
Suara tembakan terdengar nyaring dimana-mana ,seluruh bodyguard terus menyerang anggota yang serba hitam yang entah datang dari mana datangnya. Bahkan pasukan yang menjaga1000 orang sudah dilumpuhkan dan tersisa puluhan saja dengan bodyguard yang ada didalam ruangan khusus yang orang lain tidak boleh masuk.
Dengan gesit para Anggota Aiman melompat dan menghindar dari tembakan musuh, ditangan masing-masing pasukan Aiman memegang sebuah serbuk dan cairan yang akan melumpuhkan lawan tampa harus membunuh.
Serbuk dan cairan itu tidak berbahaya karna sudah di racik khusus oleh Aiman sendiri. Serbuk dan cairan itu hanya akan membuat pingsan selama kurang lebih 12 jam saja selebihnya mereka akan tersadar kembali.
Itulah cara Aiman bertarung tidak bertumpah darah, walau bagai manapun Aiman tidak mau membunuh orang walau orang itu mendholiminya. Hanya saja jika posisinya sedang dalam bahaya dan terancam makan para Anggota Aiman boleh membela diri dengan balik menyerang.
Hingga tinggal beberapa bodyguard yang sedang menghalangi pintu besar dibelakangnya dengan tangan yang memegang senjata api.
"Minggir jika kalian tidak mau bernasib sama seperti mereka.. "
Suara dingin terkesan ancaman membuat bodyguard itu sedikit ragu sambil melirik dimana para temannya sudah tergeletak, tapi bodyguard itu sedikit ragu.
Wuss.....
Aiman melompat secepat kilat membuat para bodyguard itu terkesiap melihat jurus yang Aiman gunakan.
Bruk.. bruk....
Para bodyguard itu langsung pingsan entah apa sebabnya dan apa yang Aiman lakukan pada bodyguard itu.
Sedangkan yang ada didalam ruangan khusus itu merasa aneh karna tidak ada suara tembakan lagi, dan sialnya Mereka tidak bisa melihat sisitivi karna jaringannya sudah rusak.
Tuan besar para bodyguard itu begitu marah dengan mata menatap tajam para bodyguard nya mengisyaratkan untuk mengecek keadaan diluar.
Dan Tuan itu kembali menatap tajam bocah kecil yang dengan santai membalas tatapan laki-laki yang ada didepannya itu.
Tidak ada sedikitpun ketakutan pada diri bocah tengil itu yang ada matanya terus berputar melihat bagai mana alat-alat dihadapannya bekerja hingga bocah itu menemukan kejanggalan.
Tut... tut...
"Hey apa yang kau lakukan pada istrikuu... "
Bentak Tuan besar itu semakin menyala melihat bocah tengil itu mencabut salah satu kabel dan selang yang menyambung pada tabung dimana ada seorang wanita didalamnya yang masih terpejam.
Grep...
Bruk...
Belum sempat menyelesaikan ketikannya bocah tengil itu sudah dulu di cekal dan dilempar jauh melayang kearah dingding hingga tubuh bocah itu mendarat dipelukan Aiman. Jika saja Aiman tidak cepat melompat menggunakan jurusnya maka nyawa sang putra dalam bahaya.
"Apa yang kau lakukan pada istriku... ah... "
Jerit Tuan besar berusaha menghentikan sang istri yang kejang-kejang seiring detakan jantung semakin melemah, bahkan darah segar keluar lewat hidung ,telinga dan mulut. Membuat amarah laki-laki itu semakin besar, rasa takut, panik bercampur menjadi satu hingga dia seakan sudah gila saja melihat keadaan sang istri yang sekarat.
"Kau.. "
Dorr...dor...
Dua peluruh melesat begitu saja membuat Aiman dengan cepat melompat dengan Fatih berada dipelukannya. Aiman terus saja menghindar karna takut sang putra tertembak.
Gerakan cepat membuat para bodyguard dan anggota Aiman terpesona dengan gerakan yang Aiman lakukan.
Tuan besar melihat itu semua semakin murka dan terus membabibu menyerang Aiman.
Bruk...
"Baba tidak apa-apa.. "
__ADS_1
Tanya panik Fatih merasakan tangan sang Baba mengenai ujung meja. Aiman bersembunyi dibalik meja itu.
"Baba Fatih merasa ada yang salah sama alat itu.. "
"Baba tau , Fatih suntikan ini dibagiaan jantungnya dan Baba akan mengalihkan Paman itu.. "
Brak...
"Larii... "
Teriak Aiman mendorong sang putra agar tidak terkena pukulan besi. Aiman terus saja mengalihkan Tuan besar itu supaya tidak menyerang putranya.
Hingga pergulatan sengitpun terjadi, Aiman terus saja menangkis dan menghindar bukan Aiman tidak bisa menyerang hanya saja Aiman tidak mau menyakiti Pamannya sendiri.
Alexsander Vernandes suami dari bibinya Aiman Clerie Alev Mahmued yang mengalami penyakit langka. Entah penyakit apa yang dideritanya membuat semua para Dokter kewalahan menanganinya. Bahkan para ilmuaan juga sama mereka semua masih menduga-duga penyakit apa yang diderita Nyonya Clerie itu.
Bruk..
"Tuann.. "
Teriak anggota Aiman melihat Tuannya terpelanting jauh kedingding, Aiman dengan cepat memberi isyarat lewat tangan agar tidak ikut campur masalah ini biar Aiman saja yang menyelesaikannya.
Aiman berusaha bangun sambil memegang tangan kirinya dengan cepat ketika melihat Pamannya ingin memukulnya dengan botol minuman.
Prang...
Dengan cepat Aiman terus menghindar hingga botol itu tidak mengenainya, Tuan besar itu langsung membuka laci dimana disitu terletak pistol yang sering dia gunakan untuk membunuh para ilmuaan bodoh yang tidak bisa menyembuhkan istrinya.
Tapi matanya melihat Bocah tengil sedang mengutak-ngatik alat pemacu jantung sang istri membuatnya langsung mengarahkan pistol itu pada Fatih.
Aiman yang melihat itu langsung terkejut dan berlari.
Prang...
Pecahan kaca berserakan akibat tembakan Tuan besar karna Aiman berhasil mengarahkan pistol yang pamannya pegang kearah lain.
"Apa yang kau lakukan berengsekk... "
"Paman sadarlahh... Apa yang paman lakukan ! "
"Kau, lepass... Bocah itu mau membunuh istriku.. "
"Tidak, Paman. "
Bruk...
Lagi-lagi Aiman tersungkur karna tendangan Tuan besar itu, Aiman akui pamannya mempunyai ilmu bela diri yang sama seperti dirinya. Aiman bisa saja membalas sang Paman tapi Aiman tidak mau menyakiti pamannya sendiri apa lagi dengan keadaan pamannya yang tidak terkendali.
Sekuat tenaga Aiman berusaha menggagalkan sang paman yang akan mendekat kearah putranya yang sedang melakukan tugasnya dibantu oleh para ilmuaan lain yang tak lain adalah anggota Aiman sendiri.
Apa yang Aiman lakukan malah membuat sang paman semakin murka saja hingga terus membabibu menyerang Aiman membuat Aiman terus mundur menghindar dari serangan sang paman.
Prang...
Buk...
Ctas....
Alat-alat penelitiaan semuanya hancur oleh pergulatan dua manusia yang saling menyerang dengan kekuatan masing-masing. Membuat para Bodyguard dan anggota Aiman hanya diam saja melihat Tuan mereka sedang bertarung.
__ADS_1
Kekuatan tuan mereka bukan kekuatan pada umumnya, Aiman dan sang paman mempunyai kekuatan spritual yang sama-sama kuat. Namun kekuataan sang paman tidak sebanding dengan Aiman.
Sedangkan apa yang Fatih lakukan membuat para Ilmuaan terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan Fatih.
Bocah kecil tapi sudah mampu menguasai cara kerja para dokter dan apa yang dilakukan Fatih begitu berbeda dengan apa yang dilakukan para Ilmuaan itu.
Tut... tut...
Suara alat yang menempel di kepala dan dada kembali nyaring membuat sang Paman menghentikan aksinya. Sedangkan para Ilmuaan terlihat panik takut apa yang mereka lakukan malah membuat pasien semakin Kritis.
Sret...
Dengan cepat Fatih mencabut kabel yang menempel dibagiaan dada pasien dan menyuntikan cairan yang diberikan sang Baba pada dirinya tadi.
"Hey... "
Dorr....
Satu tembakan melesat kearah Fatih yang masih sibuk dengan tugasnya.
Bruk...
Aiman langsung tersungkur dengan peluruh mengenai pundaknya. Tapi sekuat tenaga Aiman berusaha menghalangi sang paman supaya tidak mengganggu cara kerja putranya.
Uhuk...
Aiman berbatuk karna sang paman mencekik lehernya kuat dengan mata yang sudah menyala seakan menelan hidup-hidup Aiman.
"Jangan sakiti Baba ku... "
"Fatih jangan hiraukan Baba, lakukan tugas kamu... "
Ucap Aiman tertahan karna cekikan dilehernya semakin menguaat membuat Aiman kesusahan bernafas.
"Enyah kau.. "
Uhuk...
"Pa... maaa.... "
"Hubby.. "
Jderr.....
.
.
.
**Bersambung....
Bagai mana seru gak????
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like, Komen, Hadiah, Vote Ok.
Terimakasih**....
__ADS_1
.