
Semuanya sudah berlalu dengan rasa sakit dan kepahitan. Seakan semuanya sirna diterpa angin yang memukul-mukul kenangan yang sangat menyakitkan itu.
Bahkan mentaripun ikut adil didalamnya menerpa wajah cantik imut yang sedang berseri menampakan gigi putih rapihnya.
Semua kesesakan itu seakan hilang sendirinya tampa di usir sedikitpun. Biarlah kenangan buruk itu ada di memori terdalam untuk dijadikan kekuatan bahwa kepahitan akan terasa manis jika kita terlalu menelannya dan berganti kebahagiaan.
Allah tidak akan menguji setiapa hamba-hambanya diatas ketidak mampuhannya, Seseorang di uji karna Allah tau kalau orang itu mampu menghadapinya.
Karna kehidupan itu berputar pada porosnya sendiri dimana kita cuma belajar bersabar dan ikhlas dalam semuanya.
Sesuatu yang diikhlaskan akan terasa nyaman menembus hati terdalam dan Allah gantikan dengan yang jauh lebih baik lagi dari kehidupan sebelumnya.
Itulah yang dirasakan gadis cantik berbalut gamis dengan kerudung panjang menghiasi mahkuta kepalanya.
Kedua matanya berbinar dengan tangan menggenggam lembut tiga benda kecil . Kedua kakinya melangkah menuju ruang kerja sang suami. Tombol hijau di tekan hingga lemari kamarnya berputar, nampak lah ruangan luas dengan lemari berjejer tinggi tersusun buku-buka rapih didalamnya.
"Hubby... "
Panggilan mengalun indah membuat Aiman yang sedang pokus menatap leptop langsung teralihkan. Bibir seksinya tertarik melihat bidadari dihadapannya dengan sama-sama tersenyum.
Ais melangkah masuk dengan senyum yang masih terukir indah di bibir mungilnya begitupun Aiman yang sangat bahagia melihat perubahan sang istri yang sudah bisa mengendalikan semuanya. Walau bertemu Bagas tapi Ais bersikap biasa seolah-olah tak terjadi apa-apa diantara mereka, reaksi itu membuat Aiman bahagia kalau istrinya benar-benar sudah dinyatakan sembuh dari teromanya.
Ais duduk diatas pangkuan sang suami membuat Aiman tersenyum dengan tangan membelit indah pinggang ramping sang istri.
"Ada apa hemmz..? "
Grep...
Bukannya menjawab Ais malah mengalungkan kedua tangannya kebelakang leher sang suami, Ais menatap lekat wajah tampan sang suami yang tak ada sedikitpun kecacatan dimatanya.
Ais semakin melebarkan senyumnya membuat Aiman tersenyum geli saja melihat tingkah manja sang istri yang semakin menjadi tapi Aiman menyukainya.
"Apa ada sesuatu yang membuat sayang sebahagia ini? "
"Apa! "
Tanya Aiman lagi tetkala sang istri mengangguk saja dan malah membelai rahang tegasnya.
Perlahan Ais membuka kaca mata yang tertenteng di hidung mancung sang suami.
"Ini ! "
Aiman menyerngit melihat sebuah kotak kecil yang sang istri tunjukan dengan mata binarnya.
"Apa ini, Hubby kan tidak ulang tahun! "
"Buka aja.. "
Perlahan Aiman membuka kotak kecil itu dengan pelan sambil mata terus menelisik tingkah sang istri yang terus tersenyum binar kebahgiaan.
Deg..
Aiman mengerjap-ngerjapkan matanya tetkala melihat tiga benda kencil didalam kotak itu yang semuanya bergaris sama.
"Sa.. sayang benarkah ini.. "
Lilir Aiman gemetar dengan mata yang berkaca-kaca.
"Alhamdulillah, iya. Fatih akan jadi Abang. "
Ucap lembut Ais sambil mengarahkan tangan besar sang suami keatas perutnya yang masih rata.
__ADS_1
"Subhanallah, Walhamdulillah, Walaillahailallah, Wallahuakbar.. "
Grep...
"Terimakasih Sayang.. "
Ucap Aiman gemetar bahagia karna sang istri hamil kembali dengan pelukan yang semakin erat.
"Aw.. "
"Kenapa sayang! "
Panik Aiman mendengar ringisan sang istri.
"Dedenya kejepit By.. meluknya jangan terlalu etar he.. he. "
Canda Ais membuat Aiman tersenyum geli saja.
Cup.. cup..
"Sehat-sehat yah anak Baba, jangan nyusahin Ummah..."
Ucap Aiman sambil mengecup perut rata sang istri membuat Ais mengelus rambut sang suami.
"Fatih sudah dikasih tau belum..? "
"Belum By, mungkin nanti pas Fatih ulang tahun.. "
"Satu minggu lagi. "
"Semoga Fatih gak marah yah By,dia mau punya adik. "
"Insyaallah tidak sayang, Semoga sayang sehat selalu yah dan baby.. "
"By.. "
"Ngantuk! "
"Yasudah tidur, hubby mau nyelesaikan pekerjaan hubby sebentar "
"Ais tunggu yah.. "
" Tidak usah sayang, sekarang kamu harus banyak istirahat apalagi tadi kamu kecapean kan habis bantu-bantu acara Pernikahan Ani "
Ucap lembut Aiman yang tak mau sang istri sakit. Tadi siang memang acara sakral bagi Ani melepas masa sendirinya. Membuat Ais harus mengurus beberapa perlengkapan.
" Tapi Ais bobonya ingin dipeluk hubby.. "
"By.. "
Pekik Ais kaget karna sang suami langsung menggendongnya.
Cup..
"Katanya mau bobo di peluk hubby, yah ayo. "
Ucap gemas Aiman sambil mengecub bibir sang istri sekilas. Lalu melangkah menuju kamarnya sendiri. Sedangkan baby Fatih dia sudah tidur sendiri dikamarnya sejak usia satu tahun kadang di kamar Ais juga.
Tapi baby Fatih lebih cendrum suka tidur dikamarnya sendiri apa lagi ada bi Sumi yang menemaninya.
"Sini "
__ADS_1
"Hubby mau ganti baju dulu.. "
Ais menggeleng.
"Hemz yah sudah sini.. "
Pasrah Aiman tak mengganti bajunya dan langsung naik keatas ranjang dengan kedua tangan direntangkan lalu Aiman menepuk dadanya pelan mengisyaratkan kalau Ais harus tidur diatas dada bidangnya.
Ais tersenyum karna itu tempat paforitnya dimana tempat itu membuat Ais nyaman dan terlindungi.
"Ais suka bau baju Hubby, setiap malam harus begini yah hubby gak boleh ganti baju harus langsung tidur.. "
"Tapi kan bau sayang, keringetan lagi. Ini masih mending karna hari libur jadi hubby kerja dirumah gak terlalu keluar keringat kalau hubby masuk kan pasti baju hubby bau keringat.. "
"Hemmz tapi Ais suka.. "
"Sitt.. "
Aiman menggeram tetkala sang istri terus mengdengus-denguskan kepalanya kebelahan dadanya hingga naik keleher apa lagi tangan lentik itu tak mau diam dengan satu tangan lagi memeluk rahang kokoh Aiman membuat Ais jadi di posisi diatas Aiman.
"Sa.. sayang hangan begini, Hubby gak nyaman... "
"Sa.. sayang.. "
Panik Aiman karna posisi sang istri begitu intim, Aiman menghela nafas pelan karna tak ada jawaban dari sang istri.
"Sayang.. "
"Huh.. "
Aiman membuang nafas dalam ketika melihat sang istri ternyata sudah tidur duluan. Dengan pelan Aiman membetulkan posisi sang istri supaya tidak diatasnya melainkan posisi miring dengan kepala Ais tidur dilengan kokoh Aiman.
Aiman membuka kerudung sang istri, nampaklah terurai rambut hitam lembut dengan bau shampo khas meruak di indra penciuman Aiman.
Perlahan Aiman menyelipkan helayan rambut yang menutupi wajah cantik sang istri.
"Kenapa kau begitu sempurna.. "
"Kepolosanmu menyimpan sejuta keteduhan, kemanjaanmu menyimpan sejuta kedewasaan dan kekanakan sifat mu menyimpan sejuta kebijakan. Terimakasih sudah mau bersabar dalam ujian ini! Kau adalah bidadari terhebat yang Allah berikan padaku. Dibalik keangkuhan, egois dan diam dirimu menyimpan sejuta kasih sayang dan cinta didalamnya bagi orang-orang yang sudah kau anggap mereka bagian dari hidupmu. Hatimu bak lembut sutra , tutur katamu bak melodi mengalun indah, dan akhlakmu bak syair yang selalu mengetuk hati. "
"Aku mencintaimu karna Allah semoga cinta kita suci dimata Allah, dan semoga Allah pisahkan kita oleh kematian. Jika kamu yang pergi duluan, bisakah kau menungguku di pintu surga untuk menyambutku kelak, tapi jika Aku masuk kedalam neraka maka tolonglah aku dengan genggaman lembut tanganmu. Dan jika aku yang mati duluaan bisakah kamu setia dalam penantian hingga Allah pertemukan kita lagi dalam keridhoannya! "
" Seni seviyorum meleğim hayat yolculuğum.. (Aku mencintaimu bidadari perjalanan hidupku....) "
"Mimpi Indah.. "
Cup...
Aiman mengecup puncak kepala sang istri lembut penuh kasih sayang dan cinta hingga kedua matanya terpejam menyusul mimpi sang istri.
.
.
.
.
.
Tamat atau bersambung Ya.???
__ADS_1
Jangan lupa terus Like, Komen, dan Vote
Terimakasih...