
Hari-hari terus begulir mulai terbit matahari hingga terbenam menjadi malam.
Dari kejadian malam itu Ais tak pernah membahas masalah kuliah lagi, karna Ais paham setatus dia siapa.
Seorang istri harus patuh pada perintah sang suami jika sang suami mengajarkan hal kebaikan dan bermangfaat.
Ais hanya menikmati hari-harinya mengurus sang suami dan baby Fatih yang semakin hari semakin pintar saja, apa lagi Fatih sudah lancar berjalan terkadang Ais selalu dibuat jantungan kalau baby Fatih berlari tapi selalu jatuh karna belum terbiasa.
Tapi Ais menikmati semuanya, ada kebahagiaan tersendiri bagi dirinya mengurus sang putra yang sangat jenius itu.
Seperti sekarang Ais sedang bermain di taman belakang di temani bi Sumi. Karna baby Fatih suka sekali dengan taman atau alam yang hijau dengan udara yang sejuk. Apalagi suasana begitu bagus juga untuk pertumbuhan baby Fatih.
"Sayang kita telepon om Adam yuk, sudah dua bulan om Adam tidak telepon.."
Celetuk Ais sambil mendudukan baby Fatih di pangkuannya.
"Assalamualaikum Teh.. "
Ucap Adam di saat panggilan vidio col nya tersambung. Nampaklah wajah Adam yang berseri melihat kakak dan keponakan jeniusnya.
"Waalaikumsalam.. Gimana kabar Dede ? sehat kan ? betah gak di situ? Jangan lupa jaga kesehatan dek.. "
Runtutan pertanyaan Ais lontarkan membuat Adam tersenyum akan kekewatiran kakak manjanya tapi sungguh Adam menyayanginya.
"Udah telepon Umi sama Abi belum.. "
"Teh satu-satu dong tanyanya Dede pusing nih harus jawab mana dulu... "
Kikih Adam menggeleng melihat tingkah kakaknya.
"He.. he.. yasudah dede betah gak disitu ?"
"Alhamdulillah Dede betah teh, apalagi banyak juga orang Indonesia disini, dan dede juga baru saja beres teleponan sama Umi, Abi dan bang Air.. "
"Sukur kalau begitu Teteh bahagia, terus bagai mana dede belajar bicara Chinanya, kesusahan tidak? "
"Alhamdulillah tidak teh, apa lagi ada kak Lin juga yang ngajarin dede bahasa China.. "
"Siapa kak Lin dek, Cowo apa Cewe? "
"Cewe teh, umurnya mungkin seumuran sama teteh. Dia juga turunan Indonesia -China jadi dede gampang belajarnya. Orangnya baik kaya teteh, cantik tapi gak manja he.. he.. "
Canda Adam tertawa membuat Ais memberenggut kesal adiknya yang satu ini selalu saja mengejek dirinya.
"Dede.. dek... "
Celeoteh baby Fatih sambil menggapai ponsel yang dipegang sang Ummah.
"Om Adam sayang bukan dede. Om A-D-A-M.. "
Ucap Ais mengajarkan sang putra dengan pelan.
"Yom Adam.. Adam.. "
"Iya pintar.. om Adam... "
"Om Adam.. ya... ya.. "
__ADS_1
"Wah ponakan om sudah pintar bicara yah.."
"Ye. ye.. Om.. Adam.. ma.. main.."
"Fatih ngajak om main! Nanti yah kalau om sudah pulang ok.. "
"He.. ya.. yah.. "
Obrolan Ais dan Adam tampak seru apa lagi baby Fatih ikut berbicara separti mengerti apa yang dua orang dewasa itu bicarakan.
Adam menceritakan semua tentang di China tepatnya di daerah Guangzhou dan pertama kali bertemu dengan kak Lin yang banyak mengajarkan banyak hal terutama bahasa China.
Ada sedikit rasa cemburu ketika sang adik memuji orang lain yang sudah Adam anggap kakaknya sendiri. Tapi rasa penasaran membuat Ais sedikit melupakan rasa cemburunya berganti penasaran.
Seistimewa dan sebaik seperti apa orang yang di sebut kak Lin itu sehingga membuat sang adik begitu mengagumi sosok itu.
"Kapan-kapan kenalkan sama teteh Dek. Teteh jadi penasaran.. "
Ucap Ais membuat Adam tersenyum geli melihat tingkah sang kakak yang sangat cemburuan. Tapi Ais selalu nomer dua wanita yang membuat Adam jatuh cinta setelah sang Umi.
"Insyaallah kapan-kapan Dede kenalkan soalnya orangnya sibuk banget.. "
"Eh.. dek, Teteh tutup dulu yah Bang Aiman telepon.. "
"Yasudah salam sama bang Aiman yah teh.. "
Sambunganpun terputus dari Adam dengan cepat Ais mengangkat telepon dari sang suami.
"Assalamualaikum By,ada apa? "
"Waalaikumsalam .... maaf sayang bisa ambilkan berkas catatan medis hubby tidak ? berkasnya ada di ruang kerja hubby yang warna merah"
"Bisa By, Ais anterinnya ke Rs atau RSJ.."
"RSJ sayang ,tapi Jangan bawa Fatih soalnya kasian.."
"Iya by, yasudah Ais Cari dulu berkasnya.. "
"Hati-hati nanti di jalan.. "
Sambungan langsung terputus, dengan cepat Ais langsung masuk kedalam.
"Bi Ais titip Fatih dulu... "
"Iya Nak. "
Ais menggunakan lif agar cepat sampai diruang kerja sang suami, langsung mengambil berkas yang sang suami pinta .
"Pak Muh tolong antar Ais ke RSJ. "
Pak Muh mengangguk saja karna sedang menguyah makanan.
Pantas saja sang suami memintanya untuk tidak membawa baby Fatih, ternyata jalan sedikit padat oleh kendaraan membuat Ais sedikit terjebak mecet.
Sesekali Ais membuka kaca jendela mobil lalu menutupnya kembali ketika mobil kembali melaju pelan.
Tak lama mobil yang Ais tumpangi terjebak mecet kembali membuat Ais membuka kaca jendela mobil plan sambil memberi tau pada sang suami kalau dirinya akan sedikit terlambat.
__ADS_1
Lima menit Ais menunggu hingga mobil kembali jalan normal dengan pandangan yang masih melihat keluar jendela melihat taman kanak-kanak yang begitu ramai.
Ais memicingkan kedua matanya melihat seseorang yang Ais Kenal sedang bercanda tawa dengan seorang bocah kecil di salah satu bangku taman.
"Stoppp, Pak. "
Teriak Ais membuat pak Muh langsung mengerem dadakan karna terkejutnya.
Citttt....
Brak...
Dengan cepat Ais keluar sambil membanting pintu mobil karna melihat orang yang Ais Kenal akan beranjak pergi.
Ais menyebrang jalan dengan hati-hati menuju kearah taman. Tidak salah lagi Ais mengenali seseorang itu,tapi Ais tidak mengenali bocah cilik yang bersama orang itu.
"Sayang... "
"Papah.. "
Deg......
Seketika mata Ais membulat karna terkejut setengah mati melihat siapa yang datang membuat Ais langsung membalikan badan dan bersembunyi dibalik pohon.
"Tidak mungkin,aku pasti salah lihat "
Gumam Ais menggeleng tak percaya dengan apa yang dia lihat.Mungkinkah kamu menghianati saudaramu sendiri, tapi kenapa? Ka.. kau membuatku rasanya ingin mati karna jantungan. Aku membenci laki-laki itu, ta.. tapi kenapa kamu malah bersamanya!.
Ka.. kamu bilang kamu membencinya, ta.. tapi kenapa kamu bersama dia seperti keluarga bahagia.
Harusnya disana Anna bu.. bukan kamu Ani. Kenapa kamu membuat ku kecewa dengan apa yang kamu lakukan. Aku membencinya ta.. tapi ke.. kenapa kau malah bersamanya.
Gumam Ais pelan dengan kesesakan di dada. Sampai Ais tak sadar dari tadi dia memukul-mukul dadanya yang sesak dengan cairan bening yang sendari tadi keluar.
Karna rasa kecewa dan marah bercampur jadi satu, kenapa orang yang Ais sayangi dan percaya malah menghianati saudaranya sendiri dan kepercayaan Ais.
Dengan sekuat tenaga Ais selalu merasa bersalah pada dirinya sendiri atas kematian sang sahabat, tapi nyatanya saudaranya sendiri yang menghancurkan itu semua.
Tangan Ais mengepal kuat dengan dada yang bergemuruh mendengar canda tawa dan raut wajah bahagia penghianat itu.
"A.. ani... "
Deg.... ...
.
.
.
Bersambung.....
.
.
Ok.. ok... jangan lupa terus dukung athor yah thur dengan like, komen dan vote.
__ADS_1
Terimakasih...