
"Sittt... Ini tidak bisa dibiarkan."
Geram seseorang mendengar berita dari anak buahnya.
Kedua matanya memerah menahan emosi dengan tangan yang mengepal erat hingga urat-uratnya menonjol.
Seseorang menggeliat mencari posisi nyaman dalam tidurnya.
Perlahan mata lentik itu terbuka sempurna, bibir seksinya tersenyum tetkala melihat siapa yang memeluk tubuhnya erat.
Di kecupnya kening Ais dengan lembut lalu memindahkan helayan rambut Ais kebelakang ketinganya.
Istrinya itu begitu imut dan cantik ketika terpejam, dan ketika terbuka kedua matanya maka dia akan menjadi sosok manis dengan segala tingkahnya.
"Terimakasih sudah mempercayai Hubby.. "
Gumam Aiman pelan sambil meniup telinga Ais membuat Ais menggeliat geli.
Bukannya bangun Ais malah mempererat pelukannya membuat Aiman hanya tersenyum saja sambil terus mencium seluruh wajah sang istri.
"Emmz... By.. "
"Bangun khumairo... "
"By... "
"Iya.. iya... ma'af yah Hubby ganggu khumairo tidur.. "
Ucap Aiman geli melihat sang istri masih terlihat kantuk. Mungkin karna semalam Ais bergadang merawat Aiman .
Dengan pelan Aiman turun dari ranjang dan menarik selimut guna menutupi tubuh sang istri yang kedinginan.
Aiman berjalan kearah kamar mandi guna mengambil Air wudhu dan merentangkan sejadah.
Aiman mengangkat kedua tangannya memohon kepada Allah akan kebahagiaan keluarga kecilnya.
"Ya Allah hamba tau engkau tidak akan menguji seorang hamba diatas batas kemampuaannya. Berikan lah hamba kesabaran dan keikhlasan untuk menghadapi segala ujian dari-Mu. Engkaulah maha menggenggam segala hati hamba-hamba-Mu termasuk istri hamba. Hamba mohon bukakanlah kebenaran di hati istri hamba supaya dia tidak bersikap hanya sebatas menjalankan sebagai seorang istri tapi dia melakukannya benar-benar ikhlas, ridho dalam mencintai hamba...
Genggamlah hatinya supaya jauh dari hasutan syethan, Dan bingbinglah hamba menjadi pemingpin yang bertanggung jawab dan kuat untuk melindungi keluarga kecil hamba....
Amin yaallah yarobal alamin.... "
Untaian do'a Aiman ucapkan segala apa yang mengganjal dalam hatinya dengan linangan air mata.
Aiman juga hanya makhluk lemah yang hanya bisa mengadu pada sang pencipta.
Sesudah selesai urusan Aiman dengan sang pencipta Aiman kembali melipat sejadah dan menyimpannya ditempat semula.
"Khumairo... "
Panggil Aiman pelan membangunkan sang istri untuk sholat subuh.
"Sayang... "
Panggil lagi Aiman kali ini sambil membuka selimut yang menutupi tubuh sang istri membuat Ais menggeliat karna tak nyaman.
Grep....
Aiman menggendong tubuh sang istri membuat Ais terlonjat kaget langsung bangun dari tidurnya.
Kedua matanya melotot karna Aiman memaksa bangun membuat kepala Ais sedikit pusing. Aiman berjalan sambil menggendong sang istri membuat Ais dengan cepat mengalungkan tangannya keleher sang suami karna takut jatuh.
Pletak...
"Kenapa bangunin Ais pake cara ini sih.... Kan Ais pusing By... hik... "
Kesal Ais baru sadar sepenuhnya menatap kesal pada sang suami yang hanya tersenyum.
"Tekan tombolnya..."
"Tombol apa ini ? "
" Tekan saja nanti Khumairo akan tau.. "
__ADS_1
Dengan cepat Ais memencet tombol yang di tunjuk Aiman. Perlahan lemari besar itu tergeser nampaklah sebuah lif membuat Ais melotot tak percaya.
"Tekan lagi... "
Dengan reflex Ais menekan tombol yang di arahkan Aiman. Hingga pintu lif itu tertutup kemudia berjalan hingga berhenti tepat di dalam kamar utama yang ada di lantai atas.
Ais hanya melongo karna terkejut sambil mengucek -ngucek kedua matanya jika Ais takut salah lihat. Benar saja mereka sudah ada di dalam kamar Utama.
"By... "
Lilir Ais tak percaya, sudah lima bulan mereka tinggal baru kali ini Ais tau bahwa ada lif di rumah ini.
Aiman tak memperdulikan ucapan sang istri seperti minta penjelasan yang ada Aiman malah membawa sang istri kekamar mandi.
"Wudhu trus sholat khumairo belum sholat udah mau jam lima.. "
"Astagfirullah.. "
Pekik Ais terkejut rasanya pagi ini Ais sudah dibuat jantungan sama sang suami.
Dengan cepat Ais mengambil air wudhu dan sholat. Sedangkan Aiman hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah konyol sang istri.
Sesudah sholat Ais langsung wirid dan berdo'a memohon ampun dan perlindungan untuk keluarga kecilnya.
Ais langsung melipat sejadah dan mukena lalu menyimpannya kembali di tempat semula.Ais berjalan kearah suami yang sedang duduk dikursi balkon.
"By... "
"Oh duduk Khumairo.. "
Ais langsung duduk di sisi sang suami tapi dengan cepat Aiman menarik pinggang sang istri agar duduk di pangkuannya.
Pletak...
Ais memukul lengan sang suami karna terkejut.
"Hubby mau bikin Ais punya penyakit jantung.. "
Aiman malah memeluk pinggang sang istri erat seperti tak mau melepaskannya, kepala Aiman sandarkan di belahan dada sang istri membuat Ais tertegun mendengar nafas Aiman yang masih belum teratur.
"Apa Hubby masih sakit... "
Tanya Ais kewatir sambil menangkup pipi sang suami, Aiman hanya diam saja dengan mata yang kembali berkaca-kaca membuat Ais sedikit kewatir tidak biasanya sang suami bersikap kaya begitu.
Aiman hanya mengangguk saja membuat hati Ais perih menghapus lelehan bening yang keluar dari mata sang suami.
"Mana yang sakit... "
"Ini.. "
Deg...
Ais tertegun dengan ucapan sang suami yang mengarahkan tangannya memegang dadanya. Ais bisa merasakan detak jantung sang suami begitu memburu.
"Ai.. ais... hik... "
Ucap Ais mulai gemetar, Ais paham kemana arah pembicaraan sang suami.
"Apa khumairo masih tidak percaya ? "
Lilir Aiman menangkup pipi sang istri, kedua mata mereka saling tatap dalam penuh cinta membuat Ais bingung.
"Ais bingung... "
"Percayalah ! Apa Khumairo menemukan kebohongan di mata ini... "
Ais hanya menggeleng lemah.
"Lalu... "
"Berikan Ais waktu... "
__ADS_1
"Sampai kapan ? "
"Hati Ais tenang... "
Aiman mengangguk sambil memeluk erat sang istri begitupun Ais membalas pelukan sang suami tahkalah erat.
Mereka menangis menumpahkan segala rasa yang menyesakan, hingga mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Khumairo.... "
"Sayang... "
" Hemmz... "
"Kapan periksa Baby... "
"Harusnya pas ulang tahun Hubby... "
Deg...
Aiman tertegun kenapa dia bisa melupakan jadwal penting itu ! Karna kesibukan jadwal Aiman membuat Aiman lupa akan segalanya
Bahkan hari ulang tahunnyapun , apalagi di tambah masalah kesalah pahaman itu.
"Ma.. ma'af... "
Lilir Aiman merasa bersalah sudah menyakiti sang istri dan melupakan jadwal periksa Baby.Jika Air tau saudaranya bersedih maka habislah Aku, batin Aiman mengingat janjinya yang akan terus membuat sang istri bahagia.Nyatanya Aiman sendirilah yang membuat sang istri bersedih.
"Tidak apa-apa By, kan bisa hari ini juga.. Sekalian jenguk Adek. "
"Ma'af.. "
"Sudah jangan salahkan Hubby.. "
Tegas Ais sambil menghapus cairan bening yang terus mengalir di pelupuk mata sang suami.
"Kini Ais menyesal menikah sama Hubby !! "
Jder...
Aiman langsung terlonjat kaget setengah mati, jantungnya berdetak sangat kencang rasanya mau copot saja. Aiman menggeleng seakan tak percaya dengan apa yang barusan istrinya katakan.
"Khu.. khumairo... Sayang... it.. itu tidak benarkan. Kamu bohong... Tidak... tidak mungkin... "
Lilir Aiman gemetar sambil berjongkok memegang tangan sang istri yang ada di pangkuannya.
Rasanya hatinya sangat sakit bagai ribuaan panah yang menancap tepat di dadanya, bagai mana mungkin sang istri bisa berkata sekejam itu.
"Ka.. katakan it.. itu bo.. bohong... "
Gumam Aiman pelan rasanya sudah tak sanggup lagi Aiman menatap sang istri yang menatapnya sulit.
"Ha.. ha... Emang Hubby kira apa ! ya jelas Ais berkata bohong. Ha... ha... Hubby kaya anak kecil saja, Cengeng. "
"Gak lucu. "
Deg.....
.
.
.
.
Hay.. hay.... manteman...
gimana seru gak? ...
Jangan lupa kalau suka tinggalkan like, komen dan vote ok.
__ADS_1