Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Episode 111 Penculikan.


__ADS_3

Semenjak mengetahui sang suami dan sang putra dalam bahaya, sikap Ais semakin posesif pada sang putra. Selalu melarang ini itu, kadang juga membuat sang putra menangis karna amarah Ais yang tidak bisa dikontrol.


Entahlah Ais hanya takut terjadi apa-apa pada sang putra, Ais tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sang putra terluka.


Sikap Ais seperti itu justru membuat sang putra merasa ketakutan dan selalu menghindar jika bertemu dengan Ais.


Hati Ais begitu sakit melihat putranya ketakutan tapi apalah daya Ais selalu dihantui rasa takut dan takut.


Aiman yang melihat sang istri seperti itu dadanya sangat sakit, apalagi melihat sang putra yang selalu bersembunyi pada dirinya jika Ais mengetahui kalau sang putra masih melakukan penelitiaannya sendiri.


Sikaf sang istri justru mengingatkan Aiman pada waktu kecilnya, dimana sang Mamah juga bersikap seperti itu hingga keadaanya jadi drof dan mengakibatkan sang Mamah keguguran.


Tidak Aiman tidak boleh membiarkan sang istri seperti itu! Aiman harus bisa mencegahnya sebelum semuanya terlambat.


Aiman juga takut sisi lain dari sang istri keluar ketika tidak bisa mengontrol kemarahannya.


Harusnya mereka sebentar lagi berangkat tapi karna kejadian ini jadwal keberangkatan ke-Turki jadi ditunda.Aiman tidak mau ambil resiko sekecil apapun.


"Sayang Cukup. Apa yang kamu lakukan! "


Bentak Aiman dengan suara beratnya membuat Ais seketika diam.


Baru kali ini Ais mendengar bentakan sang suami yang selalu mengasihinya, menyayanginya dan mencintainya tapi hari itu Ais melihat kemarahan sang suami yang tak pernah Aiman tunjukan.


Tatapan penuh luka ,ketakutan dan penyesalan terpancar di mata Aiman membuat Ais seketika diam mematung. Dadanya terasa perih mendengar bentakan dan tatapan sang suami yang baru kali Ais lihat.


Tatapan yang selalu Aiman sembunyikan dan tahan tapi kini tatapan itu keluar. Aiman hanya takut! .


"Bi bawa Fatih kekamarnya.. "


Ucap Aiman dingin, bi Sumi dengan cepat membawa Fatih menjauh dari kedua orang tuanya yang sama-sama memancarkan aura dingin.


"Katakan siapa wanita dihadapanku ini.. "


"Katakan siapa dia...Ke.. kenapa saya tak mengenalinya.. katakan dimana istriku kau sembunyikan... ayo katakan.. "


Ucap Aiman dingin sambil memegang kedua bahu sang istri kuat membuat Ais seketika tersentak dengan ucapan sang suami.


"Kenapa kau diam ha... dimana istriku yang lembut, penyayang dan baik hati.Ayo cepat katakan jangan diam saja.. kemana dia. "


"By.. "


Lilir Ais gemetar tak sanggup melihat sang suami yang seakan tak mengenalinya, Apa yang aku lakukan selama ini, aku sudah menyakiti putraku sendiri dan kini suami ku juga tak mengenaliku, jerit batin Ais terisak.


"Hey.. kenapa kau menangis.. ayo katakan dimana istriku.. "


"Cukupp.... "


Teriak Ais histeris sambil menghempaskan tangan sang suami dibahunya.


"Ini Ais By.. ini A.. ais. ist.. istri hubby.. "


"Oh benarkah.. "


"Hikss.... Ini Ais by.. Maafkan Ais.. hikss. .."


"Benarkah.. "

__ADS_1


Bruk...


Ais memeluk sang suami begitu erat seakan tak mau melepaskannya, hati Ais sangat sakit melihat sang suami seakan tak mengenalinya.


"Hiksss maafkan Ais by.. Ais hanya takut... Maaf... "


Ucap Ais terisak dengan pelukan yang semakin erat, hati Ais dibuat terenyuh tetkala sang suami tak membalas pelukannya.


Semarah-marahnya Aiman dia akan membalas pelukan Ais tapi kini balasan itu tidak ada. Ais sadar dirinya yang salah, tapi ketakutan itu membuat Ais selalu tak bisa tidur dengan nyaman karna selalu memikirkan sang putra.


Seandainya Ais tau kejadiaan nya akan seperti ini Ais tidak mau melarang atau mengekang sang putra tapi Ais takut sang putra dalam bahaya.


Ais menyayangi sang putra dan sang suami, tapi jalan yang Ais ambil dimata Aiman sangat salah yang ada malah membuat sang putra jadi jauh dari Ummahnya sendiri.


"Hikss... maafkan Ais by.. hiks.. hiks... "


"Apa istriku sudah kembali.. "


"By.. "


Deg...


Ais terlonjat kaget melihat senyum sang suami yang mengembang, tidak ada wajah yang menyeramkan lagi, dan tatapan itu kembali seperti sebelumnya. Tak ada tatapan penuh luka dan kesedihan tatapan itu kembali memancarkan ketenangan dan kelembutan.


"Apa ini benar istriku! "


Grep...


Aiman menarik lembut sang istri kedalam pelukannya ketika Ais mengangguk sambil segrukan karna menangis.


"Ketakutan wajar tapi jangan jadikan ketakutan itu malah membuat jarak antara sayang dan Fatih.. "


"Hiks... maafkan Ais By... Ais sudah menyakiti hati kalian.. "


"Sudah.. jangan menangis lagi, maafkan Hubby juga tadi membentak sayang.. "


"itu salah Ais by..."


Lilir Ais yang masih segrukan, dengan lembut Aiman menghapus sisa air mata sang istri lalu mencium puncak kepala sang istri dan menarik kembali sang istri kedalam pelukannya.


"Hubby berjanji akan melindungi kalian, sudah sayang jangan kewatir lagi. Percaya, semuakan akan baik-baik saja... "


"Ayo kita cari Fatih, sayang harus meminta maaf padanya.. "


"Iya By.. "


Aiman langsung membopong sang istri menuju kamar sang putra.


Sedangkan bi Sumi dibuat bingung mengejar tuan mudanya yang berlari dan menghilang begitu saja karna tadi tak mau diajak kekamar.


Padahal tadi tuan Muda berlari ketaman tapi seluruh taman sudah bi Sumi cari bersama Badar tapi tetap saja tidak ketemu.


Bi Sumi semakin gelisah kalau Tuan besar tau pasti dia akan marah besar, apalagi Nyonya.


"Nenek... "


Bi Sumi langsung berbalik mendengar teriakan tuan Mudanya yang berasal dari gerbang, bi Sumi berlari kearah gerbang dengan kencang takut tuan mudanya kenapa-napa.

__ADS_1


"Den... "


"Nen... "


"Den Fatihhh.... "


Teriak bi Sumi terkejut melihat tuan mudanya dibawa oleh orang yang berpakaian serba hitam. Bi Sumi berusaha mengejar tapi sayang mobil itu sudah pergi .


Pak Muh pun sama berusaha mengejar namun sia-sia karna mobil itu sudah tak terlihat lagi, pak Muh langsung menghampiri sang istri yang masih hos-hosa.


Sedangkan Badar mencari ketaman belakang rumah, tetap saja tidak menemuiannya.


"Ibu, kita harus cepat kasih tau Tuan. "


Ucap pak Muh sambil berlari kedalam rumah dengan tergesa-gesa.


Aiman dan Ais sudah sampai di dalam kamar sang putra.Tapi Ais tidak menemukan sang putra didalam.


"Sayang kamu dimana? Ini Ummah.. Ummah minta maaf tadi sudah membentak Fatih. "


Ucap Ais lembut tapi Ais tak mendengar tanda-tanda putranya menyahut seakan kamar putranya memang kosong.


"By.. kemana Fatih! "


"Mungkin bersama Bibi, coba kita kebawah.. "


Ais langsung mengangguk mengikuti langkah sang suami keluar dari kamar sang putra.


"Tuan... tuan... "


Teriak pak Muh membuat Aiman dan Ais saling melirik lalu Aiman berjalan cepat kearah tangga dimana pak Muh sedang berlari menaiki anak tangga.


"Ada apa pak Muh? "


Tanya Aiman, pak Muh langsung menarik nafas dalam menatap takut Tuannya.


"Anu... Den Fatih di culik ! "


Duarr.....


.


.


.


**Bersambung....


.


.


.


Jangan lupa Like, Komen, dan Vote Ok...


Terimakasih**....

__ADS_1


__ADS_2