
Ais memberenggut menatap kesal sang suami yang menciumnya ganas hingga bibir Ais rasanya bengkak .
Apa lagi tingkah Aiman membuat baby Fatih menangis, Aiman hanya tersenyum saja melihat kekesalan sang istri.
"Cup.. cup sayang Babah jahat yah sudah buat Fatih nangis.. "
Ucap Ais menggendong Fatih sambil menyusui.Tak lama baby Fatih terdiam yang masih menyedot miminya.
"Ma'af Khumairo Hubby kebablasan.. "
Ais hanya acuh saja pokus menyusui anaknya.
"Suruh siapa Khumairo menggoda Hubyy.. "
"Hah.. "
Pekik Ais mengagetkan baby Fatih yang langsung menangis kembali karna kaget akan pekikan Ummahnya.
"Aduh sayang maafkan Ummah yah, cup.. cup.. "
Ais menatap suaminya tajam dengan rasa kesal yang mengubun, sedangkan Aiman hanya terkekeh saja melihat tingkah istrinya yang menurutnya menggemaskan.
Cinta yang saling melengkapi, dan menutupi segala kekurangan pasangan masing-masing menjadikan mereka pasangan yang sangat sempurna.
Padahal jauh dari kata orang mereka bukan pasangan serasi apalagi usia Ais jauh lebih tua dari pada Aiman. Tapi perbedaan usia bukan penghalang bagi mereka merajut rumah tangga yang sempurna.
Karna kesempurnaan bukan dilihat dari serasi atau pantaskah pasangan kita tapi di lihat dari Empat sisi di setiap pasangan.
Satu 'Dia yang yang ada di saat orang lain menjauh , Dia yang bertahan disaat kita rapuh,Dia yang tak pergi di saat tau buruknya diri kita, Dia yang menerima ketika tau bahwa masalalu kita begitu buruk.
Itu ada pada keduanya, hingga Ais begitu bisa merubah pandangan tentang perjodohan.
Perjodohan tidak selamanya berada dalam kehancuran tapi bagai mana kita merajutnya menjadi rumah tangga yang damai.
Dan menerima takdir yang sudah di tetapkan karna terkadang apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk-Nya, begitu pun sebaliknya.Apa yang menurut Allah baik belum tentu kita menerimanya. Maka hanya hati yang selalu lapang yang selalu menyerahkan dirinya pada sang maha pencipta.
Jadi mintalah apa yang menurut Allah baik untuk kita buka minta apa yang menurut kita baik.
Ingatlah bahwa Allah tak pernah dzolim pada hambanya hanya saja kita sering lupa bahwa kita sendiri yang mendzolimi diri kita sendiri.
Allah menuntun kita untuk memilihnya namun kita terkadang keras kepala ingin memilih yang lain, bahkan berani kabur dan pada akhirnya jika ada sesuatu yang tak kita inginkan pasti kita berkata 'Tuhan tak pernah adil' Bolehkah Tuhan menjawab 'Bukan Aku tak adil tapi kamu tak mau aku atur ' .
Begitulah yang sekarang Ais rasakan, dia bahagia dengan semuanya walau awalnya sangat membantah. Ais bersyukur Allah masih sayang kepadanya hingga menuntun Ais untuk memilih apa yang sudah Allah tetapkan.
Ais tersenyum melihat sang suami yang sedang bercanda dengan baby Fatih yang sesekali tersenyum menunjukan gigi merahnya dan sekekali mengusap dagu Aiman.
"Fatih lihatlah Ummah dari tadi lihatin Baba mulu.. Ummah terpesona dengan paras Baba yang ganteng ini he.. he.... "
Glek...
Ais menelan slavinanya kasar kalau suaminya mengetahui bahwa dirinya dari tadi memerhatikannya membuat Ais menutup kedua mukanya malu.
"Hubby... "
"Kenapa sayang.. "
Ah.rasanya muka Ais semakin memanas apa lagi Aiman memanggil dirinya 'Sayang ' tepat di depan matanya. Padahal Ais sering mendengar Aiman menyebutnya sayang tapi entah kenapa Ais lebih sukan Aiman memanggilnya Sayang dari pada Khumairo.
"Jangan begitu Byy... "
"Begitu bagai mana hemmz.. "
Goda Aiman tersenyum melihat tingkah istrinya yang memanas,membuat Ais semakin salah tingkah.Perlahan Ais membuka kedua tangannya yang menutupi mukanya karna merasakan Aiman menjauh dari wajahnya.
__ADS_1
Deg....
Mata Ais membulat tetkala Aiman mendekatkan wajahnya cepat tepat di depan matanya hingga hidungnya dan hidung sang suami berbenturan , Ais bisa merasakan nafas sang suami yang begitu wangi Mint.
Aiman meraih tangan istrinya untuk memegang pipinya tampa melepas tatapannya yang memancarkan cinta dan kasih kedalam bola mata Ais.
"Ais ingin bola mata ini hanya memantulkan Ais seorang bukan orang lain, hidung ini hanya untuk mencium apa yang ada pada diri Ais bukan orang lain ,bibir ini hanya untuk mengucapkan cinta untuk Ais bukan yang lain dan senyuman indah ini hanya buat Ais bukan untuk yang lain... "
Gumam Ais pelan menelusuri setiap inchi apa yang ada pada wajah Aiman sambil memejamkan mata membayangkan semuanya .
" Ada waktunya semuanya di bagi.. "
Deg...
Ais langsung membuka matanya perlahan, apa maksud dari perkataan sang suami ' Ada waktunya di bagi ' maksudnya apa, pikir Ais nyeri. Ais mencari kebohongan dari perkataan sang suami tapi tak ada semunya serius. Membuat kedua mata Ais berkaca-kaca sungguh Ais tak rela jika berbagi dengan orang lain.
"Hubby gak seriuskan ? "
Tanya Ais gemetar menangkup pipi Aiman lembut dan membelainya.
"Kapan bercanda.. "
"Ja.. jahat hik.. hik.. Hubby jahat... hik.. "
"Cinta dan kasih sayang Hubby memang harus di bag... "
"Stop... hik ja.. jangan di teruskan.. "
Ucap Ais sesegrukan sambil menutup mulut sang suami, Ais gak kuat jika harus mendengar semuanya dari mulut sang suami rasanya hati Ais nyeri.
"Ummah jangan egois,Cinta dan kasih sayang Baba kan harus di bagi sama Fatih dan anak-anak kita yang lainnya. "
Celetuk Aiman membuat Ais seketika memberhentikan tangisnya dan menatap tajam sang suami yang malah menertawakanya.
Cup...
"Ma'af, jangan nagis lagi. Semuanya untuk Khumairo dan Baby Fatih.. "
Potong Aiman membuat Ais langsung diam karna bibirnya di bungkam oleh bibir Aiman.
"Ngeselin... "
"Tapi suka kan.. "
"Ah.. By.. "
Ha.. ha...
Aiman tertawa melihat wajah sang istri yang benar-benar memerah menahan malu. Ais menenggelamkan kepalanya di belahan dada bidang sang suami.
Entah kenapa semenjak hamil dan menjadi seorang ibu Ais menjadi sensitif, rasanya ada rasa ketakutan Aiman meninggalkannya.
Ais suka berada di posisi seperti itu, bersembunyi di dada bidang sang suami, rasanya nyaman dan terlindungi. Apa lagi Ais bisa merasakan detak jantung sang suami begitu jelas di telinganya membuat hati Ais tenang.
Sedangkan Aiman dari tadi terus mencium puncak kepala sang istri tak henti-henti membuat Ais sedikit geli tapi suka.
"By.. "
"Hemmz.. "
"Panggil Ais sayang.."
"Sayang... "
__ADS_1
"Sekali lagi.. "
"Sayang... "
"Ulangi.. "
"Sayang.. "
"Ulangi... "
"Sayang.. sayang... sayanggggggh......... "
Ucap Aiman terus sambil mempererat pelukannya.
"Sekarang panggilnya sayang yah jangan Khumairo lagi.. "
"Kenapa ? "
"Ais suka aja.. "
"Masa sih.. "
"Rasanya berbeda aja.. sayang lebih manis dari khumairo.. "
"Dua-duanya sama. Sama-sama manis ko.. "
"Bagi Ais beda pokonya sayang panggilnya.. "
Ucap Ais polos sambil mendongkakkan kepalanya melihat wajah sang suami,Aiman hanya tersenyum melihat wajah sang istri yang melihatnya seperti anak kucing, menggemaskan.
" Baiklah... "
Pasrah Aiman karna tak kuat melihat wajah menggemaskan sang istri.
"Katakan.. "
"Sayang Hubby sangat mencintaimu.. "
"Ulangi... "
"Sayang.. "
"Sekali lagi.. "
"S-A-Y-A-N-..... "
Cup..
.
.
.
.
Gimana baper gak ???
Jangan lupa dukungannya yah dengan like, komen dan vote ok
Terimakasih...
Cup...
__ADS_1