Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 55


__ADS_3

Aiman begitu kesal pada sang istri karna tak kunjung datang padahal dari tadi Fatih menangis ingin menyusui membuat Aiman langsung menenangkan sang putra.


Karna terlalu lelah menangis baby Fatih sampai ketiduran di pelukan Aiman yang membawanya ketaman belakang agar tak mengganggu yang lain.


Melihat sang putra sudah tertidur Aiman langsung membawa sang putra kedalam dan menuju kamar sang istri yang ada di lantai atas apa lagi suasana sudah mau hampir magrib.


Ais berlari kencang menuju kamarnya, merasa bersalah karna sudah berjam-jam meninggalkan suami dan sang putra. Kecerobohan yang pertama kali Ais lakukan membuat dirinya sedikit takut akan kemarahan sang suami.


Perlahan Ais membuka pintu kamar dengan pelan lalu menutupnya kembali. Dilihatnya sang suami sedang berwirid diatas sejadah sedangkan Ais sudah sholat di musholah rumahnya.


Baby Fatih masih tidur membuat Ais merasa bersalah melihat sang putra sang masih sembab karna menangis apa lagi sang suami hanya diam dengan bibir masih berzikir.


Ais naik keatas ranjang karna melihat sang putra yang bergerak gelisah mencari miminya.


"Cup.. cup. Ini sama ummah, Nak. "


Ucap Ais memberikan mimi pada sang putra membuat baby Fatih dengan rakus menyedot miminya mungkin karna kehausan dari siang tadi Ais lupa memberikannya mimi.


Lama Ais memberikan asinya membuat baby Fatih tertidur semakin pulas ,kemudian Ais membenarkan tidur sang putra dan menyelimutinya.


"By.. "


Panggil Ais mendekati sang suami lalu duduk di sebelah Aiman.


"By.. "


"Hemmz.. "


"Marahnya? ma'afkan Ais.."


"Gak.. "


"By... "


Panggil Ais lagi sambil mengangkat tangan sang suami,Ais meletakan kepalanya di pangkuan sang suami lalu mencium tangan Aiman .


Aiman tetap diam karna masih kesal dengan apa yang sang istri lakukan. Bagai mana tidak baby Fatih dari tadi menangis tapi sang istri tak kunjung datang.


"Ma'afin Ais by, Jangan diamin Ais by.Hubby ayo bicara.. "


Rengek Ais sambil memeluk pinggang sang suami erat lalu berangsut duduk dipangkuan sang suami memeluk leher supaya sang suami luluh.


Aiman masih tetap diam dengan apa yang sang istri lakukan, sebenarnya dari tadi Aiman sudah geram dengan kelakuan istrinya.


Bagai mana Aiman bisa marah kalau sang istri terus merajuk dengan muka bak anak kucing yang menggemaskan.


"Ais ngaku salah by, tadi Ais memastikan sesuatu dengan adik ternyata benar apa yang selama ini Ais duga. Jadi jangan marah yah.. "


"Sampai lupa suami dan anak.. "


"It.. itu By kan Ais sudah minta ma'af. Ais janji gak akan ngulangi lagi ko.. suer... "


Sungguh Aiman dibuat gemas dengan tingkah sang istri, kalau begini caranya aku gak bisa ngambek lama-lama, batin Aiman kesal karna tak bisa marah atau kesal pada sang istri.


Ais mempunyai caranya sendiri merendam kemarahan dan kekesalan sang suami.


"Hubby yang ganteng sholeh suami Aisyah Khoer El-qolayuby,ma'afin istrinya yah..beneran janji gak akan ngulangin lagi.Hubby..."


Cup.. cup.. cup..


Rengek Ais terus meluluhkan sang suami sambil mencium seluruh wajah sang suami lalu membelay leher sang suami sensual.


"By ayolah... Hubby... bicara dong jangan diam mulu...kan dari tadi Ais udah minta ma'af. Hubby.. ah... ayolah bicara mau sampai kapan ini bibir masa rapet mulu.. "

__ADS_1


"Ih.. Hubby... hik.. bicara dong, Ais kan jadi bingung.. by... hubby... hubbemmz.. "


Cup..


Aiman langsung melahap bibir yang dari tadi terus mengoceh, membuatnya tak bisa marah lama-lama apalagi tinggkah sang istri yang sendari tadi membuatnya gemas.


Apalagi sudah membangunkan macan tidur dari tadi, sungguh Aiman dibuat kelimpungan dengan tingkah sang istri yang bisa saja membuat pertahanannya runtuh .


"Emmz By.. "


Erang Ais kehabisan nafas sambil memukul-mukul dada bidang sang suami yang selalu saja mencium bibir dirinya dengan rakus.


"Huh.. huh.. hubby jahat.. "


Ucap Ais ngos-ngosan dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus.


"Suruh siapa dari tadi menggoda mulu.. "


Cup...


Aiman langsung membungkam bibir sang istri kembali tak membiarkan sang istri mengoceh lagi.


"Emmmz.. "


Ciuman itu semakin dalam membuat Ais kelimpungan mengimbangi sang suami yang sudah menuntut lebih.


"By ..ud..udah adzan... "


Ucap Ais berusaha lepas dari sang suami membuat Aiman terpaksa melepaskan ciumannya. Lalu tersenyum menangkup wajah sang istri dengan tangan besarnya.


Cup...


Aiman mengecup puncak kepala sang istri lembut lalu mengelus bibir sang istri yang bengkak karna ulahnya.


"Ma'afkan Hubby kebablasan. Jangan ulangi lagi ok.."


"Pintar, sekarang kita sholat berjama'ah.. "


Aiman langsung beranjak kekamar mandi guna mengambil air wudhu begitupun Ais. Mereka langsung sholat berjama'ah dengan khusu.


Sudah selesai seperti biasa Ais langsung mencium punggung tangan sang suami begitupun Aiman mencium puncak kepala sang istri lembut.


"Sini By sama Ais aja bereskannya.. "


Ucap Ais sambil membereskan alat sholat lalu menyimpannya kembali ketempat semula.


"Teteh cepat turun waktunya makan malam..."


Teriak umi Rahma di bawah, Ais dengan cepat langsung membereskan semuanya.


"By ayo umi udah panggil tuh.. "


"Etts mau kemana? "


"Kebawah kan ! "


Bingung Ais kenapa sang suami malah menahannya dan mendudukan dirinya di sofa.


"Gak malu itu bibir masih bengkak, biar hubby aja yang kebawah bawa nasinya kesini.. "


Glek..


Ais menelan ludahnya kasar, bagai mana mungkin Ais bisa lupa kalau bibirnya masih bengkak karna ulah sang suami. Ah.. mengingatnya membuat Ais kembali memerah malu.

__ADS_1


"Ck. ini salah hubby.. "


"Tapi suka kan.. "


Goda Aiman langsung beranjak pergi , sedangkan Ais menutup wajahnya dengan kedua tangannya karna benar-benar malu.


Sungguh kenapa Aiman jadi semesum itu padahal dulu gak gitu,pikir Ais gak habis pikir dengan tingkah sang suami.


"Loh Nak, Ais nya mana? "


Tanya umi Rahma karna melihat Aiman doang yang turun.


"Ais lagi jagain Fatih Mi, jadi gak bisa makan di bawah. Aiman ini mau ngambil makannya di atas gak apa-apa kan Mi.. "


"Oh yasudah kalau begitu, yang banyak bawanya.. "


"Siap Mi, Aiman. keatas dulu.. "


Pamit Aiman ketika sudah mengambil nasi dan lauk pauknya, lalu kembali keatas dilihatnya sang istri sedang menyelimuti sang putra yang tidurnya kemana-mana.


"Makan dulu sayang.. "


"Iya By.. "


Ais langsung berjalan kearah sang suami yang duduk di sofa.


"Loh ko sepiring, Hubby gak makan? "


"Makan kan ini berdua aaaa.... "


Ucap Aiman langsung menyodorkan satu sendok kemulut sang istri.


"Biar sama Ais aja By.. "


"Aaaa.. "


Ais hanya pasrah menerima suapan yang diberikan sang suami yang tak mau ada kata penolakan. Sesekali Aiman juga menyuapi dirinya sendiri hingga nasi yang ada diatas piring sudah habis mereka makan.Aiman lalu menyimpan kembali piring kosongnya kebawah sambil membawa sebotol air minum.


"Sayang ngapain di luar, masuk yuk angin malam gak baik.. "


Ucap Aiman menghampiri sang istri yang berada di balkon.Sedangkan Ais hanya menggeleng saja tanda belum mau masuk.


"Suka.. "


Ucap Aiman sambil memeluk sang istri dari belakang, Ais hanya mengangguk saja dengan mata yang masih pokus menatap langit yang indah bertabur bintang-bintang.


"By.. "


Ucap Ais sambil berbalik menghadap sang suami kedua tangannya Ais lingkarkan kebelakang leher sang suami.


"Terimakasih atas semuanya, Ais tau hubby sangat sibuk sekali. Tapi hubby masih menyisikan waktu untuk merayain ulang tahun Ais di sini.. "


"Apapun untuk istriku.."


" I love you my husband . "


"You love me my wife forever. "


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote nya ok..


Terimakasih... man-teman...


__ADS_2