik entah kemana ternyata Alex menyembunyikan adiknya di Indonesia tepatnya di Pulau Enggano.


Salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia. Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dan merupakan satu kecamatan. Pulau ini berada di sebelah barat daya dari kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS, 102° 24′ 40″ BT. 


Pantas saja Ilham tak bisa melacak keberadaan adiknya ternyata Alex menyembunyikan adiknya di negara dimana Ilham menyembunyika Aiman juga disana hingga Ilham tidak berpikir kalau adiknya ada bi Indonesia.


"Kakak aku kangen banget sama Kakak, Ngomong-ngomong dimana Kak Dinda? "


Ucap Cenlie sambil bertanya kemana kakak ifarnya itu, semua orang kembali terdiam membuat Cenlie penasaran. Tapi tidak dengan Alex yang menautkan kedua alisnya bingung, pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan, pikir Alex terdiam.


"Ko kakak malah diam sih, kemana kak Dinda Cenlie kangen nih. "


"Kak... "


"Sudah meninggal. "


Deg...


Seketika Cenlie tersentak mendengar jawaban kakaknya sambil menggeleng kepala tak percaya dengan apa yang kakaknya ucapkan.


"Ja.. jangan bohong kak! "


"Buat apa kakak bohong! "


"Innalillahiwainnaillahiroziun... "


Lilir Cenlie gemetar, tidak mungkin kakak Dinda meninggalkannya . Kenapa secepat itu !, kakak yang begitu Cenlie sayangi dan kakak yang terkuat dimuka bumi ini.


"Ka.. kapan kak? "


"Tiga tahun yang lalu. Sudahlah jangan bersedih.Ingat! semuanya akan merasakan mati pada akhirnya karna tak ada satupun manusia yang abadi dimuka bumi ini. Ketika Allah sudah mengambil miliknya yang Allah titipkan pada kita maka kita dengan Ikhlas harus mengembalikannya, Semuanya hanya titipan termasuk istri kakak. "


"Benar, dunia ini hanya tempat istirahat saja bukan tujuan utama yang kita tempuh. Karna pada akhirnya kita semua akan merasakan yang namanya Kematian, Ikhlaslah melepas apa yang bukan milik kita karna Harta, keluarga dan apa yang ada dimuka bumi ini Milik Allah jadi pada akhirnya akan kembali pada-Nya juga. "


Timpal abi Azam membuat Cenlie terdiam, kata-kata sang kakak dan abi Azam mampuh membuat Cenlie bergetar dan tersentuh.


Iya, kematiaan memang tidak bisa diprediksikan kapan kematiaan itu datang, kita sebagai manusia hanya diberi dua pilihan dan dua tempat.


Dua pilihan dimana kita harus memilik jalan kebaikan atau jalan keburukan yang akan kita tempuh. Dan dua tempat yang sudah Allah persiapkan yaitu Surga dan Neraka, Jalan manakah yang akan kita tempuh menuju dua tempat yang sudah Allah sediakan.


Hati Alex tersentuh dengan kata yang dikeluarkan kak Ilham dan abi Azam, kata-kata itu bagai bogeman yang menghantam jiwa Alex.


Apa masih ada pintu maaf bagi Alex setelah apa yang sudah Alex lakukan. Membunuh dan menyakiti orang lain bahkan keluarganya sendiri.

__ADS_1


Alex terus saja terdiam sambil menunduk tak berani menatap wajah kakak Ifarnya itu, apalagi dengan apa yang sudah Alex lakukan dulu, rasanya kesalahannya terlalu besar untuk sekedar mendapat kata Maaf dari keluarganya.


Sedangkan Ais yang mendengar penuturan sang Abi dan mertuanya langsung memeluk sang suami dengan Fatih yang berada diantara mereka, begitupun Mona sudah Air masukan dalam pelukannya.


Ah... rasanya tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi pada Ais jika Aiman benar-benar pergi dari sisinya, butuh kesabaran dan ke-Ikhlasan untuk melerakannya.


Pertanyaannya! sudah mampuhkah Ais berada dalam dua kata itu ! ,ah.. sungguh Ais tidak bisa membayangkannya.


Jauh dari sang suami dan Putranya saja Ais sudah begitu apalagi kalau benar-benar pergi, jika saja tidak ada sang Abi, kemana lagi Ais harus bersandar.


Maka jangan terlalu mencintai cinta yang Fana, cintailah cinta yang Hakiki yaitu cinta Illahi Robbi bukan Manusiawi.


Karna pada dasarnya Cinta milik Allah yang sedang Allah titipkan pada kita apakah kita bisa menjaga cinta itu atau tidak!


"Apa kau akan tetap berdiri disitu dan tak menyapa kakakmu Hah.. "


Jderr...


Alex terperanjat mendengar bentakan kakak ifarnya yang sudah menatapnya tajam, dengan ragu Alex mendekat. Alex sudah siap dengan kemarahan kakak ifarnya karna Alex sadar semua kesalahan dirinya.


"Kakak jangan marah,ampuni Alex walau bagai manapun Alex suami Cenlie "


"Jangan ikut campur ini urusan kakak, Alex sudah keterlaluaan.. "


"Kak jangan menghakiminya Cenlie mohon.. "


"Kamu ini apa-apa an sih.... lepas tangan kakak "


"Tidak. Sebelum kakak janji tidak akan menyakitinya . "


"Lepas atau kakak akan membawa kamu ke-Turki detik ini juga. "


Glek...


Cenlie menelan ludahnya kasar dengan tangan langsung melepaskan genggamannya, ancaman sang kakak sungguh membuatnya takut.Takut kalau sang kakak benar-benar membawanya dan memisahkan dirinya dan sang suami.


Cenlie hanya pasrah melihat tatapan marah sang kakak pada suaminya, Cenlie tau suaminya salah tapi tidak adakah kata maaf dan kesempatan kedua untuk sang suami.


Grep....


" Terimakasih sudah menjaga adikku. "


Deg...


Seketika tubuh Alex terasa kaku tak bisa digerakan, pelukan hangat Alex dapatkan dari kakak Ifarnya. Sungguh diluar dugaan, Alex sudah pasrah dengan amukan dan kemarahan kakak ifarnya tapi lihatlah apa yang terjadi Ilham memeluk dirinya.


Cenlie tercengang melihat apa yang dilakukan kakaknya ternyata pikirannya salah, kakaknya malah memelimuk sang suami.


"Apa kau tidak akan membalas pelukan ku.. "

__ADS_1


"Ak.. ka.. "


Ucap Alex kaku, entahlah sepertinya tenggorokan Alex tercekat hingga tak bisa berkata apa-apa lagi saking terkejutnya.


"Kenapa kaku, emang aku akan melakukan apa. Aku tau kesalahnmu besar tapi tidak ada hak aku menghakimimu karna hakim yang sesungguhnya hanya Allah. Aku takut ketika menghakimimu aku tidak bisa adil sedang kan hakim yang paling adil hanya Allah.. "


"Ma.. maafkan kesalahan ku Kak, aku.. "


"Sudahlah... setiap manusia mempunyai kesalahan masing-masing, kakak sudah memaafkanmu kakak juga minta maaf jika terlalu keras. Jaga adikku jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang kedua kalinya, jika itu terjadi entahlah apa yang akan aku lakuakan. "


"Te.. terimakasih kak.. "


Hanya itu yang bisa Alex ucapkan karna sungguh sulit bagi Alex mengungkap isi hatinya yang sedang bahagia ternyata Ilham manusia berhati lembut.


"Terimakasih kakak.. "


"Hey kau adikku.. apapun akan aku lakukan demi kebagiaanmu... Bukankah saling memaafkan itu indah. "


Cup...


" Kau kakakku yang terbaik.. "


Ucap Cenlie berbinar sambil mengecup pipi sang kakak.


Mona begitu terharu dengan apa yang paman Ilham lakukan sungguh keluarga Khoer dan Mahmued tidak diragukan lagi sikap dan sifat nya.


"Saling memaafkan itu indah dari pada bermusuhan apalagi kita adalah satu keluarga yang harus bisa saling menjaga, melindungi dan menyayangi. Apapun yang terjadi jangan sampai antara keluarga berpecah belah hanya karna sebuah ego. "


Tutur abi Azam tersenyum pada sahabatnya yang duduk kembali didekatnya.


"Antum sahabat terbaik ane.. "


"Maka sesama sahabat harus saling mengingatkan.. ".


.


.


.


.


Bersambung....


Gimana seru gak???


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Hadiah ya


Terimakasih.....

__ADS_1


__ADS_2