
Lengkap sudah kebahagian keluarga kecil Aiman dengan hadirnya baby mungil yang begitu lucu.
Hidung mancung, bulu mata lentik dengan sorot mata tajam dan bibir seksinya membuat semua orang yang melihatnya nampak gemas.
Tapi tidak dengan seorang ibu yang dari tadi sedang merajuk, bibirnya cemberut membuat siapa saja yang melihat akan merasa gemas.
Bahkan sang suamipun dari tadi berusaha membujuk tapi tetap ibu itu pada pendiriannya.
"Teteh tidak boleh gitu, masa udah jadi Ummah masih merajuk mulu.. "
Goda umi Rahma membuat Ais semakin kesal saja.
"Mi, teteh kesal. Bagai mana bisa baby mirip sama Hubby, kan teteh yang mengandungnya... ih.. ini gak adil... Cuma tatapannya saja mirip teteh. "
Rajuk Ais membuat Aiman tersenyum geli, benar saja apa yang Aiman pikirkan, Ibu baru itu akan marah padanya.
"Sayang,muka baby itu akan berubah-ubah, mungkin sekarang baby duplikat Babanya mungkin beberapa bulan kemudian jadi duplikat teteh.. "
Bujuk umi Rahma tapi tetap saja Ais masih diam, raut kesalnya masih ada membuat semua orang tertawa renya.
"Oh iya Nak, apa kamu sudah memberinya nama ? "
Tanya Ilham membuat semua orang berhenti tertawa, semua mata kini tertuju pada Ais dan Aiman yang baru menidurkan baby tertidur sehabis di susui, walau awalnya Ais meringis memberi susu pertama bagi anaknya tapi di balik itu semua ada kenikmatan yang tak bisa Ais jabarkan.
"Ais serahkan saja pada Hubby Yah, karna memang Ais belum ada nama... "
Jawab Ais sambil melihat kearah Aiman dengan senyum manisnya.
"Azam Ilham Al-fatih Mahmued yang berarti Penakluk segala sesuatu yang terpuji.. "
Ucap Aiman mantap membuat Umi Rahma dan Ais tampak kagum dengan nama yang di berikan Aiman pada putranya.
Sedangkan Azam dan Ilham saling melirik dengan kerutannya sendiri kenapa nama dirinya masuk kedalam nama cucunya.
"Nama Abi ko di bawa.. "
"Kenapa nama Ayah di pake... "
Tanya Azam dan Ilham serentak membuat umi Rahma dan Ais tercekat baru engeh kalau nama baby bersandar di kedua nama kakek nya.
Aiman hanya tersenyum sambil memegang tangan sang istri lembut matanya menatap kedalam mata sang istri dengan penuh cinta membuat umi Rahma, Azam dan Ilham hanya diam menunggu jawaban Aiman.
" Aiman sengaja membawa nama Abi karna Aiman ingin baby seperti Abi dengan sikap penuh pemimpin, tanggung jawab dan penuh kasih. Selalu menghormati perempuan dengan jiwa pelindung yang sangat besar separti namanya Azam 'Keagungan atau paling unggul dalam segala hal kebaikan '.."
__ADS_1
Ucap Aiman sambil tersenyum pada sang istri dan memeluknya erat lalu mencium puncak kepala sang istri dengan penuh cinta yang begitu dalam.
Tidak lama Aiman melerai pelukannya,kini matanya tertuju pada baby yang sedang tertidur pulas.
"Dan kenapa juga Aiman memberikan nama Ayah pada putra pertama Aiman. Karna dalam kisah Mamah dan Ayah sangatlah sempurna dan tak ada satupun yang bisa menandinginya. Aiman tau walau Ayah bukan cinta pertama Mamah tapi Ayah adalah cinta terakhir bagi Mamah sampai akhir hayat.Mamah pernah berkata pada Aiman ' Nak, jika suatu saat nanti kamu menikah dan mempunyai seorang pangeran, Mamah ingin namanya ada nama Ayah kamu '
Waktu itu Aiman bertanya ,kenapa Mamah suka sama nama Ayah? Mamah hanya tersenyum penuh cinta dan berkata ' Karna Ayahmu adalah laki-laki yang penuh dengan kelembutan dan kesabaran sampai-sampai ayah berhasil mengetuk hati Mamah sampai terdalam. Memberikan cinta dan kasih sayang yang sangat luar biasa. Dia laki-laki hebat penuh perjuangan dan pengorbanan hingga dia mengorbankan seluruh hati dan jiwanya hanya untuk merawat wanita penyakitan yang gila.
Mengajarkan mamah arti cinta, pengorbanan, perjuangan, sabar dan ikhlas hingga ayah memberikan hadiah yang begitu istimewah yaitu hadirnya kamu (Aiman) di rahim mamah di situ mamah bangkit dari semuanya . Mamah bahagia bisa hidup dengannya ay.. ayah. hik.. beg.. begitu... hik.. hik... "
Aiman tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi karna begitu sesak dan perih mengingat sang Mamah yang begitu Aiman cintai. Rasanya tak sanggup Aiman melanjutkan, Aiman hanya bisa menangis di depan boks baby dengan gemetar mengusap lembut rambut baby.
"Na.. nak... "
Ucap Ilham gemetar memegang tangan sang putra semata wayangnya dan membalikan badan Aiman untuk menghadap kearahnya.
Mata mereka saling tatap penuh cinta, luka dan kesakitan yang dalam, bahkan tak bisa di ungkap oleh kata.
Grep....
Ilham memeluk sang putra dengan erat begitupun Aiman membalas pelukan sang ayah tak kalah erat, mencurahkan isi hati yang begitu rumit di jabarkan.
Sedangkan Ais dari tadi sudah menangis di pelukan umi Rahma, sungguh sesak mendengar cerita sang suami yang menyayat hati. Begitupun umi Rahma menangis dalam diam dengan hati yang terus bergejolak ingin mengungkap kesesakan di hati.
Berbeda dengan Azam, dia hanya diam sesekali memejamkan kedua matanya lalu terbuka kembali dengan sorot mata yang sangat rumit.
Jerit batin Azam dan langsung memeluk istri dan anaknya.
"Berbahagialah Teh, Insyaallah Aiman jodoh terbaik yang Allah berikan pada teteh..."
Ucap umi Rahma sambil mencium kedua pipi dan puncak kepala Ais. Begitupun Azam mencium puncak kepala putri manjanya sambil menghapus air mata yang keluar dari pelupuk mata Ais.
Keadaan jauh lebih baik dari sebelumnya, Aiman dan Ilham juga sudah jauh lebih tenang membuat umi Rahma dan Azam pamit pulang karna sudah malam apa lagi Air tidak ada yang menjaga, sedangkan Adam sudah kembali ke pondok dari dua bulan yang lalu karna harus menyelesaikan Ujian Nasional.
Begitupun Ilham ikut pamit pulang karna harus ke-Bogor dulu sebelum berangkat kembali ke-Turki.
Tinggallah Aiman dan Ais sekarang, Aiman berjalan menghampiri sang istri dan duduk di barankar Ais. Sedangkan Ais dari tadi menatap sang suami dengan penuh cinta dan kekaguman.
"Sekarang waktunya tidur hemmz.. "
Ucap Aiman lembut sambil mengusap pipi sang istri. Sedangkan Ais malah diam dengan mata yang terus menelusuri seluruh wajah Aiman dan berhenti tepat di bibir seksi sang suami dengan warna merah alami.
"Kenapa kau begitu sempurna By.. "
__ADS_1
Gumam Ais menangkup pipi Aiman, tapi masih terdengar di telinga Ais.
"Tatapan ini milik Ais, ini... ini.... ini.... "
Tunjuk Ais pada mata, pipi, bibir dan terakhir Ais menunjuk hati Aiman. Aiman memegang tangan sang istri lembut yang berada di atas dadanya.
"Semuanya yang ada pada diriku adalah milikmu Khumairo... "
"Benarkah... "
"Iya, semuanya..."
Cup...
Aiman mengecup bibir sang istri tetkala Ais akan bicara lagi.
"Sekarang tidur.. "
"Peluk... "
"Emang muat tidur berdua di sini.. "
"Muatlah.. "
Tegas Ais sambil bergeser sedikit dan hati-hati karna perutnya masih sakit, dengan sigap Aiman membantu sang istri.
Tangan Aiman di jadikan bantal kepala Ais, dengan pelan Aiman menarik pinggang sang istri supaya merapat kearahnya. "
Cup...
"Tidurlah, Anna Uhibuki Fillah... "
"Ais juga cinta Hubby... "
.
.
.
.
Gimana seru gak????
__ADS_1
Jangan lupa terus dukung athor yah dengan like, komen dan vote...
Terimakasih... teman-teman.....