Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 30


__ADS_3

Senyuman cerah terukir di bibir indah gadis yang sedang memandang anak kecil yang sedang bermain dengan teman-temannya .


Gamis navy dengan kerudung yang senada membalut tubuhnya yang indah, gadis itu berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya.


"Cira... "


Bocah kecil yang di panggil Cira menengok mendengar seseorang memanggil namanya, kedua matanya langsung berbinar tetkala melihat siapa yang memanggilnya.


"Mamah... "


Bruk...


Cira berlari menghampiri gadis yang disebut Mamah, langsung menubruk memeluknya erat.


"Mamah kemana saja sih, kenapa baru jenguk Cira. Cira kangen mamah... "


Ucap polos Cira sambil memanyunkan bibirnya. Gadis yang di panggil mamah tersenyum geli melihat tingkah anaknya yang merajuk .


"Maafkan mamah sayang... Apa Cira mau memaafkan mamah? "


Lilir gadis itu di buat-buat membuat Cira mengangguk polos. Gadis itu tersenyum kembali sambil mencium pipi kanan-kiri Cira dengan gemas.


"Sayang... "


"Papah.. "


Teriak Cira berbinar melihat sang ayah.


Deg....


Andi mematung tetkala tau siapa wanita yang bersama Cira,rasanya kakinya begitu kaku sulit untuk bergerak dengan dada yang bergemuruh.


Ely yang melihat tingkah Andi hanya menyerngit bingung dan melihat kearah mata Andi.


Gadis cantik dengan balutan gamis yang pas di tubuhnya, membuat Ely menebak-nebak siapa gadis itu? dan pandangan Ely beralih pada gadis kecil yang sedang menggoyang -goyang lengan Andi sambil berkata.


"Papah... "


"Kak.. "


Ely menepuk pundak Andi membuat Andi seketika tersadar dalam lamunannya dan langsung menunduk melihat siapa yang menarik tangannya.


"Sa..sayang.. "


"Kenapa papah bengong ? "


"Gak.. "


Elak Andi karna anaknya terus menelisik sambil menangkup kedua pipinya.


"Mamah sini..."


Panggil Cira sambil melambaikan tangan mungilnya pada gadis yang sendari tadi hanya diam dengan sorot matanya sendiri.


"Cira sayang.. mamah harus pergi dulu.Nih hadiah buat Cira, lain kali mamah kesini lagi "


Ucap gadis itu dengan cepat langsung pergi membuat Cira tersentak kaget mamahnya pergi.


"Ma.. mamah... jangan pergi... "


Teriak Cira mengejar gadis yang di sebut mamah , membuat Andi dengan sigap memeluk sang putri yang memberontak ingin di lepas.


"Pah...hik.. ma.. mamah.. Cira ingin mamah hik.. hik.. "


Ucap Cira meraung di pelukan sang ayah dengan segrukan membuat Ely tertegun. Berbeda dengan Andi, dia masih diam dengan guratannya sendiri memandang kepergian gadis yang sudah menjungkir balikan hatinya.


"Maafkan mamah sayang.. "


Lilir gadis itu sesak mendengar jeritan Cira yang terus memanggil-manggil dirinya. Dengan pelan gadis itu menghapus cairan bening dan langsung pergi meninggalkan taman kanak-kanak.


"Sayang kita pulang yah.. "


"Gak mau. Cira ingin mamah.. hik... "


"Kan tadi udah ketemu... "


"Hik.. tadi sembentar Cira ma.. masih kangen.. hik...MaMah.. "


Hati Andi berdenyut nyeri mendengar jeritang sang putri. Jadi selama ini yang Cira ceritakan,Dia ? tidak mungkin ! , Jerit batin Andi nyeri.


"Kenapa kau datang hanya ingin menambah luka, cukup Aku tapi tidak dengan anakku.. "


Gumam Andi memeluk erat sang putri sedangkan Ely hanya diam saja melihat kejadian barusan, ada sesuatu yang tersembunyi di balik tatapan Andi dan gadis itu.




Rumah Sakit.....



Kheok.... kheok....



Dari tadi tak henti-hentinya Ais memuntahkan seluruh isi perutnya karna mual dan pusing. Membuat Aiman dengan sigap membantu sang istri mengurut belakang lehernya.



Dengan pelan Aiman mengelap sisa cairan muntah yang ada di bibir sang istri .Lalu memapah Ais keluar kamar mandi dan mendudukan sang istri di salah satu kursi.



"Tuh kan udah Hubby bilangin jangan banyak-banyak makan pedasnya, jadi ginihkan.. "



Gerutu Aiman karna Ais tak menurut tak henti-henti memakan makanan pedas dan asam. Walau jengkel Aiman tetap kasihan pada sang istri yang jadi lemas dan pucat.



"Ma.. ma'maf.. "



Lilir Ais lemas memejamkan kedua matanya karna merasa nyaman akan pijitan Aiman di kepalanya.



Cklek....



Umi Rahma datang bersama seorang dokter menghampiri anak dan menantunya.

__ADS_1



"Nak baringkan, biar dokter periksa keadaan teteh.. "



Ucap umi Rahma membuat Aiman perlahan membaringkan sang istri. Ais pasrah saja karna memang tubuhnya begitu lemas.



Dengan telaten sang dokter memeriksa hingga bibirnya tersenyum memandang umi Rahma dan Aiman.



"Ternyata dugaan ibu benar, putri ibu sedang hamil tiga minggu. Selamat Pak,Bu...."



Deg...



Aiman langsung tertegun menatap sang istri yang membuka kedua matanya berat dengan linangan air mata.



"Khu.. khumairo... "



Lilir Aiman bergetar mengelus pipi sang istri lembut sambil menghujani Ais dengan kecupan membuat Ais geli.



"Ki.. kita akan jadi orang tua sayang... "



"Ap.. apa hubby bahagia.. "



"SANGATTTT.. "



Ucap Aiman binar memeluk sang istri dan mencium perut,wajah terakhir bibir Ais. Lalu memeluk Ais kembali. Membuat umi Rahma menangis haru akan kebahagian putrinya.



"Kalau begitu saya pamit dulu Buk, dan ini resep obatnya.. "



"Terimakasih Dok.. "



Sang dokter hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pamit undur diri.



" Selamat sayang.. sebentar lagi putri Umi akan menjadi seorang ibu. "




Ucap Ais lemas sambil membalas pelukan sang Umi tah kalah erat.



"Jaga baik-baik sayang.Dan jangan membantah kata suami ok, karna sekarang ada nyawa yang harus teteh jaga.. "



"Baik Umi.. "



Umi Rahma menghujani Ais kecupan dengan kebahagiaan yang dia rasa karna Allah sudah memberi kebahagiaan yang tiada tara.



"Selamat, Nak. "



"Terimakasih Mi.. "



Lilir Aiman sambil menyambut pelukan sang mertua, kalau ada sang mamah pasti Aiman lebih bahagia dan bisa bersandar dikala Aiman tidak terlalu paham akan kehamilan. Tapi apalah daya Aiman hanya bisa berharap karna semuanya tidak mungkin.



Berjuang tampa orang tua memang tak mudah bagi Aiman yang sendari kecil sampai besar hingga sang mamah pergi.



Umi Rahma paham akan perasaan sang menantu yang mendambakan pelukan seorang ibu.



"Berbahagialah Nak, jaga putri Umi yah dan calon cucu Umi.. "



Cup...



Sebuah kecupan Rahma berikan pada puncak kepala Aiman membuat Aiman menitikan air mata haru, Mertuanya begitu menyayanginya.



"Assalamualaikum.. "



"Waalaikumsalam.. "



Jawab Umi Rahma, Aiman dan Ais. Seketika mata Ais berbinar tetkala melihat siapa yang datang. Hampir dua bulan Ais tak mendapat kabar dari sahabatnya.

__ADS_1



"Bagai mana kabar Umi..? "



"Alhamdulillah baik Nak.."



Jawab umi Rahma sambil memeluk Ani seperti anak kandungnya sendiri.



"Peluk... "



Umi Rahma dan Ani hanya tersenyum geli melihat tingkah Ais yang menggemesakan dengan wajah pucatnya.



Bruk....



Dua sahabat itu saling berpelukan melepas rindu yang tiada tara. Bahkan bukan sahabat lagi tapi sudah seperti saudara yang begitu saling menyayangi satu sama lain.



"Gimana keadaan kamu sekarang? "



" Ais Alhamdulillah baik, Ani kenapa gak ada kabar..?? "



" Akhir-akhir ini sibuk kan bentar lagi mau lulus.."



Seketika raut wajah Ais jadi murung. Ais sudah kangen suasana kampus tapi dengan keadaannya begitu bagai mana mungkin Ais bisa kuliah pasti Aiman melarangnya.



Aiman paham akan perubahan sang istri bagai manapun Ais sebentar lagi lulus tapi harus di tunda karna kehamilannya.



"Jangan sedih kan bisa kuliah di rumah, gak papah kan? "



Ais hanya mengangguk saja sambil memaksakan senyum pada sang suami.Bahagi manapun Ais harus menurut, Ais bukan lagi gadis yang bebas kemanapun ia mau kalau sang Abi tak melarang tapi sekarang setatus Ais sebagai istri jadi banyak yang harus Ais patuhi.



"Emang kenapa? Ko Ais kuliah di rumah Umi. Ah.. jadi gak seru dong kalau gak ada Ais.. "



"Putri Umi sedang hamil, Nak. Jadi ga... "



"What... "



Pekik Ani membulatkan kedua matanya sambil melirik Ais meminta penjelasan, Ais hanya tersenyum saja.



"Yey.. alhamdulillah.. aku bakalan jadi Unty sebentar lagi... "



"Selamat yah Cinta.. "



Ucap Ani kegirangan sambil memeluk tubuh lemas Ais membuat Ais sesikit meringis karna Ani memeluknya terlalu erat.



"Ma.. maaf.. "



"Ha.. ha... "



Semua orang malah tertawa melihat tingkah polos Ani. Gadis dingin dan cuek akan menjadi hangat ketika bersama dengan keluarga Khoer tapi tidak dengan Air karna Ani dan Air dari kecil tak pernah akur sama sekali.



Tapi mereka semua saling menyayangi dan melindungi satu sama lain walau menunjukan kasih sayang berbeda-beda caranya. .



.



.



.



Gimana suka gak??



Kalau suka jangan lupa like, komen, votenya yah...



Terimakasih....


__ADS_1


sampai jumpai di part selanjut nya.... dadah.... he.. he...


__ADS_2