
Disebuah ruangan ada seseorang yang sedang mengamuk ,mengupat dan menggedor-gedor pintu supaya dia bisa keluar. Tapi sayang ruangan itu kedap suara, sekuat apapun berteriak tidak akan ada yang mendengarnya.
Yang ada tangan dan suaranya akan sakit jika terus digunakan karna tidak ada satupun orang yang akan menolong, hanya Tuan besarlah yang menentukan bebas atau tidak nya orang itu.
Matanya memerah dengan tatapan murka,tangannya terkepal siap meninju pintu tapi yang ia datap hanya kesakitan saja.
"Brengsek kau Alex... "
Umpat orang itu semakin benci pada sosok Alex, sosok sempurna yang memiliki segalanya bahkan orang yang dia cintai juga sekarang jadi milik Alex.
"Sitt.... sayang apa yang kamu lakukan.. "
Ucap Alex panik melihat sang istri mencabut paksa jarum infus yang menancap dipunggung tangannya.
"Aku hanya ingin kekamar mandi,benda ini hanya membuat aku susah. "
Kesal Cenlie karna harus mendorong atau memegang infus, lebih baik dia cabut saja dari pada ribet. Alex yang melihat kekesalan sang istri hanya mengulum senyum saja.
"Sini aku bantu.. "
Alex langsung membantu sang istri masuk kekamar mandi, sesaat Cenlie terkejut melihat apa yang terjadi pada sang suami tapi sekuat tenaga Cenlie menahannya karna hajat yang tak bisa ditunda lagi.
"Terimakasih, cepat keluarlah.. "
"Baik.. "
Alex langsung keluar membiarkan sang istri berada dalam kamar mandi, hingga dua puluh menit Cenlie keluar. "
"Sudah. "
"Astagfirullah... "
Pekik Cenlie terkejut mendafati sang suami berada dihadapannya hingga langkahnya langsung mundur.
Grep...
Dengan cepat Alex menarik pinggang sang istri agar tidak terjatuh.
"Maaf aku mengagetkanmu.. "
"Huh.. "
Cenlie langsung melepas pelukan sang suami dipinggangnya sambil membuang nafas berat. Cenlie berjalan kearah laci membuat Alex merasa bingung. Bukanya istirahat kembali sang istri malah sedang mencari sesautu entah apa itu.
Cenlie tersenyum tetkala barang yang dia inginkan ketemu.
Cenlie langsung berjalan pelan lagi kearah tempat tidur dengan setia Alex membantunya.
"Duduk. "
Alex langsung duduk di sisi sang istri tetkala sang istri memintanya duduk.
"Apa ini sakit ! "
Deg...
Alex terkejut mendengar pertanyaan dari sang istri sambil mengusap sudut bibirnya lembut.
Cenlie langsung mengobati luka yang ada disudut bibir sang suami dengan pelan tetkala Alex tak menjawab pertanyaannya.
"Kau sangat lemah. "
"Hah... hey.. apa yang kamu maksud! "
"Satu bogeman saja sudah berdarah ! bagai mana kalau Kak Ilham yang mencingcangmu. "
"Sayang ini kejadiaan tiba-tiba,tapi aku pantas mendapatkannya.. "
Lilir Alex menjadi sendu membuat Cenlie langsung terperanjat kaget melihat perubahan raut wajahnya yang jadi murung.
"Memang siapa yang berani membogem bibir mu ? "
__ADS_1
"Istri keponakan kita. Dia mempunyai aura yang sangat kuat dengan tatapan tajamnya sama seperti putranya. "
"Jadi istri Aiman ada disini! wow.. keren aku ingin menemuinya sayang ! "
"Tap..Yasudah.. "
Pasrah Alex tetkala melihat wajah sang istri yang memelas membuat Alex tak tega, toh sang istri juga sudah lebih baik.
Cup..
"Terimakasih Sayang, ayo.. "
Ucap Cenlie semangat sambil memberi kecupan di sudut bibir sang suami yang terluka. Tingkah sang istri membuat Alex melogo, tingkah manja yang selalu Cenlie tunjukan jika berada didekatnya.
Sret...
Alex menarik lengan sang istri yang sudah berdiri duduk lagi tapi kini duduknya diatas pangkuaan Alex.
"Apa tidak ada rasa marah, benci dan kecewa dihati sayang dengan apa yang aku lakukan ! "
" Aku marah, kecewa dan benci! Itu dulu disaat kau selalu menelantarkan aku demi sebuah ambisi. Tapi sekarang enggak karna suamiku sudah kembali kepelukanku, walau masih ada rasa ragu dihatiku tapi Aku yakin Allah maha tau dari segalanya, aku hanya sedang belajar ikhlas dan menerima. "
"Maaf... dan kupastikan aku tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi! "
Cup...
Kini giliran Alex yang mengecup bibir sang istri, sungguh hati Alex dibuah menghangat dengan apa yang sang istri ucapkan.
Kelembutannya mampu menghancurkan dinding keangkuhan dalam diri seorang Alexsander Vernandes.
Jiwa besar dan lembut sang istri tentu sama dengan sang kakak yaitu Ilham Mahmued dan kelembutan itu ada pada diri Aiman Mahmued sekarang.
Keluarga Mahmued memang terkenal dengan kelembutan dan kebaikannya tapi dibalik itu semua ada dinding ketegasan dan kewibawaan yang membuat keluarga itu sempurna.
Halnya apa yang dilakuakan Cenlie istri Alex, dia berusaha menerima dan sabar dengan apa yang sang suami lakukan karna Cenlie tau bahwa skenario Allah tak akan salah dan Cenlie hanya pasrah dengan ketetapan jalan hidupnya karna Cenlie yakin bahwa dibalik ujian akan ada kebahagiaan yang menunggu.
Alex menyudahi luma\*an di bibir sang istri yang hampir kehabisan nafas.
"Terimakasih Sayang.. "
"Sama-sama, Ayo.. "
Alex langsung menggandeng tangan sang istri menuju ruangan dimana keluarga Khoer berada.
Abi Azam, Air dan Aiman sedang berbincang ,Aiman menceritakan kejadiaan yang sebenarnya. Sedangkan Ais dan Mona sedang bermain dengan Fatih.
"Terus kita kapan kembali Bi ? "
Tanya Air pada sang abi.
" Kurang tau, kita lihat saja nanti .Kalau kita pulang sekarang gak sopan kita harus pamit dulu pada pemilik Mesion ini. "
"Emmmz... Aiman apa ada luka yang sangat serius lagi! "
" Alhamdulillah tidak ada! tapi maukah abi menetap dulu di sini beberapa hari lagi karna Ayah akan datang kenisi. "
"Kalau abi terserah kalian abi ikut saja.. "
Perbincangan mereka terhenti ketika ada orang yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum... "
"Waalaikumsalam.. "
Jawab yanga ada diruangan itu, Cenlie melihat satu persatu orang-orang yang ada diruangan itu, hingga mata Cenlie bersitatap dengan mata Aiman. Dua mata yang memancarkan keteduha, Wajah ganteng dengan alis tebal dan hidung mancung sungguh kesempurnaan yanga Aiman miliki.
"Apa ini keponakan kecil Bibi? "
__ADS_1
Tanya Cenlie tertahan ketika sudah ada dihadapan Aiman dengan mata yang sudah memanas.
"Iya Bibi, Aku Aiman keponakan bibi.. "
Grep...
Aiman dan bibi Cenlie langsung berpelukan menumpahkan rasa rindu yang sudah bertahun-tahun Aiman pendam.
"Bagai mana keadaan kamu Am, sungguh bibi tidak menyangka kamu sudah sebesar ini.. "
Ucap bibi Cenlie menitikan air mata, keponakan yang selalu Cenlie banggakan dan sayangi layaknya anak sendiri.
"Alhamdulillah Am baik, bibi juga apa sudah baikan? "
"Alhamdulillah bibi lebih baik walau seluruh badan bibi masih kaku untuk digerakan.. "
"Emmz... bibi dengar kamu sudah menikah dan punya anak ! mana istri kamu ? "
"Sayang.... Namanya Aisyah panggil saja Ais.. "
Panggil Aiman sambil memperkenalkan sang istri pada bibinya.
"Masyaallah cantik banget, Terimakasih sayang sudah menjaga keponakan bibi. "
"Bibi juga cantik, He.. itu sudah menjadi tanggung jawab Ais bi. "
Ucap Ais lembut sambil berpelukan,Ais terkejut melihat kecantikan bibi Cenlie yang tampa mekup. Sedangkan Ais masih cuek dengan keberadaan laki-laki yang bersama bibi Cenlie karna Ais masih marah dengan apa yang laki-laki itu lakukan pada suaminya.
Alex hanya diam dengan sikap dingin istri keponakannya walau bagai manapun Alex sadar bahwa semuanya kesalahan dirinya.
Ais memperkenalkan Fatih pada bibi Cenlie membuat bibi Cenlie tersenyum bahagia melihat putra keponakannya.
"Emmz.. bibi sangat senang bisa berkenalan dengan keluarga Khoer tapi bibi merasa ada yang kurang. Kemana kak Ilham dan kak Dinda bibi kangen pada Kak Dinda ,dimana Mamah kamu Am ? "
Deg...
Semua orang langsung terdiam mendengar pertanyaan Cenlie begitupun Aiman. Ais yang menyadari keadaan sang suami dengan cepat memegang tangan Aiman lembut sambil tersenyum.
"Ko malah diam Am, kemana Kakak? "
"Mamah sudah men..... "
"Assalamualaikum.. "
"Kakak !! "
Teriak Cenlie sambil tersenyum.
.
.
.
**Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Like
Komen
Hadiah
Vote
Ya...
He.. he.
__ADS_1
Terimakasih**....