Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 26


__ADS_3

Tak henti-hentinya cairan bening itu keluar dari pelupuk mata Ais, dadanya begitu sakit mendengar kenyataan yang ada.


Apa Ais harus bahagia atau sedih semuanya menjadi satu,membuat Aiman paham bagai mana posisi sang istri.


Ais dari tadi tak henti-hentinya menangis di pelukan sang suami membuat Aiman tidak tega tapi bagai mana lagi. Apa Ais harus marah atau apa?? kenapa keluarganya tega menyembunyikan hal sebesar itu darinya.


Apa ini jawaban dari kegelisahan Ais selama ini dan kenapa juga sang suami ikut-ikutan menyembunyikan semuanya. Ini sudah satu bulan tapi Ais baru di kasih tau!! mereka pikir Ais siapa??,batin Ais nyeri.


Aiman hanya meringis saja tetkala sang istri memukul-mukul dadanya tapi tetap Aiman mempererat pelukannya walau dadanya sudah merasa sakit.


"Ke.. kenapa hu.. hubby jahatttt.. hik... "


"Ini yang terbaik untuk khumairo, Ma.. maaf.. "


"Hik... jahat... "


"Maaf kan hubby, ini permintaan abi dan umi.. "


"Kalian hik... jahattt ke.. kenapa harus menyembunyikannya... pas.. pasti adik membutuhkan Ais... "


Bentak Ais memberonta di pelukan Aiman membuat Aiman merasa sakit karna pukulan tangan Ais ke dada dan lehernya membuat Aiman menengadah.


"Awss... "


Ringis Aiman sambil melepaskan pelukannya membuat Ais terdiam sambil sesegrukan karna tangis.


"Hubby minta maaf, cobalah khumairo mengerti... "


Ucap lembut Aiman membuat Ais mundur tetkala Aiman mau meraih tangannya.


"Ta.. tapi kenapa harus di sembunyikan ini sudah satu bulan ap.. apa.. adik.. mengalami kec.. kecelakaan parah ??"


Tanya Ais emosi menyelidik membuat Aiman diam sambil menatap sayu wajah sang istri yang sudah memerah dengan mata bengkaknya.


"Air ko.. koma... "


Deg....


Lagi-lagi Ais terkejut dengan kenyataan yang ada, kenapa semuanya berbohong.Bahkan suami Ais sendiri melakukannya. Kedua mata Ais semakin memerah dengan sorot mata rumit membuat Aiman kewatir.


Ais gadis yang keras kepala dan tempramen seperti Rahma, itulah salah satu kenapa umi Rahma menyembunyikan semuanya karna tak mau kesehatan Ais terganggu.


"Khumairo mau kemana ?? "


Teriak Aiman mengejar sang istri yang lari keluar dengan sempoyongan dan sesekali hampir menabrak barang yang ada.


Grep...


Aiman memeluk erat Ais dari belakang membuat Ais memberonta sangat sakit.Ais ingin melihat keadaan sang Adik.


"Le.. lepas... "


Bentak Ais gemetar membuat Aiman sedikit kaget, tak pernah sang istri bersikap kasar seperti itu.


"Lepas Ais ingin pulang... "

__ADS_1


Ucap Ais melemah tersadar dengan apa yang Ais lakukan sudah membentak sang suami.Apa lagi merasakan pelukan tangan Aiman mulai mengendor.


"Tapi hubby mohon tenangkan diri khumairo... "


Lilir Aiman memohon dengan tatapan sendunya.


"Khumairo boleh marah pada hubby tapi jangan pada abi dan umi.. "


"Abi dan umi melakukan ini semua demi kebaikan khumairo, umi hanya tak ingin kesehatan khumairo terganggu.... sayang... mengertilah mereka. Umi hanya ingin khumairo pokus sama kesehatan khumairo tampa ada hambatan... Maafkan hubby... "


Deg....


Ais tertegun dengan semuanya, apa yang uminya pikirkan. Kenapa Ais tak menyadarinya disini umi Rahma lah yang paling terpukul bukan Ais.Tapi tetap saja Ais merasa kecewa kenapa tidak memberitahu nya dari awal.


Seorang ibu hanya ingin anak-anaknya bahagia, tak ada beban dan pikiran semua itu demi kebaikan anak-anaknya. Hanya saja terkadang sebagai seorang anak kita sering tak menerima dan menyalahkan semuanya.


Pantaskah Ais menyalahkan umi dan abinya ?? mereka pasti sedih. Dan apa yang sudah Ais lakukan membentak sang suami karna amarah yang meluap ! sungguh itu hanya emosi.


Pikiran Ais jauh melayang membuat kepalanya pusing,rasa marah, sedih, kecewa dan penyesalan bercampur jadi satu.


Ais menggeleng-gelengkan kepala mencoba memahami semuanya dan benar-benar merasa bersalah karna sudah membentak sang suami.


"By.. "


Lilir Ais membalikan badannya menghadap sang suami, Aiman hanya tersenyum saja membuat hati Ais nyeri. Bangai mana bisa Aiman masih bisa tersenyum tetkala sudah di bentak dan di pukul oleh sang istri membuat dada,leher dan lengannya begitu sakit.


"Ma.. maaf, Apa ini sakit?? "


Ucap Ais gemetar mengelus dada dan leher Aiman yang manpak merah membuat Ais dilanda bersalah, apa yang Ais lakukan justru membuat Aiman berdesir hebat. Gerakan tangan lentik itu membuat Aiman meradang membuat Ais merasa bersalah membuat sang suami kesakitan.


"Graahhhmmmz... "


Aiman hanya menggeleng saja, bukan rasa sakit karna pukulan yang Aiman rasakan tapi sakit yang lain.


Gerp....


Aiman menarik pinggang sang istri agar lebih dekat dengannya hingga tubuh mereka menempel sempurna, jakun Aiman naik turun melihat tatapan bersalah sang istri .


"Apa khumairo mema'afkan hubby... "


Gumam serak Aiman, Ais hanya mengangguk saja.


"Apa masih marah sama Umi dan Abi.."


Dengan cepat Ais menggeleng membuat Aiman tersenyum merekah, Aiman menghapus cairan bening di pipi sang istri dengan lembut.


Cup....


Kecupan lembut Aiman berikan di kedua mata Ais membuat Ais begitu nyaman apalagi dengan sapuaan nafas Aiman yang wangi mint.


"Hubby mencintai khumairo... "


"Sa.. sama.. "


"Menyayangi... "

__ADS_1


"sama... "


"Menginginkan.."


"Sa... s... "


Deg....


Seketika tubuh Ais menegang dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus. tetkala Aiman menatap Ais penuh damba.Ais paham akan tatapan itu ! apa harus ? bahkan tadi mereka sedikit bertengkar.


"Bo.. boleh kah....?? "


Ais hanya mengangguk ragu membuat Aiman kembali tersenyum dengan wajah yang berseri.


"Ad.. ada syaratnya... "


Seketika senyuman itu menghilang tetkala Ais memberi syarat, tidak tahu kah Ais bahwa Aiman sudah kesakitan?. Ais tersenyum saja ketika melihat perubahan wajah sang suami.


"Apa.. "


"Besok kita ke Bandung... "


"Ahhhh... "


Ais menjerit ketika Aiman malah menggendongnya membuat Ais langsung mengalungkan kedua tangannya kebelakang leher Aiman.


Kedua mata mereka saling tatap penuh cinta dan damba, hingga mereka menghabiskan malam penuh cinta di saksikan cahaya rembulan dengan segelintir angin yang nampak malu-malu menerpa kordeng putih hingga melambai-lambai.


Fabiayiallairabikumatukadziban (Nikmat tuhanmu yang mana yang telah kau dustakan) .


Indahnya punya pasangan yang saling mengerti satu sama lain, berbagi kasih dengan penuh pujaan.


Kebahagiaan menghampiri mereka walau harus ada sedikit pertengkaran membuat mereka sadar bahwa mereka saling membutuhkan,mengikat dan melindungi.


Pasangan bukan sekedar kesempurnaan tapi bagai mana kita membuat pasangan kita sempurna dengan kekurangannya.


Itulah yang selalu diajarkan Rosulullah, kalau kaum laki-laki harus bisa menjadi pemingpin yang baik bagi keluarganya, mencintai dan menyayangi.


Seperti halnya Syaidina Ali bin Abi tholib mencintai Syaidah Fatimah binti Rosulullah ,bahkan pada siwakpun Ali cemburu.


" Engkau setiap saat selalu menempel di bibir istriku, maka jika engkau adalah musuhku maka pertama yang akan aku bunuh adalah kau(siwak)"


Itulah bukti cinta Syaidina Ali pada Fatimah, tinggal kita harus bisa mencontohnya.


Bahwasanya perempuaan itu harus di jaga, di cintai, disayangi dan dilindungi.


Jika wanita marah maka kaum laki-laki harus bisa merendamnya dengan kelembutan begitupun sebaliknya.


.


.


.


.

__ADS_1


Sudah bacanya???


jangan lupa untuk selalu like, komen vote dan sub yah....


__ADS_2