Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 28


__ADS_3

Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara.....


Seorang gadis cantik dengan kaca mata menyangkut di hidung mancungnya. Mata tajamnya menyapu seluruh suasana di bandara dengan bibir yang membentuk sabit.


Gadis itu menengok kekanan-kekiri mencari temannya tapi tak kunjung terlihat batang hidungnya membuat gadis itu kesal sambil menghentak-hentakan sepatunya meninggalkan bandara.


"Cih... "


Gadis itu berdecih menatap jijik manusia-manusia yang memandang dirinya hasrat, dengan bibir mengoceh gadis itu masuk kesalah satu taxi yang sedang parkir.


"Mau kemana nona..?"


Tanya sang supir.


"Go... "


"Nama saya Parman buka Go..? "


"Go... "


"Parman nona bukan Go..? "


" you're crazy.....Stopppp... "


"Nona jangan berisik saya sedang nyetir... "


"Ah... sen gerçekten delisin,(Ah... dasar memang gila)..Berhentiii... "


Teriak gadis cantik itu prustasi dalam bahasa Turki,membuat sang supir langsung kaget karna bentakan dan cemprengnya suara gadis itu .


Citttt.....


Bruk....


"beni öldürmek mi istiyorsun hah.. sen gerçekten delisin..(Mau buat saya mati hah... dasar memang gila... "


"you're crazy.. "


Brak....


Oceh gadis cantik itu sambil mengelus jidatnya yang terhuyung kedepan dan menatap tajam sang supir , dengan kesal gadis itu keluar dan menutup pintu mobil dengan keras membuat sang supir terlonjat kaget.


"Hey... nona sombong ongkosnya... "


Teriak sang supir sambil mengelus dada melihat tingkah penumpangnya yang terus mengoceh sepanjang jalan.


"Sabar ini ujian... "


Gumam sang supir langsung melajukan mobilnya kembali tetkala melihat ada mobil mewah mendekati gadis sinting itu.


Plak.. plak....


Suara tamparan menggema di sebuah bangunan mewah membuat semua bodyguard menunduk karna takut akan kemarahan sang bos yang menatap semua bodyguardnya membunuh.


"aptal, neden özleyemiyorsun ha.. Emeli'yi bulana kadar ara, eğer canını ortaya koymazsan..(Bodoh, kenapa kalian bisa kecolongan hah... cari emeli sampai ketemu, kalau tidak maka nyawa kalian tarohannya.. "


Bentak tuan Murat menatap tajam para bodyguard nya membuat semua bodyguard meneguk slavinanya dengan kasar mendengar ucapan tuannya yang tak main-main.


"Evet efendim(baik,Tuan). "


Ucap para bodyguard sedikit gemetar langsung keluar guna mencari nona mudanya.


Sedangkan Alev terus menangis memeluk poto sang putri, kenapa putrinya bisa senekad itu kabur dari rumah dan paling mengejutkan, putrinya membius seluruh bodyguard yang menjaga kamarnya.


"neredesin oğlum kendine zarar verecek bir şey yapma.. hic..(Kamu dimana, Nak. jangan buat sesuatu yang merugikan dirimu sendiri.. hik... )"


Tuan Murat berdenyut hatinya tetkala melihat keadaan sang istri yang sudah berantakan sambil memeluk poto putri semata wayangnya. Murat berjalan mendekati sang istri yang masih setia duduk di sisi ranjang putrinya.

__ADS_1


Grep....


Murat menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya,membuat Alev malah tambah menangis sambil mencengkram kemeja sang suami.


"Tatlım ağlama söz veriyorum çocuğumuzu bulacağım (Sayang sudah jangan menangis, Aku janji akan menemukan anak kita..) "


"Hic.. hic... canım, yapma (Sayang, jangan-jangan ! "


" Ne.. (Apa? ) "


"Endonezya dili (Indonesia..) "


Deg....


Tuan Murat langsung tercekat kenapa tidak kepikiran sampai kesitu, tak lama tangannya mengepal kuat.


Kenapa anaknya bisa senekad itu, seorang ayah pastri ingin anaknya yang terbaik bukan ingin melihat anaknya bersedih.


Apapun akan Murat lakukan demi Emeli bahagia, tapi tidak dengan menghancurkan hubungan orang lain.Murat tak akan membiarkan anaknya berjalan di jalan yang salah dan pada akhirnya hanya akan ada penyesalan.


Murat dengan sangat hati-hati menidurkan sang istri, mungkin terlalu lelah dari tadi terus menangis.


Cup...


"emeli'yi geri getireceğime söz veriyorum ( Aku berjanji akan membawa Emeli kembali.. "


Gumam Murat sambil mencium puncak kepala sang istri.


" Kendine iyi bak kızım, yanlış yola sapma. (Jaga putriku, jangan sampai berada di jalan yang salah. "


"............"


"Endonezya ( Indonesia..) "


Tut... tut......


Tuan Murat langsung mematikan ponselnya setelah memberi perintah pada anak buahnya. Lalu tangan besar itu mengutak-ngatik ponselnya kembali dan menghubungi seseorang yang harus tau.


Ponsel Aiman berdering tanda telepon masuk membuat Aiman berdiri dari duduknya dan mengambil ponsel.


Jantung Aiman berdekup kencang tetkala melihat siapa yang menelepon membuat Ais memicingkan matanya, ada raut aneh di wajah suaminya.


"Khumairo hubby angkat telepon dulu... "


"Kenapa gak di sini ? "


Selidik Ais membuat Aiman salah tingkah.


"Gak enak sama Umi dan Abi"


Elak Aiman melihat kedua Mertuanya yang sedang memerhatikan, karna Aiman dan Ais dari tadi berbisik-bisik.


"Gak lama ko.. "


Ais pasrah mengangguk tanda setuju walau entah kenapa dirinya sudah beberapa hari ini tak mau jauh-jauh dari sang suami.


"Assalamualaikum ,acma ( paman...) "


"...................... "


" Ithalat için teşekkürler (Terimakasih atas impormasinya...) "


"....................... "


" Elhamdülillah iyiyim teyzeye selam söyle (Alhamdulillah baik, titip salam buat bibi... ) "


"..........."

__ADS_1


Tut.... tut.....


Panggilanpun di matatikan di serbang telepon, wajah Aiman nampak rumit sambil memijit pangkal hidungnya.


Aiman berpikir keras bagai mana memberitahu sang istri, ada sedikit kekewatiran di diri Aiman. Walau Aiman tau sang istri bisa melakukan apa saja, Tapi tidak dengan orang itu.


Sedangkan seseorang di balik pintu menyerngit heran siapa yang menelepon Aiman dan sialnya tak bisa dia mengerti karna Aiman menggunakan bahasa Turki.


Tapi dia merasakan sesuatu terlihat jelas dari raut wajah Aiman yang nampak gelisah dan kewatir.


"By... "


Deg....


Aiman tersentak kaget mendengar istrinya memanggil dengan cepat Aiman merubah mimik wajahnya kembali seperti biasa.


"Jangan tersenyum... "


"Kenapa? "


Heran Aiman biasanya sang istri selalu suka dirinya tersenyum.


"Ada suster lewat dari tadi lihatin hubby mulu... "


Kesal Ais karna dari tadi Aiman tersenyum membuat para sustrer kecentilan dan membuat dadanya panas.


Aiman malah ingin tertawa mendengar alasan sang istri tapi sekuat tenaga Aiman mengulum senyumnya, gemas melihat istrinya merajuk.


"Awas saja kalau tebar pesona, seyuman ini milik Ais, ini...ini... dan ini... "


Tekan Ais sambil menunjuk semua pahatan wajah sempurna Aiman.


Aiman hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri yang sangat aneh akhir-akhir ini.


"Oh iya kenapa khumairo keluar..? "


Tanya Aiman baru sadar.


" Ais pengen cendol sama sosis bakar , emmmz baso, seblak dan somai,cilok juga boleh apalagi makan ramen yang super pedasss... "


Ucap Ais berbinar menyebutkan makanan-makanan itu, rasanya lidahnya ngiler dengan membayangkannya saja.


Sedangkan Aiman hanya melongo mendengar runtutan makanan yang istrinya pesan.


"Hey.. kenapa hubby bengong, ayo... "


Ajak Ais menarik lengan Aiman membuat Aiman tersentak kaget.


"Khumairo , sayang...kenapa banyak sekali makanan yang mau di belinya ,emang bakal habis"


"Yah habis lah by, orang kepengen.. "


"Yasudah biar hubby aja yang beli khumairo kembali lagi kedalam... "


Pasrah Aiman.


" No By, Ais pengen ikut. Makan di tempat kayanya enak. "


Deg...


Aiman di buat bingung ada apa dengan sang istri kenapa tingkahnya sangat aneh sekali, sejak kapan istrinya suka makanan pedas, pikir Aiman.


Otak Aiman yang sangat jenius rasanya sangat pusing jika menghadapi perubahan sang istri yang sulit di tebak.


Apalagi tingkahnya semakin berani, biasanya sang istri selalu malu jika Aiman berbuat romantis tapi ini malah dirinya yang mulai duluan.


Grep....

__ADS_1


"By... "


Pekik Ais.


__ADS_2