Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 106 Nasehat abi Azam !


__ADS_3

Kehidupan berputar pada takdir-takdirnya sendiri. Berjalan beriringan dengan sebuah rintangan dan ujian.


Kehidupan bukan sekedar singgah tapi perjalanan yang harus kita lewati dengan garis Takdir-Nya.


Kita tidak tau apa takdir itu baik atau buruk menimpa kita, Kita hanya bisa menerima dan menjalani saja.


Begitulah yang Ais lakukan di hari-harinya yang penuh dengan warna luka liku kehidupan yang Ais rasakan bersama sang suami.


Suami yang selalu setia, selalu tegar tak pernah mengeluh sedikitpun bahkan Ais belum pernah melihat sang suami terpuruk kecuali ketika Mamah Dinda meninggal.


Sungguh kau adalah suami terhebat Ais dafatkan, membuat siapa saja akan iri dengan ketulusan Aiman, tapi bagai mana dengan pendengar dan pembaca?


Etttss... Ingat pasangan bukan sekedar kesempurnaan paras atau kedudukannya melainkan kesempurnaan hanya bagai mana kita menyempurnakan pasangan kita masing-masing halnya apa yang Aiman lakukan ! .


Ais berjalan memasuki rumah yang penuh kenangan masa kecilnya dulu, Rumah yang pertama kali memberikan ketenangan, kasih sayang dan cinta dari sang Umi.


Itu semua hanya akan menjadi kenangan terindah didiri Ais.


Tak ada satupun orang hebat didunia ini keculi sang Umi, dia mampuh menahan lelah demi mengurus anak-anaknya. Menahan sedih demi mengajarkan arti sebuah senyuman.


"Assalamualaikum... "


"Waalaikumsalam.. Teh, bang.. "


Jawab Air sambil mencium punggung tangan Ais dan Aiman bergantiaan. Begitupun Mona menangkupkan kedua tangannya di depan dada tanda memberi salam pada Aiman.


"Janganlah sungkan kamu adalah istri adikku jadi kamu juga adikku sendiri.. "


Ucap Ais sambil memeluk Mona yang nampak kikuk karna belum terbiasa.


"Wah Fatih makin ganteng aja, main yuk sama Om.. "


"Iya dong.. kan Fatih sama kaya Baba he.. he.. "


" Oh ya Dek, Abi mana?? "


"Abi ada di kolam belakang, lagi ngasih makan ikan. "


"Hubby Ais kebelakang dulu, Hubby langsung istirahat aja kekamar.. "


"Yasudah Hubby kekamar dulu menyimpan ini. "


Aispun langsung berjalan kearah kolam belakang dimana dulu Ais selalu menghabiskan waktu disana bersama sang Umi ketika sang Abi belum pulang dari kantor.


"Assalamualaikum Abi.. "


"Waalaikumsalam, Teh. Sini.. "


Jawab abi Azam tersenyum sambil menepuk kursi di sebelahnya.

__ADS_1


Ais mencium punggung sang Abi lalu duduk di sisi abi Azam.


"Kapan datang? "


"Barusan Bi, Wah ikan-ikannya semakin banyak Bi.. "


"Ya iyalah orang abi setiap hari kasih makan.. "


"Oh iya Teh, gimana kandungan teteh ? Baikan! "


"Alhamdulilalh Bi, doakan saja semoga kandungannya sehat selalu.. "


"Amin.. sauami dan cucu abi dimana ,Teh. ?"


"Oh itu, Fatih lagi main sama Om dan Tantenya, kalau Abang tadi kekamar dulu menyimpan tas.. "


" Assalamualaikum ,Bi ."


"Waalaikumsalam, Eh Nak.. "


Aiman langsung mencium tangan mertuanya dan langsung duduk di sisi kiri sang abi.


"Bagaimana kabar Abi, Maaf Aiman baru berkunjung. "


"Alhamdulilalh baik, Tidak apa-apa, Nak.Abi tau kamu pasti sibuk dengan pekerjaan kamu sendiri.. "


" Aiman sudah merasa sudah jadi menantu jahat ya Bi.. "


Puk.. puk...


Ucap Abi Azam tertawa lepas mendengar penuturan menantunya yang menurutnya lucu sambil menepuk pundak Aiman . Bagai mana mungkin abi Azam marah pada Aiman yang jarang berkunjung kerumah. Abi Azam tau kesibukan menantunya membuat abi Azam memakluminya.


Jutru abi Azam bersyukur mempunyai menantu seperti Aiman yang begitu menyayangi dan mencintai putrinya dengan segala kekurangannya.


"Justru abi harus berterimakasih pada kamu karna kamu sudah menjaga putri abi dengan Baik. Melindungi dan menyayanginya setulus hati kamu.Membuat hati abi tenang dan merasa bahagia karna putri abi yang manaja ini sudah menemukan pawangnya yang tepat.. "


"Doakan Aiman Bi, semoga Aiman bisa beriringan berjalan membawa keluarga Aiman sampai Jannah.. "


"Amin... Doa abi selalu menyertai kalian.. "


Percakapan sang Abi dan sang Suami sungguh membuat hati Ais bergetar hebat, dengan cairan bening yang begitu saja lolos dipelupuk matanya.


Ais memeluk sang Abi dari arah samping membuat abi Azam hanya tersenyum dan mengelus kepala putri manjanya itu.


"Kapan rencana kalain berangkat ke-Turki.. "


Deg...


Ais langsung mendongkak menatap sang Abi. Bagai mana abi tau kalau Huuby berencana pindah ke-Turki. Apa hubby yang sudah memberitahu abi, tapi itu gak mungkin! Tujuaan kesini kan baru mau membicarakan hal itu, Pikir Ais terkejut.

__ADS_1


"Ba.. bagai mana Abi tau! "


Abi Azam hanya tersenyum melihat keterkejutan sang putri, kalau dirinya memang sudah tau dari lama rencana itu.


"Ayah Ilham yang meminta izin langsung pada Abi satu tahun yang lalu, dan kemaren Ayah meminta izin lagi..."


"Ingat, Teh. Teteh bukan hak Abi lagi, yang berhak atas teteh sekarang adalah Aiman suami teteh. Jadilah istri sholehah yang patuh pada perintah suami jangan sekali-kali melawannya jika itu hal kebaikan. Tidak ada hak bagi abi untuk melarang teteh kemanapun teteh pergi, karna yang berhak itu Aiman.


Seorang istri harus ikut kemanapun suami pergi walau itu harus membuat teteh jauh dari abi, sungguh Teteh harus ingat ! Bahwa ridhonya Allah ada pada keridhoaan suami bukan lagi Kedua orang tua teteh.


Karna setiap anak perempuan sudah menikah maka tak ada hak lagi bagi kedua orang tuanya karna sesungguhnya putri mereka sudah milik suaminya. Jadi utamakanlah Ridho suami teteh tidak yang lain bahkan abi sendiri.


Berbeda dengan Air walaupun Air sudah menikah dia masih hak Abi dan Umi. Maka wajib bagi Air untuk tetep memulyakan kedua orang tuanya baru istrinya karna anak laki-laki tidak akan putus tanggung jawab walaupun dia sudah menikah. Berbeda dengan teteh maka sesungguhnya ketika Aiman mengucap Ijab Kobul dan para saksi mengatakan kata Sah maka detik itu juga seluruh tanggung jawab Abi berpindah pada Aiman.


Jadi pergilah kemana Aiman pergi ..."


Ucap abi Azam panjang lebar semoga putri manjanya itu mengerti akan posisi dirinya sendiri.


Ais yang mendengar nasehat sang Abi tak henti-hentinya menumpahkan air mata di pelukan sang abi.


Sungguh sang Abi adalah laki-laki pertama yang membuat Ais jatuh cinta dan laki-laki yang mengajarkan apa itu Cinta.


Tak ada laki-laki yang begitu hebat selain sang Abi dan kini Julukan itu ternyata sang abi sendiri menyerahkan bahwa Aimanlah laki-laki hebat itu bukan dirinya.


Tapi bagi Ais sang Abi dan sang Suami dua laki-laki hebat. Keduanya mempunyai tempat tersendiri dihati Ais.


Sungguh Ais bersyukur karna Allah telah memberikan anugrah yang luar biasa pada dirinya. Ternyata dibalik ujian yang Allah berikan Allah juga berikan laki-laki hebat suapaya mendampinginya secara bersamaan.


"Doakan Teteh Bi,semoga teteh bisa menjadi istri dan ibu yang baik buat suami dan anak-anak teteh.. "


"Amin.. "


"Jadilah kalain sepasang suami istri yang selalu saling menasehati satu sama lain, saling menggenggam, menyayangi, melindungi dan mencintai. Peganglah teguh syariaat-syariaat Nabi, insyaallah keluarga kalain akan Allah berkahkan. "


"Aiman abi titipkan putri abi pada kamu, dan kamu berhak atas dirinya sepenuhnya. Nasehatilah dengan lembut putri abi jika dia melakukan kesalahan,peluklah dia ketika dia sedang bersedih dan tersenyumlah katakan padanya bahwa semuanya akan baik-baik saja.. "


"Teteh jadilah istri penurut pada suami jangan sekali-kali menolak atau menentang apa yang suami teteh ucapkan. Genggam tangannya kemanapun Aiman pergi ,karna sesungguhnya surga teteh ada didalam ridho Aiman. ".


Ucap abi Azam lembut selembut alunan melodi yang menentramkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarnya.


.


.


.


Bersambung....


Gimana seru gak???

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, dan Vote nya Ok..


Terimakasih...


__ADS_2