Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 58


__ADS_3

Setiap manusia tidak ada yang sempurna ,mau itu dari segi kecantikan, finansial dan keturunan.


Yang menyempurnakan hanya diri kita sendiri bagai mana kita menghormati pasangan kita sendiri.


Melengkapi segala kekurangannya untuk menjadikan dia sempurna di mata kita.


Halnya Aiman dan Ais mereka hanya dua ishan yang berusaha saling melengkapi, menyayangi dan menyempurnakan satu sama lain semata-mata hanya ingin mendapat ridho Allah.


Rumah tangga bukan hanya cinta tapi kepercayaan yang harus tetap dijaga sebaik-baiknya. Terkadang retaknya rumah tangga ketika rasa percaya semakin berkurang membuat hal baru bermunculan hingga ada kala cekcok berkepanjangan.


Karna itu semua bumbu-bumbu kehidupan yang akan terus silih bergulir menggelincirkan kita ketitik terendah di situ kita di uji apakah kita kuat atau tidak.


Semua orang menginginkan kebahagiaan begitupun Ais dan Aiman hanya ingin ada kebahagiaan menyelimuti keluarga kecilnya sampai azal memisahkam keduanya.


Karna membangun rumah tangga halnya perjalanan panjang yang harus kita tempuh sampai menuju titik bagai mana kita menginginkannya hingga menuju surga Allah.


Itulah hal yang selalu Ais inginkan sehingga Ais akan merasa sensitif jika harus menghadapi masalah yang menurutnya akan menggoyahkan rumah tangga.


Maka disitu Ais akan berubah menjadi sosok tegas dan dewasa bukan Ais yang manja dan merajuk lagi.


Terkadang sikaf sang istri membuat Aiman kagum dan gemas berbarengan.Sifat sang istri yang tak bisa Aiman tebak membuat Aiman seakan mendapatkan kejutan yang tak terduga.


Dan sekarang keluarga Khoer sedang berkumpul mengobrol sesekali bercanda tawa melihat tingkah Adam yang selalu menjahili Fatih .


Karna Ais dan Aiman disuruh pulang kekediaman Khoer .


"Dede sekarang kan udah lulus mau di lanjut kemana? "


Tanya Ais membuat Adam langsung diam, Adam sedikit ragu untuk mengutarakan keinginannya.


Umi Rahma yang mengerti akan ada ketakutan di diri putra bungsunya hanya tersenyum.


"Dede sini.. "


Adam berdiri dari duduknya menuju sofa kosong di sebelah umi Rahma lalu duduk disitu.


"Katakan apa yang ingin Dede inginkan jangan pernah di pendam Abi dan Umi tidak akan pernah memaksa apapun ko.. "


"Benar kan Bi.. "


Adam diam sambil melihat Abi dan Uminya lalu melirik pada bang Air dan teteh Ais yang tersenyum seakan mengisyaratkan jangan takut, katakanlah.


"Emmz Dede ingin kuliahnya ke Ci.. china.. "


Deg...


Umi Rahma terlonjat kaget akan keinginan sang putra yang tidak menyangka menginginkan pergi kenegri sakura. Anak yang manja dan usil ternyata mempunyai pikiran yang begitu panjang.


"Abi mengijinkan.. "


Tegas Azam membuat semua orang langsung menatap sang Abi yang tidak percaya akan mengijinkan Adam pergi jauh. Sedangkan Adam tersenyum bahagia mendengar Abinya memberi izin keinginannya.

__ADS_1


"Ta.. tapi Bi, China kan jauh.. "


"Iya Bi, kenapa Dede gak satu kampus aja sama abang.. "


Timpal Air yang dari tadi hanya diam tapi kini Air ikut menimrung karna terkejut adik nya yang satu itu selalu saja meminta hal yang tak terduga. Sedangkan umi Rahma hanya diam saja dengan pikirannya sendiri putra bungsunya memang berbeda dengan kakak-kakaknya.


Perotes sang kakak membuat Adam diam tak berani untuk membantah karna bagai manapun dukungan keluarga jauh lebih berharga dari segalanya.


"Dede emang mau ambil jurusan apa? "


Tanya Aiman berusaha membuat suasana tidak tegang walau bagai manapun Aiman sedikit tau bidang apa yang disukai Adam.


"Hukum.. "


"Apa alasan Dede ingin mengambil Hukum.. "


Kini Azam ingin tau sejauh apa anak-anaknya mengutarakan keinginannya sendiri.


" Dede ingin menegakan hukum yang dede lihat dan dengar tidak pernah ada keadilan sama sekali bagai mana halnya yang di contohkan oleh Rosulullah. Sekarang hukum bisa di beli dengan uang, orang besar merasa kuat karna kekuasaan hingga mereka bisa menindas orang yang lemah tapi mereka lupa bahwa Allah maha tau apapun yang telah mereka curangkan. Dede hanya berusaha ingin menegakan hukum yang adil halnya bagai mana Rosulullah contohkan. Dede memilih China hanya saja dede menginginkan suasana baru dan negara China juga negara yang terbilang sangat tegas dalam hukum. "


Ucap tegas Adam sambil menatap sang abi serius, Azam hanya tersenyum saja anak bungsunya memang selalu tegas dalam hal hukum yang menurutnya tidak benar. Bukan hal lain kalau Adam akan menjadi sesosok orang tegas dan bijak sana.


"Ma'afkan Dede Bi, dede gak bisa masuk Ekonomi atau Bisnis dede lebih suka Hukum. "


"Raihlah apa yang ingin Dede capai.. "


"Abi ngizinin.. "


Ucap Adam memastikan membuat Azam hanya mengangguk saja hingga wajah berbinar terpancar jelas di wajah Adam.


Teriak Adam kegirangan memeluk sang abi erat sambil mencium punggung tangan sang abi.


"Mi, apa umi juga memberi izin.. "


Ucap Adam memegang tangan sang umi sambil duduk dibawah kursi dengan kepala yang di simpan dipaha sang umi.


Umi Rahma hanya diam sambil mengelus kepala putra bungsunya yang tidak terasa sekarang sudah besar apa lagi sudah berani mengutarakan keinginannya sendiri.


Tak lama umi Rahma menghela nafas pelan lalu tersenyum penuh kasih sayang.


"Umi mengizinkan Dek kemanapun Dede pergi asalkan ingat satu hal. Dimanapun dan bagaimanapun keadaan dede jangan pernah tinggalkan sholat dan berdo'a sayang.. "


"Insyaallah Mi, do'akan dede selalu karna do'a dan ridho umi paling dede harapkan.. "


"Maka umi Ridho kemanapun dede melangkah raihlah apa yang dede cita-citakan.. "


"Terimakasih Mi, dede sayang dan cinta Umi,Abi ..."


Lilir Adam memeluk erat pinggang sang umi begitupun umi Rahma memeluk putra bungsunya tak kalah erat sambil mengelus-elus punggung sang putra lalu mencium puncak kepala Adam dengan lembut menyalurkan kasih sayang dan cinta seorang ibu.


"Ah.. Abi dan umi kenapa izinin Dede sih.. "

__ADS_1


Kesal Ais memberenggut tak setuju kalau sang adik usilnya pergi jauh.


"Iya Bi, Mi kenapa memberi izin dede sih.. "


Timpal Air sama tak setuju dengan keputusan kedua orang tuanya.


"Sayang jangan begitu kasihan dede.Jangan jadikan ketidak setujuan sayang menghalangi langkah dede untuk meraih apa yang dede inginkan.. "


Ucap Aiman menasehati sang istri bahwa sesuatu yang terlalu di kekang itu tidak baik bagi pola pikir adiknya.


Biarlah seseorang meraih mimpinya tampa ada kekangan karna setiap orang mempunyai hobi dan keahlian masing-masing dalam bidangnya.


Jangan jadikan keegoisan merubah segalanya yang akan menuju kedampak yang sangat sensitif.


Airumi dan Ais jadi diam mencerna setiap kata yang diucapkan Aiman, lalu melihat sang adik yang sedang menatapnya penuh permohonan.


"Baiklah abang ngizinin tapi ingat Dek jangan mudah percaya sama orang lain apa lagi dede tinggal ti negri orang... "


Pasrah Air walau bagai manapun ucapan Aiman ada benarnya juga.


Ais hanya diam dengan pikiran bingbangnya walau bagai manapun Adam adik yang paling dekat dengannya dibandingkan Air yang dingin.


Ais pasti akan kangen kejahilan, dan bar-bar adiknya yang selalu manja padanya.


"Yasudah Teteh ngizinin.. "


Pasrah Ais berusaha tersenyum agar sang adik bahagia akan keputusannya.


"Terimakasih Bang, Teteh kalian mengang kakak dede paling top deh.. "


Ucap Adam sambil memeluk kakak kembarnya silih berganti. Azam, Rahma dan Aiman tersenyum melihat tiga saudara yang sedang saling mengutarakan kasih sayangnya.


"Umi bahagia melihat kalian yang begitu saling menyayangi dan menjaga. Sepertinya umi sekarang tenang jika suatu saat nanti meninggalkan kalian. Semoga kalian bisa menjaga kekasih halal umi Nak. "


Batin umi Rahma tersenyum bahagia sambil melihat anak-anaknya dan terakhir melihat sang suami yang diam dengan wajah datarnya.


"Kau adalah imam terbaik yang Allah kirimkan, terimakasih Mas atas cinta dan kasih sayang-mu.. "


Gumam umi Rahma pelan sangat pelan sehingga Azampun tak mendengarnya.


.


.


.Bersambung...


.


.


Hey.. hey... gimana seru gak.. ??

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ok


terimakasih....


__ADS_2