
Dada Ani begitu sesak melihat siapa yang ada di hadapannya. Sudah Empat tahun Ani berusaha menghindar tapi nyatanya Andi selalu menemukannya.
Perih rasanya jika Ani harus berada di situ, dengan susah payah Ani mengendalikan dirinya supaya tidak masuk kedalam rasa yang sama.
Dengan cepat Ani pergi karna tak mau berlama-lama bertemu Andi.
Tapi sayang tangan Ani berhasil Andi raih, dengan sekuat tenaga Ani ingin melepaskan tapi disitu pula Andi mengeratkan pegangannya dengan kedua mata yang sudah memerah.
Ani yang melihat tatapan itu langsung memalingkan wajahnya karna tak kuat.
"Kenapa kamu selalu menghindar ? jika kamu masih mencintaiku kenapa kita tak bisa bersama.. "
"Jawab An, ayo Jawab.. Katakan jika kamu mencintaiku.. "
Teriakan frustasi Andi membuat hati Ani tersayat ,dadanya sesak sekali. Tak seharusnya Ani dalam posisi seperti itu.
"Iya Aku memang masih mencintaimu brengsek.. "
Teriak Ani prustasi sambil menghempaskan cengkalan Andi di tangannya dengan kuat, hingga cengkalan Andi di tangan Ani terlepas.
Mereka sama-sama mengatur nafas yang memburu dengan tatapan yang saling mengunci memancarkan cinta, kecewa, marah dan benci menjadi satu.
"Tapi kita tak bisa bersama ,kita berbeda ! "
Tegas Ani lalu melangkah pergi, membuat Andi tertegun hanya diam mematung.Apa yang barusan Ani katakan! kenapa seakan ada sesuatu yang dia sembunyikan, pikir Andi menggeleng.
"Apa karna Aisyah. "
Deg...
Teriakan Andi sukses membuat Ani mematung tak bergeming, senyum seringai terlihat di bibir Andi ketika Ani diam. Andi berjalan mendekat hingga ada di hadapan Ani.
Andi sedikit terkejut melihat wajah Ani yang memerah menahan amarah, tapi Andi menepisnya.
"Apa karna Aisyah kita tak bisa bersama ? "
Ulang Andi lilir memandang Ani penuh harap, Andi ingin mereka seperti dulu lagi. Yang selalu berbagi kasih, cinta dan saling melindungi.
"Jangan kau bawa nama Ais dalam tentang kita. "
Tekan Ani di setiap kalimatnya sambil memandang Andi rumit, Andi sedikit tersentak dengan tatapan itu.
__ADS_1
"Trus apa masalahnya? hubungan aku dan Anna sudai usai, dari dulu hati ini hanya mengukir namamu tidak dengan yang lain. Walau itu adalah kembaranmu sendiri.. "
"Tapi nyatanya kisa kita sudah lama berakhir.. "
Ha.. ha...
"Itu menerutmu tapi tidak denganku, berikan satu alasan kenapa kau ingin pergi dari kehidupanku.. "
Teriak Andi frustasi sambil tertawa sendiri menatap Ani penuh permohonan, tapi Ani tetaplah Ani gadis keras kepala. Ani terus melangkah menjahui Andi yang masih tertawa hampa.
Tidak disitu Andi terus saja mengikuti langkah Ani, dia tidak akan pernah melepaskannya kali ini.
Grep..
Bruk....
Andi mencengkal lengan Ani kuat dan mendorongnya hingga bersandar kebadan mobil. Apa yang Andi lakukan membuat Ani terkejut.
"Katakan jika itu bukan karna Aisyah? hah... apa karna kamu bagian dari keluarganya hingga kamu sama membenciku.... "
"Ha.. ha... itu karna keluarga mu,kenapa malah menyerahkan Anna padaku bukan kamu yang aku cintai... "
"Dan Aisyah orang yang selalu ikut campur dalam urusanku. Dan sekarang apa dia juga yang mempengaruhi dirimu agar menjauh... kenapa Aisyah selalu menguasai kalian hah... "
Teriak Ani mengamuk membuat Andi tak Bisa meneruskan ucapannya karna dia begitu kaget dengan amarah Ani membut Andi mundur kebelakang. Ani dari tadi berusaha menahan amarahnya tapi nyatanya Andi selalu memancing dirinya.
Srek....
Ani mencengkram kemeja Andi dengan tatapan amarah dan benci tidak ada lagi tatapan rindu dan cinta di situ.
"Sudah kubilang jangan bawa nama Ais dalam masalah kita.Kau mengerti... "
Tekan Ani sambil mendorong Andi hingga Andi tersungkur.
"Yang patut di salahkan di sini adalah A-K-U brengsek... "
Teriak Ani sudah begitu perustasi menekan kata dirinya sendiri.
"Ai.. ais.. hik.. dia tidak tau apa-apa, ta.. tapi dia harus menanggung beban semuanya. Apa kamu tau di.. dia begitu menyayangiku dan kakak hingga dia sering sakit-sakitan karna terus memikirkanku yang kabur. Hing.. hingga Ais masuk rumah sakit,tapi Ais begitu keras kepala dan penyayang hingga Ais bertemu dengan kakak di Supermarket dengan keadaan kakak yang banyak lembab... "
Deg...
__ADS_1
Andi tercekat mendengar penuturan itu, Andi ingat waktu itu dia habis memukul Anna dan menyuruh Anna pergi ke supermarket untuk membeli makanan karna lama Andi menyusul hingga bertemu Anna yang sedang menghindari seseorang ternyata itu Ais.
"Dari kejadian itu rasa kewatir Ais pada kakak begitu besar hingga dia harus mencari tau keberadaan kakak dan aku hik.. hik.. dia tak mementingkan kesehatannya. Sampai dimana Ais melihat kau menarik, memaki ,dan marah pada kakak hingga kakak kerumah sakit dan per.. pergi... Ah.... aku ingin marah mengutuk diriku sendiri kenapa aku tidak membawa kakak dari hidupmu hingga aku harus membuat Ais menderita dengan ketakutan, rasa bersalah dan benci. Semuanya karna Mu... "
Bentak Ani menyala menunjuk Andi yang diam saja dengan pikirannya sendiri.
"Dan kau tak berhak menyalahkannya tapi disini aku yang salah hik... aku sudah banyak membebani Ais sampai-sampai Airumi marah padaku karna Ais mengalami sedikit troma karna kejadian itu, dia ketakutan menyalahkan dirinya sendiri tak berguna, tak bisa menolong kakak. Ha.. ha... tapi yang tak berguna di sini adalah aku, aku tau semuanya tapi aku diam. Aku terlalu malu menampakan diriku yang sudah membuat kedua orang tuaku meninggal dan semuanya hancur... "
Ani memeluk lututnya erat dengan tangisan penyesala yang begitu besar.Melihat kerapuhan Ani, Andi langsung memeluk erat Ani.
"Ma.. ma'afkan aku, aku tak bermaksud ma'af.. "
"Ais wanita baik, dia sempurna ta.. tapi aku malah menghancurkannya dengan keegoisanku.. Aku diam, aku terlalu malu... ta.. tapi Ais selalu merangkulku dan menyayangiku hik... "
"Maafkan aku sudah membuat kekacauan, aku pikir perginya aku akan membuat semuanya bahagia tapi nyatanya aku salah..
Kakak pergi memilih jalannya sendiri... ta.. tapi tidak dengan Ais, dia sakit karna aku, dia ketakutan karna aku, dia.. hik... Jangan salahkan Ais aku mohon dia tak tau apa-apa... "
Lilir Ani sesegrukan di dalam dekapan Andi, rasanya dadanya sakit dan perih mengingat semuanya. Tapi apalah daya, Nasi sudah menjadi bubur, bagai manapun semuanya hanya jalan takdir illahi yang menuntun kita supaya belajar sabar dikala mendapat cobaan, belajar ikhlas di kala kehilangan,dan belajar syukur dikala bahagia.
Andi hanya diam sambil terus mempererat pelukannya, banyak pertanyaan yang masih ada di kepala Andi tapi dia hanya bisa bungkam karna keadaan Ani yang tak memungkinkan. Biarlah kebenarannya terungkap dengan jalannya sendiri.
Dari kejauhan seseorang dari tadi melihat perdebatan dua inshan itu. Dia memejamkan kedua matanya lalu terbuka kembali. Pandangannya berlarih pada dua makam di ujung sana.
"Kita tidak tau, ternyata apa yang menurutmu benar belum tentu menurutnya baik "
Batin orang itu, lalu matanya tertuju pada satu makam lagi.
" Keegoisan dan keras kepala membuat cinta itu begitu rumit, hingga kalian hanya saling melerakan tapi juga menyakitkan hingga harus orang yang aku sayang jadi korbannya... "
Gumam orang itu lalu melangkah pergi sebelum ada yang melihat.
.
Bersambung........
.
.
Udah dulu yah apdetnya...
__ADS_1
jangan lupa tunggu terus kelanjutannya ....