Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 24


__ADS_3

Rasa rindu meruak di hati Ais hingga menggunung, bagai mana tidak sudah satu bulan Ais tidak bertemu dengan keluarganya karna harus menemani Aiman ke bogor dulu untuk menyelesaikan pekerjaannya yang entah apa? Ais juga tidak tau dan tak mau bertanya.


Dari kejadian itu hingga Ais mulai membaik memang Aiman sengaja mengajak Ais pergi ke Bogor untuk memberi suasana baru sebelum Ais beraktifitas kembali ketika sudah di Bandung.


Karna Aiman ingin benar-benar melihat kondisi sang istri baik-baik saja berbaur dengan suasana ramai dan kesunyian. Walau Aiman tau Ais sudah merindukan keluarganya,terpangpang nyata dari pancaran sorot mata Ais yang selalu melihat poto-poto keluarganya di dalam ponsel Ais.


"Khumairo... "


Panggil Aiman tapi Ais tidak menyahut sama sekali masih pokus menatap layar ponselnya dan bingungnya Ais tak bisa menghubungi keluarganya bahkan Air sang adik kembarpun tak kunjung meneleponnya.


Entah bagai mana keadaan keluarga di Bandung membuat Ais sedikit kewatir karna tak ada kabar sama sekali.


""Khumairo... "


Panggil Aiman lagi, seketika membuat Ais tersentak kaget.


"Emmmz iy.. iya hubby... "


"Kenapa hemmmz?? "


Tanya Aiman sambil duduk di dekat sang istri kemudian mengambil ponsel yang ada di tangan Ais dan meletakannya di atas meja. Aiman mengiring tubub Ais agar menghadapnya.


"Ada apa?? "


"A.. ais hanya rindu pada abi dan umi... "


Lilir Ais tak bisa menahan rasa rindu lagi apa lagi keluarganya satupun tak bisa di hubungi.


"Jangan sedih lagi.. Insyaallah Hubby akan menyelesaikan pekerjaan hubby dengan cepat.. "


"Ma.. maaf.. "


Gumam Ais merasa bersalah, Ais juga tak mungkin memaksa jika pekerjaan Aiman masih menumpuk. Biarlah rasa rindu itu Ais pendam sendiri walau rasanya Ais sudah tak tahan.


"Justru hubby yang harus minta maaf, hubby sudah membuat khumairo bersedih.. "


Aiman menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya, bukan tampa alasan Aiman masih berada di Bogor hanya saja ada masalah yang tak bisa Aiman sampaikan pada sang istri.


Aiman hanya ingin Ais sembuh sepenuhnya barulah Aiman bisa merasa lega jika ada sesuatu yang akan menyakiti sang istri karna Aiman percaya Ais bisa melawannya dengan caranya sendiri.


"Maafkan hubby sayang, hubby janji akan mengatakan semuanya jika khumairo sudah bisa menjadi diri khumairo sendiri"


Batin Aiman mengecup puncak kepala sang istri lama, menyalurkan rasa tenang dan nyaman.




Rumah sakit.....



Banyak orang yang berlalu lalang di taman rumah sakit, terkadang bercanda atau cuma sebatas mengobrol. Tapi tidak dengan seseorang yang sedang duduk di atas kursi roda.



Dia hanya menatap kosong pasangan lanjut usia yang masih romantis, saling menyuapi,bercanda dan tertawa satu sama lain.



Dia hanya bisa membayang kalau dirinya berada di posisi itu.



"Kamu benar, kita berbeda..."



"Kenapa harus ada benteng yang menghalang... "



"Semuanya salah tuhan, dia memang tidak adil.. "



Gumam Mona menatap kosong pasangan lanjut usia itu, terkadang Mona tersenyum kecut meratapi nasibnya. Apa hanya dia yang berada di pase terpuruk.

__ADS_1



Disaat orang lain membutuhkan kasih sayang orang tua mereka selalu ada tapi tidak dengan Mona, dia hanya sendiri dalam kesepiannya terkadang hanya dua sahabatnyalah yang selalu setia menemaninya.



Dan orang yang begitu Mona cintapun tak ada sama sekali.Sudah satu bulan ini Mona tidak melihat dan mendengar kabarnya.



"Ternyata semua ucapanmu benar... kau meninggalkanku tampa penjelasan. Kenapa perbedaan itu harus ada?? "



"Kemana tuhan yang selalu kau puja!! nyatanya dia memisahkan kita dan membuatmu menjauh. "



"Jangan salahkan tuhan jika kamu ingin dia tetap ada di sampingmu.. "



Deg.....



Seketika Mona menegang mendengar ucapan itu, membuat Mona menengok ke arah samping dimana ada seseorang yang sedang duduk sambil tersenyum kepadanya.



Tangannya menggenggam sebuah buku yang lumayan tebal, senyuman itu tak pernah luntur dari bibir keringnya.



Sepertinya orang itu salah satu pasien terbukti dari baju yang dia pakai.



"Tuhan itu tidaklah salah... "




"Ta.. tapi dia bilang kita berbeda, kepercayaan yang membuat dia mundur. Harusnya di..dia berjuang.. "



"Kenapa tuhan harus membuat kita berbeda?? "



"Tanyakan pada diri kita sendiri kenapa kita mempunyai kepercayaan yang berbeda, padahal tuhan tidaklah menciptakan sebuah kepercayaan!! "



"Apa saya harus menjadi muslim agar saya dan dia sama?? "



Orang itu tersenyum dan menggelengkan kepala membuat Mona bingung .



"Jangan jual kepercayaan kita karna cinta. Mungkin orang yang kamu suka akan semakin menjauhimu. Kalian sama-sama mempunyai kepercayaan masing-masing maka tentukanlah pilihan kamu sendiri. Dan ingat jangan permainkan kepercayaan, karna setiap agama pasti melarangnya. Ikutilah kata hati mana jalan yang harus kamu pilih dan menurutmu benar. Serahkanlah pada tuhan yang kamu percaya. Dan jika dia memang jodohmu insyaallah kamu akan menemukan jalannya!! "



Mona hanya diam mencerna setiap kalimat yang orang itu ucapkan, ada kenyamanan dalam lerung hatinya walau Mona sendiri sedikit bingung tapi hatinya berkata lain.



"Bingbinglah saya masuk Islam.. "



Orang itu hanya tersenyum sambil menutup buku yang dia pegang dari tadi.

__ADS_1



"Apa karna ingin mendapatkannya??"



Dengan cepat Mona menggeleng, lagi-lagi orang itu tersenyum.



"Lalu..?? "



"Karna islam membuat saya nyaman dan percaya bahwa tuhan islam tak pernah meninggalkan hambanya dalam keadaan Apapun. Dan saya seakan tidak merasa sendiri. "



Ucap Mona tegas membayang ketika dia selalu dalam kesendiriaan dan kekosongan tak ada kedamayain dan kenyamanan yang Mona rasakan. Tapi ketika Mona selalu mendengar adzan dan bacaan al-quran hatinya tiba-tiba ada ketenangan.



"Luruskan niat dan yakinkan hati kamu sepenuhnya Nak, bacalah buku ini insyaallah akan menjawab segala keraguan yang ada di hati kamu"



Mona terdiam tampa ia sadari cairan bening sudah membasahi pipinya, ada kehangatan yang menjalar ke hati Mona tetkala orang yang itu mengelus puncak kepala Mona.



"Beb.. dari tadi aku cariin ternyata ada di sini.. "



Teriak Melati membuat Mona tersadar dalam lamunannya.Mona menatap sekeliling mencari seoarang ibu yang dari tadi menemaninya tapi kenapa sekarang tidak ada.



"Hey.. cari siapa?? "



Bingung Melati melihat tingkah Mona yang seperti sedang mencari seseorang.



"Dan itu buku apa?? "



Mona dengan replek langsung melihat kearah tangannya, benar saja tangannya menggenggam sebuah buku yang orang tadi berbicara dengannya.



'TENTANG ISLAM DAN INDAHNYA ISLAM' itulah judul buku yang Mona pegang.



"Apa kamu lihat ibu-ibu yang duduk di sini?? "



"Heyy kamu kenapa beby.. dari tadi aku tak melihat ada ibu-ibu di sini.. "



"Tadi ada di sini"



"Gak ada beb, yasudah sekarang kita kedalam kamu harus istirahat"



Ucap Melati yang langsung mendorong kursi roda membuat Mona bingung dalam pikirannya sendiri.


__ADS_1


Mona menggenggam buku yang ibu itu kasih sesekali melihat kesemua arah tapi sayang Mona sama sekali tak melihat ibu tadi.


__ADS_2