Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Episode 130 Lahirnya baby Emira Halime Sky Mahmued


__ADS_3

Seseorang sedang tersenyum menikmati suasana pagi di Istanbul. Hawa dingin meruak masuk kedalam pori-pori kulitnya walau tubuhnya sudah dibalut mantel tebal.


Srett...


Senyum itu semakin melebar merasakan tangan memeluk perut buncitnya dari belakang. Disenderkannya tubuh pada dada bidang sang suami, rasanya pelukannya memberi kehangatan pada tubuhnya.


"Awws... "


"Astagfirullah.. sayang kamu kenapa? "


"Stt.. By.. perut Ais aws.. "


Ringis Ais memegang perut buncitnya, rasanya sangat sakit seperti ada sesuatu yang memaksa keluar.


"Hiks... by... awss... "


" Sayang sepertinya ini mau melahirkan.. "


Ucap panik Aiman langsung menggendong sang istri, Aiman bisa merasakan ada cairan dingin yang terasa dikulit lengannya.


Ais terus saja meringis sambil mencengkram erat pundak sang suami, rasanya sakit yang tak terkira. Nafas Ais mulai tersendat-sendat membuat Aiman semakin panik.


"Ayah... "


Teriak Aiman membuat ayah Ilham langsung terperanjat kaget mendengar teriakan putranya.


"Astagfirullah,Nak. "


Ucap ayah Ilham langsung berlari menghampiri sang putra. Ayah Ilham dengan cepat membuka pintu utama dan menyuruh sang supir untuk menyiapkan mobil.


Baru saja Emely mau memarkirkan mobilnya dirinya dibuat terkejut melihat kepanikan Aiman yang menggendong istrinya dengan cepat Emely memarkirkan mobilnya tepat di depan Aiman.


"Kak cepat masuk.."


Tampa menunggu lama ayah Ilham membuka pintu bagiaan belakang membuat Aiman leluasa untuk masuk, sedangkan ayah Ilham duduk di kursi depan.


"Kalau cucuku sudah bangun, antarkn dia kerumah sakit."


Ucap Ayah Ilham pada salah satu penjaga.


Dengan cepat Emely melajukan mobilnya lagi, niatnya mau memberikan berkas-berkas yang ayah Ilham pinta nyatanya Emely disuguhkan dengan pemandangan entah apa.


Jeritan kesakitan Ais begitu nyaring dipendengaran Emely ada rasa iba dihatinya melihat perjuangan Ais.


"Sayang terus istigfar ya.. insyaallah rasa sakitnya akan berkurang... sitt.. "


Ucap Aiman tertahan ketika sang istri menjambak rambutnya, tapi Aiman tidak marah justru Aiman merasa sedih tak bisa untuk sekedar mengalihkan rasa sakit yang dirasakan sang istri.


"Huh... hiks.. By.. sakit... hua... sakit.. "


"Sayang tahan ya.. sebentar lagi kita sampai. Sabar ya demi anak kita.. "


"Tapi ini sakit by.. hua.. hua.. "


Aiman semakin kelabakan dengan serangan sang istri hingga mobil yang Emely kendarai sampai diparkiran rumah sakit.


Dengan cepat ayah Ilham keluar, melihat siapa yang datang para suster dan dokter menunduk hormat. Tapi mereka semua terkejut melihat siapa yang keluar lagi dari pintu mobil belakang hingga mereka saling bertabrakan saking terkejutnya.


Vina yang melihat kegaduhan di area parkir langsung berlari memeriksa seketika matanya melotot melihat siapa yang datang dengan cepat Vina mendorong brankar menuju Aiman yang menggendong sang istri.


"Dok, letakan disini. "


Tampa di perintah lagi Aiman langsung menidurkan sang istri di atas brankar ketika Aiman akan bangun sang istri malah menarik pundaknya membuat Aiman terhuyung kedepan.


Para suster langsung melotot melihat adegan tak senonoh di depan matanya padalah yang terjadi bukan sebenarnya. Ais hanya menelusukan kepalanya di leher sang suami sambil mencengkaram erat punggung sang suami menahan rasa sakit yang tiada tara.


Dengan susah payah Aiman berjalan berbareng brankar di dorong. Nyatanya Emely sudah mempersiapkan ruang persalinan bersama ayah Ilham dan dokter kandunganpun melesat masuk.

__ADS_1


Ayah Ilham, Emely dan Vina keluar tinggallah Aiman didalam menemani sang istri.


Sang dokter langsung memberi arahan pada Ais dan Aiman, dengan ringisan Ais masih bisa mengangguk dengan penampilan Aiman yang sudah tak terbentuk lagi akibat jambakan, gigitan dan cakaran sang istri di rahang, pundak, lengan, punggung dan kepalanya.


Rasanya Aiman begitu pusing dan nyeri demi sang istri Aiman menahannya asalkan itu bisa mengurangi rasa sakit sang istri.


" Tarik nafas lalu keluarkan dari mulut.. "


"Dorong perlahan.. "


"Huhu.. huh... by... hiks... sakit... Ah... "


Ea... ea.... ea....


"Semalat Dokter Aiman, baby anda perempuaan.. "


Tangisan baby begitu nyaring terdengar membuat ayah Ilham bernafas lega begitupun Emely dan Vina.


Aiman menitikan air mata tetkala baby sudah keluar dengan selamat, tak henti-hentinya Aiman mengucap syukur atas kenikmatan yang Allah beri sambil mencium seluruh wajah sang istri.


"Terimakasih sayang sudah berjuang.. "


Ais hanya tersenyum haru melihat air mata yang keluar dari pelupuk mata sang suami. Rasanya Ais ingin minta maaf melihat keadaan sang suami yang berantakan karna kelakuaannya.


"Silahkan diadzani ,Dok. "


Ucap salah satu suster memberikan baby mungil begitu menggemaskan yang sudah dibersihkan.


Dengan gemetar Aiman mengambil baby mungil itu yang masih terpejam.


Aiman langsung mengadzaninya, sudah selesai lalu Aiman mengecup puncak kepala sang putri. Aiman mendekatkan sang putri dengan Ais dan meletakannya di dada Ais, baby itu menggeliat kecil seakan tau kalau itu ibunya.


Sesudah membersihkan semuanya Ais dipindahkan keruang VIP.


Ayah Ilham tersenyum tetkala pintu ruang persalinan dibuka, keluarlah dokter diikuti para suster yang mendorong brankar Ais. Sedangkan Aiman menggendong sang putri berjalan di sisi kanan sang istri.


"Sebuah kehormatan bagi saya bisa membantu lahirnya keterunan kedua keluarga MAHMUED. "


Ucap sang dokter tersenyum pada ayah Ilham lalu pamit pergi.


Ayah Ilham langsung bergegas keruang dimana sang menantu berada.


"Kakek.. "


Belum sempat melangkah ayah Ilham berbalik mendengar panggilan dari cucu pertamanya. Nampaknya Fatih baru datang bersama bi Sumi. Aiman sengaja mengajak Bi Sumi dan pak Muh ke-Turki karna Fatih yang meminta sedangkan Badar masih di Indonesia menjaga rumah Aiman.


Grep...


Ayah Ilham menggendong cucu gantengnya sambil berjalan menuju ruang VIP.


"Kata Nenek, ummah sudah melahirkan dedek yah, Kek.. "


"Iya sayang, ayo kita lihat adik cantikmu. "


Fatih mengangguk penuh antusias di gendongan sang kakek.


Emely dan Vina sudah berada didalam ruangan itu, Vina nampak bahagia melihat baby mungil yang begitu cantik. Sedangkan Emely hanya diam entah apa yang harus dia ucapkan, Ais yang melihat itu hanya menghela nafas pelan dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Assalamualaikum.. "


"Waalaikumsalam.. "


Jawab semua orang yang ada didalam ruangan VIP, Ais tersenyum melihat kedatangan sang putra dan bi Sumi.


"Ummah tidak apa-apa ! mana adik Fatih ? "


Ucapan sang putra membuat Ais tersenyum geli, nampaknya sang putra begitu antusias menyambut kedatangan adiknya.

__ADS_1


"Ummah tidak apa-apa sayang.. Itu adiknya lagi di gendong sama Anty Emely "


"Anty Fatih pengen lihat Adik.. "


"Ini sayang... "


Emely langsung berjalan kearah Fatih sambil sedikit membungkuk, Fatih mencium kepala sang adik sambil mengelus pipinya pelan.


Aiman yang melihat apa yang dilakukan sang putra tersenyum begitupun Ais yang bersandar di dada bidang sang suami.


"Selamat ya sayang, Emmmz... apa sudah dikasih nama ? "


Ucap ayah Ilham sambil duduk di sisi brankar sang menantu. Vina dan Fatih masih asik melihat baby mungil yang sesekali menggeliat digendongan Emely.


"Belum, Yah. Aiman mau Ais saja yang memberikan namanya! "


"Hah ko Ais sih By.. Hubby aja atau Ayah! "


" Tidak sayang, pas Fatih kan hubby yang ngasih nama sekarang giliran sayang. Yang terpenting harus ada Nama Mahmuednya. "


Ais nampak berpikir, nama apa yang cocok untuk putrinya! seketika terlintas dalam pikiran Ais membuat Ais langsung tersenyum.


"Emely.. "


"Iya Kak.. "


Jawab Emely langsung mendekat dengan Fatih berada dalam gendongan Vina.


"Maukah kamu memberikan nama untuk putriku. "


"Hah.. "


Emely begitu terkejut mendengar apa yang Ais katakan rasanya Emely tidak percaya dengan apa yang Ais ucapkan.Bagai mana mungkin Ais mengijinkan dia memberi nama pada putrinya setelah apa yang Emely lakukan dulu.


"Tap.. "


Emely terdiam melihat wajah memohon Ais, Emely melirik pada Aiman dan ayah Ilham. Aiman dan Ayah Ilham hanya mengangguk saja tanda setuju dengan usulan sang menantu.


Emely langsung terdiam sambil berpikir nama apa yang cocok bagi keponakan cantiknya itu.


"Emira Halime ! "


"Apa artinya ? "


" Putri kerajaan yang lemah lembut.. "


Seketika senyum Ais mengembang membuat sang suami hanya diam saja.


"Emira Halime Sky Mahmued. "


"Putri kerajaan langit yang lemah lembut dan terpuji.. "


Ucap Aiman dan ayah Ilham membuat Ais mengangguk sambil tersenyum.


" Jadi cucu kakek sekarang sudah punya nama EMIRA HALIME SKY MAHMUED "


Cup....


Emely tak bisa lagi membendung rasa harunya mendengar nama yang dia berikan ternyata disukai oleh Aiman, walau nama itu penggabungan nama yang Emely berikan dengan nama yang Ais sebutkan.Emira Halime dan Sky Mahmued dua nama menjadi satu.


Emira Halime Sky Mahmued.


.


jangan lupa Like, Komen, Hadiah dan Vote ya..


Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2