
Acara sakralpun telah usai di laksanakan,sekarang hanya tertinggal nampak-nampak wajah yang letih tapi tidak meninggalkan kebahagiaan.
Hingga malampun tiba dimana seluruh keluarga berkumpul di ruang utama. Canda tawa mewarnai ruangan itu tentunya yang menjadi bahan candaan adalah Ais, gadis manja, pecicilan,bar-bar, tapi sangat penyayang.
"Bang Am nanti harus banyak sabar yah, teteh itu orangnya manja banget, sampai-sampai helm juga pengen di pakaikan "
"Ha.. ha... ha... "
Ais hanya menatap tajam saudara kembarnya membuat semua orang malah tersenyum geli akan ekpresi wajah Ais.Sedangkan Aiman hanya tersenyum simpul.
"Oh yah nak,selanjutnya apa rencana mu? "
Tanya Azam membuat suasana nampak hening, Aiman melirik ke arah Ais lalu kembali ke pada Azam.
"Kalau Abi ngijinin Aiman besok mau bawa Ais ke rumah mamah Dinda di bogor sekalian jiarah dan emmmz lusanya Aiman ada seminar "
Deg...
Ais menegang di tempat, secepat itukah Ais pergi dari rumah Khoer tidakah satu minggu lagi atau satu bulan tinggal kenapa secepat itu.
Sanggupkah Ais jauh dari keluarga,! keluarga yang mengajarinya arti cinta dan kasih sayang, rasanya sungguh Ais gak bisa jauh dari abi dan umi-nya. Apa lagi sama adik kembarnya.
"Kalau abi dan umi mengizinkan saja toh itu sudah menjadi tanggung jawab nak Aiman membawa kemanapun Ais "
"Aduh Abi kok gitu bilangnya.. " batin Ais.
"Tapi bagai mana dengan kuliah Ais? "
"Insyaallah kuliah Ais di lanjut disini,sekalian Aiman mau membereskan beberapa urusan di Indo "
"Apa"
Pekik Air dan langsung mendapat tatapan tajam dari Azam dan Rahma membuat Air menunduk kembali medangkan Aiman hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Maksud Aiman.Kalau Ais gak keberatan lanjut S2 di Turki kar... "
" Kenapa gak di sini saja bang "
Potong Adam yang ikut nimbrung sedangkan Ais dari tadi hanya diam saja mencerna semuanya walau hatinya nampak gelisah.
Aiman terdiam bingung harus bicara apa tapi Aiman harus jujur supaya tidak ada kekewatiran di hati kedua mertuanya.
"Karna tahun depan Ayah akan istirahat mengurus Rs jadi Aiman di suruh gantiin ayah "
"Wow... bang Am keren.... "
Pletak...
"Awww...kenapa bang Air pukul dede sih! kan dede gak salah.Emang bang Am keren kan seorang lulusan Hukum dan Ekonomi ,bang Am bilang kan tadi akan gantiin Om Ilham di Rs berarti bang Am lulusan.... "
Sekarang semua mata tertuju pada Aiman begetupun Ais yang nampak terkejut. Bagai mana bisa, usia 19 tahun sudah sarjana? pikir Ais.
Aiman hanya tersenyum manis tidak menyangka akan reaksi keluarga istrinya. Identitas yang selama ini Aiman jaga harus terbongkar. Apa harus, batin Aiman.
__ADS_1
"Psikolog"
Duarrrr....
Semua orang terkejut mendengar ucapan Aiman sungguh luar biasa.Bagai mana mungkin usia yang masih remaja sudah mempunyai gelar master begitu.
Ternyata Aiman termasuk kedalam Buku catatan orang yang mempunyai IQ tinggi sebuluh orang di Dunia.
Luar biasa bukan! sungguh beruntung Ais mendapatkan Aiman.
"Tung... tunggu.. "
"Kenapa? "
Tanya Azam dengan keheranan Air, apa lagi Air terus menelisik Aiman membuat Aiman salah tingkah.
"Ah... sudah malam sebaiknya pengantin segera istirahat "
"Jangan dulu... "
"Kenapa Dek..? "
Kini Ais yang bertanya karna menangkap sesuatu dari pikiran Air.Saudara kembar itu seperti mempunyai ikatan batin.
"Emmz... jika bang Am sudah jadi master lalu.. kenapa bang Am kuliah lagi di sini ?"
Jder....
Kini giliran abi Azam dan umi Rahma yang terkejut baru ingat bahwa Aiman masih kuliah di kampus yang sama dengan anaknya.
"I.. itu.. ehhmmz itu... "
Dret... dret..... dret....
"Selamat.Terimakasih ya Allah"
"Aiman ijin mau ngangkat telepon"
Aiman langsung berdiri sambil mengambil ponselnya yang ada di atas meja lalu berjalan keluar.
Tak lama nampak raut wajah Aiman berubah jadi kelam, entah siapa yang menelepon dan apa yang mereka bahas hingga membuat susana hati Aiman kelut.
Semoga saja tidak terjadi apa-apa dan hanya Aiman dan Allah yang tau.
Tidak lama Aiman masuk kedalam lagi dengan merubah raut wajah seperti biasa. Di ruang utama ternyata masih ada abi Azam seorang entah kemana manusia yang lain pastinya mereka istirahat karna sudah malam .
"Nak kamu langsung saja ke kamar Ais, yang lain sudah pada istirahat"
Ucap Azam di angguki oleh Aiman dan langsung pergi ke atas menaiki anak tangga dimana kamar Ais berada.
"Yang mana kamarnya yah"
"Kata abi tadi di sebelah kanan kalau yang kiri itu kamar Air"
__ADS_1
Dengan langkah pelan Aiman mendekati pintu kamar Ais, ada ke gugupan di diri Aiman.
Tok.. tok...
"Masukkk"
Teriak Ais dari dalam membuat Aiman menghela nafas, perlahan Aiman masuk dan menutup pintu kembali. Aiman melebarkan pandangannya ke penjuru kamar Ais dimana terdapat kasur berukuran sedang,lemari,meja rias,meja belajar, rak buku dan satu shofa.
Aiman tersenyum geli melihat cet yang Ais pakai di dinding kamarnya ternyata cet berwarna hitam dan abu-abu.
"Tingkah manja tapi berbeda jauh dengan kesukaan"
"Marilah kita mulai hidup baru, dan sikap, karakter apa yang akan aku ketahui dari diri kamu.. "
Gumam Aiman sambil tersenyum melihat poto kecil Ais yang sama persis di layar ponselnya.
"Menggemaskan.. "
"Bilang apa? "
"Emmz tidak.. "
"Ini.. "
Aiman menatap heran Ais yang memberikannya baju tidur dirinya, perasaan Aiman tidak membawa baju tidur bagai mana baju tidurnya ada di sini, pikir Aiman dalam kebingungannya.
"Emmz siang tadi Ayah yang memberikan baju ini"
"Te.. terimakasih"
Ucap Aiman sambil berjalan masuk ke kamar mandi sedangkan Ais hanya terkekeh pelan. Bagai mana mungkin laki-laki dingin, coll dan berkarisma menyukai micky mouse, pikir Ais menggeleng-gelengkan kepala karna baju tidur yang ayah Ilham beri bergambar micky mouse.
Ais menatap pantulan dirinya di cermin sambil tersenyum dan memegang kerudung.
"Buka,tidak...buka, tidak... "
Ais terus mengulang-ngulang karna gugup,tapi Aiman kan sudah menjadi suaminya maka halal bagi Aiman melihatnya.
Hingga Ais di buat menegang melihat pantulan suaminya yang sudah keluar dari kamar mandi dengan baju tidur yang menempel di badannya membuat Ais ingin tertawa tapi sekuat tenaga ditahannya.
Ais berbalik melihat Aiman yang sudah duduk di sisi ranjang. Apa aku harus tidur seranjang, ah.. tapi malu. bagai mana mengatakannya, batin Ais.
"Saya tidur di lantai saja "
"Jangan.. "
Pekik Ais masa membiarkan suami tidur di bawah.
"Emmmz tidur di kasur saja, Ais.. tidur sebelah kiri.. itu... tidur sebelah kanan.. "
"Yasudah... "
Mereka tidur sangat berjauhan karna masih merasa canggung dan belum nyaman keduanya saling membelakangi.
__ADS_1
"Khumairo.. "
Deg...