Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 43


__ADS_3

"Owek... owek.... "


Tangisan baby menggema diruang persalinan membuat para dokter dan suster tersenyum bahagia melihat oprasinya sudah berhasil yang dari tadi membutuhkan tenaga ektra karna Ais pendarahan cukup serius tapi alhamdulillah tidak membahayakan baby dan rahirnya hanya saja harus sedikit di jahit di area peribadinya. Akibat benturan cukup keras membuat sobekan kecil.


Ais masih menutup matanya mungkin karna pengaruh obat bius dan cukup kekurangan darah. Alhamdulillah Allah memberikan pertolongan dengan setok golongan darah A masih ada hingga Ais bisa dengan cepat melewati masa keritisnya.


Aiman yang sendari tadi bulak-balik langsung mematung tetkala mendengar tangisan baby.


Jantungnya berdekup dengan kencang mendengar suara tangisan itu, ada rasa bahagia,sedih dan panik bercampur jadi satu.


"Alhamdulillah ya Allah.... "


Gumam Aiman menangis haru dan langsung sujud syukur atas kenikmatan yang sudah Allah beri.


Cklek....


Pintu terbuka nampaklah seorang suster membawa baby yang berlumuran darah untuk di bersihkan di ikuti perawat lain yang mendorong brankar Ais untuk di pindahkan keruang VIP.


"Selamat Bapak sudah menjadi seorang Ayah, Babynya laki-laki. Tapi... istri anda masih belum sadar mungkin beberapa jam lagi sadar... "


"Alhamdulillah.. ya Allah, terimakasih Dok, ta.. tapi... tidak ada hala yang serius kan Dok?


Tanya Aiman sedikit cemas mebuat sang dokter tersenyum.


"Alhamdulillah tidak Pak, hanya saja ma'af di area peribadinya sedikit kami jait karna ada sobekan kecil akibat benturan yang cukup keras tapi Alhamdulillah tidak sampai membahayakan... "


"Iya tidak apa-apa Dok, sekali lagi terimakasih...


"Itu sudah menjadi tugas saya, Baby anda lagi di mandikan mungkin sebentar lagi selesai, silahkan anda tunggu saja di ruang istri anda.. "


Ucap sang dokter tersenyum ramah sambil mempersilahkan Aiman berjalan.


Aiman berjalan mengikuti sang dokter dan masuk keruang sang istri.


Muka Ais terlihat pucat dengan mata yang masih terpejam mendekati brankar sang istri.


"Khu.. khumairo.. "


Ucap Aiman gemetar memegang tangan sang istri lalu menciumnya lembut penuh kasih sayang.


"Ma.. ma'af kan Hubby,dan terimakasih sudah berjuang mempertahankan Baby. Di.. dia laki-laki katanya sayang... "


Tak lama pintu ruang Ais terbuka, nampaknya salah satu suster mendorong boks Baby yang baru selesai di bersihkan.


"Pernisi Pak, ma'af mengganggu. Ini babynya silahkan untuk di adzani. "


Dengan gemetar Aiman menggendong Baby mungil yang masih terpejam kedua matanya, baby itu menggeliat tetkala ada gerakan.


Dengan gemetar Aiman mengadzani putranya lalu mengecupnya pelan dengan cairan bening yang menetes.


Rasa bahagia menyelimuti hatinya, kemudian Aiman menggendong babynya kearah sang istri. sedangkan suster sendari tadi sudah tidak ada meninggalkan sepasang suami istri itu.


"Khumairo.. lihatlah sayang baby kita sangat ganteng, mirip sekali dengan Baba... "


"Baby kayanya Ummah akan marah deh kalau bagun melihat putranya mirip Baba... "


Aiman terkekeh sendiri berbicara pada sang anak seolah putranya bisa mendengar.


Aiman terus saja mengajak baby mungil itu berbicara, kadang bercanda lalu Aiman terkekeh sendiri.Tapi di balik itu semua sungguh Aiman merasakan kekosongan dalam hatinya.


"Mah.... lihatlah, sekarang Aiman sudah menjadi Baba. Mamah sudah menjadi Nenek, apa Mamah melihat kami ?. Aiman harap Mamah ada di sini, di sisi Aiman....melengkapi kebahagiaan Aiman.. "


Lilir Aiman sambil meletakan babynya ke boks baby dan menggesernya supaya berdekatan dengan brankar sang istri.


"Khumairo cepatlah bangun... "


Gumam Aiman lalu mencium puncak kepala sang istri.




Terpaan angin kencang membelai kulit putih seseorang yang sedang berdiri melihat pemandangan indah di depan matanya.


__ADS_1


Senyuman indah terukir di bibir tipisnya dengan mata yang masih tetap pokus melihat bangunan yang nampak indah memanjakan mata.



Dimana bangunan itu selalu membuat seseorang itu nyaman dan damai, bahkan segala urusan apapun terasa ringan ketika seseorang itu mengadu di tempat itu



Tempat yang sangat suci dan penuh sejarah.



Walau kini seseorang itu sudah menghapus jejak masa lalu yang membuat hatinya perih dan sakit. Tapi rasa itu masih ada walau hanya setitik.



Seseorang itu hanya ingin pokus menata diri yang jauh lebih baik lagi, mendekatkan diri pada sang pemilik nyawa.



Memang benar ! berharap pada manusia itu seperti Cek kosong, percaya bahwa kita akan mendapatkan segalanya ternyata itu hanya patamorgana saja.



Halnya wanita itu,dia sedang berusaha hijrah menata hatinya, bahwa hanya Allahlah yang ada dihatinya bukan makhluk.



Biarlah kenangan itu tersimpan dengan rapih di hatinya tapi jangan pernah biarkan kenangan itu merusak segalanya.



Perlahan seseorang itu berjalan memasuki bangunan itu sambil memeluk sebuah buku yang selalu ia jaga. Karna buku itu begitu berharga bagi dirinya.



"Assalamualaikum... "




"Waalaikumsalam..Gēgē (Kakak) "



Teriak anak-anak langsung berlari berhambur mememeluk seseorang itu, ia hanya tersenyum melihat tingkah anak-anak yang sedang memeluknya.



" Nǐ xiǎngniàn nǐ de xiōngdì ma? Duìbùqǐ, qīn'ài de xiōngdì, zuótiān hěn máng, suǒyǐ wǒ cái lái zhèlǐ.. ( Rindu yah sama Kakak ? maaf yah sayang kakak kemaren-kemaren lagi sibuk, jadi baru datang kesini..)



" Wǒmen lǐjiě xiōngdì ( Kami ngertiin kakak ko...) "



Ucap polos bocah laki-laki yang berumur sekitar enam tahun. Membuat seseorang itu tersenyum.



" Lín kě hái zài, wǒmen zhíjiē jìnqù ba, wǒmen mǎshàng jiù qù qídǎole.. ( Lin ko masih di situ, ayo langsung masuk sebentar lagi mau adzan..)



Seseorang yang di panggi Lin pun langung mengangkat kepalanya guna melihat orang yang memanggil.



Emang benar sebentar lagi mau adzan asar berkumandang.



Dan benar saja adzanpun berkumandang membuat anak-anak langsung berlarian ketempat masing-masing.

__ADS_1



" Tā xiànzài shì bùshì gǎnjué hǎoduōle? ( Apa sekarang hatinya sudah jauh lebih baik? ) "



" Alhamdulillah, zhè yīqiè dōu guīgōng yú āyí de qídǎo bāngzhù.(Alhamdulillah, itu semua berkat do'a Bibi yang sudah membantu...) "



Jawab Seseorang yang di panggi Lin sambil tersenyum kearah Bibi dengan mata binar. Tapi jauh di lubuk hantinya ada rasa yang tak bisa dia jabarkan, seperti ada yang menggelitik hatinya.



" Nǐ zhīdào zhè zuò qīngzhēnsì, zhè zuò qīngzhēnsì shì shìjiè shàng zuì gǔlǎo de qīngzhēnsì zhī yī, hěnduō rén lái zhèlǐ, nǐ jiùshì qízhōng zhī yī……( Kamu tau masjid ini, Masjid termasuk yang paling tua sedunia dan banyak sekali orang-orang masuk kesini dan kamu adalah salah satunya... )"



" Huǎi shèng qīngzhēnsì, mòmíng ràng wǒ juédé zhèlǐ hěn shūfú……( Masjid Huaisheng, entah kenapa membuat aku nyaman berada di sini... )



Ucap pelan Lin sambil membayang pas pertama kali dia berada di situ dengan mata yang tertuju pada bangunan yang nampak tua tapi sangat indah desainnya.



Sudah hampir satu tahun Lin tinggal di Guangzhou tepatnya dimana tempat berdirinya Masjid Huaisheng,dan masjid itupun juga dikenal sebagai Masjid Menara Cahaya atau Masjid Mercusuan.



Di padu dengan pemandangan alam yang begitu indah, dengan penduduk yang ramah membuat seorang Lin merasa betah dan nyaman.



Semenjak Lin memutuskan masuk islam dia tinggal di daerah Guangzhou karna ingin terus memperdalam tentang islam.



Melupakan memang menyakitkan tapi tidak bagi Lin. Rasanya ada sesuatu yang menenangkan jiwanya ketika dia terus mendekatkan diri pada sang maha pencipta dan melupakan segala sesuatu yang membelenggunya.



"*Semoga kamu selalu bahagia*... "



batin Lin lalu masuk kedalam masjid dengan orang yang di sapa Bibi.



.



.



.



Maaf yah apdetnya lama, athornya sedikit ada urusan sampai lupa belum apdet....



Doa kalian menyertai Athor....



terus dukung athor yah dengan like, komen dan vote he.. he...



terimakasih.....

__ADS_1


__ADS_2