Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 73 Aneh


__ADS_3

Langkah tergesa-gesa seseorang begitu cepat membuat dirinya terkadang menabrak orang lain tapi dia hanya acuh tak peduli.


Membuat orang lain dibuat kesal karna orang itu tapi mereka tidak berani marah karna tau siapa orang itu.


Kedua matanya memerah memancarkan aura kemarahan dengan tangan yang mengepal erat.


Orang itu tau bahwa dirinya pernah melakukan kesalahan tapi orang itu juga tidak suka jika apa yang tidak pernah dia lakukan malah dia yang disalahkan.


Orang itu seakan terjebak disituasi yang sangat sulit.


Brak...


Pintu ruangan dibuka secara kasar membuat orang yang ada didalamnya begitu kaget hingga menjatuhkan berkas yang dia pegang.


Tangan nya mengelus dada pelan beristigfar karna keterkejutannya melihat siapa yang berani masuk tampa mengucap salam tapi malah memberikan aura permusuhan.


"Apa yang kau lakukan.."


Ucap Aiman dingin masih duduk santai diatas kursi kebesarannya.


"Hey..apa yang kau bilang hah..Kenapa kau lakukan itu padaku Aiman. Aku tak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan.."


Bentak seseorang itu menyala berjalan kehadapan Aiman yang nampak santai sekali.


"Kau membuatku menjadi kejaran polisi dinegara ku. Aku bersumpah aku tak melakukannya.."


"Tapi semua bukti mengarah padamu Emely. "


Tekan Aiman tegas sambil meberikan sebuah berkas dimana kejadian sang istri ditabrak lari dan yang paling menguatkan adalah sebuah rekaman itu membuat Emely mengupat.


Yah orang itu adalah Emely, dia terbang ke-Indonesia karna Emely jadi kejaran polisi Turki.Membuat Emely nekat kabur pergi ke-Indonesia supaya Aiman mencabut tuntutannya.


Tapi Emely tidak tau bahwa dirinya salah terbang kenegara dimana negara Indonesia juga bukan negara yang aman bagi dirinya.


"Ti..tidak Aiman itu tidak benar..Kamu tau Aku,aku tak mungkin melakukan itu.."


"Tapi kamu juga pernah mencoba mau membunuh anak dan istriku.."


Sanggah Aiman geram membuat Emely bungkam.


Bisik-bisik para suster dan perawat terdengar ketelinga Emely bahwa diluar ada beberapa polisi yang mau mencari seseorang terlibat dalam pembunuhan berencana membuat Emely seketika menegang langsung mundur beberapa langkah.


"Kau.."


Tunjuk Emely menggeleng karna Aiman melaporkan juga di negara Indonesia kenapa Emely bisa sebodoh itu.


"Kau sendiri yang memaksa Aku seperti ini.."


"Aku membencimu Aiman. Aku bersumpah Aku mem..membencimu.."


Umpat Emely langsung berlari keluar dan memakai maskernya kembali dengan kaca mata hitam yang menghiasi hidung mancungnya dengan selendang menutupi kepala Emely supaya polisi tidak mengenalinya.


Aiman berlari mengejar Emely yang kabur tapi Aiman tak menemukannya karna banyak orang yang sama memakai pakaian seperti yang Emely pakai.


"Sittt... "


Umpat Aiman kesal karna tak berhasil mengejar Emely. Aiman tau Emely pandai berlari karna dulu Emely seorang atket lari maraton.


Jika saat ini Aiman sedang kesal dan marah berbeda dengan sang istri yang dari tadi tersenyum melihat pantulan dirinya didalam cermin.


"Cantik.."

__ADS_1


Satu kata yang keluar dari bibir mungil Ais memuji dirinya sendiri. Ais dari tadi sudah rapih dengan baju gamis warna Navy dengan kerudung yang dipadukan dengan gamis panjangnya.


Begitupun baby Fatih sudah gateng dan terlihat gagah seperti babahnya memakai Jas dengan Dasi kupu-kupu.


"Ummah Cantik..."


Celetuk baby Fatih tersenyum manis pada sang Ummah.


"Terimakasih ,Nak. Kamu juga ganteng banget...Kenapa muka kamu mirip Baba semua sih hanya tatapan ini yang sama dengan Ummah.."


Celetuk Ais gemas sambil mengecup pipi gembul sang putra.


"Karna Aku putranya Mah.."


"Bukan putra Ummah.."


Lilir Ais berpura-pura terlihat sedih.


"No..Fatih juga putra ganteng Ummah terbukti mata Ummah ada diFatih he..he.."


Ais tersenyum geli melihat tingkah dan cara bicara anaknya. Walau wajahnya seperti Aiman tapi sipat dan karakternya seperti Ais sendiri yang penuh percaya diri.


Srekkkk....


Suara pagar terbuka membuat Ais langsung tersenyum.


"Wah sepertinya Baba sudah menjemput sayang.."


"Hore Baba..baba..."


"Sini Ummah pegang tangannya..."


Aiman sudah rapih dengan pakaiannya tapi bukan pakaian rumah sakit melainkan pakaian yang senada dengan sang istri dan putranya.


Bibir Aiman kembali melebar tetkala melihat siapa yang turun dari tangga dengan tangan lembutnya menggandeng bocah kecil yang hati-hati menuruni anak tangga.


Bagai bidadari dengan wajah cantik alami terpancar didalam dirinya membuat Aiman dibuat terpana.


"Assalamualaikum Sayang.."


Cup..


Ucap Aiman langsung sambil mengecup puncak kepala sang istri lembut.


"Waalaikumsalam By.."


Balas Ais yang merasa malu dipandang intens begitu.


"Wah Putra Baba ganteng banget.."


"Iya dong.."


Aiman hanya tersenyum mendengar jawaban sang putra yang menurutnya menggelikan begitupun Ais.


Walau Ais sudah bisa berjalan tampa menggunakan tongkat lagi tapi Ais masih merasa ngilu jika tipaksakan jalan terlalu jauh itu semua berkat bantuan sang suami dan Ani juga yang turut membantu Ais walau Ais hanya akan diam ketika Ani membantunya.


"Emang kita mau kemana By..Kenapa Ais dan Fatih harus memakai pakaian begini seperti mau keacara khusus saja.."


"Nanti sayang juga akan tau.."


Ucap Aiman santai sambil menggendong sang putra dan satu tangan lagi memegang lembut lengan sang istri.

__ADS_1


Ais tidak bertanya lagi hanya pasrah mengikuti langkah kaki sang suami menuju mobil.


Sedangkan Ani hanya tersenyum dibalik pintu melihat kebahagiaan keluarga kecil sahabatnya.


Lalu pergi setelah Memastikan Ais dan Aiman sudah pergi.


"Ayah, Mah. Ma'af Ani baru bisa mewujudkan keinginan Mamah sama Ayah.."


Lilir Ani sedih melangkah buru-buru takut telat.


Aiman tidak sadar bahwa mobil yang dia pacu sendari tadi diikuti oleh dua mobil Jeff hitam. Ais yang sedang membantu baby Fatih berdiri untuk melihat keluar jendela terkejut melihat dari kaca spion ada dua Mobil hitam yang mengikutinya.


"By...Lihat kaca spion.."


Ucap Ais sambil memegang erat pinggang sang putra yang menepuk-nepuk jendela mobil sambil tersenyum melihat pemandangan disepanjang jalan.


"Astagfirullah..siapa mereka kenapa ngikutin mobil kita. Sayang kamu dudukan Fatih.."


Ucap Aiman berusaha tenang sambil menambah kecepatan mobilnya sesekali ekor matanya melirik kearah Spion.


"Sittt... Siapa mereka.."


Batin Azam pokus karna takut terjadi apa-apa pada anak dan istrinya.


Azam membelokan mobilnya kearah jalan yang tidak banyak oleh kendaraan karna takut terjadi sesuatu. Membuat orang yang ada didalam mobil Jeff itu mengumpat karna keahlian Azam dalam memacu Mobil membuat mereka sulit untuk memepet.


Tapi seketika di depan ada sebuah belokan membuat orang yang memacu mobil Jeff itu senang karna ada kesempatan untuk memepet.


Sittt....


Brak....


"Astagfirullah..By.."


Pekik Ais terkejut melihat dua mobil itu tabrakan beruntut dengan mobil Boks yang datang dari arah kiri membuat dua Mobil Jeff itu tak menyadarinya karna pokus pada mobil Azam.


Azam terus melajukan mobilnya tampa berhenti membuat Ais tanpak heran.


"By..kita lihat dulu..Tak..."


"Tidak sayang, kita harus pergi takut telat..."


Potong Azam cepat sambil menyunggingkan senyum kecilnya bahkan Ais sendiri tak melihatnya. Ais hanya pasrah saja menurut apa yang sang suami katakan walau dihatinya ada sedikit kejanggalan tapi Ais hanya memilih diam saja.


"*Aneh.."


.


.


Bersambung*...


.


.


Gimana seru gak ???


Jangan lupa Like,Komen dan Vote


Terimakasih.....

__ADS_1


__ADS_2