Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 71 Kebenaran


__ADS_3

Sudah dua minggu paska kejadian dirumah sakit membuat keluarga Khoer dan Mahardika nampak renggang.


Apa lagi Andi yang masih terus menyalahkan Aiman membuat Ais terus tersulut emosi hingga mengibarkan keangkuhan membenteng jarak antara Ani dan Andi.


Ani hanya pasrah dengan keposesifan sang sahabat.Ani paham apa yang Ais lakukan itu semua tidak lepas dari bukti kasih sayang Ais pada dirinya.


Apapun yang keluar dari mulut Ais maka Ani akan menurutinya dan lebih parahnya Ani tidak diizinkan tinggal di apertetemen ataupun di rumah peninggalan orang tuanya.


Sudah dua minggu Ani tinggal di rumah Ais tapi anehnya Ani seakan tidak ada beban sama sekali seakan dia menikmati keadaan di rumah sahabatnya itu.


Apa lagi setiap hari Ani disibukan bermain dengan baby Fatih yang begitu cerewet seperti Ais kecil, membuat Ani sedikit bisa menghilangkan rasa rindunya pada Amera.


Dan keadaan Ais pun berangsur membaik tinggal kakinya saja yang masih harus dibantu dengan satu tongkat tapi tak membuat Ais mengeluh sama sekali.


Disaat Ani menikmati hidupnya yang seakan di kurung oleh Ais tapi Ani seakan terlihat baik-baik saja.


Berbeda dengan Andi yang selalu mengupat Ais karna tak membiarkan dirinya bertemu dengan Ani walau Amera menjadi alasannya tetap saja Ais tak mengizinkan Andi bertemu dengan Ani.


Sekuat apapun Andi berteriak di luar gerbang atau menunggu berjam-jam tapi tetap saja Ais tak mengijinkan Ani keluar.


Yang ada malah Andi akan di usir oleh satpam atau tetangga yang lain karna mengganggu ketenangan mereka.


Sedangkan Ais dan Ani sedang berada ditaman belakang bersama baby Fatih yang sedang bermain di dalam tenda hingga sampai ketiduran.


Tinggallah Ais dan Ani sedang membereskan mainan yang berantakan lalu memanggil bi Sumi dan Badar untuk membawa kedalam sedangkan bi Sumi menggendong baby Fatih yang tertidur pulas untuk ditidurkan dikamarnya.

__ADS_1


"Ceritakan kenapa kamu bisa bersama laki-laki itu ?? "


Tanya Ais dingin,Sudah lama Ais ingin mempertanyakannya tapi Ais tidak ada kesempatan apa lagi waktu itu Ais masih marah pada Ani.


Ani yang mendengar pertanyaan Ais hanya diam bingung harus memulai dari mana.Apa ini kesempatan Aku menjelaskan semuanya! ,pikir Ani sambil berbalik menghadap Ais.


"Aku bingung harus mulai dari mana Ais...Karna semuanya terjadi karna Aku."


Lilir Ani merasa bersalah apa yang dia lakukan dulu malah menjadi bumerang sekarang.


"Katakan jangan bertele-tele.."


"Ak..aku... Dulu Aku dan Andi berpacaran,ma'afkan aku sudah menyembunyikan setatus dulu pada kalian.Karna itu permintaanku Aku takut kamu akan melarang dan melaporkannya pada Ayah.Kamu tau bagai mana dulu sikaf Aku yang jauh berbeda dengan kakak membuat aku sering selalu dilarang ini itu oleh ayah salah satunya pacaran membuat aku memutuskan untuk menyembunyikan setatus kami .Tapi disuatu malam kakak bercerita bahwa dia menyukai laki-laki satu sekolah dengan ku tapi laki-laki itu sudah lulus,membuat aku penasar siapa yang kakakku suka karna aku tau kakak orang yang pemalu tidak seperti Aku.Tapi kakak tak memberitau siapa laki-laki itu sampai pada jantung kakak kambuh.Aku menemaninya tidur tapi waktu itu kedua mataku tak mau terpejam hingga aku membaca buku yang ada di meja belajar kakak,karna bosen aku mencari leptop kakak di laci hingga aku menemukan buku harian kakak.Karna penasaran aku membukanya betapa terkejutnya aku pertama yang ada dihalaman itu ada poto Andi yang diam-diam kakak curi.Dibuku itu kakak menggoreskan semua perasaannya membuat aku terkejut setengah mati.Kenapa kami harus menyukai laki-laki yang sama,pikirku.Sampai dimana aku selalu pulang larut malam hanya bersama Andi membuat ayah selalu marah karna aku selalu keluyuran tapi kakak selalu membela ku.Saking takutnya Ayah dan Mamah membuat Ayah memutuskan untuk menikahkanku dengan teman sahabatnya karna takut aku terjerumus pergaulan bebas ,Aku begitu terkejut mendengar apa yang Ayah bicarakan membuat hatiku sakit karna aku tak mau dijodohkan aku sudah mempunyai laki-laki yang aku cintai.Aku berlari kekamar kakak ingin sekali bercerita tapi ketika aku masuk betapa terkejutnya aku melihat kakak pingsan dengan darah yang keluar dari hudungnya..."


Seakan akan ada panah menusuk dihati Ais? Ais hanya diam tak pernah memotong sedikitpun apa yang Ani ceritakan dengan air mata yang dari tadi keluar.


Sesekali Ani melirik takut Ais merasa bahwa dirinya dipermainkan,Ani merasa lega karna Ais tak pernah memotong sedikitpun ucapannya tapi diamnya Ais membuat Ani seakan ada ketakutan tersendiri.


" Setelah pulang dirumah sakit entah kenapa kakak ingin membantuku untuk membatalkan perjodohan itu dan di..dia siap untuk menggantikan aku.Awalnya aku senang kakak membantuku ta..tapi ketika aku akan kabur aku melihat bahwa yang akan menikah dengan ku adalah Andi membuat aku terkejut . Hingga aku memahami satu hal bahwa kakak dari awal sudah mengetahui tentang perjodohan itu .Aku ingin marah waktu itu tapi tak bisa karna melihat kondisi kakak yang masih lemah membuat aku hanya diam. Aku ingat kakak memohon untuk membiarkan Dirinya yang menikah karna ternyata kakak sudah tau sejak awal bahwa aku ada hubungan dengan Andi membuat kakak sok dan kambuh lagi penyakit jantungnya. "Dhe umur kakak tak akan lama lagi maka izinkan kakak untuk memiliki Andi sementara,biarkan kakak menghabiskan sisa hudup kakak bersamanya " Itulah terakhir kata yang kakak ucapkan membuat aku bingung harus bagai mana hingga aku memilih untuk melepas-Nya bersama kakak Walau aku tau hatiku tak baik-baik saja...Malam itu aku melepaskan-Nya dengan aku melangkah meninggalkan rumah. Semakin aku menjauh berlari semakin sakit ha..hatiku hik..hik..Cintaku... Semua ku lakukan waktu itu hanya demi kesembuhan dan kebahagiaan ka..kakak ta..tapi nyatanya hatiku tak sekuat itu hingga aku hampir saja tertabrak karna terus berlari tak tentu arah. Malam yang sangat menyakitkan aku meninggalkan semuanya,Ak..aku memohon pada Om Azam untuk membawa aku pergi jauh..Se..sejauh..mung.."


"Tungguuuu...Jad..jadi..Ab.."


Potong Ais terkejut dengan semuanya,Ais menatap tajam Ani yang membawa nama Abinya.Bagai mana mungkin abi terlibat,Ja..jadi selama ini abi,batin Ais tak mengerti kenapa sang abi menyembunyikan kebenarannya. Ja..jadi in..ini alasan abi dulu kenapa tak mau membantu Anna pergi dari rumah kutukan itu ter..ternyata it..itu semua permintaan..An..,jerit batin Ais menggeleng.


Ani hanya mengangguk saja membenarkan dugaan Ais membuat Ais langsung memegang dadanya sesak.

__ADS_1


"Kamu akan mengerti semuanya Teh seiring berjalannya waktu,biarkan itu rumah tangga mereka.."


Ais ingat perkataan sang abi dimana dulu Ais meminta sang abi untuk membantu Anna keluar dari rumah kutukan itu.


" Apa yang terjadi tak semuanya salah Andi,karna Anna yang memilih itu semua.."


Duarrr...


.


.


.


Bersambung....


.


.


Jangan lupa dukung terus athor yah...


Dengan Like,komen dan vote...


terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2