Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 52 Rindu


__ADS_3

"Sayang Hubby berangkat dulu yah... "


"Iya By.. "


"Jagoan Baba jangan nakal ok, jangan rewel kasian Ummah.. "


Ucap Aiman sambil mengecup puncak kepala sang istri lalu beralih pada Fatih yang sedang ada di gendongan Ais.


"Assalamualaikum sayang,Fatih dadah... "


"Waalaikumsalam.. hati-hati Baba... "


Jawab Ais seperti anak kecil melambaikan tangan pada sang suami hingga mobil Aiman hilang dipandangan mata Ais.


Ais lalu masuk kedalam lagi setelah mengantar sang suami kedepan pintu.


Itulah sekarang yang sering Ais lakukan mengantar sang suami berangkat kerja sampai pintu dan menunggunya pulang terkadang Ais suka ketiduran kalau Aiman pulang terlalu larut malam.


Akhir-akhir ini memang Aiman sibuk dengan pekerjaannya,Propesi seorang dokter bedah sekaligus Psikolog membuat Aiman terkadang kelelahan apalagi harus mengurus berkas-berkas yang dikirim ayah Ilham lewat Email .


Tapi rasa lelah itu sirna ketika melihat wajah sang istri dan sang putra. Majah mereka seperti fitamin bagi Aiman menghilangkan rasa lelahnya.


Kesibukan Aiman membuat Aiman jarang menghabiskan waktu untuk Ais dan sang putra, Ais hanya bisa sabar akan kesibukan sang suami apalagi Aiman sempat bicara bahwa akhir-akhir ini memang Aiman akan sibuk.


Saking sibuknya Aiman terkadang Aiman tidak tau bagai mana pertumbuhan sang putra yang kian pesat, lincah, dan pintar padahal usia baby Fatih baru menginjak empat bulan tapi seakan sudah satu tahun saja.


Kelincahan dan aktifnya baby Fatih mengurangi rasa rindu kebersamaan Ais dengan sang suami,Ais hanya bisa melihat sang suami di pagi hari terkadang kalau malam hanya sesekali kalau Ais tidak ketiduran.


"Sayang sekarang Baba sibuk banget.. "


"Jarang ada waktu buat Ummah dan Fatih, Fatih gak apa-apa kan Nak. "


Ucap Ais mengajak bicara sang putra yang Ais tidurkan di ranjangnya.


"Ini udah jam sepuluh malam tapi Baba belum pulang,Kamu harus tidur Nak.. "


Gumam Ais mengelus-elus dada sang putra supaya cepet tidur, Fatih memegang tangan Ais seakan memberi semangat pada Ummahnya bahwa harus sabar.


Sesekali Ais menguap karna rasa kantuk yang begitu menyerangnya,tapi Ais berusaha menahannya agar sang putra duluan yang tidur.


"Nak.. kamu juga kangen yah sama Baba, sama ummah juga. Tapi sekarang Fatih tidur yah sudah malam..."


Ais terus saja mengoceh dan membacakan sholawat supaya sang putra cepet tidur, seakan faham Fatih berusaha tidur karna tak Tega melihat Ummahnya terus menguap hingga kesadaran Ais hilang karna saking kantuknya.


Mata Ais terpejam sambil memeluk sang putra begitupun Fatih tidur menghadap ummahnya seakan faham bahwa ummahnya rindu akan pelukan babanya.


Jam dua belas malam Aiman baru pulang dengan wajah lesunya masuk kedalam rumah yang sudah dimatikan lampu.


Aiman menaiki anak tangga membuka pelan pintu kamar takut membangunkan sang istri.


Seketika Aiman tersenyum melihat sang istri dan putranya yang sedang tertidur sambil berpelukan, rasa lelah dan penat seketika hilang melihat wajah damai kekasih halalnya dan jagoan kecilnya.


Perlahan Aiman mendekati sang istri menarik selimut menutupi tubuh sang istri dan sang putra yang kedinginan.


Cup...


"Ma'af kan Hubby sayang.. "

__ADS_1


Gumam Aiman pelan sambil mengecup puncak kepala sang istri dan mengelus pipi baby Fatih karna Fatih tidur di belahan dada Ais membuat Aiman sedikit sulit mengecup sang putra.


Ais terusik karna gerakan Aiman membuat Ais membuka matanya perlahan.


"Emm.. By...."


Gumam Ais pelan bergerak membenarkan tidur sang putra.


"Maafkan Hubby sayang jadi kebangun.. "


Ucap Aiman pelan merasa bersalah karna sudah membangunkan sang istri yang nampak kantuk.


"Hubby kapan pulang.. "


"Barusan,Tidur lagi aja.. "


"Gak apa-apa By,Hubby makan belum, atau mau Ais siapkan air hangat... "


"Udah tadi, gak usah sayang biar sama hubby aja.."


Ais tak membalas lagi ucapan sang suami, Ais membantu sang suami membuka jas dan mengambil tas kerja sang suami lalu meletakkannya di tempat biasa.


Ais masuk kekamar mandi guna menyiapkan air hangat sudah selesai Ais langsung keluar.


"Astagfirullah Bmmzz.. "


Pekik Ais tertahan karna Aiman membekam mulut sang istri takut sang putra terbangun karna teriakan sang istri.


"Hubby ngagetin aja.. "


"Yasudah sekarang hubby mandi udah Ais siapkan air hangatnya takut keburu dingin.. "


Grep...


Aiman mencengkal lengan sang istri yang ingin keluar dari kamar mandi, dengan lembut Aiman menarik sangistri hingga Ais berbalik menghadap Aiman.


Tangan Aiman pindah pada pinggang Ais dan mendorongnya supaya lebih dekat lagi, Ais mendongkak demi melihat wajah sang suami yang lebih tinggi darinya.


"Ada apa By ? "


Tanya Ais yang heran kenapa Aiman hanya diam saja, dan malah memeluknya erat. Ais hanya diam saja sambil mengelus-elus punggung sang suami.


"Ma'afkan Hubby.,akhir-akhir ini hubby pulang malam terus.. "


Ais hanya diam dari tadi Ais berusaha tidak membahas masalah itu,hatinya sungguh sakit dan rindu jadi satu.


"Ma..ma'af.. "


Hancur sudah pertahanan Ais untuk tidak menangis, Aiman langsung memeluk sang istri lebih erat lagi karna merasa bersalah sudah membuat sang istri seperti ini.


"Hik... ja.. jahat.. "


"Ma'afkan hubby sayang.. ma'af, hubby janji akan membagi waktu hubby supaya ada waktu untuk kita.."


Ucap Aiman merasa bersalah karna sudah membuat sang istri menangis, Apa lagi Aiman mendengar dari bi Sumi kalau Ais jarang makan malam demi menunggu dirinya,kadang waktu Ais habiskan untuk melamun dan menangis.


Tersenyum hanya di depan anak dan dirinya saja, kadang Ais kalau Aiman sudah berangkat kerja dia hanya akan mengurung diri ketika sudah menidurkan Fatih.

__ADS_1


"Ais gak apa-apa By.. "


Gumam Ais gemetar berusaha tak egois sambil menghapus air mata yang keluar.


"Apa Hubby berhenti aja, supaya hubby ada waktu untuk kalian... "


Deg...


Seketika Ais terkejut akan ucapan sang suami walau Ais bahagia sang suami akan ada banyak waktu untuk dirinya dan sang putra tapi Ais juga gak mau egois, Ais faham bagai mana sibuknya sang suami apa lagi Aiman sangat dibutuhkan.


"Ja.. jangan By, banyak orang membutuhkan hubby.. "


"Tapi , Sayang dan Fatih butuh hubby juga.. "


Ais hanya diam karna memang apa yang sang suami katakan benar apa adanya.


"Ais bisa menahannya by.. Ais dan Fatih gak apa-apa ko.. "


Ucap Ais berusaha tak egois walau bagai manapun Aiman sangat di butuhkan.


"Tapi Hubby gak mau sayang menangis dan mengurung diri di kamar terus.. "


Jder...


Ais terlonjat kaget bagai mana mungkin sang suami tau bahwa dirinya sering menangis dan mengurung diri padahal Ais diam di kamar supaya Aiman tak bisa mengetahuinya karna kamar utama yang tidak di pasang sisi Tv.


"Bibi yang bilang.. "


Ucap Aiman melihat tatapan sang istri yang bingung.


"Ma'af Ais membuat hubby terbebani akan sikaf kekanakan Ais.. "


"No sayang, justru hubby yang salah akhir-akhir ini sangat sibuk.. "


"Tap... "


Cup...


Aiman langsung membungkam bibir sang istri dengan bibirnya, membuat Ais seketika meneteskan air mata.


Kelembutan ini, sentuhan ini dan semuanya,sudah lama Ais menginginkannya by,batin Ais menjerit rindu.


.


.


Bersambung......


.


.


.


Sudah bacanya??


Jangan lupa untuk like, komen dan vote nya ok he.. he...

__ADS_1


__ADS_2