
Sudah puas jalan-jalan Aiman mengajak sang istri pulang kehotel begitupun Andi membawa pulang sang istri.
Apalagi waktu sudah memasuki Magrib membuat Aiman langsung memberhentikan mobilnya tepat di depan Masjid yang tak jauh dari lokasi tadi.
Sudah selesai Aiman langsung menuju hotel tempat dimana Air melaksanakan acara ijab kobul dan repsesi.
Sungguh hari dimana membuat Ais kelelahan tapi juga sangat bahagia bisa berkeliling kota Bandung walau hanya beberapa tempat saja.
Tapi itu cukup bagi Ais yang sedang banyak pikiran membuatnya seakan tenang dan nyaman dengan apa yang sang suami lakukan.
Sesekali Ais mengambil poto dirinya sendiri ataupun bersama sang suami dan putranya rasanya baru saja beberapa jam Ais merasakan kebahagiaan itu tapi seakan Ais merasakannya sudah lama.
Entah kapan terakhir Ais bisa tertawa lepas tampa beban di pikirannya. Tapi keberadaan sang suami membuat Ais sedikit bisa mengurangi beban pikirannya.
Apa lagi Ais sekarang sedang hamil yang kedua membuat Ais berusaha menjaga keadaannya supaya tak berpengaruh pada cabang buah hatinya. Ais takut kejadiaan ditinggal sang umi membuat Ais Drof ,dan Ais juga tidak mau dengan keadaannya membuat sang suami juga bersedih.
Apapun yang terjadi Ais berusaha bangkit dari keterpurukannya,karna perjalanan mereka masih panjang. Karna masih ada anak-anak dan suami yang membutuhkannya.
Begitupun Aiman akan selalu berusaha membuat sang istri bahagia supaya tidak terlalu stres lagi, apapun akan Aiman lakukan demi keluarga kecilnya.
Bahkan Aiman mengorbankan pekerjaannya demi sang istri, dia harus bekerja extra di rumah sakit dan di rumah. Apa lagi Aiman mau tak mau harus menggantikan sang Ayah memegang rumah sakit yang ada di Turki.
Entah kapan Aiman akan membicarakannya lagi dengan sang istri karna Aiman takut sang istri tidak akan setuju. Apa lagi Aiman harus melihat kondisi sang istri yang sudah benar-benar bisa melepaskan kepergiaan umi Rahma atau tidak.
Ditambah lagi sang Ayah terus saja menanyakan kapan dirinya akan pindah ke-Turki . Tapi sekuat tenaga Aiman menyembunyikan masalah itu dari sang istri supaya sang istri tidak banyak pikiran.
Sudah cukup sang istri banyak menerima beban Aiman tak mau sang istri berpikir keras untuk masalah itu karna takut malah mempengaruhi kesehatan sang istri lagi.
Dret... dret....
"Sayang Hubby angkat telepon dulu.. "
"Iya, By.. Ais juga mau nidurin Fatih kayanya dia kelelahan.. "
Ucap Ais langsung naik keatas ranjang menepuk-nepuk bokong sang putra supaya cepet tidur.
Nampak serius wajah Aiman menerima telepon di serbang sana membuat Ais sedikit menyerngit melihat wajah sang suami yang nampak tegang.
Aiman mengangkat telwpon dibalkon tapi Ais masih bisa melihatnya karna jendela kamar belum di tutup.
"Ayah ,tapi Aiman belum bisa .Kondisi Ais masih belum pulih.. "
"......... "
" Ayo lah.. kan waktu masih panjang. Aiman belum siap jika ayah langsung menyerahkan semuanya.Disana kan masih ada Dokter Ahmed dan Emely yang membantu Ayah.. "
__ADS_1
".......... "
" Baiklah. Nanti Aiman kirim faile nya ke Ayah,Aiman yakin Ayah pasti menyukainya.Dia mempunyai potensi yang tak kalah dengan Emely... "
"......."
"Mahasiswa Koas Aiman tapi sekarang dia sudah lulus, dan sekarang bekerja juga di Rumah sakit tempat Aiman kerja. Apalagi Aiman kan harus mengurus juga RSG.. "
"...... "
"Yasudah. Maafkan Aiman yah, insyaallah kalau semuanya sudah setabil Aiman akan membicarakan masalah ini. Jaga kesehatan ayah, Aiman sayang ayah Assalamualaikum.. "
Ucap Aiman sambil menghela nafas pelan, bagai mana Aiman membicaraknnya dengan sang istri,disaat situasi sang istri yang masih berduka.
"Maafkan Aiman yah.. "
"By.. "
"Astagfirullah... "
Kaget Aiman karna sang istri menepuk pundaknya, Aiman menelisik sang istri apakah sang istri mendengarkan pembicaraannya dengan sang ayah atau tidak. Tapi yang Aiman lihat hanya wajah datar sang istri dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
"Kenapa? "
"Tidak apa-apa hanya masalah kecil .."
"Ayo kita masuk sudah malam , gak baik angin malam buat ibu hamil "
Ajak Aiman menarik lengan sang istri lembut tapi Ais malah menahannya membuat Aiman langsung berbalik kembali menghadap sang istri dengan tatapan bertanya kenapa? .
Tapi kini malah Ais yang menarik lengan sang suami membuat Aiman langsung terhuyung kedepan hingga tak ada jarak diantara mereka .Ais mendongkak keatas karna tinggi Ais hanya sebatas dada sang suami, perlahan Ais menempelkan tangannya kedada sang suami dan mendorong pelan membuat Aiman mundur kebelakang bersamaan dengan kaki Ais maju.
Kemudiaan Ais menduduk sang suami di kursi, Aiman hanya diam saja menurut apa yang sang istri lakukan walau hati Aiman sedikit was-was.
Lalu Ais pun ikut duduk dipangkuaan sang suami dengan kedua tangan yang dikalungkan kebelakang leher sang suami dengan bibir yang tersenyum membuat Aiman semakin was-was apa yang akan dilakukan sang istri padanya.
Cup...
Ais mencium kening sang suami lembut membuat Aiman dengan repreks memejamkan kedua matanya menikmati kecupan lembut sang istri. Kemudiaan kecupan itu turun pada dua mata Aiman yang terpejam dan terakhir mendarat di hidung mancung Aiman.
Aiman membuka kedua matanya perlahan tetkala sang istri sudah tak mengecupnya lagi, hal pertama yang Aiman lihat masih sama yaitu senyuman sang istri yang masih mengembang.
Sutttt....
Ais menempelkan jari telunjuknya di bibir seksi sang suami yang akan bicara mengisyaratkan sang suami tetap diam. Kemudian Ais menangkup wajah sang suami supaya menatapnya lebih dalam.
__ADS_1
"Entah apa yang Hubby lakukan sehingga membuat Ais jatuh cinta pada Hubby , walau rasa ini tak sebesar rasa yang hubby berikan pada Ais. Tapi percayalah disini tidak ada nama yang selalu Ais semayamkan dalam doa kecuali nama Hubby. "
Ucap Ais lembut sambil menepuk dadanya sendiri.
"Hubby adalah suami Ais yang wajib Ais hormati,sayangi dan cintai segenap hati Ais. Pertama kali hubby mengucapkan ijab kobul maka disitu Ais sudah menyerahkan seluluh hidup Ais untuk hubby. Maaf jika selama ini Ais belum bisa jadi istri dan ibu yang baik buat hubby dan Fatih . "
Aiman hanya diam mendengar ungkapan perasaan sang istri yang begitu penuh perasaan dengan tatapan yang masih saling mengunci satu sama lain.
"Jika Ais selalu melibatkan hubby dalam segala urusan yang Ais alami, maka libatkanlah Ais dalam masalah hubby.. "
"Apa yang sayanggg... "
Cup...
Potong Aiman menyela tapi dengan cepat Ais membungkam bibir sang suami dengan bibirnya membuat Aiman seketika diam.
"Ais sudah tau semuanya, Tolong jangan jadikan Ais penghalang buat hubby berbuat kebaikan. Maaf atas segala keegoisan Ais yang selalu membuat hubby terus berada disini,padahal Ais tau hubby adalah seorang dokter yang banyak dibutuhkan orang tapi demi Ais hubby meninggalkannya. "
"Stop apa yang sayang katakan ! jangan nga.. "
Cup...
Kali ini Ais bukan hanya sekedar membungkam mulut sang suami dengan kecupan tapi lebih dari itu.
"Hikss.. bawalah Ais kemanapun hubby pergi. Ja.. jangan jadikan Ais sebagai penghalang hubby. "
Isak tangis Ais pecah begitu saja yang sendari tadi Ais tahan sambil menyatukan kening dirinya dan kening sang suami.
"Ta.. tapi sa... "
"Ais mau tinggal di Turki! "
Jderrr.....
.
.
.
Bersambung....
Gimana seru gak???
Jangan lupa tinggalkan jejak yah buat author dengan
__ADS_1
Like, Komen, dan Vote Ok
Terimakasih....