
Dinginnya angin membuat sepasang manusia yang sedang membagi kehangatan terusik dari tidurnya.
Perlahan mata indah itu terbuka dengan wajah bantalnya, seketika bibirnya tersenyum melihat siapa yang sedang posesif memeluk tubuhnya.
Dengan pelan Ais memindahkan tangan sang suami dari atas perutnya agar tidak terbangun.
Ais berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sesudah beres Ais langsung keluar dilihatnya sang suami masih tertidur pulas membuat Ais tersenyum saja.
Dibukanya laci untuk mengambil mukena dan sejadah, Ais melaksanakan sholat malam karna masih ada waktu beberapa menit lagi.
Sudah selesai Ais berdzikir dan beristigfar memohon ampun atas kelalain dan kehilapan Ais.
"Ya Allah ampunilah kelalain hamba dan suami hamba jika sering menjauhi dan jauh dari kata syukur pada-Mu. Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang mu pada hamba dan keluarga kecil hamba,Amin. "
Ais langsung mengusap wajahnya dengan tetesan air mata karna sudah merasa Ais jauh dari sang maha pencipta.
Tak lama suara adzan berkumandang membuat Ais langsung beranjak dari sejadah membangunkan sang suami.
"By.. hubby.. bangun sudah adzan.. "
Bukannya bangun Aiman malah menarik selimut kembali karna merasa dingin, Ais hanya tersenyum saja melihat tingkah sang suami.
"Bangun By sudah adzan.. "
"Gak malu nih sama ayam yang dari tadi sudah berkokok... "
"By... "
"Emmmz.. "
Erangan kecil terdengar di bibir seksi Aiman ,perlahan mata lentik itu terbuka dilihatnya pertama kali wajah cantik sang istri dengan senyum manis.
"Sa.. sayang... "
"Bangun By.. sholat subuh.. "
"Bangunin.. "
Rengek Aiman sambil merentangkan kedua tangannya manja.
Ais hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang suami yang tak biasanya.
"Wuahh ea... ea... "
Suara tangis Fatih membuat Ais langsung berbalik menghampiri sang putra yang menangis. Membuat Aiman langsung bangun sendiri dengan bibir yang mengerucut.
"Putra Ummah sudah bangun yah.. "
Ucap Ais langsung menggendong sang putra, seketika Fatih langsung diam ketika sudah ada di gendongan Ais.
"Wah jagoan Baba curang,kan Ummah juga punya baba.. "
Cletuk Aiman mencoel pipi baby Fatih yang hanya tersenyum saja seakan Ummah hanya milik Fatih seorang.
"Wah malah ngetawain baba.. "
"By.. udah ambil air wudhu sanah... "
Ucap Ais terkekeh melihat wajah sang suami yang di tekuk. Sambil berjalan kearah kamar mandi.
"Fatih mau saingan yah sama baba.. "
Baby Fatih hanya tersenyum saja seakan yang dikatakan ummahnya memang benar apa adanya.
"Jahil yah sama baba, sekarang Fatih tiduran dulu ummah mau sholat dulu.. "
__ADS_1
Lagi-lagi baby Fatih hanya tersenyum,Ais langsung menidurkan kembali putranya.
Cklek...
Pintu kamar mandi terbuka nampaklah Aiman keluar dengan handuk yang belit pinggangnya.
"By.. bajunya sudah Ais siapkan,tunggu sebentar yah Ais mau ambil air wudhu dulu.. "
Dengan cepat Ais masuk kekamar mandi mengambil air wudhu karna takut waktu shubuh habis.
Aiman sudah rapi dengan sarung, baju koko dan peci yang menghiasi kepalanya,tak lama Ais keluar mereka langsung melaksanakan kewajibannya, berzikir dan berdo'a.
Sudah selesai Ais langsung melipat kembali mukena dan sejadah.
"Sayang Hubby mau ajak Fatih jalan-jalan.. "
"Boleh by tapi jangan lama kan hubby harus siap-siap berangkat kerja.. "
Ucap Ais tampa melirik sang suami karna sibuk membereskan tempat tidur. Sudah beres Ais langsung turun kebawah menuju dapur karna memang kalau masalah sarapan dan makan Ais yang akan mempersiapkan semuanya terkecuali kalau Ais kerepotan baru akan di serahkan pada bi Sumi.
"Boleh bibi bantuain Nak..."
Ucap bi Sumi yang baru selesai mengepel ruang utama dan belakang.
"Bibi bantuin siapkan di meja makan aja yang sudah mateng, Ais tinggal sebentar lagi ko .. "
"Baik Nak.. "
"Assalamualaikum Ummah.. "
Ucap Aiman sambil menggendong baby Fatih sambil tersenyum melihat sang istri yang sedang sibuk menyiapkan sarapan di meja makan dengan bi Sumi.
"By langsung mandi lagi, itu keringetan Fatih sini sama Ais.. "
"Nanti lama By.. kan hubby harus berangkat kerja.. "
Aiman berjalan meninggalkan sang istri membuat Ais menatap heran sang suami. Bukannya hari ini masuk kerja ,pikir Ais langsung mengikuti sang suami.
Ais menyiapkan saja baju ganti sang suami dan sang putra tak lama Aiman keluar.
"Sini biar Ais yang pakein baju buat Fatih, hubby itu bajunya udah disiapkan di atas shofa.. "
Dengan cekatan Ais memakaikan minyak telon dan bedak lalu memakaikan kaos dalam,baju ,dan celananya. Tak lupa memberi minyak rambut dan minyak wangi.
"Putra Ummah udah ganteng, By.. Loh ko pakai baju santai by.. "
Tanya Ais terkejut melihat sang suami memakai baju santai.
"Hari ini hubby izin gak masuk ,khusus hari ini hubby buat sayang dan Fatih saja.. "
"Bukan gara-gara Ais kan By.. "
"No, sayang.Kita sarapan yuk hubby sudah lapar...."
Ucap Aiman langsung merangkul sang istri yang masih menatapnya heran dan merasa bersalah.
"Sudah sarapan kita kerumah Umi, sekalian jenguk Air.. "
Uhuk.. uhuk...
Ais langsung tersedak makanan mendengar apa yang Aiman katakan,dengan cepat Aiman memberikan minum.
"Minum dulu.. "
"Terimakasih By.. "
__ADS_1
"Sini Fatih biar hubby aja yang suapin dari tadi sayang hanya memerhatikan hubby.. "
Ais hanya melongo saja melihat tingkah sang suami membuat Ais merasa sangat bersalah, pasti Aiman gak masuk kerja karna dirinya yang merajuk.
"Sayang gak senang yah kita mau kerumah Umi.. "
"Eh.. Ais senang ko, cuma Ais takut hubby gak kerja gara-gara Ais... "
"Sayang lihat hubby.. "
Dengan cepat Ais langsung berbalik menghadap sang suami.
"Dengarkan Hubby, semuanya bukan karna sayang ko.. emang hubby sudah rencana mau ajak sayang dan Fatih kerumah Umi, jadi stop nyalahin diri sayang sendiri.. "
Ais hanya mengangguk saja membuat Aiman tersenyum dan langsung menyalakan mesin mobilnya.
Baby Fatih sesekali tersenyum dan mengoceh tidak jelas membuat Ais dan Aiman hanya tersenyum saja melihat kelincahan sang putra.
"Fatih suka ..."
"Ya.. ya.. ya... "
"Ha.. ha... Fatih suka.."
Ais tertawa bersama sang putra sambil melihat keluar jendela sesekali mengoceh tak jelas menimpali celotehan sang putra yang tak jelas tapi Ais mengerti apa yang sang putra ingin katakan.
Aiman tersenyum melihat sang istri yang tertawa lepas dengan sang putra yang sangat aktif. Hingga tak terasa mobil Aiman sudah memasuki pekarang rumah keluarga Khoer.
Aiman langsung keluar dan berlari kecil membuka pintu untuk sang istri yang kesusahan karna menggendong sang putra.
"Terimakasih By.. "
"Sama-sama sayang.. "
"Itu tas kecil tolong bawain By, Ais sedikit susah.. "
Aiman langsung mengambil tas yang di tunjuk sang istri dan berjalan beriringan dengan sang istri menuju pintu utama.
Ais merasa heran karna tak ada satupun penjaga, tapi Ais menepisnya mungkin mereka sibuk di belakang, pikir Ais.
Kemudian senyum Ais mengembang kembali tetkala sudah di depan pintu karna sudah kangen bertemu Umi, Abi dan adik kembarnya yang sudah entah bagai mana perkembangan kondisinya.
"Assalamualaikum... Umi, Ab... "
"Happy birthday ummah Fatihhh... "
Deg....
.
.
Bersambung.....
.
.
.
Gimana seru gak ???
Jangan lupa like, komen dan vote nya ok
terimakasih atas dukungannya... he.. he...
__ADS_1