Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 60 Bagai mana dengan Fatih !


__ADS_3

Aiman mondar mandir menunggu sang istri yang tak kunjung datang, di telpon juga tidak diangkat membuat Aiman kewatir.


Tapi pas menelepon pak Muh katanya sang istri sudah sampai membuat Aiman bingung dan panik sang istri kemana?.


Dengan cepat Aiman memakai jas dan mengambil konci mobil dengan langkah tergesa-gesa.


Cklek...


Deg....


Aiman terlonjat kaget melihat sang istri di depan matanya dengan baby Fatih yang tersenyum kearahnya sambil merentangkan tangan meminta di gendong.


"Sayang dari tadi Hubby nungguin, kenapa lama? apa ada yang terjadi ? sayang sama Fatih gak nyasar kan? "


Runtutan pertanyaan Aiman lontarkan sambil menggendong baby Fatih dan menggandeng tangan sang istri posesif membuat Ais dibuat melongo dengan kepanikan sang suami.


"Duduk dulu, Alhamdulillah gak ada yang lecet sedikitpun.. "


Lilir Aiman lega memeriksa keadaan putranya dan sang istri karna takut terjadi apa-apa pada keduanya.Kalau terjadi apa-apa pada anak istrinya Aiman sungguh tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


"Alhamdulillah By, Ais dan Fatih tidak apa-apa. Kenapa hubby bisa sepanik ini sih.. "


Ucap Ais merasa bersalah karna harus melayani syetan kecil itu dulu sampai lupa kalau sang suami pasti menunggunya.


"Tapi sayang tadi kemana dulu, hubby telepon juga gak diangkat-angkat. Hubby sampai telepon pak Muh katanya sudah sampai dari tadi jadi bagai mana hubby gak panik coba.. "


Deg...


Ais begitu terenyuh akan kekewatiran sang suami yang nampak terlihat jelas membuat Ais benar-benar merasa bersalah. Mengingat kejadian tadi membuat Ais kesal kembali tapi terganti bahagia karna sang suami tidak mungkin berpaling padanya.


Cup...


"Maafkan Ais sudah buat hubby kewatir, sekarang hubby makan dulu. Hubby belum makan siang kan? "


Ucap Ais lembut membelay pipi sang suami dengan kecupan mesra di bibirnya. Supaya sang suami tenang.


"Tapi tadi kemana dulu .."


"Nanti Ais jelaskan sekarang makan dulu.. "


Tegas Ais tak mau di bantah membuat Aiman menghela nafas pasrah, apa lagi perutnya sudah sangat keroncongan lagi.


Aaaa...


Aiman menerima suapan demi suapan dari sang istri karna Ais melarangnya makan sendiri apa lagi Aiman sedang menggendong baby Fatih yang tak mau turun dari gendongan babanya. Sesekali Fatih menarik hidung, telinga dan rambut sang baba membuat Aiman terkekeh dengan kelakuan putranya sampai-sampai penampilannya menjadi acak-acakan.


Ais hanya tersenyum melihat suami dan putranya yang sedang bermain sampai sang suami sudah tak terbentuk lagi penampilannya. Rasa kesal dan cemburu hilang begitu saja di hati Ais melihat kepanikan dan kasih sayang sang suami pada putranya.


"Sayang belum cerita, tadi kemana dulu ?. "


Tanya Aiman sesudah menidurkan sang putra yang kelelahan bermain bersama dirinya.


"Bertemu syetan kecil.. "


Ketus Ais dengan rasa kesalnya kembali muncul tetkala sang suami bertanya. Jawaban sang istri membuat Aiman mengerutkan kening aneh dengan sikap sang istri yang berubah masam.

__ADS_1


"Syetan kecil, siapa itu? "


Tanya Aiman sambil mendekat kearah sang istri karna benar-benar bingung siapa yang sang istri bicarakan hingga membuat modnya berubah seketika.


"Bukan siapa-siapa By.. Cuma hama yang mencoba mengusik.. "


"Hama, mengusik apa maksudnya sih sayang coba jelaskan yang benar.. "


"Apa Hub... "


Tok.. tok...


Ketukan pintu membuat Ais tidak jadi meneruskan pembicaraannya. Ais malah merapihkan setelan sang suami yang berantakan akibat ulah putranya.


"Ma'af dok , pasien kemarin sudah sadar.. "


"Baik sus, terimakasih informasinya. Tunggu sebentar diluar saya akan menyusul.. "


Ucap Aiman berubah tegas dan dingin membuat sang suster mengangguk mengerti.


"Sayang tunggu di sini hubby harus memeriksa pasien. Kita lanjutkan ceritanya nanti.. "


Cup...


Ucap Aiman buru-buru sambil memakai jas kebesarannya tak lupa mengecup puncak sang istri dengan lembut.


Ais hanya menghela nafas kasar melihat punggung sang suami menghilang di balik pintu bercat putih itu.


Ais membenarkan tidur sang putra yang hampir jatuh dari sofa karna tadi Aiman menidurkan baby Fatih diatas sofa.


Alis tebal, pipi bulat, bulu mata lentik dengan bibir seksinya membuat Ais tersenyum sendiri. Pahatan sempurna sang putra turun dari babanya. Tapi ketika terbangun maka sorot mata itu selalu tajam sepertinya bukan keteduhan yang dimiliki sang baba.


"Kenapa gak mirip sama Ummah aja! Ummah takut kamu banyak yang rebutin seperti babamu.Tapi gak apa-apa yang penting kamu harus setia sama satu wanita seperti baba yah.. "


"Semoga Fatih jadi anak sholeh yang mengangkat derajat Ummah sama Baba nanti di akhirat.. "


Cup...


Gumam Ais sambil melihat pahatan sempurna sang putra yang begitu mirip sekali dengan Aiman ketika tidur. Dengan lembut Ais mengecup puncak kepala sang putra lembut.


Lama Ais menunggu sang suami tak kunjung datang membuat Ais ketiduran duduk di bawah sofa dengan kepala yang bersandar kesofa menghalangi supaya sang putra tidak jatuh.


Sedangkan Aiman masih di sibukan memeriksa pasien karna besok jadwal Aiman di RSJ (Rumah Sakit Jiwa) apa lagi ada sang istri dan sang putra berada di ruang peribadinya.


Aiman takut sang istri bosan jika dirinya tak kunjung datang membuat Aiman buru-buru menyelesaikan pekerjaannya.


"Sus jangan lupa nanti malam kasih tau sama dokter Hendra buat oprasi gantiin saya, soalnya takut dokter Hendra lupa..."


"Dan jangan lupa pantau terus keadaan pasien yang kecelakaan itu, takutnya dia akan sok jika salah satu keluarganya ada yang meninggal.. "


Runtutan arahan Aiman berikan pada suster dan beberapa perawat lain karna Aiman tidak suka ada kecerobohan sedikitpun.


"Baik dok.. "


Jawab suster tegas karna tau dokter Aiman tidak suka ada kesalahan sedikitpun yang akan membuat karir dirinya sendiri bahaya. Begitupun para perawat lain mengangguk patuh atas arahan dokter Aiman.

__ADS_1


Sudah memberikan arahan Aiman langsung terburu-buru melesat keruangannya karna takut sang istri marah karna lama menunggu dirinya.


Cklek...


Aiman membuka pintu ruangannya perlahan.


"Sayang... "


Panggil Aiman pada sang istri tapi tidak ada sahutan sama sekali membuat Aiman panik.


"Sayang kamu dimana ? "


Panik Aiman mencari sang istri ketoilet tapi tak mendapati sang istri disana. Membuat Aiman semakin panik saja takut sang istri sudah pulang dengan keadaan marah karna menunggu dirinya.


Aiman buru-buru mengambil ponsel di saku jasnya mencari nomber sang istri.


Deg...


Aiman terkejut mendengar nada dring ponsel sang istri yang ada di sofa perlahan Aiman mendekat dengan wajah paniknya.


Seketika kepanikan itu menjadi rasa lega tetkala melihat sang istri yang sedang tertidur sambil memeluk sang putra .


"Ma'afkan Hubby sayang sudah buat kamu menunggu sampai ketiduran begini. "


Gumam pelan Aiman sambil mengelus pipi sang istri lembut. Lalu mencium puncak kepala sang istri.


"Emmmz.. "


Erangan terdengar di bibir mungil Ais karna merasa terusik akan usapan lembut di pipinya.


"Jam berapa By... "


Ucap serak Ais khas bangun tidur.


"Jam empat sore, kita pulang yuk.. "


"Gendong.. "


Rengek Ais manja membuat Aiman menggeleng melihat tingkah sang istri polos.


"Terus bagai mana dengan Fatih !!!... "


Jderrr...


.


.


.Bersambung...


.


.


Gimana seru gak ?

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung athor dengan cara like, komen dan vote


terimakasih. .


__ADS_2