Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 86 Kakak!


__ADS_3

Riuk para anak-anak begitu menggema didalam ruangan bangunan megah rumah Aiman dimana hari ini adalah hari ulang tahun kedua bagi baby Fatih.


Aiman dan Ais mengundang anak-anak panti, berbagi kebahagiaan ditengah kebahagiaan keluarga mereka. Bacaan hadiah dan doa sudah dipinpin oleh sang Ustadz begitupun acara potong kue sudah selesai dan tingga acara santunan pada anak-anak panti.


Fatih tersenyum melihat banyak orang apalagi banyak anak juga yang seusia dengan dirinya.


Hingga rumah megah itu yang tadinya ramai menjadi hening kembali karna acara ulang tahun baby Fatih sudah selesai.


Tinggalah Ais dan Aiman yang duduk di atas shofa dengan baby Fatih dan bi Sumi yang sibuk membuka kado dari kakek, nenek,om dan para tetangga karna Aiman dan Ais tak banyak mengundang.


"Baba, Ummah.. "


Teriak Fatih berlari sambil membawa dua mainan ditangannya.


"Hati-hati, Nak. "


Ais mengingatkan membuat baby Fatih langsung menurut, perlahan baby Fatih merangkak naik keatas shopa duduk diantara Ummah dan Babanya.


"Ummah ini mainan apa ! kok botak sih dan ini yang satu lagi ada rambut tapi cuma satu gak kaya Fatih banyakkk.. "


Celetuk baby Fatih sambil membulak-balik mainan itu.


" Ini namanya boneka Upin dan Ipin, Nak. "


"Ko sama Ummah,tapi Fatihkan laki-laki masa main kaya gini "


"Upin dan Ipin adek kakak, jadi sama mukanya "


"Kok Fatih gak kembar yah Ummah kaya boneka ini.. "


Aiman tersenyum mendengar ucapan yang dilontarkan sang putra bak orang dewasa saja.


"Kalau Fatih punya Ade kaya boneka ini baru Fatih punya kembaran.. "


Tutur Aiman membuat Fatih terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Ummah Fatih pengen Ade supaya kembar kaya boneka ini, Terus Fatih bisa main bareng lagi.. "


"Fatih mau punya adik! "


"Mau-Mau.. Ummah Fatih mau punya adik.. "


Ais tersenyum mendengar keantusiasan sang putra membuat Ais langsung menatap sang suami.


"Tapi harus nunggu Delapan bulan lagi yah.. "


"Kok lama sih Baba.. "


Cemberut Fatih seakan delapan bulan hari paling lama ditunggu.


"Kan dedenya harus ada didalam perut Ummah dulu, benarkan Ummah.. "


"Iya, Nak. Ade ada disini tapi harus menunggu dulu.. "


Ucap Ais ikut menjelaskan sambil meletakan tangan putranya diatas perutnya.


"Kok ada didalam perut Ummah sih, kan gak bisa diajak main dong.. "


"Fatih juga dulu sama ada didalam perut Ummah, sudah sembilan bulan trus Ummah melahirkan Fatih hingga Fatih sampai segede sekarang.. "


"Oh gitu yah Ummah trus nanti adek juga sama! "


"Iya sama. "


"Hore Fatih akan punya adek.. Nenek Fatih akan punya Adek kata Ummah tapi adeknya di dalam perut Ummah dulu sama kaya Fatih dulu katanya... "

__ADS_1


Sorak gembira Fatih sambil berlari lagi kearah bi Sumi yang sedang membereskan mainan.


Pola pikir Fatih cukup baik diusia yang masih batita, membuat Ais dan Aiman bangga tak perlu mereka jelaskan lebih lanjut, cukup kasih pengertiaan dia akan mengerti sendiri dengan cepat.


"Nenek.. Fatih delapan bulan lagi punya adek sama kaya boneka ini, nanti main yah sama Nenek. "


"Main petak kumpet, mobil-mobilan dan ini.. ini... "


" Iya nanti main sama Nenek, Fatih sudah gak sabar yah mau punya adek. "


"Iya Nek jadi kalau Nenek cape Fatih bisa main sama Adek Fatih, kalau sama Om Badar gak seru.. "


"Ngeledek Paman yah.. "


Ucap Badar yang tiba-tiba masuk dengan tangan yang membawa buah-buahan.


"Paman gak asik kalau diajak main mobil-mobilan selalu kalah sama Fatih gak kaya Om Air dia jago Fatih suka nangis kalau kalah.. "


"Itu Fatih kalah juga kan sama Om Air! "


"No, Fatih gak kalah. Cuma Fatih pura-pura kalah aja he.. he.. "


Ais dan Aiman tersenyum mendengar celotehan sang putra yang tak mau kalah.


Fatih memang berbeda dengan anak kebanyakan, pikirannya selalu diluar pikiran orang dewasa padahal usianya baru masuk dua tahun tapi ucapannya selalu saja bak orang dewasa.


Ada kebahagiaan sendiri bagi Ais dimana sang putra selalu cepat memahami apapun yang dikatakan tak perlu Ais menjelaskan terlalu lama.


Tingkah Fatih selalu saja menjadi obat disaat Ais bersedih, seakan semuanya mudah bagi Ais jalani.


Tatapan mata Ais terus pokus pada sang putra yang tersenyum karna berhasil menjahili Badar.


Dret.. dret...


Suara ponsel berbunyi membuat Ais bangun dari zona nyamannya mengambil ponsel yang ada diatas meja.


"Waalaikumsalam, Gimana kabarnya Dek? "


"Alhamdulillah Baik Teh, Fatih mana? Umi bilang hari ini ulang tahun Fatih "


"Tuh lagi bermain .."


Ucap Ais sambil mengarahkan kamera belakang kearah Fatih.


" Assalamualaikum ponakan Om, Panjang umur, sehat selalu dan jadi anak yang sholeh yah bakti pada Ummah dan Baba.. "


"Om Adam kapan pulang.. "


Teriak Fatih berlari menghampiri sang Ummah karna mendengar suara omnya.


"Fatih mau main sama Om, Om tau segini lagi Fatih akan punya adek kata Ummah sama Baba.. "


Ucap polos Fatih sambil merentangkan jari-jari tangannya, membuat adam terkekeh melihat tingkah keponakannya.


"Wah Fatih mau punya Adek yah, selamat jagoan Om.. Insyaallah Lusa om Adam pulang "


" Hore.. Fatih tunggu yah Om.. "


" Sudah dapat libur Dek? Umi sama Abi sudah dikasih tau belum??.. "


"Sudah Teh, cuma Dede telepon bang Air gak diangkat-angkat "


"Mungkin lagi sibuk di kantor Dek, kan Abi sudah mempercayakan perusahaan pada abang.. "


"Oh iya Dede lupa, bilangin aja Teh suruh jemput Dedek dibandara. "

__ADS_1


"Iya nanti Teteh yang ngingetin abang.. "


"Eh Teh bener teteh lagi hamil lagi? "


"Alhamdulillah iya Dek. Doakan Teteh semoga semuanya dilancarkan.. "


"Amin... Yasudah Teh Dede tutup dulu teleponnya karna harus mastiin sesuatu.. Assalamualaikum... "


"Waalaikumsalam.. "


Ucap Ais sambil menghela nafas adik bungsunya selalu saja main rahasiaan.


"Adam mau pulang ? "


"Iya By, Tak terasa Adam sudah satu tahun di China dan Air juga akhir-akhir ini sibuk karna harus membantu Abi di perusahaan.."


"Sayang mau ikut ****** Adam kebandara? atau tunggu dirumah Abi saja ?"


"Giman nanti aja By,Ah...Ais kangen banget sama bocil itu pasti Adam semakin dewasa saja! "


"Yasudah kalau nanti mau ikut bilang aja, Hubby usahakan biar bisa anter sayang.. "


"Kalau Hubby sibuk gak papah kan bisa bareng sama Air.. "


"Yasudah, sekarang Sayang harus istirahat yah sudah malam soalnya.. "


"Tapi Fatih masih mau main By.. "


"Biar Hubby aja nanti tidurin Fatih, Sayang istirahat saja. "


Ais hanya mengangguk karna memang matanya sudah berat kalau menunggu Fatih pasti akan lama.


Sedangkan Fatih masih asik saja bermain bersama Badar karna bi Sumi sudah istirahat dari tadi.


"Ta.. tapi Ais gak bisa tidur kalau gak dipeluk.. "


"Astagfirullah Hubby lupa, yasudah kita tidur.. "


"Fatih sudah malam waktunya tidur, Nak. "


Ucap lembut Aiman membuat Fatih langsung berhenti main kejar-kejaran.


"Fatih mau bobo sama Ummah dan Baba boleh.. "


"Boleh.. "


"Hore. "


"Apa Adek nya disini Ummah.. "


Ucap polos Fatih yang sudah berbaring diantara Ummah dan Abinya dengan tangan yang mengelus perut rata sang ummah.


"Iya Adek ada disini ,Jadi mulai sekarang Fatih akan Ummah panggil Kakak.. "


"Kakak. "


.


.


.


.


Jangan lupa Like, Komen, dan Vote

__ADS_1


Terimakasih. .


__ADS_2