Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 67 Kekesalan


__ADS_3

Jauh dibelahan barat sana di sebuah negara yang maju dengan Teknologi,Ekonomi dan perubahan zaman modern.


Bagai kalangan Ras dan cara berpakain sangat bebas tapi selalu ada batasan bagi setiap kaum muslim yang menganut kepercayaan nya.


Baju yang minim dan gelamor terpasang indah ditubuh ramping, tinggi dengan body yang seksi berjalan anggun memasuki bangunan megah dengan beberapa baper bag di tangan kiri-kanannya. Senyum indah menghiasi bibir seksinya dengan kacamata hitam yang tertenteng di hidung mancungnya.


Semua bodyguard menunduk tetkala seseorang itu melewatinya.


"Durmak ( Berhenti..) "


Bentakan keras menggema di dalam ruangan megah itu membuat seisi rumah itu bergidik ngeri tapi tidak dengan seorang gadis yang hanya acuh meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.


"Baba dur diyor.. (Dady bilang berhenti... )"


Ucap lagi seorang laki-laki paruh baya dengan tatapan murkanya menatap tajam putri semata wayangnya.


Dia berjalan mendekati sang putri yang nampak acuh melihat luapan amarah dari sang dady dengan gaya sensualnya.


Walaupun sudah tidak mudah lagi tapi laki-laki paruh baya itu masih terlihat muda apalagi dengan setelan jas yang masih melekat di badannya.


" Aiman ​​ailesine ne yaptın baba onlara hayatlarını asla rahatsız etmemelerini hatırlattı. (Apa yang sudah kamu lakukan pada keluarga Aiman, sudah dady ingatkan jangan pernah mengusik kehidupan mereka )"


"Baba sen neden bahsediyorsun? Emely babanın ne dediğini anlamıyor..( Daddy bicara apa? Emely tak mengerti apa yang daddy katakan..) "


" Yalan söyleme, dürüstçe cevap ver (Jangan berbohong,jawab jujur.. )"


Grep...


Murat mencengkal lengan Emely membuat Emely kesakitan, tapi rasa sakit itu tidak sebanfing dengan apa yang dadynya tuduhkan.


" Babam beni üzdü...( Daddy menyakitiku... )"


" Doğruyu söylersen baban sana zarar vermez...(Daddy tidak akan menyakiti jika kamu berkata jujur..) "


"Emely, babanın ne demek istediğini gerçekten anlamadı. Emely, Aiman'ın ailesini hiç rahatsız etmedi, Emely buradaydı. Türkiye'de Endonezya değil..( Emely benar-benar tidak mengerti apa yang dady maksud. Emely tidak pernah mengusik keluarga Aiman, Emely di sini. Di Turki bukan Indonesia.. )"


" Emily'yi asla inkar etme...(Jangan pernah menyangkal Emely... )"


Geram Murat semakin memegang erat tangan sang putri yang nampak angkuh dengan pembelaannya walau ada sedikit keraguan di hati Murat akan perkataan putrinya. Tapi semua bukti tertuju pada putrinya! kalau sampai Ilham tau pasti sahabatnya itu tidak akan pernah mema'afkan Emely.


"Emily gerçekten...( Emely memang ti.... )"

__ADS_1


Deg...


Emely melotot tetkala mendengar suaranya di rekaman yang sang dady putar. Itu memang suara dirinya, kenapa dady bisa mendapatkan rekaman suaraku, pikir Emely.


"O.. o.. ( It.. itu.. )"


" Yine inkar etmek ister misin, baban seni hayal kırıklığına uğrattı, Senin sesin olmadığını söyle!! ( Apa kamu mau menyangkal lagi, dady kecewa sama kamu,Katakan bahwa itu bukan suara kamu!! )"


Bentak Murat prustasi, apa yang harus Murat katakan pada sahabatnya bahwa anaknya yang melakukan itu semua, cepat atau lambat Aiman pasti mengetahui semuanya.


"Evet.. EMELY yaptı. Baba memnun... ( Ya.. EMELY yang melakukannya. Dady puasss.... )"


Teriak Emely sakit menghempaskan tangannya yang di cekal sang dady erat hingga memerah.


" Ölmeliydi, yaşamalıydı...(Dia seharusnya mati bukan selamat...) "


Plak...


Tamparan keras repleks melayang di pipi mulus Emely membuat Emely terhuyung kesamping. Alev yang melihat kejadian itu langsung menangis tak bisa berbuat apa-apa karna memang anaknya sudah keterlaluan.


" yine tokat at baba..(Tampar lagi dad tampar..)."


Bentak Emely meraih tangan sang dady yang baru pertama kali menampar dirinya sungguh sakit. Tangan Murat bergetar sambil menghempaskan tangannya yang Emely tarik mengarahkan pada pipinya.


"Üzgünüm baba, oğlum.( Ma'afkan dady ,Nak. ) "


Lilir Murat menatap nanar punggung sang putri yang berlari kekamarnya, sungguh Murat sangat menyesal sudah menampar sang putri,itu diluar kendalinya.


Alev mendekat memeluk erat sang suami yang bergetar dengan air mata yang keluar begitupun dirinya. Alev tau suaminya tidak bermaksud melakukan itu, tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur tak bisa diulang kembali.


Emely pasti marah dan membencinya tapi apa yang harus seorang ayah lakukan jika putrinya sendiri melakukan kesalahan. Tidak mungkin bagi Murat menyembunyikan kesalahan sang putri.


Murat seoarang Dosen sekaligus seorang ayah yang begitu bingung mengambil langkah yang mana.


Prang.. prang...


Suara kursi, buku dan beberapa alat mekup berserakan dengan apa yang Emely lakukan hingga tangannya tergores pecahan gelas yang dia banting.


Luapan amarah yang begitu besar membuat Emely tak merasakan rasa sakit di tangan dan telapak kakinya yang menginjak pecahan-pecahan kaca dan gelas.


Hingga kamar yang tersusun rapih menjadi hancur tak terbentuk lagi.

__ADS_1


Sakit, itulah yang Emely rasakan kenapa daddy dan mommy nya menuduh dirinya padahal sang daddy tau, kemanapun dirinya berada pasti akan ada lima bodyguard yang menjaga di kejauhan, Emely tau itu.


Emely bisa terima kalau sang daddy menyalahkannya dengan kesalahan dia dimasa lalu hingga Emely selalu menghabiskan waktunya hanya untuk poya-poya dan kerumah sakit, hanya untuk menghilangkan satu nama "Aiman Mahmued" Tapi nama itu sampai sekarang masih melekat dihatinya.


Tapi Emely begitu sakit dan marah ketika tangan kasih sayang sang daddy menampar dirinya, sungguh hati Emely sakit melebihi sakit ketika mendengar Aiman menikah dengan orang lain.


"Sa.. sakit Dad... sakitttt... "


Jerit batin Emely tertahan meremas dadanya Kuat, Emely yakin kali ini sang daddy tidak akan melepaskan kemanapun dia pergi seperti sebelumnya sang daddy mengurung dirinya hampir dua bulan, kalau tidak ada panggilan dari rumah sakit mungkin sang daddy tidak akan mengijinkan dirinya sama sekali.


"Ta.. tapi rekaman itu.. "


Deg...


Emely terlojat kaget mengingat sesuatu kalau dirinya pernah mendapat pesan kemesraan-kemesraan Aiman dan sang istri membuat Emely sungguh panas.


Orang yang memberi pesan-pesan singkat tapi mampuh membuat Emely murka hingga Emely menelepon orang itu dengan keadaan marah.


Orang itu menawarkan kerja sama padanya untuk menghancurkan keluarga Aiman, Emely menyetujuinya karna memang dia menginginkan Aiman.


Ti.. tidak mungkin, itu sudah lama terjadi karna orang misterius itu tiba-tiba menghilang , Apa yang sebenarnya terjadi ! Ah.. sial, jerit batin Emely.


Tangannya langsung meraih ponsel canggihnya dan mencari nomor asing, Emely yakin nomor itu berasal dari Indonesia.


"Sitt... Sial... "


Prang...


Pekik Emely mengumpat karna nomor itu sudah tidak aktif lagi, dengan amarah yang meluap Emely membanting ponselnya sendiri hingga hancur.


"Eminim bu bir tuzak olmalı, şimdi ne yapmalıyım? Ama... ama Aiman'ın karısının acı çekmesi de iyidir, yani artık Aiman'ın karısını tekmelememe gerek yok. Aiman'ı tamamen elde edene kadar Ha... ha... ha... Hayır.. hayır... Eğer bu suçun kanıtı beni gösteriyorsa, Aiman ​​benden nefret ederdi. Ah otur. kahretsin..kahretsin...( Gue yakin ini pasti jebakan,sekarang apa yang harus gue lakukan. Ta.tapi bagus juga kalau istri Aiman menderita, jadi gue gak perlu lagi mendepak istrinya Aiman . Hingga gue bisa memiliki Aiman seutuhnya Ha... ha... ha... Tidak.. tidak... Aiman pasti membenci gue jiga bukti kejahatan itu mengarah pada gue. Ah sitt. sial.. sial... )"


Umpat Emely sungguh prustasi, di sisi lain dia memang menginginkan Aiman tapi di siai lain dia juga takut kalau Aiman semakin membencinya.


" Adımı temize çıkarmak için Endonezya'ya gitmem gerekiyor. Aiman'ın hiç yapmadığım şeylerle benden nefret etmesini istemiyorum. Ah.. kahretsin piç kurusu neden yanlış pozisyondayım (Gue harus pergi ke-Indonesia membersihkan nama gue. Gue tidak mau kalau Aiman membenci gue dengan perbuatan yang gak pernah gue lakukan. Ah.. sial kau brengsek kenapa gue berada di posisi yang salah )"


Kesal Emely mengusap wajahnya kasar hingga darah yang ada di telapak tangannya tak sadar menempel di wajahnya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2