
Ais terus merutuki kebodohannya kenapa dia bisa mengatakan kata-kata itu. Ais tadinya hanya ingin mengerjai sang suami yang sudah membuatnya cemburu tapi nyatanya Aiman malah balik marah kepada dirinya.
Ck. Sial mengapa semuanya jadi berbalik arah sih, gerutu Ais.
Dari tadi Ais bulak-balik kaya setrikaan menunggu sang suami keluar dari kamar mandi yang dengan keras membanting pintu membuat Ais terlonjat kaget.
Ah... kenapa kamu bodoh Ais, jadinya suami kecil kamu yang giliran marah. Ah.. bodoh-bodoh, gerutu Ais terus yang tak tenang.
Cklek....
Suara pintu kamar mandi terbuka nampaklah Aiman keluar dengan rambut basanya, hanya handuk yang melilit dipinggangnya.
Ais langsung berbalik mendengar pintu kamar mandi terbuka, Ais menelan slavinanya kasar tetkala melihat wajah tampan sang suami yang baru selesai mandi, apa lagi menunjukan otot kotak-kotak perutnya.
Ais langsung menggeleng tetkala pikirannya sudah pantasi langsung menghampiri sang suami yang nampak acuh.
Aiman hanya pokus mencari baju yang akan dia ganti lalu berjalan lagi kearah ruang ganti tampak memperdulikan sang istri.
Grep...
Ais mencengkal lengan sang suami membuat Aiman langsung diam, menunggu apa yang akan istrinya lakukan.
Ais berdiri dihadapan sang suami dengan wajah polosnya semoga Aiman bisa mema'afkan dirinya.
"By.. Udah dong marahnya yah.. Ais kan hanya bercanda. "
Ucap Ais memelas dengan kedua mata jahilnya di buat sememelas mukngkin .
"Bercanda. "
Ais hanya mengangguk bak anak kecil membuat Aiman mendengus kesal. Aiman hampir dibuat serangan jantung tapi sang istri hanya bilang itu bercanda. Ck. sungguh menyebalkan, gerutu batin Aiman.
"Ah.. By.. ma'afin Ais dulu.. "
Teriak Ais mendorong tubuh sang suami yang ingin masuk kedalam ruang ganti. Membuat Aiman terhuyung kebelakang dan baju ganti yang dia pegang terjatuh karna dorongan sang istri.Bahkan tampa Aiman sadari handuknya ikut melorot.
"Ais janji deh gak akan git.... "
Ais melotot dengan apa yang dia lihat sambil membekam mulutnya genggeleng lalu memejamkan matanya.
Aiman menyerngit melihat tingkah sang istri lalu mengikuti arah pandangnya. Seketika Aiman senyum seringai sambil berjalan mendekati sang istri membuat Ais mundur kebelakang.
"Aww... "
Ais meringis tetkala punggungnya membentur pintu ruang ganti, sedangkan Aiman terus mendekat hingga mengikis jarak. Ais dari tadi pipinya sudah memerah bak kepiting rebus apalagi nafas Aiman menyapu kulit pipinya.
"By.. pa.. pake baju dulu.. "
Gagap Ais salah tingkah.
" Salah siapa hemmz.. "
"By.. "
Cup...
Ais langsung menegang tetkala bibir seksi sang suami menempel di keningnya hingga reflex memejamkan kedua matanya membuat Aiman menyeringai.
__ADS_1
Hingga habislah seluruh wajah Ais di cumbu oleh sang suami. Nafas Aiman memburu dengan gejolak hasrat yang besar.
"Khu.. khumairo.. "
Bisik Aiman di telinga Ais membuat Ais membuka kedua matanya perlahan.
"By... "
"Jangan katakan itu lagi... "
"Ma.. ma'af "
Lilir Ais merasa bersalah karna sudah membuat sang suami hampir kehilangan akal.Niatnya hanya bercanda tapi nyatanya reaksi sang suami seperti itu membuat Ais takut sendiri dan yakin bahwa sang suami begitu mencintainya.
"Kalau kata itu keluar lagi munggkin Hu.. hubby bisa gil... "
Cup..
Aiman langsung diam karna ciuman sang istri yang gemetar.
"Ti.. tidak. ma.. ma'afkan Ais By.. "
Ucap Ais gemetar sambil menghapus cairan bening yang keluar dari mata indah sang suami. Begitupun Aiman mengapus cairan benting yang keluar dari netra sang istri.
Mereka berpelukan meyalurkan rasa cinta yang begitu dalam hingga hasrat itu begitu memburu dari keduanya.
Ungkapan ma'af dan cinta keluar dari bibir keduanya. Saling mema'afkan satu sama lain bahwa tidak akan pernah ada kata penghianatan dalam kisah mereka.
Percayalah bahwa sebuah hubungan harus di dasari dengan pondasi kepercayaan yang kuat hingga akan menghasilkan sebuah rumah tangga yang sakinah, mawadan dan warohmah.
Jangan beri celah sedikitpun bagi orang ketiga, Sedikitpun .Maka itu akan menjadi kesempatan besar untuk merobohkan .
Ucap Ais tertawa karna sang suami terus mencium perut nya yang sudah membuncit.
"Sebentar lagi Ummah, Baba kangen sama Baby.. "
"Iya tapi jangan di cium mulu Aia geli By... "
"iya-iya... Baik-baik yah Nak, Baba menunggumu.. "
Cup...
Kecupan terakhir Aiman berikan kini kecupannya sedikit lama, Aiman ingin mencurahkan segala kasih sayang dan cintanya pada sang istri dan calon anaknya.
"Khumairoh paham kan apa yang harus dilakukan.. "
"Iya Hubby, Ais paham dan akan selalu ingat dan waspada "
Ucap Ais sambil merapatkan dirinya dengan tubuh sang suami. Ada sedikit kekewatiran di diri Ais, mampukah Ais menghadapi semuanya.
Aiman paham apa yang di kewatirkan sang istri membuat Aiman memeluk Ais sambil mengelus-elus punggungnya.
"Hubby percaya Khumairo bisa menghadapinya. Ma'af mungkin Hubby akhir-akhir ini akan sibuk, di saat jauh dari Hubby jagalah diri baik-baik. "
Pesan Aiman membuat Ais mengangguk saja, Aiman percaya sang istri tidak akan pernah takut sama siapapun, tapi yang Aiman takutkan dia membuat sesuatu yang akan membahayakan sang istri.
Aiman tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi, maka dunianya seketika akan hancur berkeping-keping. Aiman hanya berserah diri kepada Allah, semoga Allah melindungi keluarga kecil mereka.
__ADS_1
"Hubbyyy.... cepetan ini udah siang... "
Teriak Ais sedikit kesal karna sang suami begitu lelet, entah apa yang sang suami lakukan di dalam kamar mandi padahal dari tadi mandinya sudah beres.
"Iya... "
Balas Aiman kencang sambil cengngesan berjalan kearah sang istri yang sudah rapih.
"Ma'af.. "
"Iya, cepetann.. Ayo.. "
Ketus Ais sambil menarik lengan sang suami lembut membuat Aiman hanya tersenyum saja.
"By, Ais yang bawa boleh.. "
Pinta Ais memohon karna dirinya begitu rindu membawa mobil.
"No, Khumairo.. "
"Ya By,Please..."
"Tapi jangan ngebut yah... "
"Hore... terimakasih By, Muachh"
Teriak Ais kegirangan sambil mencium pipi sang suami, lagi-lagi Aiman hanya tersenyum yang penting hari ini sang istri bahagia. Tak ada air mata dan kesedihan, semoga selalu bahagia istriku, batin Aiman.
Sedangkan dari kejauhan seseorang sendari tadi memerhatikan tingkah Ais dan Aiman membuat kedua matanya memerah menahan api cemburu.
Ternyata pikirannya meleset, Aiman dan istrinya tidak bertengkar tapi mereka malah bermesraan membuat seseorang itu menatap geram.
"Cih. Tinggahnya kaya bocah,gak cocok sama Aiman. Cocokan sama Aku. "
" Ama kabul ediyorum çok güzel (Tapi Aku akui dia memang cantik.. )"
Gumamnya mendengus sebal, lalu cepat-cepat pergi sebelum ketahuaan.
Tak henti-hentinya Ais tersenyum karna berhasil merayu sang suami untuk mengijinkannya mengemudi, biasanya Aiman akan posesif melarangnya.
" Ah... Ais bahagia By, gak sabar ketemu sama Umi dan Abi..."
"Teruslah tersenyum sayangku, khumairoku.. jangan pernah teteskan air mata berharga kamu lagi. Maka Aku jauh lebih sakit jika melihatnya..
Kau adalah duniaku. Aku akan terus berusaha membahagiakan dan menjagamu.
Seni seviyorum helal aşkım (Aku mencintaimu, Kekasih halalku..)
Batin Aiman yang terus memandang sang istri tampa bosan dan tak akan pernah bosan.
.
.
.
Dukunganmu adalah semangatku thor...
__ADS_1
jadi jangan lupa like, komen, votenya ok...
dadah... ketemu di prat selanjutnya yah... he.. he..