Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 88 Pertemuan 2 !!


__ADS_3

Jantung Ais berdetak sangat kencang melihat siapa yang ada dilayar ponsel adiknya.


Apa mungkin dia orang yang sama, atau hanya kebetulan saja mereka mirip,pikir Ais bengong membuat Umi Rahma dan Abi Azam hanya menggeleng melihat tingkah putrinya.


Sedangkan umi Rahma memeluk erat putra bungsunya dengan mata berkaca-kaca sambil mencium seluruh wajah putranya. Rasa rindu setahun lebih sudah terbayar sudah dengan kepulangan putranya yang memang baru mendapat libur.


Umi Rahma tak henti-hentinya bertanya bagai mana keadaan di China dan aktifitas apa saja yang sang putra lakukan.


Membuat Adam dengan senang menceritakan semuanya membuat abi Azam tersenyum saja melihat kelakuan sang istri yang tak ada habisnya menanyakan ini itu pada sang putra padahal umi Rahma baru datang.


"Umi jadi penasaran siapa sih kak Li itu, apa Dede menyukainya.. "


Selidik umi Rahma karna mendengar cerita sang putra selalu tak lepas dari nama itu.


"He.. he.. umi ada-ada aja. Kak Li mungkin seumuran dengan Teteh mana mungkin Dede menyukainya. Adam hanya mengagumi saja Mi, dan umi dan Abi kan sering bilang 'Kalau pacaran itu dilarang oleh Islam' Mana mungkin Dede melupakan nasiah umi dan Abi walaupun nanti Dede menyukai seseorang pasti Dede akan melamarnya langsung he.. he.. "


Umi Rahma tersenyum mendengar gurau putra bungsunya itu.


Sedangkan Ais dari tadi hanya diam dengan mata pokus pada layar ponsel sang adik yang dari tadi Ais bulak-balik memastikan bahwa potho yang ada di ponsel adiknya adalah orang yang sama bukan kembar atau sekedar mirip saja. Walau yang membedakannya adalah sebuah Jilbab.


Hingga tampa Ais sadari kelakuannya membuat abi Azam hanya menggeleng saja hingga pamit kekamar karna dia butuh istirahat dengan umi Rahma yang menyusulnya. Begitupun Adam meminta izin untuk istirahat karna memang tubuhnya sudah lelah.


Tinggallah Ais sendiri dengan kepala yang sendari tadi terus berpikir ulang dimana kejadian Empat tahun yang lalu yang membuat sang adik kembarnya koma selama Enam bulan.


Tingkah Ais sendari tadi tak lepas dari pandangan seseorang yang menghela nafas kasar dibalik tembok. Kemudian dia melangkah mendekati Ais yang masih bengong dengan pikirannya sendiri.


"Apa dia orang yang sama Teh "


Deg...


Ais terperanjat kaget mendengar ucap lemah sang adik kembarnya yang duduk di sampingnya dengan kepala yang disandarkan di bahu kaka kembarnya.


Ais hanya diam dengan apa yang sang adik kembarnya lakukan, Ais bisa merasakan apa yang sedang sang adik rasakan.


Kegundahan yang ada dihati sang adik begitu sama seperti apa yang Ais rasakan.


Apa Air benar-benar menyukai Mona? apa mungkin!, batin Ais sambil mengelus rambut sang adik.


Tak biasanya Air bersikap begini, pasti ada sesuatu yang mengganjal hati Air yang tak bisa Air ungkapkan dan hanya bisa diam saja.


"Apa adek mencintainya? "


"Entahlah.. Apa adek masih pantas mengharapkannya dengan apa yang telah adek lakukan padanya "


Lilir Air sendu mengingat kejadian beberapa tahun lalu.Membuat Air hanya bisa menatap Remengan cahaya bulan saja masuk kejendela kamar itu.


"Apa adek yakin bahwa poto ini orang yang sama.. "


"Dia sudah banyak berubah.. "

__ADS_1


"Apa putra Abi akan menyerah.. "


Jder...


Air dan Ais begitu terkejut mendengar suara abinya yang berdiri dihadapannya dan entah sejak kapan itu terjadi.


"A.. abi.. "


"Bukankah abi tak pernah mengajari laki-laki lemah.. "


Ucap dingin dibalut ketegasan itu membuat Air menelan slavinya kasar. Air hanya bingung harus memulai dari mana! apa dia harus mengubur rasa itu saja.


Azam menghela nafas kasar melihat putra pertamanya yang hanya diam dengan sorot mata ragu. Kemudian Azam tersenyum sambil berjalan mendekat pada dua anaknya yang sedang berbagi rasa.


"Besok ada pertemuan dengan Partner abi dari China kamu yang gantikan.."


"Ta.. tapi.. "


Ucap Air tertahan karna abi Azam langsung pergi dengan tangan yang memegang botol minum.


"Besok kan Air ada mitting Bi.. "


Brum...


Suara mobil terparkir membuat Ais langsung berbinar.


"Teteh keluar dulu.."


"By.. "


"Sayang jangan lari.. "


Kaget Aiman melihat sang istri berlari kearahnya membuat Aiman jantungan hingga dengan cepat Aiman menghampiri sang istri.


"Kenapa belum tidur.. "


"Ais menunggu Hubby.. "


Ucap manja Ais sambil menggandeng tangan sang suami membuat Aiman tersenyum geli saja.


"Apa Adam dan Abi sudah pulang.. "


"Alhamdulilalah sudah dari satu jam yang lalu, kalau Adam dari sore dan sekarang mereka baru istirahat dikamar tamu.. "


"By jangan dilepas.. "


Cegah Ais yang melihat Aiman ingin melepaskan kemeja putihnya. Aiman langsung berhenti tetkala mendengar larangan sang istri.


Aiman lupa kalau sang istri selalu ingin tidur dengan pakain Aiman yang bau keringat tapi menurut Ais bau itu menenangkan dan membuatnya nyaman.

__ADS_1


"Maaf Hubby lupa! Oh iya dimana Fatih kok Hubby gak melihat..."


"Fatih tidur sama ke dua Omnya "


"Yasudah kita tidur juga, sudah malam. Sini Hubby peluk.. "


Ais menggeser tubuhnya dengan kepala terbenam di dada bidang Aiman ,Aiman membiarkan tangannya menjadi bantal sang istri dengan tangan satunya memebuk erat pinggang sang istri supaya merapat pada tubuhnya hingga tak ada jarak sedikitpun diantara mereka hanya baju yang mereka pakai saja.


Jarum jam terus saja berputar membuat para manusia tampak nyenyak dengan tidurnya. Tapi tidak dengan seseorang yang matanya masih saja terbuka menatap langit-langit kamar.


Hingga adzan subuhpun berkumandang dengan mentari yang nampak malu-malu muncul memancarkan sinarnya keseluruh penjuru dunia.


Semua orang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing begitupun abi Azam dan Umi Rahma yang sedang bersantai diruang Utama dengan Adam dan Fatih yang sedang bermain.


Sedangkan Aiman sudah berangkat tadi karna harus ke RSG memberikan fail-fail penting pada asistennya. Ais bersama bi Sumi mereka sedang di dapur guna membuat salad.


Tinggalah Airumi yang baru siap-siap karna sang abi menyuruhnya bertemu dengan rekan bisnisnya yang di China.


Sang asisten yang melihat bosnya baru keluar memberenggut kesal karna sudah setengah jam mereka terlambat. Walau kesal sang asisten tetap bersikap biasa dan membukakan pintu untuk Air.


Perjalanan cukup padat karna mentari mulai naik dengan terik pancarannya yang mulai menyengat.


Seseorang sedang duduk menunggu rekan Partner bisnis ayahnya yang memaksa dirinya harus menggantikan sang ayah yang harus pergi ke Singapur untuk mengecek perusahaan disana.


Baru saja pulang dari luar negri dan sekarang ayahnya malah memberiakan dirinya setumpuk berkas dan membuat seseorang itu semakin kesal karna rekan partner ayahnya tak kunjung datang.


Sudah hampir satu jam dia menunggu kalau bukan karna ayahnya meminta supaya kontrak itu harus dia dapatkan seseorang itu pasti dari tadi sudah pergi.


" Ma'af kami sudah membuat anda menunggu.. "


"Kalau tidak bisa tepat waktu ,Jangan membuat saya membuang waktu berharga saya.. "


Ketus seseorang itu membuat asisten Ken menelan slavinanya kasar. Dari tadi asisten Ken dibuat menunggu dan sekarang kena semprot klainnya, dan sekarang Bosnya mampir ketoilet membuat dirinya serba salah.


"Ma.. ma'af tadd... "


"Ada apa Ken.. "


Deg..


"It.. itukah kamu.. "


.


.


.


Gimana seru gak??? jangan lupa

__ADS_1


Like, Komen,dan Vote


Terimakasih


__ADS_2