
Dengan pelan Air memijat kaki sang istri yang nampak kesemutan, sesekali Mona meringis karna kesemutannya semakin menjadi padahal kata sang suami kalau dipijit akan cepet hilang kesemutannya tapi ini malah semakin nyeri.
"Sabar yah.. "
Krek....
"Awwwss... "
Ringis Mona tetkala sang suami menarik satu persatu jari-jari kakinya hingga menimbulkan bunyi retakan.
"Sudah, coba gerakin pasti kesemutannya sudah hilang. "
Perlahan Mona menggerakan kakinya dan benar saja rasa sakitnya sudah menghilang.
"Wow keren, kesemutannya sudah gak ada dan gak nyeri lagi. Terimakasih "
"Ettts itu tidak geratis.. "
"Hah.. "
Cengo Mona mendengar penuturan sang suami baru sepuluh jamnya itu, Air hanya tersenyum saja melihat raut wajah sang istri yang menggemaskan.
"Nanti di tagih, sekarang aku dulu atau kamu yang mandi? Atauu kitaa... "
"Aku dulu.. "
Potong Mona cepat sambil berlari menjingjing ujung gaun pengantin, Air hanya terkekeh saja melihat tingkah sang istri ternyata mereka tidak secanggung yang dibayangkan.
Karna pada dasarnya sikap Mona memang ber-bar jadi sulit deh ngilanginya apa lagi jika bersama orang -orang tersayangnya. Begitupun Air tak sedingin diluar nyatanya Air juga punya bisa selembut itu.
Sudah satu jam Mona berada dikamar mandi membuat Air lelah menunggu hingga rasa kantuk menghampirinya tapi Air berusaha tetap berjaga.
Cklek...
Pintu kamar mandi terbuka nampaklah Mona yang sudah seger keluar dengan badan yang dibalut baju tidur yang sedikit kekecilan tapi tetap indah melekat ditubuh Mona yang seksi bak Model karna dari dulu memang tubuh Mona begitu.
Mona menyunggingkan senyum melihat sang suami ketiduran duduk diatas shofa dengan kepala yang menengadah keatas langit-langit kamar.
Mona berjalan menghampiri sang suami untuk membangunkan supaya Mandi, karna Mona termasuk orang yang sangat bersih.
"Bangun.. "
"Astagfirullah.. "
Kaget Air langsung bangun karna merasa aura dingin menempel dipipinya yang ternyata tangan sang istri yang seger karna baru mandi.
"Maaf aku mengagetkan.. "
Ucap Mona merasa bersalah melihat reaksi yang Air berikan.Sebegitu terkejutkah kamu ,aku kan hanya menempelka tangan saja,pikir Mona sedikit heran.
"Tidak apa-apa, Kamu sudah selesai mandinya ? "
"Sudah.. "
"Yasudah aku mandi dulu.. "
__ADS_1
Cup...
"Kamu cantik.. "
Deg...
Seketika tubuh Mona mematung dengan apa yang sang suami katakan, tangan Mona meraba bibirnya yang sekilas dikecup dengan bisikan yang begitu panas ditelinganya.
Hingga semburat merah nampak jelas di pipi Mona yang putih membuat Mona menepuk-nepuk kecil pipinya dengan jantung yang berdetak kencang.
Ini adalah malam pertama aku, apa aku harus memberikan hakku sekarang atau nanti! Aku sudah menjadi miliknya ketika dia mengucapkan janji suci itu. Sudah kuputuskan akan kuserahkan jiwa ragaku untuk suamiku karna dia berhak atas diriku, batin Mona sambil berjalan kearah meja rias.
Perlahan Mona membuka kerudungnya hingga rambutnya tergerai indah dengan sedikit bergelombang tengah-tengah rambutnya.
Mona melihat tampilan dirinya dicermin kemudiaan meraih sisir, dengan pelan Mona menyisir rambutnya supaya rapi kemudiaan Mona mencempolnya.
Nampaklah leher Mona yang mulus memanjakan mata yang melihatnya,apa yang Mona lakukan tak lepas dari tatapan Air yang dari tadi sudah keluar dengan handuk yang membelit pinggangnya.
"Jangan.. "
Deg...
Seketika tubuh Mona menegang tetkala tangannya tiba-tiba dipegang denga tangan besar sang suami. Dada telanjang Air menempel di kepala sang istri dengan tangan yang memegang tangan lembut sang Istri yang akan memoles bibirnya dengan lipbab.Sedangkan kepala Air tepat berada di sisi wajah sang istri jika saja Mona berbalik maka hidung mancung mereka akan bertabrakan membuat Mona hanya diam saja menunggu apa yang akan dilakukan sang suami.
Padahal hati Mona sudah bergemuruh dari tadi apalagi mencium aroma sabun dari bandan sang suami yang meruak di hidungnya.
"Jangan pakai ini, biarkan aku melihat wajah cantik istriku tampa memakai apapun.. "
Ucap lembut Air seakan melodi mengalun indah ditelinga Mona membuat Mona tersengat listrik membuat aliran darahnya seakan berhenti.
"Apa cinta itu masih sama seperti Empat tahun yang lalu.. "
"I.. iya.. "
"Terus kenapa menerima perjodohan Ayah? Bagai mana kalau itu bukan aku."
"Aku yakin jodoh yang ayah pilihkan tidak akan salah, Karna aku percaya Takdir Allah tak akan pernah meleset dalam alurnya.Itu mungkin rizki plus dari Allah karna aku sudah berbakti pada kedua orang tuaku hingga Aku mendapatkan kamu. "
" Seandainya bukan Aku! "
"Aku akan berusaha menerimanya dihidupku.. "
"Dan menggeser namaku! "
"Iya. Karna sudah haram bagiku mencintai laki-laki lain selain suamiku sendiri.. "
"Terimakasih.. "
"Buat apa! "
"Karna sudah bersabar mencintaiku. Mungkin rasa Cintaku tak sebesar rasa kamu tapi aku berjanji tidak ada nama wanita lain yang berhasil menjungkir balikan hati ini selain kamu, sama seperti Empat tahun yang lalu. Buatlah aku selalu jatuh cinta disetiap harinya pada kamu supaya aku bisa menyamakan rasa itu dengan rasamu.. "
"Tidak perlu. Karna rasa cinta kamu jauh lebih besar dari Cintaku, Cinta yang selalu kau pendam Empat tahun yang lalu demi menjaga hati dan keyakinan mu. Bagiku itu cinta yang luar biasa dan hanya kamu yang memilikinya. Jadi aku tidak perlu membuat kamu jatuh cinta padaku setiap harinya karna aku yakin namaku sudah ada di sini. "
Ucap lembut Mona sambil meletakan telapak tangannya tepat di dada bidang Air yang masih telanjang dada.Tangan lembut itu sukses membuat Air berdesir bagai ada aliran listri yang menyengat di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Terimakasih sudah menyelamat hidupku.. "
"Kapan! perasaan aku tak pernah berbuat apapun? "
Tanya Air nampak bingung dengan ucapan sang istri.
"Sudah menyetujui dokter mengoprasi aku ! "
"Kapan! "
Kini Mona yang dibuat bingung kenapa Air tak mengingat kejadiaan itu, apa karna dia mengalami kecelakaan itu mengakibatkan benturan keras dikepalanya.Tapi kenapa sampai tak mengingat nya padahal kan Air mengingat yang lain, pikir Mona bingung sendiri.
"Maaf aku tak mengingat hal itu, yang aku ingat hanya dimana kamu selalu mengejarku ketika dikampus, dan getaran ini sama. Sampai aku kehilangan kamu tampa ada kata maaf yang aku ucapkan. Dan Allah mempertemukan lagi kita selama Empat tahun dibandara, waktu itu hatiku seakan terikat padamu dengan getaran yang begitu membingungkan sama setiap kali wajahmu muncul di kepalaku.. "
"Apa kecelakaan itu sangat menyakitkan? "
"Bagai mana kamu tahu aku pernah kecelakaan! "
"Karna aku mencuri data itu dirumah sakit, Amnesia Lakunar.Kamu mengalami hilangnya ingatan mengenai suatu peristiwa secara acak. Amnesia jenis ini tidak akan merusak ingatan di masa lalu atau yang baru saja terjadi. Amnesia jenis ini terjadi karena seseorang mengalami kerusakan pada bagian otak yang terjadi pada limbik.Apa keluargamu tau? "
"Tidak. Aku menyembunyikannya tapi Teteh seakan tau apa yang aku rasakan.. "
"Karna kalian kembar identik.. "
"Apa karna itu juga kamu menginginkan aku membuat kamu jatuh cinta padaku setiap harinya.. "
Air hanya mengangguk saja ternyata beban yang selama ini dia pikul terbongkar oleh orang lain yang sekarang bersetatus istrinya.
Air memang mengingat siapa keluarganga hanya saja sebagiaan kejadiaan Air tak mengingatnya.
"Maka aku akan mewujudkannya dan berusaha membuatmu untuk mengingat semua kejadiaan yang pernah kamu alami bersama keluargamu."
"Terimakasih.. "
"Tak ada kata terimakasih antara suami dan istri karna itu sudah tanggung jawab ku.. "
"Apa aku boleh memilikimu seutuhnya! "
Senyuman indah tersungging di bibir seksi Air tetkala sang istri mengangguk malu, dengan semburat merah diwajahnya.
Cup...
.
.
.
.
Bersambung..
**Gimana-gimana seru gak??
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Like, Komen, dan Vote. Ok
__ADS_1
Terimakasih he... he**..