
Hembusan angin menerpa kulit putih bersih seseorang yang sedang duduk ditaman. Kedua matanya menatap lurus kedepan, Entah apa yang orang itu pikirkan.
Seakan dunia-Nya hanya miliknya tak peduli dengan orang-orang yang menatapnya aneh,iba dan yang lainnya.
Hingga langit yang tadinya cerah menjadi gumpalan awan hitam yang menghalangi sinar mentari.
Rintikan hujan mulai turun kebumi membuat Aktifitas semua orang terganggu . Semua orang berlarian mencari peneduh supaya tak terkena hujan.
Tapi gadis yang sedang duduk ditaman hanya diam dengan pikiran kosongnya tak menghiraukan orang-orang yang mengajaknya berteduh.
Rintikan hujan menjadi deras mengguyur bumi kering dan seketika itu pula gadis itu sudah basah kuyup. Dia tak peduli dengan orang-orang yang mengajaknya berteduh,siapa yang peduli bahkan semuanya hancur berkeping-keping.
Tak ada keluarga yang percaya dan bahkan orang terdekatnya juga sama malah menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.Kenapa hidupnya tak seberuntung orang lain.
Cinta yang dia punya hanya bertepuk sebelah tangan, kepercayaan kedua orang tua perlahan menghilang dengan apa yang dia perbuat dulu hingga apapun yang terjadi maka dia yang disalahkan,Kenapa ?.
Dan sahabat sekaligus kakak baginya entah kemana? Dia sekarang butuh perlindungan kemana gadis itu harus mengadu.
Sekarang tak ada satupun yang peduli dengannya, bahkan sekarang hidupnya dikejar-kejar ketakutan.
Setiap kali kakinya melangkah maka rasa takut itu ada sehingga membuat gadis itu terus waspada akan sesuatu.
Rasa dingin meruak keseluruh tubuh gadis itu tapi tak membuat gadis itu sedikitpun beranjak dari duduknya.Walau tubuhnya sudah menggigil dengan bibir yang mulai pucat.
Kedua matanya tak henti-henti mengeluarkan cairan bening,Entah disini siapa yang salah! .
Kemana lagi dia harus bersembunyi, semuanya terasa melelahkan hingga dia mengutuk takdirnya sendiri.Kenapa Tuhan tak adil ! Kenapa harus gadis itu yang merasakan patah hati,bahkan tak ada kepercayaan lagi pada gadis itu dari orang tuanya.
Dan paling menyakitkan kenapa Fitnah itu datang disaat waktu yang tidak tepat disaat gadis itu belum bisa sepenuhnya melepaskan.
"Patah Hati yah patah hati, Tapi tak juga kan menyiksa diri sendiri.."
Derasnya hujan tak lagi mengguyur badan gadis itu berbarengan dengan suara dingin seseorang.
Gadis itu menoleh kesamping dengan tatapan kosongnya lalu tersenyum kecut,Gadis itu langsung mengalihkan tatapannya lagi kedepan hendak beranjak.
Tapi tiba-tiba kepalanya sungguh pusing dengan penglihatan yang mulai kabur,tapi gadis itu terus berusaha berjalan membuat Seseorang yang memayunginya berdesak kesal.
Bruk...
Gadis itu oleng membuat Seseorang itu dengan sigap menangkap tubuh gadis itu supaya tak membentur jalan.Hingga gadis itu berada didalam dekapan seseorang yang sudah basah kuyup karna payungnya sudah entah kemana.
"Dasar gadis keras kepala.."
Umpat Seseorang itu sambil menggendong Gadis lemah keras kepala itu.
"Per..pergilah..Ak..ak.."
Lilir gadis itu pelan hingga kesadarannya benar-benar menghilang.Dengan cepat seseorang itu langsung membawa gadis itu kedalam mobil.
Sesekali orang itu melirik gadis yang pingsan dengan wajah putih yang sudah pucat dan bibirnya mulai membiru karna kedinginan.Membuat Orang itu panik langsung membawa mobilnya cepat membelah hujan.
__ADS_1
"Bang siapa wanita itu ??.."
Tanya Vina yang baru saja selesai memeriksa keadaan gadis itu.
"Abang juga tidak tau, Dek.Abang menemukannya sudah dalam keadaan begitu.."
Jawab Bagas seadanya membuat Vina berdecak kesal.Bagai mana mungkin sang abang membawa gadis dengan keadaan yang basah kuyup jika abangnya tak mengenali wanita cantik itu.
"Sepertinya wanita cantik itu sedang sedih,dari tadi Adek periksa bibirnya terus memanggil Mommy dan Daddy-nya.Dan sepertinya dia bukan orang Indonesia.Dari cara bicaranya mengigau sangat asing di pendengaran Adek seperti bahasa mana gitu, Adek tidak mengerti.."
Cerocos Vina sambil duduk di hadapan Bagas.Bagas hanya acuh saja mendengar omelan sang adik tampa peduli toh Bagas juga membawa gadis itu karna terpaksa .
Vina yang melihat abangnya hanya diam saja mengerucutkan bibirnya kesal.Abangnya yang satu ini sungguh pendiam tapi lebih baik dari pada abang satunya lagi si Pemarah.
"Bang..."
"Hemmz.."
"Bo..boleh Adek tanya sesuatu.."
Gugup Vina karna takut sang abang marah,Vina hanya penasaran saja kenapa Abangnya sampai masuk penjara.Dan ada hubungan apa abang-abangnya dengan Istrinya dokter Aiman.
Bagas yang mendengar nada bicara adiknya berbeda langsung meletakan ponselnya dan menatap lurus kedepan.
"Apa.."
Ucap Bagas melembut membuat Vina mersa lega.
Pertanyaan itu lolos begitu saja,yang sudah satu bulan Vina pendam.Menanyakan pada Bang Andi hanya mendapat pelototan saja semoga Bagas bisa menjawab pertanyaan yang begitu mengganggu pikiran Vina.
Bagas yang mendengar pertanyaan sang adik hanya diam,Dengan raut wajah yang berubah sedih,menyesal dan marah menjadi satu.
"Apa kamu akan membenci Abang jika abang menceritakan nya.."
"Mak..maksud Abang.."
"Abang sudah melakukan kesalahan besar, Dek."
Lilir Bagas menyesal membuat Vina semakin dibuat penasaran, Apa yang membuat Abang pendiamnya seperti itu.
"Jelaskan,Adek tidak Faham !! "
"Abang hampir saja Melecehkan wanita yang Abang cintai. "
"Apa !! "
Pekik Vina terkejut,bagai mana mungkin Abang pendiamnya bisa melakukan hal seperti itu,Pikir Vina tak percaya.
"Ab..abang jangan bercanda.."
"Kapan Abang berbohong.."
__ADS_1
Deg...
Seketika Vina terdiam menatap rumit wajah sang abang,siapa wanita yang Abangnya Cintai? Apa wanita itu, Dia ! .Jika benar, kenapa dunia ini sesempit itu,Kenapa Vina dan Abangnya harus menyukai orang yang tak tepat.
"Ja..jangan bilang kalau Wanita it..itu A....a..."
"Iya.."
Satu kata bagai ribuan panah menancap tepat di jantung Vina yang menggeleng tak percaya. Bagai Mana mungkin itu terjadi,Abangnya yang selalu dia bangkakan melakukan hal sekeji itu! . Bagai mana kalau itu terjadi pada dirinya sungguh Vina tak habis pikir,Perasaan Aisyah pasti hancur sama seperti yang Vina rasakan Walau tak sedalam Aisyah.
Abangnya yang selalu menghormati perempuan bagai mana mungkin menjadi seorang Predator ganas.
"Ma..ma'afkan Abang, Dek. Ab..aba.."
"Vina kecewa sama Abang.."
Ucap Vina gemetar menahan tangis sambil berlari kedalam kamarnya yanga ada dilantai satu.
Hancur sudah hati Vina mendengar kenyataan yang ada.Apa itu juga yang setiap hari dirasakan sang Mamah selalu menangis diatas sejadahnya.Jika Vina tanya sang Mamah selalu menjawab" Mamah hanya kangen pada Abang mu"
"Mah kenapa Ma..mah tak membagi sakit itu dengan Vi..vina..hik..hik..Mamah pasti sangat Kecewa.Vina juga sama Mah..Hik..Vina Kecewa sa..sama Abang.."
Lilir Vina gemetar, Vina seorang wanita merasakan apa rasa sakit itu.Bagai mana dengan Aisyah yang mengalaminya? . Sungguh Vina dibuat Malu sendiri,Wanita selembut dan penyayang Itu bagai mana mungkin mendapatkan hal yang menyakitkan.Pasti Aisyah mengalami hal-hal berat atas kejadian itu,Jerit batin Vina sakit membayangkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Vi..vina kecewa Bang.."
.
.
.
Bersambung...
.
.
Gimana Seru gak Geass.???
Jangan lupa terus dukung athor dengan cara
Like
Koemen
Vota
Terimakasih....
Sampai jumpa di Prat selanjutnya....
__ADS_1