Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 46 Rahasia Ani


__ADS_3

Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara.....


Dua orang turun dari pesawat dengan kaca mata hitam menghiasi wajahnya.


Mereka berdua berjalan di iringi kedua pengawalnya yang memakai jas hitam.


Sedangkan sebuah mobil sport hitam sudah menunggu di luar. Salah satu pengawal membuka mobil ketika melihat bos besarnya sudah terlihat berjalan kearahnya.


" Patron lütfen..(Silahkan Bos.. )"


Ucap salah satu pengawal dalam bahasa Turki yang berawakan tinggi dengan brewok yang menghiasi wajahnya.


Dua orang itu langsung masuk kedalam mobil dan langsung melesat kencang membelah kota Bandung di ikuti satu mobil lagi.


"İlk nereye gidiyoruz patron.(Kita menju kemana dulu Bos..) "


" İlham şimdi nerede? (Dimana keberadaan Ilham sekarang ?) "


Bukannya menjawab orang yang di panggil bos malah balik bertanya membuat pengawal yang bertanya menelan slavinanya dengan kasar.


" Bogor, patronun yeğeni hastanedeyken.. Ve genç bayan patron ve patronun kalacağı aynı otelde.. (Bogor, Sedangkan keponakan Bos masih berada di rumah sakit.. Dan nona Muda berada di hotel yang sama yang akan Bos dan buk Bos tempati.. )"


Bos besar mengangguk mengerti,sekilas dirinya melirik sang istri yang terlihat mengantuk dan nampak kelelahan.


" Önce otele gidelim, belki yarından sonraki gün hastaneye gideriz.( Kita kehotel saja dulu, mungkin lusa kita ke rumah sakit.. )"


" Evet patron..(Siap Bos..) "


Ucap tegas pengawal.




Senyuman indah terukir di bibir tipis gadis yang sedang berjalan menelusuri kolidor rumah sakit mencari ruang VIP.



Tak lama matanya menemukan ruangan yang sendari ia cari. Dengan pelan ia membukanya lalu menutupnya kembali dengan pelan.



"Assalamualaikum.... "



Ucap gadis itu tersenyum manis.



"Waalaikumsalam... "



Jawab Ais yang tersenyum melihat siapa yang datang.



"Selamat yah sayang, kamu sudah jadi seorang ibu.. "



"Terimakasih Ani,kenapa baru kesini ?? "



Tanya Ais karna sedikit kesal sahabatnya baru bisa berkunjung.



"Maaf Beb, aku kan sedang sibuk buat skrifsi dan harus bekerja juga... "



"Oh iya, kenapa Ais lupa yah.. "



"Dasar, kalau sudah jadi ibu-ibu tambah yah pikunnya "



Pletak...



Ais mengerucutkan bibirnya karna kesal Ani mengatainya pikun lalu menertawakannya.



"Eh.. gomong-ngomong mana keponakanku? "



Tanya Ani yang memang tidak melihat seorang baby di ruangan itu.



"Lagi dimandikan dulu sama Babanya.. "



Ha.. ha...



Ani tertawa mendengar jawaban Ais membuat Ais mengerutkan kening, perasaan tak ada yang lucu pikir Ais.



"Cie.. cie... jadi sekarang panggilnya Baba, Ummah yah... "



Goda Ani membuat Ais seketika memanas karna malu, Ani hanya tersenyum saja sangat bahagia melihat kebahagian yang terpancar di mata Ais.



Entah sudah lama Ani tidak melihat kebahagian itu dengan bebas, terakhir Ani lihat itupun sudah lama.



Cklek...



Pintu kamar mandi terbuka nampaklah Aiman keluar sambil menggendong baby yang terus menggeliat.



"Oh ternyata ada tamu.. "

__ADS_1



Ucap Aiman membuat Ani dan Ais menengok.



"Wah ponakan Anty sudah mandi yah... boleh aku gendong "



Ijin Ani ketika baby Fatih sudah selesai memakai baju dan menyusui.



" Boleh Anty.. "



Ucap Ais menirukan suaranya seperti anak kecil membuat Aiman geli saja.



"Namanya siap? "



"Azam Ilham Al-Fatih Mahmued.. "



"Wah nama kamu indah sekali Boy.. sama seperti wajahmu yang ganteng.."



"Panggil saja Fatih An, titip dulu Fatih yah aku mau ketoilet dulu.. "



Ani hanya mengangguk saja lalu mengajak bicara lagi baby Fatih, sesekali Fatih tersenyum dan menggerakan tangannya karna celotehan Ani walau tak mengerti.



Sedangkan Aiman membantu sang istri dengan sangat hati-hati memapahnya kedalam toilet .



"Wah Boy, kamu mirip banget dengan Babamu. Cuma tatapanmu sama dengan Ummah yah yang terlihat memabukan.. "



Kekeh Ani, Ais yang baru keluar kamar mandi langsung cemberut mendengar ucapan Ani, Aiman yang melihat perubahan sang istri yang mulai merajuk lagi hanya tersenyum geli.



Cup...



Ais melotot tetkala Aiman mengecup bibirnya bagai mana kalau Ani melihat,pikir Ais kesal sambil memukuk dada bidang Aiman pelan.



"Kalau Umma marah Fatih mirip Baba, gimana kita buat adik Fatih yang mirip Ummah.. "



Bisik Aiman membuat Ais semakin melotot.




Ringis Aiman tetkala Ais mencubit perutnya, Ani yang mendengar ringisan langsung berbalik.



"Kenapa..? "



Tanya Ani yang sedang melihat pasangan di depan matanya sedang saling tatap.



" Gak papah An.."



"Oh.. "



Ucap Ani tak terlalu memerhatikan karna perhatiannya habis untuk baby Fatih.



Lama mereka bertiga mengobrol sambil bercanda tawa, Aiman yang paling banyak diam diantara mereka karna tidak terlalu paham apa yang di bicarakan para perempuan.



Hingga waktu sudah menjelang sore akhirnya Ani pamit pulang, walau Ais berat ditinggal Ani tapi dengan bujukan Aiman akhirnya Ais mengijinkan.



"Jaga diri baik-baik dan hati-hati di jalan.. "



"Siap Bos laksanakan, dadah... baby Fatihh... "



"Assalamualaikum.. "



"Waalaikumsalam... "



Seseorang yang dari tadi bersembunyi di balik pintu mendengar Ani akan pergi,langsung buru-buru bersembunyi karna takut ketahuan.



Ani keluar dan langsung menutup pintunya kembali, ia berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil .Dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.



"Mau kemana dia "


__ADS_1


Gumam seseorang yang dari tadi mengikuti Ani tapi seketika orang itu tau kemana Ani akan pergi.



Ani memberhentikan mobilnya, dan langsung keluar berjalan menelusuri satu makam kemakam lain dan kakinya berhenti di salah satu makam yang sangat terawat.



Ani menghela nafas berat lalu ia berjongkok di samping makam itu.



"Assalamualaikum Kak, apa kabar ? "



Ucap Ani gemetar menahan sesak di dalam hatinya. Sekuat tenaga Ani menahan agar tangisannya tidak keluar.



"Ma'af aku tak bisa menjagamu, andai dulu aku tak memberikan dia padamu mungkin kamu masih ada Kak. Dan aku hik.. hik... salah ter..ternyata dia malah menyakitimu ..."



Akhirnya isak tangis Ani keluar juga yang sendari tadi dia tahan.



"Aku awal kehancuran keluarga kita.. Ayah dan Mamah pergi karna aku dan ka.. kau juga pergi karna ak.. aku.. hik.. "



Ani meremas dadanya kuat karna tak kuat mengenang semuanya.



" Andai kita tak mencintai orang yang sama, kamu pasti masih ada Kak.Dan sekarang kakak pasti bahagia dengan anak kakak,dan apa kakak tau Ais juga baru melahirkan babynya laki-laki namanya Azam Ilham Al-fatih Mahmued nama yang indah..."



"Kak apa kakak akan marah jika aku masih mencintainya.. "



Lilir Ani mengelus papan nisan yang terukir indah nama kakanya.



"Ma.. ma'af kan aku Kak hik... hik... "



Ucap Ani gemetar dengan isak tangis yang mulai kembali terdengar.



" A.. aku berusaha melerakan di..dia untuk ka.. kakak, Ta.. tapi kenapa di.. dia selalu membelenggu hati ini kak hik.. "



"Sa. sakit kak hik.. "



Kini Ani semakin meremas dadanya yang begitu perih akan gejolak cinta di hatinya tapi sayang Ani tak bisa menggapainya.



"Jadi ini alasan kamu meninggalkan Aku. "



Deg....



Ani begitu terkejut mendengar ucapan seseorang yang begitu Ani kenal .Perlahan Ani mengangkat wajahnya mata mereka saling tatap dengan tatapan penuh kerinduan dan kecewa jadi satu.



Hati Ani begitu teriris melihat tatapan penuh luka, cinta, benci dan amarah menjadi jadi satu. Dengan sekuat tenaga Ani menahan dirinya untuk tidak menangis lagi.



Dengan cepat Ani meninggalkan pemakaman karna tak ingin berlama-lama bertemu dengan Andi.



Seseorang yang dari tadi mengikuti Ani adalah Andi Hermansyah.



Grep..



Andi mencengkal tangan Ani erat membuat Ani berhenti berjalan.



"Kenapa kamu selalu menghindar ? jika kamu masih mencintaiku kenapa kita tak bisa bersama.. "



Teriak Andi prustasi karna Ani selalu menghindar dari dirinya, tapi sekarang Andi tidak akan pernah melepaskan Ani kembali. Apalagi Andi sudah tau alasan Ani dulu meninggalkannya.



"Jawab An, ayo Jawab.. Katakan jika kamu mencintaiku.. "



"Iya Aku memang masih mencintaimu brengsek.. "



Teriak Ani prustasi sambil menghempaskan cengkalan Andi di tangannya.



"Tapi kita tak bisa bersama ,kita berbeda ! "



Tegas Ani lalu melangkah pergi, membuat Andi tertegun hanya diam mematung.



"Apa karna Aisyah. "


__ADS_1


Deg...


__ADS_2