
Tatapan tajam yang menghunus menatap tak percaya pada laki-laki dihadapannya.
Tatapan penuh luka dan penyesalan meruak di hatinya bagai mana mungkin!
Orang yang selama ini dia percaya ternyata memangpaatkan dirinya dan ternyata dia adalah paman dirinya sendiri.
Kenapa paman lakukan itu pada ku,tatapan sendu Bagas menatap paman Bayu yang sudah dicekal oleh dua orang polisi.
"Ka..katakan pa..paman bahwa kejadian itu bukan salah satu dari rencana pa..paman.."
""Ma..maafkan pa..."
Deg...
Cairan bening begitu saja tumpah dipelupuk mata Bagas dengan tangan yang mengepal erat sambil menggeleng kepala tak percaya dengan apa yang dia ketahui.
Tubuh Bagas merosot rapuh tak berdaya dengan bibir yang tetap bungkam. Kenapa semuanya jadi begini,pikir Bagas yang memang percaya akan saran-saran dari pamannya dulu jika Cinta harus dikejar apapun caranya hingga Bagas menuruti apa yang sang paman katakan walaupun itu cara yang salah.
Waktu itu Bagas yang sedang sakit hati bisa terhasut karna kekosongan Iman dihatinya dan akal sehatnya sedang tak baik-baik saja.
"Ba..bagas sayang sama pa..paman ta..tapi paman hanya memangfaatkan Bagas demi Dendam Pa..paman yang tak berguna itu!. "
Tekan Bagas nyeri dengan semua kebodohannya yang sudah menghancurkan hidupnya dan keluarganya.
"Ja..jangan bi..bilang bahwa Ma..mamah sakit jantungnya kambuh juga it.."
Plak...
Tamparan keras melayang di pipi keriput paman Bayu yang mengangguk lemah bahwa semuanya adalah rencananya yang sudah disusun sangat rapih tapi sayang penjagaan yang Aiman lakukan pada sang istri dari dulu membuat paman Bayu kesulitan menghancurkan semuanya hingga paman Bayu memangfaatkan situasi yang menguntungkannya dengan menyeret Bayu dan Emely kedalam rencananya dan paman Bayu yang mengendalikan semuanya.
Tapi sayang semuanya sudah terbongkar dengan pengakuan paman Bayu sendiri yang menatap lemah orang yang ada di depannya .
Rasa sesal begitu dalam menghantui hati paman Bayu tapi nasi sudah menjadi bubur semuanya sudah terjadi hingga orang-orang tersayangpun jadi korban.
"Ka..kau Manusia macam apa hanya demi harta dan kekuasaan kau tega membunuh dan menyakiti keluargamu sendiri hingga orang yang tak tau apa-apa harus menderitaaa...."
"Kenapa Allah menciptakan kau kedunia ini Hah..Kau sudah membuat ku sakit akan Troma hingga merasa setiap hari bahwa aku adalah orang Hina hik..hik...Ap..apa salah Ais..APA!"
Bentak Ais menyala dengan deru nafas yang tak teratur tangannya begitu panas akibat bekas tamparan tadi membuat semua orang yang ada disana hanya diam mematung karna sok akan luapan Amarah yang Ais keluarkan begitupun para Polisi yang bungkam.
Paman Bayu hanya menunduk tak berani menatap istri cucunya itu yang menangis pilu dihadapan dirinya.
"Dan Kau laki-laki Brengsek yang pernah Aku kenal.Kau hampir menghancurkan Hidupku hanya demi sebuah Obsesi dan Nafsu... Enyah kau dari dunia ini...Ah..Kalian memang Manu.."
Bruk...
__ADS_1
"Sayang.."
"Teteh.."
Teriak Aiman,umi Rahma dan Air karna terkejut melihat Ais pingsan,dengan cepat Aiman menggendong sang istri yang sudah tak sadarkan diri .
"Sayang Bangun Hubby mohon... Hubby yakin sayang pasti kuat menghadapi ini semua.."
Lilur Aiman sambil membawa sang istri keluar dari Villa diikuti Air dan Umi Rahma yang sedang menggendong baby Fatih.
Aiman takut kalau mental sang istri terganggu kembali dengan apa yang terjadi.Apa lagi sang istri jantungnya lemah takut sesuatu yang semakin parah apalagi tubuh sang istri begitu dingin.
Abi Azam dan Om Ilham langsung mengurus paman Bayu yang ingin berkata Maaf tapi sayang kata itu hanya terucap dihati karna tenggorokannya begitu kelu apa lagi om Ilham yang hanya bungkam membuat paman Bayu berdenyut nyeri.
Para Polisi langsung membawa paman Bayu dan beberapa pereman kekantor polisi untuk ditindak lanjuti atas kasus pembunuhan berencana.
Sedangkan Bagas hanya diam dengan air mata yang tak mau berhenti, Ucapan Ais bagai busur panah yang menancap tepat di hatinya.Sangat sakit tapi apa yang Ais rasakan melebihi rasa sakit yang Bagas rasakan.
Ais benar dirinya adalah laki-laki brengsek yang tak pantas hidup.Dia sudah menghancurkan semuanya.Kepercayaan Mamah dan Adiknya semua hilang berbalik membenci.
Ah..bodoh..bodoh..kamu Bagas. Kau pantas dibenci,kau manusia kotor,ma..maafkan Bagas Mah,jerit batin Bagas.
Prang...
Pecahan kaca lemari langsung berserakan akibat pukulan yang Bagas layangkan membuat punggung tangan kanannya mengeluarkan darah dengan serpihan kaca yang menancab disela jarinya.
Murat dan Alev langsung menghampiri Emely yang masih mematung dengan apa yang terjadi membuat Emely diam dalam kebingungannya.
Sambil menatap sendu dan sakit kepergian Aiman yang terlihat panik dengan apa yang terjadi pada istrinya.
Ada apa dengan ini semua?? Kenapa Daddy dan Mommy ada di Indonesia! Dan sebenarnya Drama apa yang mereka perankan!.
Pikir Emely bingung apalagi dirinya tak dibawa polisi.
"Baby.."
Panggil Alev membuat Emely langsung menatap kedua orang tuanya yang menghampirinya.Emely menatap rumit kedua orang tuanya apa lagi pada sang Daddy.
" Bebeğim..İyi misin? (Baby..Kamu tidak apa-apa kan ??.)"
" Yaralanma var mı? sus canım..(Apa ada yang luka? Diaman sayang..) "
" Stop Mom! "
Pinta Emely datar membuat Mommy Alev terdiam dengan ucapan dingin putrinya.
__ADS_1
" I'Am sorry Baby.."
" Senden nefret ediyorum baba ( Aku benci kamu Dad hik..hik.. ) "
Tangisan Emely tumpah di pelukan sang Daddy yang menarik Emely dalam pelukannya yang akan melangkah pergi .
Rasa kecewa masih ada dihati Emely karna kedua orang tuanya tak percaya dengan perkataannya. Tapi rindu mengalahkan segalanya membuat Emely hanya bisa menangis dengan Mommy Alev memeluknya dari belakang.
" Şimdi gidelim buradan..(Sekarang kita perginyah dari sini..)"
" Ama Emely'nin bir açıklamaya ihtiyacı var baba, anne (Tapi Emely butuh penjelasan Dad,Mom..)"
"Daddy janji akan menjelaskan semuanya ketika kita sudah sampai di Apertemen.."
"Tunggu Mom,Dad "
Pinta Emely membuat Murat dan Alev mengerut bingung. Emely membuka selendang hitam yang dia pakai lalu berjalan sambil membawa air minum .
"Sittt.."
"Lukanya harus dibersihkan dan di perban supaya darahnya tidak banyak keluar. Maaf aku tak bisa menjahit lukanya karna disini tidak ada peralatannya. Dan satu lagi ini hanya bantuan kecil karna kamu sudah menyelamatkan nyawaku karna Aku tak suka punya hutang budi ,Jadi kita Impas."
Celetuk Emely langsung meninggalkan Bagas yang melongo.
Walau bagai manapun Emely seorang dokter yang tak bisa harus tak peduli jika ada orang yang terluka. Mau Emely kenal atau tidak Jiwa Dokternya selalu muncul ketika ada orang yang terluka.
Murat dan Alev yang melihat itu hanya tersenyum simpul ternyata putrinya tetap sama. Hanya saja Emely masih abu-abu dalam hal Cinta membuat jiwa kekanak-kanakannya naik hingga dia tak peduli yang penting Emely harus mendapatkan apa yang dia mau.
.
.
.
.
Bersambung.....
.
.
Maaf yah athor baru apdet lagi semoga kalian suka.
Jangan lupa Like,Komen dan Vote
__ADS_1
Terimakasih....