
Sudah hampir lima jam perjalanan Aiman beserta rombongan sudah sampai di Mesionnya. Air, Mona dan abi Azam ikut pulang kerumah Aiman karna rumah Aiman yang lebih dekat.
Perjalanan jauh nyatanya membuat abi Azam kelelahan dan langsung istirahat dikamar tamu. Begitupun Air dan Mona, sedangkan Aiman berbincang sebentar dengan para anak buahnya sesekali para anak buah menganguk akan titah Tuannya.
Sudah selesai dengan tugasnya Aiman langsung menyusul sang istri kekamar lewat Lif supaya cepat.
Tink...
Pintu lif terbuka langsung masuk kekamar Aiman, dilihatnya sang istri tidak ada dikamar Aiman langsung menekan salah satu tombol yang ada di sisinya.
Senyuman Aiman mengembang tetkala melihat sang istri sedang menidurkan sang putra, hingga Aiman teringat kalau dirinya harus mengganti perban luka tembak sebelum tidur.
Aiman berjalan kearah shofa dan mengambil kotak P3K, perlahan Aiman membuka baju kemejanya dengan hati-hati sudah selesai Aiman langsung membuka perbannya dilihatlah lukanya sudah hampir mengering.
Dengan pelan Aiman mengobati lukanya kembali dan tinggal diperban lagi tapi Aiman sedikit kesulitan dalam memasang perbannya karna hanya satu tangan yang Aiman gunakan sedangkan tangan satunya Aiman angkat agar memudahkan membelit perbannya .
"Biar Ais bantu By.. "
Pergerakan tangan Aiman berhenti tetkala mendengar suara sang istri yang sudah berdiri disampingnya.
Aiman tersenyum lalu menggeser duduknya, Ais langsung duduk disisi sang suami dan mengambil alih apa yang dilakukan sang suami.
Dengan telaten Ais memasang perban kembali dengan tatapan sulit diartikan, rasanya dada Ais sakit melihat ada beberapa memar di lengan dan punggung sang suami. Ais baru melihatnya karna pas di Pulau Ais tidak membantu sang suami mengganti perban karna ada sang Dokter.
"Sayang ada apa? "
Tanya Aiman merasa heran dengan sang istri yang diam.
" Kenapa hubby tidak bilang kalau mendapat banyak luka. "
Ucap Ais gemetar rasanya Ais ingin berteriaak untuk sekedar melepas rasa sesak.Aiman tersenyum mendengar ucapan sang istri yang begitu mengkewatirkannya.
"Luka ini tidak seberapa, dibanding rasa sedih sayang. Hubby lebih sakit melihat sayang bersedih dari pada mendapat luka ini.. "
"By.. "
"Sutt... Maafkan Hubby yang sudah melanggar janji hubby untuk tetap baik-baik saja. Nyatanya hubby malah membuat sayang bersedih karna luka ini, Maaf. "
" Ais memaafkan, tapi Hubby begitu banyak hutang penjelasan pada Ais. Siapa sebenarnya hubby kita sudah hampir tiga tahun membangun rumah tangga tapi Ais masih belum mengenal suami Ais sendiri. Dan siapa orang-orang itu yang bersama hubby diantara mereka juga ada beberapa ilmuaan seperti dibawah kekuasaan hubby dan kenapa juga ada Dokter Hendra? "
Peruntut pertanyaan Ais keluarkan membuat Aiman hanya tersenyum saja, istri bawelnya telah kembali entah sejak kapan Aiman merasakan kebawelan sang istri, seingat Aiman dulu waktu baru-baru mereka menikah.
"Kenapa tersenyum By, bukannya menjawab! "
Kesal Ais cemberut ,tingkah sang istri justru membuat Aiman semakin melebarkan senyumnya.
"Hubby kangen sayang yang dulu .Yang ceria, bar-bar,dan manja. "
Ais langsung menatap netra sang suami, Ais bisa melihat ada kebahagiaan didalam tatapan itu. Apa benar sudah tak ada lagi Ais yang dulu, pikir Ais.
"Hubby seorang dokter Bedah sekaligus dokter Spikolog. Mereka anak buah hubby dalam dunia tekondo dan persilatan dunia hubby dulu penuh ancaman jadi ayah mendatangkan guru jago ilmu bela diri untuk melatih hubby supaya hubby jadi anak yang kuat. Ayo ikut hubby. "
__ADS_1
Jelas Aiman panjang lebar membuat Ais terkejut ternyata sang suami tau dunia persilatan. Apa sang suami tau juga kalau dirinya menguasai beberapa ilmu beladiri. Ais terkejut saat sang suami menarik tangannya,dengan pelan Ais mengikuti langkah kaki sang suami walau Ais tidak tau kemana dirinya akan dibawa.
Aiman segera memekan tombol hingga pintu lif terbuka, Ais hanya diam saja tak mau bertanya kemana sang suami akan membawanya.
"Pejamkan mata sayang.. "
Entah ada dorongan dari mana Ais langsung menutup kedua matanya tampa perotes.
"Jangan dibuka sebelum hubby memerintah. "
Ais mengangguk tanda setuju.
Tink...
Pintu lif berhenti, otomatis langsung terbuka. Aiman memapah sang istri keluar dari lif terus berjalan kearah sebuah kursi,dengan pelan Aiman mendudukan sang istri.
"Sekarang bukalah... "
Perlahan Ais membuka kedua matanya dilihatnya wajah sang suami yang begitu dekat beberapa inchi dari wajahnya.
"Ini sebenarnya suami sayang.. "
Deg....
Ais membulatkan kedua matanya menatap sekeliling. Rasanya Ais tidak percaya dengan apa yang dia lihat sampai beberapa kali Ais mengucek mata dan mengerjap-ngerjapkan tapi tetap sama ruangan itu tak berubah.
"Hu.. hubby in... "
Ucap Aiman merasa bersalah karna tidak jujur pada sang istri.
Ruangan cukup besar dimana begitu banyak alat-alat penelitiaan dan uji coba.
Ais terdiam karna sok dengan semua ini,apa yang harus Ais lakukan! marah, kecewa boleh kah Ais merasakannya. Rahasia sebesar itu Ais baru mengetahuinya ! apa ada lagi rahasia yang sang suami sembunyikan dari dirinya? .
"Siapa suamiku ini !! ke.. kenapa begitu banyak rahasia ,By.. "
Lilir Ais memanas sambil menatap sang suami dalam.Aiman langsung menghampiri sang istri yang masih tak bergeming.
"Maafkan hubby sayang sudah menyembunyikan semuanya,hubby hanya tidak mau membuat sayang selalu berpikir tidak pantas di sisi hubby. Makanya hubby hanya ingin menjadi laki-laki biasa yang selalu sayang cintai bukan laki-laki yang punya segudang prestasi yang membuat sayang tak nyaman . "
"Maafkan Hubby.. "
Grep...
Aiman langsung menarik sang istri kedalam pelukannya, Entah apa yang Ais rasakan rasanya Ais tak bisa berkata-kata lagi. Ais memang tak peduli siapa sang suami bagi Ais sang suami adalah laki-laki sempurna dengan keperibadiaannya bukan prestasinya.
"Apa Ais boleh marah By.. "
"Boleh kecewa! "
Aiman hanya mengangguk saja, sudah pasrah dengan apa yang akan sang istri lakukan padanya.
__ADS_1
Cairan bening lolos begitu saja dipelupuk mata Ais, entah apa yang harus Ais katakan rasanya tenggorokan Ais tercekat. Ais hanya bisa nangis entah kenapa tak bisa marah pada sang suami.
Tink...
Suara pintu lif terbuka membuat Ais langsung berbalik sedangkan Aiman mulai kewatir apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Baba.. "
Deg...
Ais terlonjat kaget melihat putranya kenapa ada diruangan itu,kenapa sang putra bisa tau ruang rahasia itu! sedangkan dirinya baru tau!.
"By, bisa hubby jelaskan! "
"Ummah.. "
Kaget Fatih melihat ummahnya ada diruang penelitiaan,Fatih menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum melihat Ummah dan Babanya.
"Itu... sayang... "
Ucap Aiman gugup sambil mendekat pada sang istri sedangkan Fatih sudah kabur karna tak mau kena semprot.
"Sayang, hubby.. aduh... Ok maafkan hubby. Hubby hanya mengasah kemampuaan Fatih supaya penelitiaan nya sukses.Dan hubby hanya ingin membantu bakat putra kita dalam bidang ini. Sayang kan tau Fatih menyukai dunia penelitiaan dan kedokteran.. "
"Hua... hua... "
Aiman panik melihat sang istri malah menangis membuat Aiman bingung sendiri.
"Aduh sayang jangan menangis. Hubby tau hubby salah.. maafkan hubby.. "
"Hua... Kenapa muka dan hoby Fatih mirip pada hubby semua hiks... Ais kan yang mengandungnya kenapa tak ada sedikitpun yang mirip pada Ais hiks.. hubby jahat.. "
"Hah.. "
Aiman hanya melongo melihat tingkah sang istri. Dikira akan mengamuk nyatanya! .
Aiman langsung menepuk jidatnya sendiri sambil menarik sang istri kedalam pelukannya. Rasanya Aiman gemas gereget gitu. .
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, dan Vote ya...
Terimakasih...
__ADS_1